cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
KUALITAS HIDUP LANSIA DI RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG BANDA ACEH -, Nurhasanah; -, Jufrizal; Abdat, Munifah
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i2.16152

Abstract

Lansia mengalami semua penurunan dari fungsi tubuh yang dapat menyebabkan hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia. Kualitas hidup lansia mencerminkan ststus kesehatan dan kesejahteraan, Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas hidup lansia. Jenis penelitian menggunakan deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang tinggal di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee kareng Banda Aceh berjumlah 58 orang. Tehnik pengambilan sampel secara total sampling. Pengambilan data dilakukan secara wawancara terpimpin menggunakan alat WHOQOL-BREF. Hasil penelitian didapatkan 56.9% lansia dalam kategori buruk. Disimpulkan bahwa kualitas hidup lansia dalam kategori buruk disebabkan lansia merasa tidak puas, semua aktifitas yang dilakukan harus dibantu oleh petugas panti.Kata Kunci: Kualitas Hidup, Lansia, WHOQOL-BREF
Studi Pelepasan Monomer Sisa Dari Resin Akrilik Heat Cured Setelah Perendaman Dalam Akuades Diansari, Viona; Fitriyani, Sri; Haridhi, Fazliyanda Maria
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10466

Abstract

Resin akrilik heat cured merupakan campuran monomer metil metakrilat dan polimer polimetil metakrilat yang dipolimerisasi dengan cara pemanasan. Proses polimerisasi tidak sempurna dan menghasilkan monomer sisa. Kandungan monomer sisa yang tinggi dapat menyebabkan iritasi atau alergi terhadap jaringan rongga mulut. Pengurangan jumlah monomer sisa dapat dilakukan dengan perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan monomer sisa. Penelitian ini menggunakan resin akrilik QC-20 berbentuk disk (ukuran d = 50 mm, t = 3 mm) sebanyak 10 spesimen direndam dalam akuades dengan durasi 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 hari pada suhu 37C. Perendaman setiap 24 jam dilakukan pergantian akuades (tiap perlakuan menggunakanspesimen yang sama). Pengukuran jumlah monomer sisa dilakukan setiap 24 jam menggunakan alat Spektrofotometer UV-VIS. Perhitungan jumlah monomer sisa dalam bentuk konsentrasi menggunakan persamaan garis lurus y = 9.2543x - 0.0027. Persamaan garis lurus didapat dari kurva absorban dan konsentrasi larutan standar metil metakrilat 0.1%, 0.075%, 0.050%, 0.025%, dan 0.010%. Analisis statistik data hasil penelitian dilakukan dengan uji Friedman dan uji lanjut Wilcoxon (p0.05). Hasil uji Friedman menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p=0.000) antara durasi perendaman terhadap jumlah monomer sisa. Hasil uji lanjut Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada perendaman resin akrilik selama 24 jam (hari ke-1) dibandingkan dengan hari berikutnya (perendaman hari ke-1 melepaskan monomer sisa dengan jumlah tertinggi). Perendaman antara hari ke-6, 7, dan 8 terdapat perbedaan yang tidak bermakna (uji Wilcoxon p0.05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh durasi perendaman resin akrilik heat cured dalam akuades terhadap pelepasan jumlah monomer sisa.
KILAU PERMUKAAN MATERIAL RESTORATIF GLASS-HYBRID SETELAH PERENDAMAN PADA BERBAGAI pH SALIVA BUATAN Anggasaputra, Claudia; Eriwati, Yosi Kusuma; Triaminingsih, Siti
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17824

Abstract

Material restoratif glass-hybrid mengalami peningkatan kekasaran dalam larutan dengan pH rendah namun belum banyak diteliti nilai sifat kilau permukaannya dalam saliva pH rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai pH saliva buatan terhadap sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid. Spesimen restorasif glass-hybrid (EQUIA Forte Glass-Hybrid Restorative System, GC Japan) (90 buah) dibagi dalam 9 kelompok (n=10) perlakuan perendaman dalam saliva buatan dengan pH 4,5; 5,5; 7, dan waktu perendaman 1 jam, 24 jam, dan 72 jam. Uji kilau permukaan menggunakan Glossmeter (Novo-Curve Rhopoint Instrument, UK) dengan sudut 60o. Data dianalisa statistik dengan One-way ANOVA untuk mengetahui kemaknaan nilai kilau permukaan antar kelompok spesimen. Nilai kilau permukaan pada kelompok perendaman dalam saliva buatan pH 4,5 selama 1 jam, 24 jam dan 72 jam menghasilkan nilai 35,82,77 GU; 37,072,03 GU, dan 41,34,09 GU. Kelompok dalam saliva buatan pH 5,5: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam mengalami kenaikan nilai kilau permukaan menjadi 33,683,23 GU; 34,1452,6 GU, dan 37,731,81 GU. Nilai surface gloss pada perendaman saliva buatan pH 7: 1 jam, 24 jam, dan 72 jam adalah 32,933,23 GU; 32,772,42 GU, dan 32,982,34 GU. Disimpulkan pada pH saliva buatan lebih rendah dan peningkatan lama perendaman terjadi peningkatan sifat kilau permukaan material restoratif glass-hybrid.
HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA DENGAN PERFORMA MASTIKASI BERDASARKAN JENIS KELAMIN PADA PEMAKAI GIGI TIRUAN LENGKAP Lubis, Luthfiani Indah; Nasution, Ismet Danial
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17825

Abstract

Edentulus merupakan kehilangan seluruh gigi permanen pada maksila dan mandibula yang mengganggu mastikasi, namun dapat dihindari dengan menggunakan GTL. Tujuan GTL adalah tercapainya performa mastikasi yang baik. Keberhasilan GTL disebabkan oleh GTL yang retentif dan stabil yang sebagian besar tergantung pada saliva. Laju aliran saliva penting dalam pembentukan adhesi dan kohesi antara basis GTL dan mukosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan laju aliran saliva dengan performa mastikasi berdasarkan jenis kelamin pada pemakai gigi tiruan lengkap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional menggunakan sampel penelitian pemakai GTL dengan oklusi klas I sebanyak 38 orang, dengan kriteria selalu memakai GTL selama siang hari dan ketika makan serta pemakaian minimal 6 bulan pasca pemasangan di RSGM USU. Setiap pasien dilakukan pengumpulan saliva untuk mengukur laju aliran saliva dan pengunyahan Color Changeable Chewing Gum untuk menilai performa mastikasi, kemudian hasil dianalisis dengan uji Chi-Square. Pada hasil penelitian ini laju aliran saliva memiliki hubungan signifikan dengan performa mastikasi pada laki-laki, namun tidak pada perempuan. Laju aliran saliva dapat dijadikan pertimbangan penilaian performa mastikasi pada jenis kelamin laki-laki sehingga dapat digunakan sebagai dasar edukasi hasil evaluasi mastikasi pemakai gigi tiruan lengkap.
PERIODONTITIS DAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR (Tinjauan Pustaka) Ibrahim, Rita Zahara; Rahmah, Miftahur
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i1.17827

Abstract

Infeksi oral terutama karies gigi dan penyakit periodontal seperti gingivitis dan periodontitis merupakan penyakit yang sangat lazim terjadi pada manusia namun sering diabaikan. Masyarakat umumnya masih kurang peduli dengan kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Munculnya lubang pada gigipun seringkali diabaikan sampai benar-benar nyeri saat mengunyah dan mengganggu aktivitas. Padahal sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi oral yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan masalah pada sistem kardiovaskular. Sebagaimana yang telah diketahui, penyakit kardiovaskular masih merupakan salah satu penyebab kematian tersebesar di dunia. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk memberikan pandangan yang berkaitan dengan hubungan sebab-akibat antara infeksi oral terutama periodontitis dengan risiko penyakit kardiovaskular serta mekanisme yang berperan didalamnya.
HUBUNGAN KEBIASAAN PARAFUNGSIONAL DENGAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULA PADA MAHASISWA FKG USU Saragih, Saragih; TSM. Chairunnisa R, TSM. Chairunnisa R
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.17828

Abstract

Sistem stomatognasi terdiri dari sendi temporomandibula, otot dan gigi. Fungsi sistem stomatognasi meliputi fungsi pengunyahan, penelanan, fonasi, pernapasan, dan ekspresi wajah ketika berbicara. Bila fungsi normal dipengaruhi oleh masalah lokal atau sistemik yang melampaui toleransi fisiologis, respon patologi memicu berbagai macam tanda dan gejala yang menandai gangguan sendi temporomandibula. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebiasaan parafungsional dengan gangguan sendi temporomandibula pada mahasiswa FKG USU. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional dengan rancangan analitik deskriptif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 115 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan bantuan kuesioner dan Helkimos Index. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square dan Fishers Exact. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan kebiasaan parafungsional dengan gangguan sendi temporomandibula pada mahasiswa FKG USU (p=0.0001). Masing-masing kebiasaan parafungsional (clenching, grinding, menggigit kuku, mengunyah permen karet dan menopang dagu) memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan sendi temporomandibula. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kebiasaan parafungsional mempengaruhi kesehatan sendi temporomandibula.
PERSEPSI TERHADAP SENYUM ESTETIK (STUDI PADA MAHASISWI PREKLINIK KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA) Hakim, Rachmi Fanani; Azizi, Wita Dwi; Hidatullah, Taufiqi; Fakhrurrazi, Fakhrurrazi
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.17829

Abstract

Kepercayaan diri dalam interaksi sosial dan karakteristik psikologis individu dapat dipengaruhi oleh senyum yang estetik. Seseorang dapat dianggap ramah, populer, mudah bergaul, dan cerdas serta lebih menunjukkan perilaku yang positif bila memiliki senyum estetik. Seseorang yang memiliki senyum estetik akan lebih dapat diterima dalam masyarakat. Senyum yang estetik dapat dijadikan sebagai indikator evaluasi pasca perawatan. Penilaian terhadap senyum biasanya bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh persepsi individu. Persepsi setiap individu dapat dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat persepsi terhadap senyum estetik. Penelitian dilakukan terhadap mahasiswi kedokteran gigi Universitas Syiah Kuala angkatan 2015-2016. Subjek dipilih sesuai kriteria inklusi, yang terdiri dari 58 orang yang dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Subjek diminta mengisi kuesioner yang berisikan 7 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan menampilkan 3 foto. Jawaban yang dipilih subjek dihitung menggunakan perhitungan Landis dan Koch. Hasil penelitian menunjukkan 86,2% subjek memiliki persepsi sangat baik dan baik, 13,8% subjek memiliki persepsi sedang sampai buruk. Kesimpulan penelitian ini adalah persepsi mahasiswi Kedokteran Gigi angkatan 2015-2016 Universitas Syiah Kuala terhadap senyum estetik adalah baik.
PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DENGAN INTELLECTUAL DISABILITY RINGAN DALAM ANESTESI UMUM (Laporan Kasus) Pratidina, Naninda Berliana; Puspa Pertiwi, Arlette Suzy; Riyanti, Eriska; Soewondo, Willyanti
Cakradonya Dental Journal Vol 12, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v12i2.17830

Abstract

Intellectual disability (ID) mengacu pada sekelompok gangguan pada fungsi adaptif dan intelektual serta terjadi sebelum usia dewasa. ID bukan merupakan satu kesatuan, melainkan gejala umum dari disfungsi sistem saraf. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya perawatan gigi pada anak ID ringan dengan anestesi umum. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun datang ke Poliklinik Kedokteran Gigi Anak RSGM Universitas Padjadjaran dengan keluhan gigi yang kotor dan berbau tidak sedap yang sudah terjadi sejak kurang lebih 2 tahun yang lalu. Pasien didiagnosis ID ringan sejak usia 3 tahun. Pemeriksaan fisik, ekstra oral, radiografi toraks dan laboratorium menunjukkan tidak ada kelainan signifikan. Pemeriksaan intraoral: pulpitis reversibel pada gigi 55, 53, 63, 65, 75, dan 85, pulpitis ireversibel pada gigi 54, nekrosis pulpa pada gigi 64, 73, 74, 83, dan, 84, serta gingivitis marginalis kronis pada rahang atas dan bawah. Perawatan yang dilakukan adalah skeling dan profilaksis rahang atas dan bawah, aplikasi fluor topikal serta ekstraksi gigi 54, 64, 74, 73, 83 dan 84 dalam anestesi umum. Pasien merespon baik terhadap perawatan yang dilakukan. Perawatan gigi dan mulut dengan anestesi umum untuk penyandang ID dapat dijadikan pilihan pada pasien yang tidak kooperatif. Dokter gigi anak berperan penting dalam peningkatan kesehatan gigi dan rongga mulut pada penyandang ID.
Metode Mengatasi Bau Mulut Wijayanti, Yulia Rachma
Cakradonya Dental Journal Vol 9, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v9i1.10392

Abstract

Bau mulut seringkali dijadikan alasan pasien untuk berobat ke dokter gigi. Bau mulut akan menjadi masalah ketika kita berkomunikasi dengan seseorang, hal tersebut terjadi karena adanya peningkatan kadar volatile sulfur compound di dalam rongga mulut, yakni ketika ada peningkatan aktivitas bakteri anaerob di dalam rongga mulut. Salah satu metode mutakhir dalam mengukur bau mulut dapat menggunakan GS SCS Oral Chroma. Oral Chroma merupakan kromatograf gas yang praktis dan sederhana, dapat memberikan sensitivitas tinggi untuk volatile sulfur compound, dengan komponen H2S, CH3SH dan (CH3)2S. Dalam pemprosesan data, Oral Chroma dapat memberikan tampilan grafis pada komputer termasuk komentar evaluasi singkat mengenai nilai pengukuran yang membantu dalam analisis data, sehingga dapat digunakan oleh para klinisi untuk berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada pasien yang menderita bau mulut mengenai hal-hal yang terkait dengan kesehatan rongga mulutnya. Cara mengatasi bau mulut dapat menggunakan pedoman Treatment Needs. Hal tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi bau mulut secara tuntas.
Perbandingan Efektifitas Penyuluhan Metode Ceramah dan Demonstrasi Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Dan Mulut Siswa SD Bany, Zuraida Usman; ., Sunnati; Darman, Winda
Cakradonya Dental Journal Vol 10, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v10i1.10410

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak telah mengalami peningkatan tetapi prevalensi karies gigi pada anak tetap tinggi. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut pada anak. Penyuluhan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya dengan metode ceramah dan demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektifitas penyuluhan metode ceramah dan demonstrasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas V SDN 7 Labuhanhaji. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan pretest dan posttest group design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 40 siswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 20 siswa. Teknik pengambilan subjek adalah total sampling. Skor pengetahuan siswa sebelum dan sesudah penyuluhan diukur dengan memberikan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang bermakna pada kedua metode (p0,05). Peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sesudah diberikan penyuluhan dengan metode ceramah lebih baik dibandingkan dengan metode demonstrasi (p0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan metode ceramah lebih efektif dibandingkan metode demonstrasi dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut.