cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016" : 21 Documents clear
Bentuk Residual Ridge dan Hubungannya Dengan Retensi Gigi Tiruan Penuh Silvia Pridana; Ismet Danial Nasution
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.392 KB)

Abstract

Resorpsi tulang alveolar dipengaruhi berbagai faktor yang menyebabkan perubahan bentuk tulang alveolus. Pada pembuatan gigi tiruan penuh, dukungan tulang alveolus diperlukan karena mempengaruhi retensi dan stabilisasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui hubungan bentuk tulang alveolus dengan retensi gigi tiruan penuh. Klasifikasi bentuk tulang alveolus terus mengalami penyempurnaan. Faktor-faktor retensi pada gigi tiruan penuh adalah adhesi, kohesi, tekanan atmosfer, muskular, tegangan permukaan, gravitasi, daerah gerong, rotasi arah pasang, dan kesejajaran dinding. Bentuk tulang alveolus yang membulat, rata, dan lereng yang sejajar memberikan retensi yang baik karena kemampuannya menahan gaya vertikal dan lateral yang terjadi serta menambah luas permukaan antara gigi tiruan dan mukosa sehingga dapat menambah faktor fisika retensi gigi tiruan. Terdapat hubungan antara bentuk tulang alveolus dengan retensi gigi tiruan penuh.
Pola Asupan Nutrisi Pada Pasien yang Kehilangan Gigi Sebagian di Poli Gigi dan Mulut RSUDZA Banda Aceh Liana Rahmayani; Pocut Aya Sofya; Nadia Sartika
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.353 KB)

Abstract

Kehilangan gigi sebagian maupun seluruhnya memiliki dampak, yaitu dampak emosional, sistemik, dan fungsional. Terganggunya proses pengunyahan akibat kehilangan gigi dapat mempengaruhi pemilihan makanan sehingga terjadi perubahan pada asupan nutrisi. Perubahan pada gambaran asupan nutrisi memiliki dampak bagi tubuh, seperti terjadinya penyakit kronis, penurunan kemampuan fungsional, dan peningkatan kejadian infeksi sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian berdasarkan jumlah gigi yang hilang pada pasien di Poli Gigi dan Mulut Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang berkunjung pada bulan Juni–Juli 2010. Penelitian ini adalah penelitian Non Eksperimental dan bersifat deskriptif analitik melalui wawancarasecara langsung menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik penarikan sampel nonpropabiliti secara purposive, dengan jumlah sampel 120 orang yang terdiri dari 53 orang laki-laki (44,17%) dan 67 orang perempuan (55,83%). Sampel yang digunakan adalah pasien dengan kriteria berusia lebih dari 20 tahun, yang kehilangan gigi sebagian dan belum pernah menggunakan gigi tiruan. Pengolahan data dilakukan secara statistik dengan Program SPSS menggunakan uji Chi-Square dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan pola asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian pada pasien dirasakan berubah lebih dari setengah jumlah pasien dengan persentase tertinggi pada perasaan kesulitan memakan makanan yang mengandung protein dan lemak, sedangkan persentase terendah pada perasaan kesulitan memakan makanan yang mengandung vitamin C. Pola asupan nutrisi akibat kehilangan gigi sebagian pada pasien berdasarkan jumlah gigi yang hilang secara keseluruhan dirasakan berubah paling tinggi tingkat kesulitannya pada kelompok jumlah gigi yang hilang 22–28 gigi (76,2%) dan terendah yang merasa kesulitan pada kelompok jumlah gigi yang hilang 1–7 gigi (46,8%).
Studi Pelepasan Monomer Sisa Dari Resin Akrilik Heat Cured Setelah Perendaman Dalam Akuades Viona Diansari; Sri Fitriyani; Fazliyanda Maria Haridhi
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.228 KB)

