cover
Contact Name
Munifah Abdat
Contact Email
munifahabdat_dr@usk.ac.id
Phone
+6281317577701
Journal Mail Official
cakradonyadentaljournal@gmail.com
Editorial Address
FKG USK Darussalam Banda Aceh Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Cakradonya Dental Journal
ISSN : 2085546X     EISSN : 26224720     DOI : 10.24815/cdj.v
Core Subject : Health,
Cakradonya Dental Journal (CDJ) is a scientific journal publishes twice a year, on February and August. CDJ publishes conceptual articles from original research results that are relevant to the fields of medicine, dental care, oral health, general dentistry, dental materials, and public health. CDJ also publishes literature reviews and case reports.
Articles 524 Documents
TEMUAN KLINIS PSEUDOMEMBRAN ORAL CANDIDIASIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK Jayanti, Irene Putri; Pamungkasari, Dewanti Intan; Prihastuti, Christiana Cahyani; Saksana, Rachmad Aji
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.27112

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit ginjal dengan glomelural filtration rate (GFR) sekitar 15-59 mL/menit/1.73m. Manifestasi oral pada pasien GGK telah banyak dilaporkan. Manifestasi tersebut dapat dipengaruhi oleh penyakit ginjal itu sendiri, obat, maupun terapi yang diberikan. Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan temuan klinis pseudomembran oral candidiasis pada pasien GGK. Seorang laki-laki berusia 41 tahun menderita GGK dan sedang dirawat inap di Bangsal Mawar, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pasien tersebut mengeluhkan bercak putih pada lidah dan mulut kering. Pasien jarang sikat gigi selama dirawat inap. Pemeriksaan intaoral terdapat lesi berupa plak berbentuk irregular berwarna putih di area dorsum lidah yang dapat dikerok dan meninggalkan area kemerahan. Rongga mulut pasien juga tercium adanya bau uremik. Pasien didiagnosis pseudomembran oral candidiasis yang diduga akibat kondisi xerostomia karena kadar ureum yang tinggi serta penggunaan obat antihipertensi (amlodipin) dan diuretik (furosemide). Xerostomia juga dapat dipengaruhi oral hygiene yang tidak terjaga selama rawat inap, kondisi imunosupresi, dan malnutrisi yang meningkatkan risiko terjadinya pseudomembran oral candidiasis. Pilihan medikasi untuk pseudomembran oral candidiasis yang aman bagi pasien GGK adalah nistatin sediaan krim atau suspensi oral. Kesimpulannya adalah GGK merupakan penyakit sistemik yang dapat mempengaruhi timbulnya lesi oral, antara lain pseudomembran oral candidiasis.Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, pseudomembran oral candidiasis, xerostomia.
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU MENYIKAT GIGI DENGAN TINGKAT KEMATANGAN PLAK GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ruslan, Mutiara Rina Rahmawati
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.24881

Abstract

Latar Belakang: Menyikat gigi adalah untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut yang bertujuan untuk mencegah terjadinya karies gigi. Usia sekolah dasar adalah waktu yang tepat untuk melatih dan mengajar dan menerapkan cara dan kebiasaan yang tepat dalam menyikat gigi. Perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi akan berpengaruh pada terjadinya akumulasi plak pada gigi. Akumulasi plak pada gigi yang melekat lama karena tidak segera dibersihkan akan meningkatkan kematangan plak yangberpotensi untuk terjadinya karies gigi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional , jumlah sample 83 anak yang ditentukan secara purposive sampling. Pengisian kuesioner untuk menilai pengetahuan, sikap dan tindakan cara serta kebiasaan menyikat gigi dan Tri Plaque ID Gel untuk mengukur tingkat kematangan plak gigi. Hasil: dengan uji spearman di peroleh p=0,000 (p0,05) dan r=-0,632, hal ini menunjukan terdapat hubungan antara perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak.Kesimpulan : Terdapat hubungan antara perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi dengan tingkat kematangan plak gigi. Semakin baik perilaku cara serta kebiasaan menyikat gigi, semakin rendah tingkat kematangan plak.Kata Kunci : Perilaku, Menyikat gigi, plak gigi, tingkat kematangan plak
Efektifitas Grup WhatsApp sebagai Media Edukasi terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Remaja Hafidh, Haris Munandar
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.28524

Abstract

ABSTRAKMasa anak-anak dan remaja merupakan waktu yang paling rentan terhadap masalah gigi dan mulut, sehingga ilmu pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta cara pencegahannya sangat perlu diberikan pada masa tersebut. Berbagai hal dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut seperti memberikan edukasi dengan menggunakan alat bantu ataupun media tertentu yang sesuai. WhatsApp adalah salah satu aplikasi media sosial paling populer dikalangan remaja selain Twitter, Line, Instagram, dan Facebook . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas grup WhatsApp sebagai media edukasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada remaja.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional .Kata kunci : Remaja, WhatsApp, Kesehatan Gigi dan Mulut, Pengetahuan
HUBUNGAN VITAMIN D DENGAN KARIES GIGI DI DEPARTEMEN IKGA RSGM BAITURRAHMAH Utami, Sri pandu Pandu
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i2.27379

Abstract

Vitamin D memainkan peran kunci dalam pengembangan kraniofasial dan pemeliharaan kesehatan mulut yang baik. Kekurangan gizi dan kekurangan vitamin D selama periode pembentukan gigi primer dan gigi permanen dapat menyebabkan enamel hipoplasia dan karies gigi. Tujuan penelitian: untuk melihat adakah hubungan antara serum 25 (OH) D dan karies gigi pada anak usia sekolah (usia 6 hingga 11 tahun) di Indonesia. Metode penelitian ini merupakan studi cross sectional. Subjek penelitian diperoleh dari metode non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Waktu penelitian dilaksanakan pada September-Desember 2019. Data diambil dengan cara menyebarkan angket penelitian kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan jumlah laki- laki dan perempuang yang di teliti jumlahnya 30 orang, didapatkan hasil bahwa jumlah gigi yang pada rongga mulutnya ratarata 20-21, dengan jumlah karies 1-5 gigi, dengan rata rata mengkomsumsi vitamin d optimum adalah 35 %, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan bahwa bahwa penggunaan vitamin d dan dengan menjaga oeal hygiene dapat mengurangi faktor pemicu karies.
STUDI MENGENAI PERSEPSI PASIEN TENTANG PERAWATAN GIGI DI BULAN PUASA RAMADAN Abdat, Munifah
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.30791

Abstract

Bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi umat Islam karena akan menjalankan rukun Islam ketiga yaitu beribadah puasa sebulan penuh. Selama berpuasa, umat Islam membatasi kegiatan yang berpotensi membatalkan puasa seperti menelan air atau cairan saat perawatan gigi. Prosedur perawatan gigi dan mulut selama bulan Ramadan dianggap dapat beresiko membatalkan puasa sehingga mengakibatkan rendahnya kunjungan ke dokter gigi dan memilih menunda perawatan yang dapat menyebabkan kondisi gigi dan mulut bertambah buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemauan masyarakat melakukan perawatan gigi selama bulan puasa Ramadan berdasarkan persepsi pasien. Penelitian dilakukan selama 7 hari pada bulan Ramadan dengan total subyek 70 orang terdiri dari 35 orang kelompok intervensi dan 35 orang kelompok kontrol di Banda Aceh, Aceh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden baik kelompok intervensi maupun kontrol setuju bahwa perawatan gigi beresiko membatalkan puasa dan sebagian diantaranya menyatakan mau ketika dalam keadaan darurat saja selama bulan Ramadan. Mayoritas berpendapat perawatan gigi seperti pembersihan karang gigi, prosedur penambalan, prosedur pencabutan, pemberian obat oles dan odontektomi dapat membatalkan puasa. Disimpulkan bahwa tingkat kemauan untuk melakukan perawatan gigi 2.5 kali lebih besar pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol selama bulan Ramadan.
PERSIAPAN PERIODONTAL SEBELUM PERAWATAN ORTODONTI CEKAT UNTUK PASIEN DENGAN PERIODONTAL KOMPROMIS SEBUAH SERIAL KASUS Budi, Budi
Cakradonya Dental Journal Vol 14, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v14i1.24650

Abstract

Banyak pasien dewasa membutuhkan perawatan ortodonti karena alasan estetis. Selain itu, perawatan ortodonti untuk mengoreksi maloklusi dapat membantu pasien untuk melakukan prosedur kontrol plak yang adekuat. Namun, klinisi tidak dapat memulai perawatan ortodonti ketika jaringan periodontal belum stabil dan dalam kondisi inflamasi. Oleh karena itu, klinisi harus dapat mendiagnosa dan mempersiapkan kondisi periodontal agar dalam kondisi yang sehat dan stabil sebelum memulai perawatan ortodonti. Selain itu, diperlukan waktu untuk mencapai kondisi periodontal yang sehat dan stabil setelah terapi periodontal. Prosedur pembedahan dan regenerasi memerlukan waktu penyembuhan yang jauh lebih lama dibandingkan pendekatan yang lebih sederhana. Tujuan penulisan laporan ini adalah untuk menunjukkan kemungkinan pendekatan terapi periodontal sederhana untuk mendapatkan kondisi periodontal yang sehat dan stabil sebelum perawatan ortodonti cekat pada pasien dengan periodontal yang kompromis.
Tingkat Keparahan Karies Gigi Balita Berdasarkan Pengetahuan dan Karies Gigi Ibu Dian Sari, Wanda Karisma; Yuliartanti, Windy; Azizah, Nurul
Cakradonya Dental Journal Vol 17, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i1.43955

Abstract

Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan mulut pada anak-anak mereka dengan mengajarkan perilaku hidup sehat. Ibu memiliki tanggung jawab besar terhadap kesehatan gigi dan mulut anak, karena ibu adalah pengasuh utama sejak anak lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi dan indeks karies pada anak-anak mereka. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional untuk mengamati hubungan antara kesehatan mulut ibu dan anak berusia 2 hingga 5 tahun. Kelompok ibu-anak dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kasus (populasi dengan karies) dan kelompok kontrol (populasi tanpa karies). Persetujuan informed consent diberikan sebagai tanda kesediaan untuk berpartisipasi dalam penelitian, yang meliputi komunikasi dan pertukaran informasi antara peneliti dan ibu sebagai responden. Indeks DMF-T digunakan untuk menilai status karies pada ibu, sedangkan indeks def-t digunakan untuk anak-anak. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi berpengaruh signifikan terhadap kondisi kesehatan gigi anak. Tingginya angka def-t pada anak berkorelasi dengan tingginya angka DMF-T pada ibu. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian karies pada diri mereka sendiri dan anak-anak mereka.
Antifungal Activity of Ethanol Extract from Sungkai Leaves (Peronema canescens jack.) Againts Candida albicans: An in Vitro Study Royza, Avip; Alhawaris, Alhawaris; Masyhudi, Masyhudi
Cakradonya Dental Journal Vol 17, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i1.43857

Abstract

Oral candidiasis is a disease that affects the tongue and oral mucosa and is caused by the growth of the fungus Candida albicans. Secondary metabolites found in ethanol extracts of Sungkai leaves (Peronema canescens Jack.) have been shown to inhibit fungal growth. The purpose of stude was to test the antifungal activity of an ethanol extract of Sungkai leaves on C. albicans growth in vitro. The study used the disc diffusion research design and a post-testonly control group design. C. albicans was cultured on Sabouraud Dextrose Agar (SDA) medium and treated with ethanol extracts of Sungkai leaves at concentration of 0.02, 0.04, 0.08, 0.16, and 0.32 g/mL. Ketoconazole at 0.02g/mL was used as a positive control, and 10% dimethyl sulfoxide (DMSO) used as a negative control. The process is repeated five times. The results showed that the ethanol extract of Sungkai leaves did not have antifungal activity against the growth of C. albicans which was indicated by the absence of an inhibition zone around the disc paper on the SDA media used. The conclusion was the ethanol extract of Sungkai leaves did not show antifungal activity against the growth of C. albicans fungus.
Root Canal Retreatment: A Review of The Prevalence and Factors Related to The Need for Root Canal Retreatment and Its Success Rates Al-gunaid, Lama Talat; Al-gunaid, Hamdi Hasan; beutari, Nabila
Cakradonya Dental Journal Vol 17, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i1.44327

Abstract

Root canal retreatment (RCR) is a critical aspect of endodontic practice, often necessitated by various factors that compromise the success of initial root canal treatments. This literature review synthesizes current research on the prevalence of RCR, associated factors leading to treatment failure, and success rates. Key factors influencing the need for retreatment include procedural errors, anatomical complexities, microbial persistence, and patient-related variables. Procedural factors, such as incomplete cleaning and shaping, inadequate obturation, and the use of outdated techniques, significantly contribute to treatment failures. Microbial persistence, particularly involving resistant strains like Enterococcus faecalis, exacerbates the challenges faced in endodontic therapy. Additionally, demographic factors, practitioner experience, and technological advancements play pivotal roles in determining treatment outcomes. Success rates for RCR vary widely, typically ranging from 70% to over 90%, influenced by the underlying causes of retreatment and the methodologies employed. Understanding these factors is essential for clinicians seeking to enhance treatment efficacy and improve patient outcomes in endodontic care. This review underscores the importance of continuous education and the adoption of innovative techniques and materials to mitigate the need for RCR and optimize success rates.
Early Childhood Caries Prevalence and Relationship with Risk Factors Syafriza, Dharli; Rifki, Ayudia; Nafisa, Alia
Cakradonya Dental Journal Vol 17, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v17i1.38856

Abstract

Early Childhood Caries (ECC) is a disease of the hard tissues of the teeth in children under 5 year of age. In addition to the main etiological factors, there are several supporting factors that contribute to the occurrence of ECC, including exclusive breastfeeding, socioeconomic status, dietary patterns and habits of children, and oral hygiene behavior of children. The prevalence rate of ECC in Indonesia is still relatively high, with varying prevalence rates and no recent data on ECC prevalence in Banda Aceh. The purpose of this study is to determine the prevalence of ECC in early childhood and its risk factors. This study is analytical in nature, using a cross-sectional design on children aged 4-6 years who attend the kindergarden in Banda Aceh. A total of 123 children met the inclusion criteria. Data collection was obtained through direct clinical examination of the oral cavity using Debris Index measurements and ECC typing. The results of this study showed that the prevalence of ECC reached 87,1%, and factors such as birth weight, frequency of brushing teeth daily, consumption of milk with a bottle, brushing teeth accompanied by parents, and frequency of consuming sweet foods as snacks were significant factors in the occurrence of ECC.