cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Desain Dan Implementasi Sistem Pengaturan Cahaya, Temperatur Dan Kelembaban Pada Kebun Indoor Menggunakan Mikrokontroler Ariando Ariando; Angga Rus Dinar; Rita Purnamasari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pros es penyinaran, penghangatan dan perlindungan dari cuaca eks trim terhadap s uatu tanaman yang baik dapat menjamin dan meningkatkan kualitas tanaman. Diperlukan s uatu s is tem yang dapat memberi k an kondis i ideal ters ebut. Pada umumnya, s is tem diciptakan pada ruang tertutup dan mas ih s angat tergantung dengan kondis i cuaca dis ekitarnya dalam hal ini adalah s inar matahari . Maka diperlukan s is tem yang dapat memberikan kondis i ideal dalam ruangan s ecara otomatis tanpa terlalu be rgantung pada kondis i cuaca dis ekitar. Pada penelitian ini penulis telah merancang s is tem kendali otomatis s uhu, kelembaban dan intens itas cahaya pada s uatu ruangan tertutup dengan menggunakan algoritma fuzzy dan metode konvens ional berbas is mikrokontroler. Berdas arkan has il implementas i, s is tem dapat memberikan kondis i yang ideal untuk bertumbuh yaitu s uhu 23 0C - 280C, kelembaban 50% - 70% dan intens itas cahaya (+/-) 400 lux pada waktu penyinaran. Kata kunci : penyinaran dan penghangatan, mikrokontroler, fuzzy.
Analisis Alokasi Resource Block Arah Uplink Pada Sistem Long Term Evolution Dengan Sc-fdma Menggunakan Algoritma Heuristic Gina Ramadhanti; Arfianto Fahmi; Nur Andini
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pertumbuhan jumlah pengguna seluler memberikan dampak meningkatnya pula kebutuhan laju data untuk mengakses berbagai layanan telekomunikasi. Jaringan wireless yang berkembang memiliki beberapa keterbatasan seperti penggunaan sumber daya radio. Diperlukan alokasi sumber daya yang efisien agar penggunaan sumber daya radio dapat dimaksimalkan. LTE menggunakan Single Carrier Frequency Division Multiple Access (SC-FDMA) pada arah uplink.SC-FDMA dipilih karena memiliki beberapa kelebihan dibandingkan Orthogonal Frequency Division Multiple Access (OFDMA) yang digunakan oleh teknologi LTE pada arah downlink. SC-FDMA memiliki nilai Peak-to-Average Power Ratio (PAPR) yang lebih rendah dibandingkan dengan OFDMA. Karena itu, SC-FDMA memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Untuk itu diperlukan algoritma yang dapat mengoptimalkan sistem alokasi resource pada teknologi LTE arah uplink tanpa meningkatkan tingkat kompleksitas pada sistem. Untuk mengembangkan penelitian alokasi resource pada teknologi LTE arah uplink, tugas akhir ini akan mensimulasikan kinerja dari tiga buah algoritma yaitu algoritma Round Robin, algoritma Heuristic, dan Modified Heuristic. Parameter yang dianalisis pada hasil simulasi adalah pengaruh jumlah user terhadap nilai spectral efficiency, average datarate, system throughput, fairness index, starvation ratio, dan complexity. Hasil dari simulasi ini menyatakan bahwa algoritma Modified Heuristic dapat meningatkan fairnes index dan memperkecil starvation ratio tanpa meningkatkan kompleksitas algoritma apabila dibandingkan dengan algoritma Heuristic dan Round Robin dengan rata- rata fairness index dan starvation ratio pada algoritma Modified Heuristic bernilai 0,787 dan 2,03%. Kata kunci : LTE, Resource Allocation, SC-FDMA, Round Robin, Heuristic Algorithm
