cover
Contact Name
Purwono
Contact Email
purwono@uhb.ac.id
Phone
+6282113940427
Journal Mail Official
purwono@uhb.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Harapan Bangsa Jln. Raden Patah 100, Ledug, Kembaran-Banyumas Telp (0281) 6843493
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
ISSN : 28092767     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.35960/snppkm.v0i0
Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM) Universitas Harapan Bangsa merupakan kumpulan artikel dari hasil kegiatan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang diikutsertakan pada kegiatan Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM). Kegiatan ini rutin dilaksanakan satu kali dalam satu tahun yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Harapan Bangsa dalam rangka menyebarluaskan hasil penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 433 Documents
Hubungan Spiritualitas dan Efikasi Diri dengan Strategi Koping pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Karanggedang Kecamatan Sidareja Khusnul Khotimah; Adiratna Sekar Siwi; Refa Teja Muti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.125 KB)

Abstract

Diabetes melitus dapat menyebabkan penderita mengalami banyak perubahan dalam gaya hidup, seperti pembatasan diet, manajemen perawatan diri dan tingkat glukosa yang semuanya berkontribusi pada perasaan stres mengenai penyakit kronis. Penderita diabetes sebisa mungkin memiliki strategi koping untuk mengatasi kondisinya. Strategi koping yang buruk akan mengakibatkan depresi, ansietas, stres, dan dampak psikologi negatif lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritual dan efikasi diri dengan strategi koping pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Karanggedang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden penderita diabetes melitus tipe II yang diambil menggunakan total sampling. Data diambil dengan mengisi kuesioner DSES untuk variabel spiritual, kuesioner DMSES untuk variabel efikasi diri, dan kuesioner cope inventory untuk variabel strategi koping. Analisis bivariat menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara spiritual dengan strategi koping pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa karanggedang dengan p value = 0.000 (α < 0.05) dan terdapat hubungan antara efikasi diri dengan strategi koping pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Karanggedang dengan p value = 0.039 (α < 0.05). Kesimpulannya terdapat hubungan spiritualitas dan efikasi diri dengan strategi koping pada penderita diabetes melitus tipe II di desa karanggedang kecamatan sidareja.
Gambaran Hambatan Mobilitas Fisik pada Ny. S dengan Stroke Non Hemoragik di Ruang Anggrek RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Rahmatul Azizah; Tophan Heri Wibowo; Rahmaya Nova Handayani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.957 KB)

Abstract

Stroke non hemoragik adalah suplai darah kebagian otak terganggu akibat arterosklerosis atau bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah. Masalah hambatan mobilitas fisik yang terjadi pada pasien stroke dapat diatasi dengan memberikan intervensi berupa latihan Range of Motion (ROM). Tujuan untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Ny. S dengan Stroke Non Hemoragik. Metode yang digunakan anamnesa, dokumentasi dan observasi. Didapatkan hasil dari pengkajian muncul diagnosa keperawatan yaitu hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuscular (SNH). Dengan evaluasi yang dilakukan selama 3 hari ekstremitas kiri atas dan bawah dengan kekuatan otot 4 ekstremitas kanan atas dan bawah dengan kekuatan otot 5 tetapi tangan dan kaki sedikit lebih ringan untuk digerakkan, pasien nampak lebih nyaman setelah dilakukan mobilisasi.
Gambaran Kerusakan Integritas Jaringan pada Ny. R dengan Diabetes Mellitus Tipe II di Ruang Edelweis RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tusa Fajri Isbaeti; Tri Sumarni; Mariah Ulfah
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.311 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus tipe II merupakan jumlah insulin yang diproduksi oleh pankreas biasanya cukup untuk mencegah ketoasidosis tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh total. Diabetes Mellitus disebabkan karena fungsi pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Masalah keperawatan utama yang muncul adalah kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang perlindungan integritas jaringan. Salah satu tindakan asuhan keperawatan dalam menangani diabetes mellitus yaitu dengan melakukan perawatan luka. Tujuan penulisan ini untuk melaksanakan asuhan keperawatan kerusakan integritas jaringan pada klien dengan diabetes mellitus tipe II di ruang Edelweis RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus. Selama 3×24 jam, masalah kerusakan integritas jaringan belum teratasi. Pada klien skor indikator integritas kulit dari 3 menjadi 4, lesi pada kulit dari 2 menjadi 4, dan eritema di kulit sekitarnya dari 2 menjadi 4. Simpulan: tindakan keperawatan selama 3 hari, masalah keperawatan kerusakan integritas jaringan belum teratasi. Berdasarkan hasil penerapan tersebut maka disarankan responden dapat mengetahui tentang penatalaksanaan pada diabetes mellitus tentang kerusakan integritas jaringan.
Studi Kasus pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Ny. A dengan Ketidakefektifan Pola Napas di Bancar Purbalingga Evita Aprioningsih; Indri Heri Susanti; Refa Teja Muti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.923 KB)

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) menimbulkan berbagai kondisi patologi klinis pada tubuh. Salah satu kondisi patologis yang umum yaitu terjadinya edema paru. Edema paru merupakan komplikasi yang umum terjadi pada gagal ginjal kronik maupun akut yang memiliki tanda dan gejala yaitu sesak nafas akibat hipoksia yang disebabkan oleh penumpukan cairan di alveoli (edema paru). Tindakan nonfarmakologi yang dapat dilakukan pada klien GGK dengan masalah ketidakefektifan pola napas yaitu dengan mengajarkan latihan nafas dalam. Latihan nafas dalam bertujuan untuk mencapai ventilasi yang lebih terkontrol dan efisien serta mengurangi udara yang terperangkap dan mengurangi kerja bernapas. Tujuan penelitian ini yaitu penulis dapat melakukan asuhan keperawatan ketidakefektifan pola napas pada Ny. A dengan gagal ginjal kronik di Desa Bancar Purbalingga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara informed consent, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Waktu pelaksanaan penelitian bulan Februari 2021. Hasil studi kasus yang dilakukan Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang bermakna setelah dilakukan latihan napas dalam, hal ini dibuktikan dengan hasil pada hari 2 dan 3 dengan hasil akhir evaluasi yaitu respiratori rate 20 kali per menit, serta tidak ada penggunaan otot bantu pernapasan. Kesimpulannya adalah asuhan keperawatan yang diberikan 3x2 jam dengan masalah ketidakefektifan pola napas pada klien gagal ginjal kronik dapat teratasi semua.
Uji Efektivitas Sediaan Salep Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia Catappa L) pada Tikus Wistar dalam Penyembuhan Ulkus Diabetikum Yulsela Senaen; Galih Samodra; Rani Prabandari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.289 KB)

Abstract

Ulkus Diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis dari penyakit diabetes melitus berupa luka pada permukaan kulit kaki penderita diabetes disertai dengan kerusakan jaringan bagian dalam atau kematian jaringan, baik dengan ataupun tanpa infeksi, yang berhubungan dengan adanya neuropati dan atau penyakit arteri perifer pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ektrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) dalam terapi ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak daun ketapang dalam terapi ulkus diabetikum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Hasil penelitian ini yaitu daun ketapang formula II memiliki efektifitas untuk menyembuhkan ulkus diabetikum. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun ketapang efektif dalam mengobati ulkus diabetikum dilihat dari pembentukan jaringan epitelisasi pada kulit tikus menggunakan mikroskopis.
Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan Masalah Risiko Infeksi Post- Operasi Sectio Caesarea di Ruang Bougenvile RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Puji Lestari; Siti Haniah; Tin Utami
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.359 KB)

