cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
Remediation Strategies in Dental Education: A Scoping Review Zakyah, Akhyar Dyni
Cakradonya Dental Journal Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i2.46016

Abstract

While a systematic reviews of remedial interventions for medical students have been published, no such review exists for dental students. This scoping review aimed to identify the reasons, methods, and impact of remediation in dental education. Following the Arksey OMalley framework for scoping reviews, a literature search was conducted using keywords including remedial, remediation, and dental students across Google Scholar and PubMed. English-language studies published until January 2025, focusing on dental students and dental hygiene students, were included. Thematic analysis was performed on the selected articles, and from an initial yield of 1,790 articles, screening and full-text review identified 11 relevant studies. Remediation strategies varied widely, encompassing seminars and tutorials, problem-based learning, plenary discussions, lectures, web-based learning, summer courses, guided independent learning, self-reflection, individual consultations, and discrimination training. However, the available literature provides limited insight into the implementation of remedial programs in dental education. Key gaps include the comparative effectiveness of remediation methods, the influence of students factors on assessment outcomes, and remediations short- and long-term effects. Further research is needed to establish evidence-based guidelines for optimizing remediation strategies in dental education
The Moderating Role of Social Determinants in the Association between Malnutrition and Dental Caries Among Elementary School Children Auliya, Suci; Djafri, Defriman; Ramadani, Mery
Cakradonya Dental Journal Vol 17, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i2.45701

Abstract

Dental caries represents a significant health issue, being the most prevalent disease worldwide. Despite being easily preventable, its prevalence has not significantly decreased over the past thirty years and remains concentrated within groups of low socioeconomic status. Chronic malnutrition (stunting) in children can cause atrophy and reduced saliva secretion, which affects masticatory performance and the OHIS (Oral Hygiene Index Simplified). This study aims to determine the influence of social determinants on the correlation between stunting and dental caries in elementary school children. A cross-sectional study design was implemented, and data were analyzed using bivariate and multivariate methods. The findings of this investigation demonstrate a statistically significant association between malnutrition and dental caries (p-value = 0.010). The interaction analysis identified toothbrushing habits as a significant covariate exhibiting an interactive effect between nutritional status and the prevalence of dental caries. Following adjustment for interaction and confounding variables in the final multivariate regression model, the Prevalence Odds Ratio (POR) for nutritional status was determined to be 6.739, with a corresponding significance level of 0.007. Furthermore, the regression coefficient (B) was calculated as 1.908, indicating a positive correlation between nutritional status and the occurrence of dental caries. Based on the results of the study, it was concluded that there is a significant relationship between malnutrition and dental caries that was identified as being influenced by social determinants of toothbrushing habits.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI Husna, Nurul
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.26633

Abstract

Self-efficacymerupakan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengatur serangkaian tindakan untuk mencapai suatu tujuan.Self-efficacymerupakan salah satu bagian dari pilar utama dalamsocial cognitive theory(SCT) yang dikembangkan oleh Albert Bandura.Berbagai studi melaporkan bahwaself-efficacyini berkaitan dengan prestasi akademik mahasiswa. Kajian pustaka ini membahas mengenai konsepself-efficacymulai dari definisi, kategori, aspek, peran, faktor yang mempengaruhiself-efficacy, hubungan antaraself-efficacydenganprestasi akademik dan alat ukur yang dapat digunakan untuk menilaiself-efficacypada mahasiswa kedokteran gigi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian meliputi self-efficacy, academic performance, dental studentand dentistry pada database NCBI, Sage Publication, Science Direct, PubMed, Google Scholar dan sumber terpercaya lainnya.Dari hasil penelurusan didapatkan bahwa hanya satu literatur dari Kolombia yang membahas hubunganself-efficacydenganacademic performancepada mahasiswa kedokteran gigi. Telusur literatur menunjukkan beberapaalat ukur yang dapat digunakan untuk menilaiself-efficacy, yaituGeneral Self-Efficacy Scale,The Collage Academic Self-Efficacy ScaleThe, Academic Self-Efficacy, danCollage Self-Efficacy Inventory.Alat ukur ini menjadi tolak ukur untuk mengetahui tinggi atau rendahnyaself-efficacyseseorang.Mahasiswa denganself-efficacytinggi memiliki kemampuan dalam mengelola, melaksanakan, dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan tugas belajar, serta berkeyakinan bahwa tugas tersebut dapat diselesaikan denganbaik.Pengetahuan tentang tingkatself-efficacymahasiswa dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap keberhasilan akademik mahasiswa tersebut.Kata Kunci: Kedokteran gigi, mahasiswa kedokteran gigi, prestasi akademik,self-efficacy
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH DURIAN DAN ITRACONAZOLE DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Puspa Dewi, Siti Rusdiana; Sukmawan, Ahdiyat; Farianty, Lizzana
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.12643

Abstract

Itraconazole merupakan salah satu obat sintetik yang memiliki keterbatasan dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans (C. albicans). Kulit buah durian (Durio zibethinus L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki efek antifungal karena mengandung senyawa organik seperti flavonoid, tannin, dan saponin yang mampu menghambat pertumbuhan C. albicans. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak kulit buah durian dan itraconazole dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Penelitian ini menggunakan metode checkerboard dengan 6 jenis konsentrasi ekstrak kulit buah durian dan 5 jenis konsentrasi itraconazole dalam menentukan KHM kombinasi. KHM kombinasi diuji pada media SDA untuk mengetahui pengaruh kombinasi terhadap C. albicans melalui zona hambat yang dibandingkan dengan itraconazole, ekstrak kulit buah durian, dan akuades. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa KHM kombinasi adalah ekstrak kulit buah durian 25% dan itraconazole 4 g/ml. Semakin meningkatan konsentrasi kulit buah durian dan dosis itraconazole, maka semakin meningkat pula daya hambat terhadap pertumbuhan C. albicans. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak kulit buah durian dengan itraconazole meningkatkan kemampuan dalam menghambat pertumbuhan C. albicans.
Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Puskesmas Kota Banda Aceh Hadi, Nurul
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.20398

Abstract

Jaminan Kesehatan merupakan hal penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang diwujudkan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mulai dilaksanakan di Indonesia sejak Tahun 2014. Program JKN bertujuan memberikan perlindungan serta jaminan kesehatan bagi pesertanya sehingga peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tersebut adalah Puskesmas. Sosialisasi program JKN perlu dilakukan di Puskesmas dengan memberikan informasi yang lengkap agar masyarakat sebagai peserta JKN dapat memahami serta memiliki pemahaman tentang program JKN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosialisasi Program JKN di Puskesmas Kota Banda Aceh. Jenis Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel 349 orang, teknik pengambilan sampel secara accidental sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan 50,1 % tidak tersosialisasi program JKN. Kesimpulan dari penelitian sebahagian peserta tidak tersosialisasi program JKN dan perlu upaya peningkatan sosialisasi terhadap peserta dengan menyediakan sarana informasi dalam bentuk media yang efektif dan efisien serta strategi promosi program JKN yang mudah diterima oleh masyarakat
CEPHALOMETRIC RADIOGRAPH DESCRIPTION OF PHARYNGEAL AIRWAYAND HYOID BONE POSITION IN CLASS I AND CLASS II SKELETAL MALOCCLUSION SUBJECT Rosdiana, Nova
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i2.20451

Abstract

The width of pharyngeal airway can be affected by skeletal pattern and hyoid bone position. The purpose of this study was to analyze the difference between upper and lower pharyngeal airway and hyoid bone position in class I and II skeletal malocclusion patients using cephalometric. The descriptive analytical study design was used to analyse the secondary data collected from patients in Dental Radiology installation, RSGM UNPAD. Sample size was determined using purposive sampling method with the total of 44 cephalometric. The average of upper pharyngeal airway width in class I was 14,814,08 mm and 12,273,16 mm in class II with P value of 0,0026 (P 0,05). The average of lower pharyngeal airway width in class I was 11,662,57 mm and 10,621,77 mm in class II with P Value of 0,202 (P0,05). The hyoid bone position revealed similar results between class I and II malocclusions showing that 7 subjects had positive triangle positions and 15 patients had negative triangle positions with P value of 1,000 (P0,05). The difference of upper pharyngeal airway width between class I and II skeletal malocclusion patients was considered significant. In contrary, there was no significant difference found in lower pharyngeal airway and hyoid bone position.
PERAWATAN KANDIDIASIS ORAL PADA PASIEN HIV/AIDS (Studi Pustaka) Rezeki, Sri
Cakradonya Dental Journal Vol 13, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v13i1.16841

Abstract

Kandidiasis oral merupakan infeksi jamur oportunistik yang paling sering terjadi pada pasien HIV/AIDS. Terdapat beberapa obat antijamur yang dapat digunakan dalam perawatan kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS, namun pemilihannya tergantung beberapa faktor, seperti perluasan lesi, keparahan penyakit, kondisi asam lambung, level supresi imun, farmakodinamik/farmakokinetik, interaksi obat, resistensi, dan tingkat kepatuhan pasien. Namun, kandidiasis oral refractory dapat terjadi yaitu kegagalan dalam merespon perawatan dengan antijamur. Pada kasus seperti ini, identifikasi Candida dari daerah orofaring dapat membantu membedakan penyebab kegagalan lain secara mikrobiologis. Pasien AIDS diketahui mengalami hypochlorhydria dan peningkatan pH lambung, sehingga berpotensi terjadi penurunan absorpsi dan bioavailabilitas beberapa obat antijamur. Pasien dengan kondisi ini dapat diberikan flukonazol oral karena tidak tergantung pada pH lambung, dapat diabsorpsi dengan cepat, serta memiliki bioavailabilitas tinggi, sehingga flukonazol lebih unggul dibandingkan golongan azol lain dan antijamur topikal seperti nistatin supsensi oral maupun klotrimazol troches. Larutan itrakonazol dan posakonazol dapat dijadikan terapi second-line yang dapat digunakan, selain itu peningkatan imunitas lokal dan sistemik merupakan hal yang penting dalam melawan infeksi Candida. Dengan demikian, berdasarkan tinjauan pustaka flukonazol lebih baik digunakan dalam perawatan kandidiasis oral pada pasien HIV/AIDS.
PENGARUH EKSTRAK IKAN GABUS (Channa striata) TERHADAP PENYEMBUHAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN PADA MAHASISWI PSKG FK UNSRI Chairani, Shanty
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.12816

Abstract

Stomatitis aftosa rekuren (SAR) merupakan salah satu penyakit mukosa mulut yang sering ditemui. SAR dapat menganggu dan menurunkan kualitas hidup sehingga diperlukan perawatan yang adekuat sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak ikan gabus terhadap durasi penyembuhan dan pengurangan rasa nyeri dari SAR. Penelitian eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group melibatkan 38 mahasiswi PSKG FK UNSRI dengan SAR minor yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yang diberi ekstrak ikan gabus dan kelompok kontrol yang diberi akuades. Subjek tiap kelompok diinstruksikan untuk mengaplikasikan ekstrak ikan gabus atau akuades sebanyak 3 kali sehari. Durasi penyembuhan SAR diamati sampai sembuh dan rasa nyeri SAR diukur menggunakan visual analog scale (VAS) pada baseline dan hari ketiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi penyembuhan SAR pada kelompok ekstrak ikan gabus lebih cepat secara signifikan dari kelompok akuades (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan dari perbandingan skor VAS baseline dengan hari ketiga pada kedua kelompok (P0.05). Kelompok ekstrak ikan gabus menunjukkan pengurangan rasa nyeri yang signifikan dibandingkan kelompok akuades (P0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak ikan gabus (Channa striata) dapat mempercepat durasi penyembuhan SAR dan dapat mengurangi rasa nyeri dari SAR.
Perbandingan Efektifitas Penyuluhan Metode Ceramah dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa SD Bany, Zuraida Usman; ., Sunnati; Darman, Winda
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v6i1.10411

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak telah mengalami peningkatan tetapi prevalensi karies gigi pada anak tetap tinggi. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas penyuluhan metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas V SDN 7 Labuhanhaji. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan pretest dan posttest group design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 40 siswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan subjek adalah total sampling. Skor pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan diukur dengan memberikan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang bermakna pada kedua metode (p0,05). Peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sesudah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah lebih baik dibandingkan dengan metode demonstrasi (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.
Perbandingan Efektifitas Penyuluhan Metode Ceramah dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa SD Bany, Zuraida Usman; ., Sunnati; Darman, Winda
Cakradonya Dental Journal Vol 6, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v6i1.10412

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak telah mengalami peningkatan tetapi prevalensi karies gigi pada anak tetap tinggi. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas penyuluhan metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas V SDN 7 Labuhanhaji. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan pretest dan posttest group design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 40 siswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan subjek adalah total sampling. Skor pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan diukur dengan memberikan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang bermakna pada kedua metode (p0,05). Peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sesudah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah lebih baik dibandingkan dengan metode demonstrasi (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.