Optimasi Interval Inspeksi, Estimasi Remaining Life, Dan Total Maintenance Crew Pada Mesin Caulking Line Produksi Ke-6 Menggunakan Metode Risk Based Inspection (Rbi) Dan Life Cycle Cost (Lcc) Pada Pt Dns Ihsan Mahdi Wiragunanto; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT DNS berdiri sejak tahun 1975, perusahaan tersebut bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif yang memproduksi spark plug, produk ini mempunyai peranan vital sebagai alat untuk menghasilkan percikan bunga api yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang disebut dengan Spark Ignition Engine (SIE) tanpa adanya spark plug maka kendaraan bermotor tidak dapat beroperasi. Karena banyaknya pesanan yang diterima dari para customer nya, maka PT DNS harus dapat mengoptimalkan kinerja mesin dan maintenance crew yang dimiliki, dimana poin tersebut merupakan sumber daya penunjang utama dalam berjalannya proses produksi. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu Risk Based Inspection (RBI) dan Life Cycle Cost (LCC). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode RBI, telah didapatkan rata-rata Remaining Life berdasarkan laju korosi yang mempengaruhi sisa ketebalan dinding pipa untuk komponen yang memiliki nilai Risk Priority Number paling besar dari subsystem kritis selama 29 tahun, pada hasil remaining life tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengoptimalkan jadwal interval inspeksi berdasarkan level resiko yang telah ditentukan melalui metode Risk Matrix, dimana usulan ini bertujuan untuk tetap menjaga kinerja mesin dalam memproduksi jumlah spark plug dan meminimalisir pengeluaran untuk biaya inspeksi. Berdasarkan hasil penelitian yang menggunakan metode LCC, telah didapatkan total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk 29 tahun kedepan berdasarkan rata-rata remaining life yang telah didapat, terhitung dari tahun 2015 sampai 2043, dan pada tahun ke-14 (2028) merupakan nilai Total Annual LCC yang terkecil dengan kondisi maintenance set crew M=1, dimana terjadi keseimbangan terbaik untuk seluruh komponen biaya yang dikeluarkan senilai Rp 918.907.948,10. Berdasarkan nilai minimal Total Annual LCC yang sudah terpilih dimana kondisi maintenance set crew M=1 maka jumlah maintenance crew yang optimal berjumlah 2 teknisi, kondisi ini berdasarkan dengan maintenance cost dan juga shortage cost yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kata Kunci : Interval Inspeksi, Remaining Life, Maintenance Crew, Risk Based Inspection, Life Cycle Cost. Abstract PT DNS was established in 1975, it is an automotive components manufacturing company that produced the spark plug, this product has important role as a tool as needed to ignite a mixture of air and fuel called Spark Ignition Engine (SIE), motorized vehicles cannot be operated without spark plugs. With a lot of order came from its customers, the company must be able to optimized machine’s work and its maintenance crew, since it’s the main supporting resources of production process. There are two methods was used in this research, which are Risk Based Inspection (RBI) and Life Cycle Cost (LCC). Based on the results of research using RBI methods, has obtained an average Remaining Life based on the corrosion rate that affects the remaining wall thickness pipes for components that has the highest Risk Priority Number value from the critical subsystem for 29 years , Based on that result, interval inspection schedule can be optimized based on level of risk which is determined by Risk Matrix method, which this proposal aims to maintain the performance of the engine in producing a spark plug and minimize expenses for inspection fees. Based on the results of research using LCC method, the total cost that will be spent by the company for the next 29 years based on the average remaining life, starting from 2015 until 2043, and in the 14th year (2028) is the smallest Total Annual LCC value with maintenance set crew conditions M = 1, where there is the best balance for all components of the costs is worth Rp 918.907.948,10. Based on a minimum value of Total Annual LCC has been chosen where the condition maintenance crew sets M = 1, so 2 technicians is the optimal amount of maintenance crew, this condition is based on maintenance cost as well shortage cost that will be spent by the company. Key Words : Interval Inspection, Remaining Life, Maintenance Crew, Risk Based Inspection, Life Cycle Cost