Abstract

Sectio caesarea atau operasi sesar merupakan pengeluaran janin lewat pembedahan dinding perut. Ancaman bagi ibu yang menjalani sectio caesarea yang berasal dari tindakan anastesi salah satunya adalah infeksi pada luka post operasi. Risiko infeksi ialah suatu kondisi dimana organisme patogenik lebih berisiko mengalami pertumbuhan, perkembangan dan memperbanyak diri sehingga mengakibatkan terganggunya masalah kesehatan. Tujuan dari studi kasus ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatandengan masalah risiko infeksi pada pasien post- operasi sectio caesarea. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil studi kasus yang dilakukan menunjukan bahwa pasien post operasi sectio caesarea dengan risiko infeksi memiliki gejalaProsedur invasif (Usia pasien saat dilakukan tindakan SC 39 tahun > 34 tahun), Penyakit kronis, Ketidak adekuatan pertahanan tubuh sekunder: Penurunan hemoglobi, Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan patogen. Kesimpulan yang didapat yaitu implementasi asuhan keperawatan pada pasien post- operasi sectio caesareamemantau tanda dan gejala infeksi, melakukan perawatan luka, memberikan pendidikan kesehatan, menganjurkan untuk menjaga kebersihan, istirahat cukup dan makanan bergizi, kolaborasi dengan tim medis lain dalam pemberian terapi obat dan diet.
Deteksi Dini Penyakit DM dan Pencapaian Gula Darah Terkontrol melalui Edukasi Berbasis Masyarakat di Posbindu Desa Dukuh Waluh Tri Sumarni; Noor Rochmah Ida Ayu Trisno Putri; Arni Nur Rahmawati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.609 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan kondisi kronis yang ditandai peningkatan konsentrasi glukosa darah. Dalam meningkatkan kesadaran pasien agar gula darah terkontrol, dapat dilakukan pemberian pendidikan kesehatan. Berdasarkan data dari bidan Desa, permasalahan kesehatan yang dihadapi di Posbindu Desa Dukuh Waluh yaitu di Posbindu tersebut belum pernah dilakukan screening gula darah, ada beberapa peserta Posbindu yang mengalami riwayat gula darah yang tinggi yang kurang dilakukan perawatan secara berkala sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol, ada yang tidak mau cek gula darah padahal sudah jelas mengalami DM, sudah ada kegiatan senam rutin, tetapi yang datang hanya 10 orang saja. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta Posbindu tentang penyakit DM melalui edukasi, gula darah terkontrol pada peserta Posbindu yang mengalami diabates mellitus. Metode pelaksanaaan pengabdian yaitu pemeriksaan GDS, pendidikan kesehatan dan diskusi tentang penyakit DM, melatih kader dalam melakukan pengecekan kadar gula darah. Sasaran kegiatan adalah peserta Posbindu yang berjumlah 25. Peserta Posbindu sebagaian besar berusia 51-60 tahun (44%), berjenis kelamin perempuan (96%), mempunyai pendidikan SD (44%) dan hasil screening GDS dalam batas normal (88%). Terkait pengetahuan tentang DM, sebelum pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan sebagian besar dalam kategori cukup (48%) dan setelah pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan dalam kategori baik (80%).
Hulu Hilir Penanggulangan Masalah Gizi Bayi dan Balita di Kabupaten Banyumas Fauziah Hanum Nur Adriyani; Linda Yanti; Rosi Kurnia Sugiharti
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.349 KB)

Abstract

Permasalahan gizi menjadi isu yang mendesak untuk diselesaikan karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Sumber daya manusia adalah faktor utama penentu kesuksesan sebuah Negara. Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ke 5 dengan permasalahan gizi di Jawa Tengah. Studi ini bertujuan melihat hulu-hilir upaya penanggulangan pemasalahan gizi di Kabuapten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian mixed method atau kuantitatif dan kualitatif dengan model sequential explanatory yaitu menganalisis data menggunakan penelitian kualitatif dan dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, di hulu (level kebijakan) telah banyak sekali kebijakan pemerintah yang dilahirkan sebagai upaya percepatan penanggulangan masalah gizi. Banyak masyarakat maupun implementer program di level akar rumput yang belum memiliki penguasaan pengetahuan yang memadai terkait masalah gizi itu sendiri, baik dampaknya, faktor penyebabnya, hingga cara penanggulangannya. Hal ini didapatkan dari angka kejadian masalah gizi di Kabupaten Banyumas yaitu pada kasus Wasting di Kabupaten Banyumas paling banyak berada di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja I 419 (12.5%), Kasus several wasting tertinggi beradi di wilayah kerja Puskesmas Kembaran II 383 (16.5%), dan Puskesmas Cilongok I dengan kasus stunting dan underweight paling tinggi di wilayah Kabupaten Banyumas yaitu sejumlah 786 bayi dan balita dengan stunting serta 167 bayi dan balita dengan under weight. Dapat disimpulkan bahwa Permasalahan gizi di Kabupaten Banyumas berupa masalah underweight, stunting, several wasting, dan wasting masih tinggi.
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Sabun Cair Ekstrak Etanol Daun Kecombrang (Nicolaia Speciosa) Tanti Purwanti; Desy Nawangsari; Adita Silvia Fitriana
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.615 KB)

Abstract

Daun kecombrang merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sediaan farmasi karena kandungan senyawa kimianya seperti alkaloid, flavanoid, saponin, tanin dan minyak atisri. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun kecombrang dimanfaatkan sebagai sediaan sabun cair. Pembuatan sabun cair yakni lewat reaksi saponifikasi dari minyak serta lemak yang direaksikan dengan KOH. Tujuan penelitian ini guna melaksanakan optimasi formula sabun cair dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang 0%, 10%, 15% dan 20% serta diketahuinya sifat fisika serta kimia sediaan. Ekstrak daun kecombrang didapatkan lewat cara ekstraksi menggunakan metode remaserasi menggunakan etanol 96%, lalu dilakukan evaporasi menggunakan instrument rotary evaporator sampai diperoleh ekstrak kental. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, tinggi busa, kadar air serta kadar alkali. Peneltian ini punya hasil yakni sabun cair yang diformulasi dari ekstrak daun kecombrang berwarna putih susu untuk konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang 0% dan berwarna hitam kental untuk konsentrasi ekstrak etanol daun kecombrang 10%, 15% dan 20%. pH sediaan sabun cair berkisar antara 10,3-10,9. Viskositas sediaan antara 618-1126 cPs. Tinggi busa sediaan antara 87-98 mm. Kadar air sediaan sebesar 8-10%. Sedangkan kadar alkali sediaan antara 0.07-0.14%.
Studi Kasus Gangguan Sensori Persepsi Halusinasi Pendengaran Tn. R di RSJ Prof.Dr. Soerojo Magelang Inna Sheli Oktafian Susetyo; Mariah Ulfah; Ita Apriliyani
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.343 KB)

Abstract

Gangguan jiwa merupakan respon maladaptif individu berupa perubahan fungsi psikologis atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma lokal dan budaya setempat yang menyebabkan timbulnya penderitaan dan hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya. Halusinasi adalah penyerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua panca indera dan terjadi disaat individu sadar penuh. Gangguan dari halusinasi tersebut menunjukan gejala, seperti klien berbicara sendiri, mata terlihat kekanan dan kekiri, jalan mondar mandir, sering tersenyum dan tertawa sendiri serta sering mendengar suara-suara Halusinasi pendengaran adalah klien mendengar suara-suara yang jelas maupun tidak jelas, dimana suara tersebut bisa mengajak klien berbicara atau melakukan sesuatu. Perawat memiliki peranan penting dalam memberikan asuhan keperawatan pada penderita halusinasi dikarenakan banyaknya komplikasi yang ditimbulkan apabila halusinasi pada pasien tidak terkontrol dengan baik karena pasien yang mengalami halusinasi penglihatan dan pendengaran yang tidak terkontrol akan beresiko dalam mencederai diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu perawat memiliki tugas seperti mencegah terjadinya komplikasi, mengurangi resiko yang ditimbulkan dan dalam meningkatkan kesehatan penderita secara komprehensif. Pada studi kasus ini yang menjadi subjek adalah Tn R masalah utama gangguan sensori persepsi halusinasi pada Tn R dengan skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang.