cover
Contact Name
Muannif Ridwan
Contact Email
trimas.indrainstitute@gmail.com
Phone
+6285376111708
Journal Mail Official
instituteindra@gmail.com
Editorial Address
Indra Institute Research & Publication, Jl. Trimas No.88, Tembilahan Kota, Kec. Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau 29214
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 28091957     DOI : https://doi.org/10.58707/trimas.v1i1
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah jurnal akses terbuka, jurnal yang memuat segala disiplin ilmu pada skema kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Artikel yang diterbitkan oleh jurnal bertujuan untuk mewakili kemajuan yang penting bagi para spesialis dalam bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 81 Documents
Efektivitas Program Pengabdian Masyarakat dalam Deteksi Dini Gangguan Refraksi: Studi di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta Sahel; Haryanti, Suci; Kartikawati, Atti; Yati, Fitri; Astuti, Shinta Amelia
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di bidang kesehatan mata memiliki potensi besar sebagai strategi deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan penyebab utama disabilitas penglihatan pada anak yang dapat dicegah, dan prevalensinya terus meningkat secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Studi ini mengevaluasi efektivitas program PKM bertema "Mata Sehat Anak Cerdas" yang dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta pada tanggal 4 Februari 2026, menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sebanyak 407 responden mengikuti pemeriksaan, menjadikan ini salah satu program skrining komunitas terbesar yang pernah dilaksanakan oleh ARO Kartika Indera Persada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 153 orang (37,6%) memerlukan koreksi penglihatan. Persentase penerima kacamata per kelompok adalah: guru dan staf 62,5%, kelas 3 sebesar 41,8%, kelas 4 sebesar 37,6%, kelas 6 sebesar 28,2%, dan kelas 5 sebesar 27,4%. Intervensi berupa pemberian kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi kriteria klinis. Tingginya prevalensi pada kelompok kelas 3 dan 4 (usia 9–11 tahun) konsisten dengan pola insidensi miopia pada rentang usia kritis tersebut. Program ini dinilai efektif berdasarkan empat dimensi: cakupan, deteksi, intervensi, dan respons komunitas; dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan dukungan lintas sektor serta sistem pemantauan tindak lanjut yang terstruktur.