Audit Teknologi Informasi Menggunakan Framework Cobit 5 Pada Domain Dss (Deliver, Service, And Support) (Studi Kasus : Igracias Telkom University) Rio Kurnia Candra; Imelda Atastina; Yanuar Firdaus
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi informasi (TI) merupakan suatu bagian yang sangat penting bagi perusahaan atau lembaga dan merupakan suatu nilai investasi untuk menjadikan perusahaan atau lembaga tersebut menjadi lebih baik. Perusahaan atau lembaga menempatkan teknologi informasi sebagi suatu hal yang dapat mendukung pencapaian rencana strategis perusahaan untuk mencapai sasaran visi, misi dan tujuan perusahaan atau lembaga tersebut, begitu halnya dengan Telkom University. Teknologi Informasi yang diterapkan perlu diatur agar dapat dimanfaatkan dengan baik. Untuk mengatur teknologi informasi itu sendiri memerlukan audit yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memastikan pemenuhannya ditinjau dari pendekatan objektif dari suatu standar. Teknologi Informasi di Telkom University memerlukan audit untuk mengevaluasi, menilai kapabilitas, dan menyusun rekomendasi terhadap teknologi informasi yang dipakai. Framework audit yang digunakan adalah COBIT 5 domain DSS (Deliver, Service, dan Support) yang fokus pada penilaian pengiriman dan layanan teknologi informasi serta dukungannya termasuk pengelolaan masalah agar keberlanjutan layanan tetap terjaga. Kata Kunci : audit, COBIT 5, domain DSS, Teknologi Informasi, Telkom University.
Desain Dan Implementasi Fuzzy Logic Control Pada Balancing Robot Irfandri Zulkarnaini; Agung Nugroho Jati; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Balancing robot merupakan pengembangan dari konsep inverted pendulum. Balancing robot merupakan suatu mobile robot beroda dua yang tidak akan dapat berjalan seimbang tanpa adanya sistem kontrol yang baik. Dalam menyeimbangkan balancing robot dibutuhkan suatu metode kontrol yang baik agar robot dapat menyeimbangkan dirinya sendiri tanpa ada gaya dari luar. Pada penulisan Tugas Akhir ini akan dirancang suatu balancing robot dengan metoda fuzzy logic control. Kontroller fuzzy logic akan ditanamkan pada mikrokontroler arduino mega sebagai pengendali keseimbangan. Pada perancangan balancing robot ini menggunakan sebuah IMU 3-axis accelerometer dan 3-axis gyroscope sebagai nilai input fuzzy, dan mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino Mega 2560. Dari data pengujian yang telah dilakukan, terlihat bahwa data perhitungan dari output sistem fuzzy logic masih terdapat error antara 0-7% yang disebabkan oleh beberapa parameter seperti perhitungan manual yang kurang teliti, proses dari fuzzyfikasi sistem yang bersifat tidak pasti. Performansi dari sistem robot balancing robot menggunakan metode fuzzy logic dipengangaruhi oleh beberapa parameter, seperti, besar nilai dan bentuk fungsi keanggotaan masukan dan keluaran sistem, dan rule-inference yang ditanamkan pada sistem. Kata Kunci : balancing robot, accelerometer, gyroscope, fuzzy logic control
Desain Dan Implementasi Wsn Pada Tempat Sampah Dalam Gedung Berbasis Mikrokontroller Menggunakan Rf Modul Zigbee Dengan Topologi Cluster Tree Shalahuddin Kartika Candra; Erwin Susanto; Muhammad Ary Murti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Setiap bangunan gedung harus menyediakan tempat sampah dan penampungan sampah. Dengan produksi sampah minimum 3,0 lt/orang/hari maka sampah dalam gedung dapat menumpuk dan dapat menimbulkan bau tak sedap bila tidak ditangani dengan baik. Hal tersebut memungkinkan terjadinya sumber penyakit dan gangguan pernafasan. Ini karena adanya pembusukan sampah oleh mikroorganisme yang menghasilkan gas hidrogen sulfide (H2S) dan gas metan (CH4) yang bersifat racun bagi tubuh. Penerapan inovasi teknologi Wireless Sensor Network adalah salah satu solusi untuk monitoring keadaan tempat sampah. Pada Tugas akhri ini prototype dirancang menggunakan RF Modul Xbee series 2 dan AVR ATMega 8535 sebagai mikrokontrollernya dengan pemrograman bahasa C dengan software CVAVR. Sedangkan pada sensor menggunakan sensor ultrasonik (HC-SR04) untuk mengetahui tingkat kepenuhan sampah dengan parameter jarak dan sensor gas (MQ-136) untuk mengetahui bau busuk sampah melalui kandungan gas H2S dengan parameter tingkat ppm. Data nantinya akan diolah menggunakan program dari Visual Studio 2010 dengan Bahasa pemrograman Visual Basic yang ditampilkan dalam bentuk GUI (Guide User Interface) pada PC (Personal Computer). Prototype monitoring tempat sampah dengan topologi Cluster Tree berhasil dirancang menggunakan RF modul Xbee Series2. Hasil perancangan ini dapat bekerja secara optimal sebagai solusi monitoring tempat sampah pada gedung yang dapat dipantau secara real-time. Jarak antar node dengan kondisi line of sight dalam gedung F Telkom University yaitu, Jarak maksimum 1 lantai: 84m, Jarak maksimum beda 1 lantai: 27m, jarak maksimum beda 2 lantai:10m. Dimana jarak tersebut dapat di kombinasikan untuk membentuk topologi Cluster Tree yang dibutuhkan dalam gedung. Perbandingan Delay Time Recovery Xbee Series2 sebesar 0.25s. dan Akurasi sensor HC-SR04 sebesar 91% . Kata kunci: Wireless Sensor Network, AT-Mega 8535, XBee Series 2(XB24-ZB), HC-SR04, MQ-136, Visual Studio 2010, topologi ClusterTtree
Usulan Perbaikan Untuk Meminimasi Defect Short Mold Pada Proses Peleburan Produk Grip Panjang Di Cv. Gradient Dengan Menggunakan Pendekatan Six Sigma Enggar Putri Wulandari; Mariana Yustiana Lubis; Agus Alex Yanuar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV.Gradient merupakan Home Industry yang memproduksi berbagai jenis produk, salah satunya produk berbahan dasar plastik seperti grip panjang yang digunakan sebagai batang shock bracker pada motor. Berdasarkan data historis produksi grip panjang periode Januari 2016 – Februari 2018, terdapat beberapa jenis cacat yang terjadi yaitu short mold, belang, silver, kempot, crack, berair. Toleransi produk cacat yang ditetapkan oleh perusahaan adalah 0.2% per bulan, namun didapatkan bahwa rata-rata persentase defect sebesar 0.8%. Short mold merupakan jenis defect yang memiliki frekuensi defect tertinggi yang akan menjadi fokus pada penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan Six sigma dengan tahap DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Pada tahap define, terdapat 2 jenis CTQ potensial yang diidentifikasi dalam proses peleburan produksi grip panjang. Pada tahap measure, pengukuran stabilitas proses menggunakan peta kontrol p dan pengukuran kapabilitas proses digunakan untuk menemukan DPMO dan Level Sigma. Pada tahap analyze, pencarian akar masalah penyebab terjadi defect short mold dilakukan dengan menggunakan tools fishbone diagram dan 5 why’s, serta menentukan prioritas untuk usulan perbaikan dengan menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Pada tahap improve, usulan yang diberikan berupa pembuatan display visual, pembuatan penjadwalan pemeliharaan dan penggantian screw, serta pembuatan lembar pemeliharaan dan penggantian screw pada interval waktu tertentu. Kata Kunci: Six sigma, DMAIC, Grip panjang, Defect, Short mold Abstract CV. Gradient is Home Industry which produce various kind of product, one of them is plastic like long grip which is used as shock bracker on motor. Based on historical data of long grip production period January 2016 - February 2018, there are several types of defects that occur are short mold, striped, silver, hollow, crack, and watery. The defect product tolerance set by the company is 0.2% per month, but it is found that the average defect percentage is 0.8%. Short mold is the type of defect that has the highest defect frequency that will be focus of the research. This research uses Six Sigma approach with DMAIC stage (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). At the define stage, there are two types of potential CTQ identified in the melting process. In the measure stage, process stability measurement using p control chart and process capability measurement is used to find DPMO and Sigma Level. In the analyze phase, root cause search for defect short mold is done by using fishbone diagram and 5 why's tools, and determine priority for improvement suggestion by using FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). At the improve stage, the proposals include visual display creation, scheduling maintenance and screw replacement, as well as making maintenance sheet and screw replacement at certain time intervals. Keywords: Six sigma, DMAIC, Long grip, Defect, Short mold
Pengukuran Kinerja Sistem Informasi Menggunakan Metode Performance Prism Dan Model Analisis Kuantitatif “tev” (studi Kasus Sistem Informasi Pada Rumah Zakat Bandung) Nabara Kusti; Toto Suharto; Yanuar Firdaus
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Zakat adalah sebuah lembaga amil zakat nasional yang berdiri sejak tahun 1998. Awalnya Rumah Zakat didirikan di Bandung, tetapi kini sudah mempunyai 52 jaringan kantor dari Aceh-Papua. Oleh karena itu sistem informasi menjadi kebutuhan pokok, karena proses bisnis lembaga tidak dapat berjalan tanpa adanya sistem informasi. Tetapi itu saja belum cukup, sistem informasi yang digunakan juga harus diukur untuk mengetahui sejauh mana performanya. Oleh karena itu, jurnal ini akan membahas pengukuran kinerja pada sistem informasi Rumah Zakat. Metode yang digunakan untuk pengukuran kinerja adalah Performance Prism, karena yang diukur bukan hanya dari sisi strategi saja, tetapi justru keinginan dan kebutuhan stakeholder (stakeholder satisfaction) yang menjadi pertimbangan utama, kemudian setelah itu bisa dirumusakan strategy, process, capabilities, dan stakeholder contribution. Kemudian, berdasarkan lima faset Performance Prism tersebut dan acuan dari NIST SP800 -55 dikelompokkan menjadi Key Performance Indicator (KPI) dan Performance Indicator (PI) yang menjadi indikator ukuran suskes kinerja. Selanjutnya dilakukan pengolahan data, pembobotan dan scoring menggunakan Model Analisis Kuantitatif “TEV” (MAKTEV) yang merupakan model pengolahan data non metrik dengan menggunakan metode kuantitatif. Sehingga setelah dilakukan pengukuran kinerja, akan diketahui sejauh mana performa sistem informasi secara real, keterkaitan kelima faset Performance Prism, beserta rincian level kinerja tiap KPI (sangat jelek – sangat baik), kemudian selanjutnya hal ini bisa digunakan untuk merumuskan atau memberikan usulan perbaikan kinerj a terhadap sistem informasi tersebut. Setelah melakukan pengukuran diperoleh hasil pengukuran nilai kinerja sistem informasi Core-Z adalah 4,25. Berdasarkan Skala Likert dikategorikan kinerja sistem informasi Core-Z pada Rumah Zakat adalah sangat baik dan didapatkan hasil 3 KPI dan 21 indikator kinerja (PI). Dari 3 KPI didapatkan hasil 1 KPI dikategorikan sangat baik dan 2 KPI dikategorikan baik. Dari 21 indikator kinerja (PI) Terdapat 5 indikator kinerja yang dikategorikan sangat baik, 15 indikator kiner ja baik, dan indikator kinerja 1 cukup baik. Kata kunci : Pengukuran Kinerja, Performance Prism, Model Analisis Kuantitatif “TEV”, Delphi Method, Expected Value, Stakeholder.
