cover
Contact Name
Rini Dorojati
Contact Email
jurnal.pmd@gmail.com
Phone
+6281216350083
Journal Mail Official
jurnal.pmd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Timoho No.317, Baciro, Kec. Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55225
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Masyarakat dan Desa
ISSN : 27931339     EISSN : 28280938     DOI : https://doi.org/10.47431/jmd
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Masyarakat dan Desa is an open-access and peer-reviewed journal published by the Village Community Development Study Program, Yogyakarta "APMD" Village Community Development College. The PMD Study Program journal aims to facilitate scientific discussions related to the study. rural communities, community welfare, rural socio-economics, village governance, social movements, and sustainable community independence.
Articles 49 Documents
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Obyek Wisata Pantai Gedo Berbasis Kearifan Lokal Octovin Lidya Puspaningrum
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi masyarakat lokal dalam mengelola obyek wisata di wilayahnya menjadi hal yang sangat penting, karena pengelolaan pariwisata merupakan bagian integral dari pembangunan daerah. Pantai Gedo merupakan obyek wisata yang dikembangkan Pemerintah Daerah Nabire, masyarakat lokal diharapkan dapat bekerjasama dalam pengelolaannya. Walaupun telah diberikan kesempatan, namun apabila masyarakat tidak memanfaatkan peluang berpartisipasi dalam mengelola wisata tersebut, maka akan menjadi kendala keberlanjutannya.  Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif,  data  dikumpulkan dengan wawancara, obeservasi dan dokumentasi. Analisis secara kualitatif, malalui reduksi data; data teroganisasikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program yang terlaksana kerjasama Pemda Nabire dengan masyarakat lokal antara lain penataan tempat bagi pedagang, pembersihan area pantai, pengecatan tulisan Pantai Gedo, pembuatan tempat duduk, gazebo, patung hiu, serta pemasangan pavingblok. Akan tetapi, dalam pengelolaan obyek wisata yang keberlanjutan kemampuan masyarakat masih lemah. Faktor  pengetahuan masyarakat lokal tentang  pariwisata masih sangat kurang,  komunikasi antara tokoh adat dengan para pemuda  yang berpartisipasi dalam pengelolaan wisata tidak lancar. Kesimpulan, partisipasi masyarakat dalam mengelola Pantai Gedo belum maksimal, karena faktor pendidikan dan kumunikasi antara tokoh masyarakat dan pemuda. Memberikan pelatihan tentang mengelola obyek wisata dan meningkatkan intensitas komunikai antara tokoh adat dan pemuda dapat memberikan manfaat bagi pengembangan obyek wisata Pantai Gedo yang berkelanjutan.
Strategi Keberlanjutan Usaha Mikro Fresh Glow Selama dan Setelah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Ellyanawati Esti Rahayu
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fresh Glow merupakan usaha mikro yang bergerak sebagai reseller skincare mulai dilakukan saat pandemi Covid 19 dan berlanjut pasca pandemi Covid 19 yang berlokasi di Kapanewon Rongkop, Kabupayen Gunungkidul. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi keberlanjutan usaha  Fresh Glow selama pandemi dan setelah pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa pelaku umkm Fresh Glow telah menerapkan bauran pemasaran dan berupaya melakukan inovasi strategi pemasaran sebagai upaya  menjaga keberlanjutan usaha. Namun demikian masih terdapat kendala dalam strategi keberlanjutan usahanya  yakni modal terbatas dan kurang update ketrampilan inovasi bisnis. Untuk itu disarankan kerjasama dengan perbankan untuk penambahan modal, membuka cabang baru, membuka toko online, menggunakan sosial media selain WhatsApp. mengikuti pelatihann untuk terus memperbarui pengetahuan , perkembangan dan inovasi bisnis
Dinamika Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 79 Tahun 2022 di Kabupaten Melawi Provinsi Kalimantan Barat Eti Klasia Juliyanti
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i1.422

Abstract

Tingginya angka stunting di Kabupaten Melawi menjadi dasar pemerintah daerah setempat menetapkan program prioritas pada tahun 2023-2024. Melalui Peraturan Bupati Nomor 79 Tahun 2022 digunakan sebagai alat upaya penurunan prevalensi stunting. Namun pada pelaksanaan peraturan tersebut dinamikanya perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas kebijakan dan hambatan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan methode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terpilih yaitu Bupati, Wakil Bupati, Ketua Percepatan Penurunan Stunting serta Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait. Data primer dan data sekunder diintegrasikan kedalam konten analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan Perbup Nomor 79 tahun 22 telah dilaksanakan dengan cara kerjasama antar OPD terkait dan dengan pemerintah desa beserta kelembagaan masyarakat desa. Sumber pendanaan dari anggaran pemerintah daerah dan Anggaran Dana Desa. Kasus stunting di Kabupaten Melawi mengalami penurunan sebesar 4,39% dari 30,07% pada tahun 2021 menjadi 25,68% pada tahun 2023. Tidak tersedianya penyaluran air bersih serta jamban atau wc disetiap rumah dan honor kader yang rendah menjadi kendala percepatan penurunan stunting. Simpulan peraturan Bupati No 79 tahun 2022 telah berperan dalam menurunkan angka stunting dengan model kerjasama antar OPD terkait dan pemerintah desa. Beberapa kendala ditemukan sehingga perlu segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah Kabupaten Melawi.
Tinjauan Hubungan Budaya Organisasi dengan Penyalahgunaan Kekuasaaan Raihan Chaerani Putri Budiman
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i1.423

Abstract

Penyalahgunaan kekuasaan adalah suatu bentuk dari penyalahgunaan wewenang. Wewenang yang seharusnya digunakan sebagai alat untuk menjalankan tugas, telah disalahartikan sebagai kekuasaan pribadi Padahal kewenangan yang diberikan dimaksudkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi . Hubungan budaya organisasi dengan penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power.menjadi fokus penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan serangkaian kegiatan pengumpulan data yakni membaca , mencatat serta mengolah bahan penulisan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor budaya organisasi yang positif dan negatif yang dapat berupa sikap kepemimpinan dan orientasi pada tugas dan target tertentu. Budaya organisasi negatif yang tidak menekankan nilai-nilai etis dan transparansi menciptakan ruang bagi perilaku yang tidak bertanggung jawab dan manipulatif terjadi penyalahgunaan kekuasaan dengan melawan etika. Untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, organisasi perlu membangun dan mempertahankan budaya yang sehat dan etis dengan menerapkan nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap aspek yaitu menetapkan prosedur pelaporan yang jelas, memberikan perlindungan bagi pelapor dan memastikan bahwa kekuasaan tidak terkonsentrasi pada beberapa individu
Optimalisasi Peran Ambulans Desa Dalam Mendukung Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas Pada Program Desa Siaga Di Kalurahan Karangtengah Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul Sumari; Vibriza Juliswara; Galih Nugraheni
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i2.485

Abstract

Ambulans desa merupakan salah satu layanan pada program Desa Siaga. Namun dalam pelaksanaan perannya masih mengalami beberapa kendala sehingga untuk mencapai layanan kesehatan darurat yang efektif belum optimal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran Ambulans desa dalam mendukung layanan kesehatan berbasis komunitas pada Program desa siaga di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Informan terpilih dari berbagai pihak yaitu pemerintah desa, tenaga medis, relawan, dan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambulans desa dalam melayani masyarakat telah berperan nyata dalam mengurangi keterlambatan penanganan medis, sehingga mengurangi angka kematian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Beberapa kendala dalam pelaksanannya yakni terbatasnya dana untuk pemeliharaan, kondisi jalan yang buruk, serta kurangnya tenaga medis terlatih untuk operasional ambulans. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran ambulan desa pada program Desa Siaga yaitu lemahnya koordinasi pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat, dana kapasitas sumber daya lemah. Rekomendasi yang ditawarkan dalam optimalisasi peran layanan ambulans desa menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak-pihak terkait , perbaikan infrastruktur jalan, pelatihan berkala bagi relawan, dan peningkatan anggaran untuk pemeliharaan fasilitas
Pemetaan Kerentanan Pekerja Anak Sebagai Perajin Batik Dalam Mewujudkan Potensi Diri Secara Penuh Di Trembono Tegalrejo Gedangsari Gunungkidul Dyah Harumming Kinanthi; Hempri Suyatna
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i2.487

Abstract

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021 melaporkan  sebanyak 2,2 juta anak di Indonesia terlibat dalam pekerjaan. Keberadaan pekerja anak membutuhkan perhatian yang lebih untuk penanganan resiko yang dihadapi seperti kekerasan verbal dan non verbal. Padukuhan Trembono Kalurahan Tegalrejo Kapanewon Gedangsari merupakan wilayah sentra kerajinan batik di Gunung Kidul  yang sebagian warganya termasuk anak anak terlibat dalam usaha tersebut. Perlindungan dan jaminan serta komitmen bersama dibutuhkan untuk mendukung terlaksananya pemenuhan hak dan kebutuhan dasar bagi pekerja anak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kerentanan pada pekerja anak. Pendekatan studi kasus dengan pendalaman data kualitatif digunakan dalam mengumpulkan data primer untuk dianalisis. Hasil penelitian ditemukan adanya kerentanan yang berlanjut pada pekerja anak sebagai perajin batik.  Pemetaan kerentanan pekerja anak yang berlanjut  diantaranya pada kepercayaan diri, kapasitas literasi , dan kesehatan fisik . Temuan penelitian ini diharapkan berguna dalam mendorong akses kesetaraan pada pekerja anak agar pekerja anak dapat mewujudkan potensi dirinya secara penuh
Pengembangan Desa Wisata Ngargoretno Berbasis Agrowisata Di Kabupaten Magelang Rr. Nolatria Kusuma Setyowulandari; Enny Mulyantari; Fian Damasdino
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i2.488

Abstract

Desa Wisata Ngargoretno, Kabupaten Magelang merupakan desa wisata yang berbasis agrowisata. Daya tarik agrowisata yang dikembangkan dan dikemas sebagai wisata edukasi bagi wisatawan dengan praktik langsung pada kegiatan pertanian menjadikan desa wisata Ngargoretno sebagai unggulan di Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan Desa Wisata Ngargoretno berbasis Agrowisata. Penelitian dilakukan dengan metode diskriptif kualitatif , pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis hasil penelitian dengan metode swot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa wisata Ngargoretno dalam mengelola sumberdaya alamnya menerapkan tiga konsep yaitu Sehat Tani, Sehat Masyarakat, dan Sehat Produk. Dengan konsep tersebut menjadi dasar pengembangan dalam memanfaatkan berbagai potensi desa berupa pertanian, peternakan dengan produk olahan, serta budaya lokal sebagai daya tarik wisatawan. Beberapa kendala yaitu sebagian masyarakat belum memiliki kesadaran bahwa desanya sebagai desa wisata, job desk pengelola yang masih tumpang tindih , dan fasilitas belum memadai. Peluang bisa lebih berkembang dengan promosi dan kerjasama. Kesimpulan bahwa pengembangan Desa wisata Ngargoretno dilakukan dengan inovasi dan pemanfaatan sumberdaya alam sebagai potensi desa. Kelemahan sumberdaya manusia sebagai pengelola , partisipasi masyarakatnya dan sarana masih terbatas perlu menjadi perhatian. Untuk itu diperlukan strategi pengembangan berupa penguatan kapasistas pengelolaan desa wisata.
Penerapan Konsep Wastepreneurship dalam Inovasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Dhara Cita Rafeinia
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i2.489

Abstract

Wastepreneurship merupakan sebuah konsep yang mengubah paradigma pengelolaan sampah dari cost-centered menjadi business centered.Dalam penerapan konsep tersebut tidaklah mudah, sehingga dibutuhkan strategi inovasi kebijakan publik yang mampu mempengaruh keberhasilan program wastepreneurship. Penelitian ini menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang mengacu konsep wastepreneurship. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan di Kalurahan Panggungharjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengelolaan sampah yang menerapkan konsep wastepreneurship membutuhkan proses pentahapan sehingga perubahan strategi kebijakan yang adaptif terhadap perubahan di masyarakat perlu dilakukan. Peluang keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah meningkat ditunjukkan dengan data jumlah pelanggan pada KUPAS (Kelompok Usaha pengelolaan Sampah) maupun masyarakat yang memilah dan mengolah sampahnya dirumah Penerapan kebijakan melalui sistem yang mengakomodasi semua pihak mendorong keberhasilan pelaksanaan konsep wastepreneur dengan cara bersifat memaksa sampai akhirnya membentuk kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Simpulan bahwa penerapan konsep wastepreneurship mampu memanfaatkan faktor-faktor pendorong munculnya inovasi kebijakan publik
Prinsip Etika Bisnis dalam Program Pemberdayaan Pemuda di Kalurahan Sinduharjo Kapanewon Ngaglik Kabupaten Sleman Datu Hangga Dewani; Lisma Niken Pratiwi
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i2.490

Abstract

Program pemberdayaan pemuda memegang peranan penting sebagai langkah kaderisasi generasi baru untuk pembangunan desa yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, masih ditemukannya praktik kolusi dan inefisiensi yang terjadi di tingkat desa dikhawatirkan terulang dalam program pemberdayaan pemuda dengan mengabaikan prinsip prinsip etika bisnis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan lima prinsip etika bisnis, yaitu: honest weight, truthfulness, give best service, accountable, dan fairness dalam program pemberdayaan pemuda di Kalurahan Sinduharjo Kapanewon Ngaglik kabupaten Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen untuk pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima prinsip etika bisnis belum diterapkan dengan optimal. Ketidakoptimalan prinsip honest weight dan give best service tercermin dari pemilihan program yang belum merespon kebutuhan masyarakat dan manfaatnya yang lemah. Truthfulness terhambat oleh praktik prosedural birokrasi. Accountable hanya dipahami sebatas pertanggungjawaban administratif, sementara prinsip fairness terganggu oleh akses yang terbatas karena tanpa hubungan dekat dengan pengelola program. Semua informan sepakat jika kelima prinsip tersebut dijalankan dan ideal untuk memperbaiki organisasi pemerintah di Desa.Sosialisasi, pendampingan dan monitoring pada pelaksanaan program menjadi strategi optimalisasi penerapan etika bisnis pada program pemberdayaan pemuda
BUM Desa sebagai Tonggak Ekonomi Desa Putera Perdana
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v5i1.584

Abstract

This study aims to determine the extent to which BUM Desa is able to become a village economic milestone, after the issuance of the Village Law many villages are competing to establish BUM Desa, some of which were born from community initiatives, some were established due to Regional Government intervention. The purpose of BUM Desa is to strengthen the economy of the community and increase the village's original income. BUM Desa is also known as a Hybrid Institution because BUM Desa is a form of collaboration between the Village Government and its citizens to utilise shared resources owned by the village for the welfare of the citizens. The method used in this research is qualitative with a case study approach to obtain in-depth data. The research results from 3 locations, namely Panggungharjo Village, Melikan Village and Bleberan Village, show that the seriousness in planning and reading the existing potential at the local level as well as the idea of presenting BUM Desa are the determining factors for the success of BUM Desa as a village economic milestone. It can be concluded that the success of BUM Desa is also determined by the type of business to be conducted and in accordance with the local potential in the village as well as the working system of BUM Desa management