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan campuran monomer metil metakrilat dan polimer polimetil metakrilat yang dipolimerisasi dengan cara pemanasan. Proses polimerisasi tidak sempurna dan menghasilkan monomer sisa. Kandungan monomer sisa yang tinggi dapat menyebabkan iritasi atau alergi terhadap jaringan rongga mulut. Pengurangan jumlah monomer sisa dapat dilakukan dengan perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan monomer sisa. Penelitian ini menggunakan resin akrilik QC-20 berbentuk disk (ukuran d = 50 mm, t = 3 mm) sebanyak 10 spesimen direndam dalam akuades dengan durasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hari pada suhu 37°C. Perendaman setiap 24 jam dilakukan pergantian akuades (tiap perlakuan menggunakanspesimen yang sama). Pengukuran jumlah monomer sisa dilakukan setiap 24 jam menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS. Perhitungan jumlah monomer sisa dalam bentuk konsentrasi menggunakan persamaan garis lurus y = 9.2543x - 0.0027. Persamaan garis lurus didapat dari kurva absorban dan konsentrasi larutan standar metil metakrilat 0.1%, 0.075%, 0.050%, 0.025%, dan 0.010%. Analisis statistik data hasil penelitian dilakukan dengan uji Friedman dan uji lanjut Wilcoxon (p0.05). Hasil uji Friedman menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p=0.000) antara durasi perendaman terhadap jumlah monomer sisa. Hasil uji lanjut Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perendaman resin akrilik selama 24 jam (hari ke-1) dibandingkan dengan hari berikutnya (perendaman hari ke-1 melepaskan monomer sisa dengan jumlah tertinggi). Perendaman antara hari ke-6, 7, dan 8 terdapat perbedaan yang tidak bermakna (uji Wilcoxon p0.05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan jumlah monomer sisa.
Ovate Pontic Sebagai Alternatif Perawatan Gigi Tiruan Jembatan Pocut Aya Sofya
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.481 KB)

Abstract

Kehilangan gigi anterior merupakan hal yang sangat mempengaruhi rasa percaya diri pasien. Oleh karena itu, pasien sangat membutuhkan rehabilitasi kehilangan gigi tersebut dengan estetik yang optimal. Restorasi untuk kehilangan gigi anterior dengan menggunakan gigi tiruan jembatan merupakan alternative perawatan yang dapat digunakan karena memenuhi estetik, kenyamanan dan hasil jangka panjang. Gigi tiruan jembatan yang menggunakan ovate pontic merupakan pilihan yang estetik karena desain ovate pontic berbentuk mahkota klinis anatomis dengan dasar pontik yang lebih luas berkontak dengan jaringan di bawahnya sehingga menghasilkan restorasi akhir dan gingival yang estetik menyerupai gigi asli. Pasien akan merasa puas dan percaya diri ketika berbicara dan tersenyum. Perawatan dengan ovate pontic dapat menjadi pilihan yang paling efektif pada pasien yang membutuhkan nilai estetik tinggi dan tampilan yang alami dari restorasi.
Konsentrasi Hambat dan Bunuh Minimum Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Terhadap Aggregatibacter Actinomycetemcomitans Secara In Vitro Afrina .; Santi Chismirina; Risa Yulanda Magistra
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.458 KB)

Abstract

Periodontitis agresif merupakan kelainan jaringan yang progresif pada orang dewasa muda sehat yang didominasi oleh bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans. Perawatan periodontitis agresif dengan penggunaan antibiotik berkepanjangan dapat menyebabkan bakteri A. actinomycetemcomitans menjadi resisten, oleh sebab itu alternatif perawatan dapat dilakukan dengan pemberian tanaman yang mengandung antibakteri, salah satunya daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan obat tradisional yang sering digunakan untuk berbagai macam penyakit dan diketahui memiliki kandungan aktif yang bersifat antibakteri. Zat aktif yang terkandung tersebut alkaloid, polifenol, saponin, flavonoid, kuinon dan steroid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antibakteri ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan A. actinomycetemcomitans secara in vitro. Penelitian eksperimental laboratoris ini menggunakan sampel A. actinomycetemcomitans isolat klinis yang telah diidentifikasi sebelumnya dan daun jeruk nipis yang diekstraksi menggunakan metode maserasi. Ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) diuji efek antibakterinya terhadap pertumbuhan A. actinomycetemcomitans dengan metode Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni pada konsentrasi 0,25% berjumlah 386 x 103 CFU/ml dan paling sedikit ditemukan pada konsentrasi 20% berjumlah 1,5 x 103 CFU/ml. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ditemukan pada konsentrasi 0,25% dan tidak ditemukan adanya Kosentrasi Bunuh Minimum (KBM).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum Burmannii) Terhadap Pertumbuhan Enterococcus Faecalis Zaki Mubarak; Santi Chismirina; Cut Aisa Qamari
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.769 KB)

Abstract

Enterococcus faecalis adalah salah satu flora normal rongga mulut yang sering ditemukan pada kasus kegagalan perawatan endodontik. Kayu manis (Cinnamomum burmannii) merupakan tanaman herbal yang sering digunakan sebagai rempah-rempah, namun juga memiliki sifat antibakteri karena kandungan kimia yang dimilikinya berupa alkaloid, saponin, tanin, polifenol, flavonoid, kuinon dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap pertumbuhan E. faecalis. Enterococcus faecalis yang telah dikultur pada media CHROMagar VRE Base diinkubasi pada suhu 37°C dalam suasana anaerob. E. faecalis yang telah dikultur dan diidentifikasi, dipaparkan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) untuk uji aktivitas antibakteri dengan metode Standart Plate Count menggunakan media MHA. Dari hasil analisis data menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis didapatkan nilai p=0,003 (p0,05). Hasil uji menunjukkan bahwa pertumbuhan koloni pada setiap konsentrasi kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol negatif mengalami penurunan, pertumbuhan koloni E. faecalis pada konsentrasi 1,5% adalah 299,3 x 104 CFU/ml dan pada konsentrasi 7,5% adalah 6 x 104 CFU/ml. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan Kadar Hambat Minimum (KHM) berada pada konsentrasi ekstrak 1,5%.
Uji Aktivitas Antifungal Ekstrak Kulit Pisang Barangan (Musa Paradisiaca L) Terhadap Candida Albicans Ridha Andayani; Afrina .
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.42 KB)

Abstract

Candida albicans (C. albicans) adalah jamur oportunistik yang pada keadaan tertentu dapat menjadi patogen di rongga mulut dan menyebabkan kandidiasis oral. Penanganan kandidiasis oral umumnya menggunakan obat-obatan antifungal sintetik yang dapat menimbulkan efek samping. Kulit pisang barangan (Musa paradisiaca L.) adalah bagian yang sering dianggap tidak bermanfaat namun mengandung banyak komponen antifungal seperti alkaloid, saponin, steroid, triterpenoid, kuinon, polifenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antifungal ekstrak kulit Musa paradisiaca L. terhadap pertumbuhan C. albicans. Pada penelitian ini, kulit Musa paradisiaca L. diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kulit Musa paradisiaca L. yang telah diuji fitokimia, diuji aktivitas antifungalnya menggunakan metode dilusi dengan Standard Plate Count (SPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit Musa paradisiaca L. berpengaruh terhadap pertumbuhan C. albicans dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 12,5% dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) sebesar 100%.
Perbedaan Efektifitas Menyikat Gigi Dengan Metode Roll Dan Horizontal Pada Anak Usia 8 Dan 10 Tahun Di Medan Ayudia Rifki; T. Hermina
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.934 KB)

Abstract

Penyebab utama terjadinya penyakit karies gigi dan periodontal adalah plak. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi. Salah satu yang mempengaruhi keberhasilan penyikatan gigi adalah metode penyikatan gigi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan penurunan indeks plak pada anak umur 8 dan 10 tahun dengan penyikatan gigi metode roll dan horizontal. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental sederhana, yaitu pre and post test design. Sampel penelitian ini adalah anak usia 8 dan 10 tahun dari SDN 060880 Medan, anak usia 8 tahun sebanyak 40 orang dan anak usia 10 tahun sebanyak 40 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara menyikat gigi dengan metode roll dan horizontal terhadap penurunan indeks plak pada anak usia 8 tahun begitu juga pada anak usia 10 tahun (p0,05). Penurunan indeks plak pada metode horizontal lebih besar daripada metode roll. Kemampuan menyikat gigi pada anak usia 10 tahun lebih baik daripada anak usia 8 tahun. Anak usia 8 dan 10 tahun lebih efektif menyikat gigi dengan metode horizontal. Pemilihan metode menyikat gigi harus disesuaikan dengan usia dan motorik anak.
Hubungan Antara Durasi Hemodialisis Dengan Periodontitis Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Sri Rezeki; Sunnati .; Dara Mauliza
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.976 KB)

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dunia, dengan jumlah penderita yang bertambah setiap tahun. Gagal ginjal kronik adalah penurunan fungsi ginjal secara perlahan yang berkaitan dengan penurunan laju filtrasi glomerulus. Pasien gagal ginjal kronik biasanya diberikan terapi hemodialisis untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengeluarkan produk sisa metabolisme. Pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis sering terjadi periodontitis akibat kondisi kebersihan mulut yang buruk, dan menjadi semakin parah seiring bertambahnya durasi hemodialisis yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi hemodialisis dengan periodontitis. Penelitian analitik cross sectional ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Subjek penelitian sebanyak 99 orang dengan usia 20–59 tahun. Dilakukan pemeriksaan kedalaman poket periodontal dan pemeriksaan OHI-S terhadap subjek penelitian. Berdasarkan hasil uji chi-square terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hemodialisis dengan periodontitis (p0,05). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara durasi hemodialisis dengan periodontitis.
Hubungan Antara Periodontitis Dengan Kelahiran Bayi Prematur Berberat Badan Lahir Rendah Ditinjau Dari Aspek Destruksi Periodontal Khairiyah Ulfah; Irma Ervina
Cakradonya Dental Journal Vol 8, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : FKG Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.542 KB)

Abstract

Kelahiran bayi prematur berberat badan lahir rendah merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun negara berkembang. Kejadian bayi berat badan lahir rendah di Indonesia tahun 2003 sebesar 90 per 1000 kelahiran. Kelahiran prematur ini meningkatkan risiko angka kematian dan kesakitan bayi, yang mencakup ketidakmampuan perkembangan saraf, kelemahan kognitif, masalah pernafasan, anomali kongenital dan gangguan tingkah laku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara periodontitis dengan kelahiran bayi prematur BBLR khususnya ditinjau dari aspek destruksi periodontal dan perbedaan tingkat destruksi periodontal antara ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR dengan ibu yang melahirkan bayi normal. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dari Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik, Rumah Sakit Umum dr.Pirngadi, Rumah Sakit Umum Haji, Klinik Bersalin Tri Putri, dan Klinik Bersalin Yakin Sehat dengan total sampel 45 orang, terdiri dari ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR sebanyak 17 orang dan ibu yang melahirkan bayi normal sebanyak 28 orang. Pemeriksaan gigi meliputi kedalaman saku dan kehilangan perlekatan klinis dengan menggunakan prob dan kaca mulut dengan pencahayaan senter. Tidak ada hubungan antara periodontitis dengan kelahiran bayi prematur BBLR dan terdapat perbedaan tingkat destruksi periodontal antara ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR dan ibu yang melahirkan bayi normal. Rata-rata kedalaman saku ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan bayi normal, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik. Sedangkan rata-rata kehilangan perlekatan klinis ibu yang melahirkan bayi prematur BBLR lebih tinggi daripada ibu yang melahirkan bayi normal dan perbedaan tersebut bermakna secara statistik. Periodontitis pada ibu hamil merupakan salah satu faktor risiko kelahiran bayi prematur BBLR.

Page 1 of 3 | Total Record : 21