Pemantau Sinyal Vital Pasien Nirkabel Menggunakan Protokol Zigbee Pada Platform E-Health Philip Tobianto Daely; Achmad Rizal
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan sinyal vital pasien merupakan sebuah kegiatan yang penting di bidang medis. Sinyal vital yang dipantau meliputi EKG, laju detak jantung, laju pernafasan, saturasi oksigen dan suhu tubuh. Seringkali dokter atau perawat tidak berada dekat dengan pasien. Hal ini dapat disebabkan oleh jumlah dokter dan perawat yang kurang memadai, mengakibatkan pemantauan sinyal vital pasien menjadi tidak efisien. Pada tugas akhir ini dijelaskan tentang sebuah tugas akhir berupa perancangan purwarupa pemantau sinyal vital pasien. Purwarupa ini terdiri dari dua perangkat, yaitu perangkat sensor dan perangkat monitor. Perangkat sensor dirancang untuk mendeteksi sinyal vital menggunakan e-Health Sensor Platform dan mengirimkannya ke perangkat monitor secara nirkabel menggunakan protokol ZigBee. Hasil dari pengukuran menunjukkan bahwa protokol ZigBee dapat digunakan pada area yang terdapat jaringan Wi-Fi. Grafik EKG masih terdapat noise tetapi dapat menunjukkan bentuk sinyal EKG normal. Pengukuran respiratory rate memiliki standar deviasi sebesar 0, dan pengukuran suhu memiliki standar deviasi ±0.2°C. Kata kunci: pemantau, sinyal vital, e-Health Sensor Platform, protokol ZigBee
Usulan Perbaikan Proses Produksi Guide Comp Level Kzl Di Pt Sinar Terang Logam Jaya (stallion) Menggunakan Metode Six Sigma Yandi Goklas Adventino Hutabarat; Marina Yustiana Irawan; Murni Dwi Astuti
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Sinar Terang Logamjaya (PT STALLION) adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif. Komponen dengan defect terbanyak selama 2 tahun terakhir adalah Guide Comp Level KZl. Adapun defect yang terjadi terdiri dari 4 jenis, yaitu pecah, cacat pada badan, ukuran out standart, dan welding lepas. Defect ini diidentifikasi dari CTQ yang ditetapkan oleh perusahaan. Untuk meminimasi produk defect yang terjadi diperlukan upaya perbaikan proses menggunakan metode Six Sigma Metode Six Sigma yang dilakukan terdiri dari 4 tahapan, yaitu Define, Measure, Analyze, dan Improvement. Define adalah tahap identifikasi dan pemetaan proses inti dengan menggunakan diagram SIPOC. Selain itu, dilakukan identifikasi CTQ kunci dan jenis defect yang terjadi. Pada tahap Measure, diperoleh kapabilitas proses sebesar 4,7095 Sigma. Hal ini dilakukan dengan mengkonversi nilai DPMO menjadi Level Sigma. Pada tahap Anlyze, didapatkan akar penyebab defect yang didentifikasi dengan diagram fishbone dan 5 Why’s. Terpilih 9 penyebab defect yang ditentukan berdasarkan perhitungan nilai RPN pada FMEA Pada tahap Improve, didapatkan usulan perbaikan berupa pemberian pelumas, pemberian lapisan intermetallik (Cu3Sn) pada tembaga, pembuatan box penyimpanan, Jig pengukur tembaga, checksheet pemeriksaan, desain ulang instruksi kerja, penggunaan serbet pembersih bahan kain majun, pengawasan secara berkala dan menggunakan PVC Strip Curtain sebagai pelindung ruang material. Kata kunci : Six Sigma, Critical to Quality(CTQ), Defect, DMAIC, PT Sinar Terang Logamjaya

Page 83 of 831 | Total Record : 8304


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue