cover
Contact Name
Budiman Nasution
Contact Email
j.einstein@unimed.ac.id
Phone
+6281269983607
Journal Mail Official
j.einstein@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EINSTEIN (E-JOURNAL)
EINSTEIN (e-Journal) is a journal managed by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Medan. This journal is published three times a year (February, June, and October). EINSTEIN (e-Journal) is a scientific journal that publishes articles from the fields of physics. Various topics of physics articles that can be accepted in this journal are: Theoretical Physics Earth Physics Material Physics Instrumentation Physics Computational Physics Applied Physics
Articles 287 Documents
PENGARUH DOPING SBCL3 TERHADAP STRUKTUR DAN SIFAT OPTIK FILM TIPIS ZNO DENGAN METODE SOL-GEL SPIN COATING Sirait, Naomi
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 1 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.512 KB) | DOI: 10.24114/eins.v9i1.34114

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasil bahan baku pembuatan film tipis ZnO yang didoping Antimon (III) Klorida (SbCl3) sebagai bahan terbaik untuk didoping dengan ZnO. Film tipis ZnO doping SbCl3 telah berhasil disintesis dengan metode sol-gel spin coating dan proses pencampuran dengan teknik refluks. Bahan yang digunakan  zinc acetat dehydrate {Zn(CH3COO)2 2H2O}, Antimoni (III) Klorida sebagai pendoping dilarutkan oleh pelarut isopropanol dengan variasi konsentrasi doping yaitu 4%; 5% dan 6% lalu distabilkan dengan diethanolamine (DEA). Pembuatan film tipis ZnO:SbCl3 ini dilakukan diatas substrat kaca dengan metode spin coating. Hasil karakterisasi film tipis ZnO:SbCl3­ dengan XRD menunjukkan ukuran kristal masing-masing adalah 26 nm, 26 nm, 24 nm. Dan hasil karakterisasi SEM menunjukkan permukaan morfologi film tipis ZnO:SbCl3 adanya retakan pada saat pelapisan dan bulatan hitam pada konsentrasi 5%. Hasil karakterisasi UV-VIS memperlihatkan nilai transmitansi dengan semua doping pada cahaya yang diteruskan pada lapisan ZnO doping SbCl3 lebih banyak daripada diserap pada rentang 350-800 nm. Dan nilai absorbansi menurun tajam pada rentang 350-800 nm. Nilai celah pita energi meningkat pada konsentrasi 5% dan menurun pada konsentrasi 6% dengan nilai Eg yaitu 3,03 eV.
PENGARUH PERENDAMAN BETON DI AIR LAUT DAN AIR TAWAR TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN SERBUK KULIT KERANG Abdul Rais; Thoberson Simamora
EINSTEIN (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.908 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman air laut dan air tawar terhadap karakteristik beton campuran serbuk kulit kerang. Beton dibuat berbentuk kubus, pada penelitian ini perencanaan campuran beton yang akan dibuat adalah semen, pasir, kerikil dan air yaitu 1 : 2 : 3 : 0,5. Pada penelitian ini dibuat variasi komposisi serbuk kulit kerang sebesar 5%, 10%, 15%, 20% dengan cara menambah dan mengurangi berat semen yang digunakan. Setelah beton berumur 14 hari maka dilakukan pengujian kuat tekan, penyerapan air dan daya tahan api. Dari hasil pengujian mekanik yaitu kuat tekan beton diperoleh hasil terbaik pada komposisi 5% serbuk kulit kerang yaitu 15,80 x 106 N/m2 pada perendaman air tawar, sedangkan hasil uji tekan pada beton normal diperoleh 15,17 x 106 N/m2 pada perendaman air tawar. Hasil pengujian daya serap air pada beton diperoleh hasil terbaik pada komposisi 20% serbuk kulit kerang yaitu 0,83% pada perendaman air tawar, 1,20% pada perendaman air laut, 0,98% pada perendaman air laut dan air tawar, sedangkan hasil pengujian daya serap air pada beton normal diperoleh 1,88% pada perendaman air tawar,  1,84% pada perendaman air laut, 1,93% pada perendaman air laut dan air tawar. Hasil pengujian daya tahan api menunjukan bahwa keretakan beton tertinggi terjadi pada beton campuran 20% serbuk kulit kerang yang direndam pada air laut selama 14 hari. Hal ini menyatakan bahwa semakin besar penambahan serbuk kulit kerang sebagai pengganti semen pada beton dapat menurunkan kuat tekan dan daya serap air serta ketahaanannya terhadap api, hasil pengujian mekanik yaitu kuat tekan beton yang tertinggi adalah beton variasi 5% serbuk kulit kerang sedangkan pengujian penyerapan air terendah adalah pada beton variasi 20%, yang diuji setelah perendaman selama 14 hari.
RANCANG BANGUN MINIATUR ESKALATOR OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR BERAT (LOAD CELL) BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 2560 Sinaga, Ferry Oliver; Rajagukguk, Juniastel
EINSTEIN (e-Journal) Vol 7, No 3 (2019): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.221 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v7i3.15164

Abstract

Miniatur eskalator otomatis ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan gambaran bagaimana eskalator otomatis beroperasi dengan menggunakan sensor berat (load cell) sebagai pendeteksi objek dan sensor arus yang berfungsi sebagai pendeteksi arus untuk menggerakan dan menghentikan motor, miniatur eskalator otomatis ini memiliki dua indikator yaitu buzzer akan menghasilkan bunyi ketika sensor berat mendeteksi adanya beban dan LCD 16x2 yang menampilkan massa beban yang terdeteksi serta arus pada sensor arus ACS712 sebagai penggerak motor servo. Hasil pengukuran sensor berat (load cell) dengan variasi 20 beban yang berbeda dan tiga kali percobaan untuk setiap beban menghasilkan nilai presisi yang tinggi sebesar 99.670% yang mana membuktikan bahwa sensor bekerja dengan baik. Beban terendah yang dapat dideteksi oleh sensor adalah 90 gram dan beban maksimal 5 kg Sumber tegangan berasal dari power supply (PLN) yang dihubungkan dengan adaptor.Kata Kunci: Eskalator, Sensor Load Cell, Sensor Arus AcS712, Mikrokontoler ATMega 2560, LCD 16x2.
PEMBUATAN NANOZEOLIT ALAM PAHAE MENGGUNAKAN ALAT PLANETARY BALL MILLING Julizar Muttaqin; Makmur Sirait
EINSTEIN (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.387 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v3i2.5459

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuat nanozeolit alam Pahae dengan menggunakan Planetary Ball Milling. Zeolit diambil dari Pahae, kemudian digerus lalu diayak dengan 200 mesh, dicuci dengan aquades.  Kemudian diaktivasi secara kimia dengan melarutkan ke dalam HCl 2 molar dengan perbandingan 1:3 b/v. Diaktivasi secara fisika dengan mensintering pada suhu 500 oC selama 2 jam.  Zeolit yang telah dikeringkan dimasukan dalam Planetary Ball Milling dengan kecepatan 500 rpm selama 8 jam, 16 jam, dan 24 jam. Analisis XRD ditemukan pola difraksi berbentuk amorf dan dengan menggunakan persamaan scherrer diperoleh ukuran rata-rata partikel zeolit sebesar 85,44 nm pada penggilingan selama 24 jam. Hasil SEM menunjukkan permukaaan nanozeolit masih ada menggumpal (aglomerasi) dan ukurannya kurang merata. Hasil EDX diperoleh kandungan zeolit terdiri dari silikon (43,75%), Oksigen (42,66%), Aluminium dan (7,72%), Besi (6,39%), dan Kalium (3,3%)   Kata kunci : Nanozeolit, Planetary Ball Milling,  XRD, SEM, EDX
PROSES DAN KARAKTERISASI ASAP CAIR DARI PIROLISIS TEMPURUNG KELAPA PADA TEMPERATUR OPTIMAL Eva Marito Daulay; Alkhafi Maas Siregar; Eddiyanto Eddiyanto
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 2 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.334 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i2.26186

Abstract

Asap cair merupakan hasil pemanasan proses pirolisis sebelum dikondensasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pirolisis pembuatan asap cair, mengetahui komposisi asap cair dan mengetahui temperatur optimal pada proses pirolisis pembuatan asap cair dari tempurung kelapa. Metode penelitian ini yaitu tahap tempurung kelapa dengan variasi temperatur 200-250°C; 250-300°C; 300-350°C. Produk asap cair dikarakterisasi dengan pengukuran pH, GC-MS, Viscocity. Hasil penelitian pada proses pH dengan suhu 2000-3500C adalah 3,10-3,14. Pada analisis komposisi asap cair dengan analisis GC-MS senyawa yang terkandung adalah Asam Karboksilat, Alkohol, Keton, dan Ester dan untuk viscocity dengan suhu 200-3500C adalah 3,580-4,333. Jumlah asam yang diperoleh dari hasil penelitian ini menunjukkan kualitas asap cair dari pirolisis  tempurung ini sangat baik. Komposisi asap cair yang paling optimal adalah pada suhu 200-250° .
SIFAT MEKANIS NANOKOMPOSIT TERMOPLASTIK HDPE DENGAN FILLER CAMPURAN ABU BOILER KELAPA SAWIT DAN KARBON HITAM Netty Gultom; Nurdin Bukit
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 3 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.521 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v9i1.23548

Abstract

Penggunaan material plastik saat ini banyak digunakan pada berbagai macam produk mulai dari produk elektronik, otomotif, peralatan rumah tangga, dll sebagai bahan dasar pembuatan sebuah produk. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kelebihan yang dimiliki oleh material plastik itu sendiri. Kelebihan material plastik dibandingkan material lain yaitu kuat, ringan, tahan terhadap air dan karat, tahan terhadap bahan kimia, memiliki tekstur yang mengkilat dan licin, lentur dan fleksibel, serta biaya produksi yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik sifat mekanik dari Termoplastik HDPE dengan bahan pengisi nanopartikel ABKS dan karbon hitam yang meliputi kekuatan tarik, perpanjangan ptus dan modulus Young’s. Pencampuran dilakukan menggunakan internal mixer laboplastomil pada suhu 1500C dengan laju 60 rpm selama 10 menit dengan variasi komposisi (0/100, 30/70, 40/60, 50/50, 60/40, 70/30, 100/0) phr. Hasil internal mixer laboplastomil dilakukan cetak panas dan cetak dingin kemudian dibuat sampel dengan standart ISO 527-3. Hasil sampel ISO 527-3 dilakukan uji mekanis menghasilkan sampel dengan nilai terbaik yaitu pada komposisi  HDPE/PE.g-MA/Kompon 30/70 phr dengan kekuatan tarik 8,2 Mpa, 40/60 phr  dengan modulus Young’s sebesar 211,1 MPa dan 100/0 phr dengan  perpanjangan putus sebesar 6,9 mm. Penggunaan material plastik saat ini banyak digunakan pada berbagai macam produk mulaidari produk elektronik, otomotif, peralatan rumah tangga, dll sebagai bahan dasarpembuatan sebuah produk. Hal ini tentunya tidak terlepas dari kelebihan yang dimilikioleh material plastik itu sendiri. Kelebihan material plastik dibandingkan material lainyaitu kuat, ringan, tahan terhadap air dan karat, tahan terhadap bahan kimia, memilikitekstur yang mengkilat dan licin, lentur dan fleksibel, serta biaya produksi yang relatifmurah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik sifat mekanik dariTermoplastik HDPE dengan bahan pengisi nanopartikel ABKS dan karbon hitam yangmeliputi kekuatan tarik, perpanjangan ptus dan modulus Young’s. Pencampuran dilakukanmenggunakan internal mixer laboplastomil pada suhu 1500C dengan laju 60 rpm selama 10menit dengan variasi komposisi (0/100, 30/70, 40/60, 50/50, 60/40, 70/30, 100/0) phr. Hasilinternal mixer laboplastomil dilakukan cetak panas dan cetak dingin kemudian dibuatsampel dengan standart ISO 527-3. Hasil sampel ISO 527-3 dilakukan uji mekanismenghasilkan sampel dengan nilai terbaik yaitu pada komposisi  HDPE/PE.g-MA/Kompon30/70 phr dengan kekuatan tarik 8,2 Mpa, 40/60 phr  dengan modulus Young’s sebesar211,1 MPa dan 100/0 phr dengan  perpanjangan putus sebesar 6,9 mm.
KARAKTERISTIK PAVING BLOCK DARI LIMBAH SERBUK KACA (GLASS POWDER) Nurainun Br Pasaribu; Ratni Sirait; Abdul Halim Daulay
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 3 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.61 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i3.39512

Abstract

Dari hasil analisis yang didapatkan bertujuan untuk mengetahui karakteristik paving block dari serbuk kaca (glass powder) agar menghasilkan mutu paving block yang optimum. Dalam penelitian ini menggunakan variasi komposisi campuran serbuk kaca, semen, dan pasir adalah: 0%:30%:70%, 2,5%:30%:67,5%, 5%:30%:65%, 7,5%:30%:62,5%,10%:30%:60% dengan Faktor Air Semen (FAS) sebesar 0,5 pada semua variasi. Karakterisasi meliputi penyerapan air dan kekuatan tekan. Hasil pengujian penelitian melalui uji penyerapan pada air dan kekuatan daya tekan pada sampel A yaitu 8,14% dan 9,22 MPa, sampel B yaitu 9,07% dan 9,91 MPa, sampel C yaitu 9,64% dan 10,12 MPa, sampel D yaitu 11,70% dan 10,39 MPa, dan sampel E yaitu 12,51% dan 10,97 MPa. Contoh pengujian telah mempenuhi persyaratan kualitas mutu D yang ditentukan oleh standart SNI 03- 0691-1996 untuk menghasilkan paving block dengan karakteristik yang optimal adalah 5%:30%:65% pada sampel C dengan nilai penyerapan air sebesar 9,64% dan nilai kekuatan tekannya sebesar 10,12 Mpa.
PENGARUH VARIASI KADAR PEREKAT UREA FORMALDEHIDA (UF) TERHADAP SIFAT FISIS PAPAN PARTIKEL DARI BAHAN SERUTAN ROTAN DAN SERABUT BUAH KELAPA SAWIT Tunjiah ,; Ratni Sirait; Abdul Halim Daulay
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 2 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.16 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i2.36270

Abstract

Telah dilakukan penelitian papan partikel dengan tujuan untuk menentukan sifat fisis papan partikel serutan rotan dan serabut buah kelapa dengan variasi perekat urea formaldehida dan menentukan kadar perekat urea formaldehida yang paling ideal. Variasi perbandingan papan partikel serutan rotan dan serabut buah kelapa sawit masing-masing sampel yaitu 50:50 dengan perekat urea formaldehida yang digunakan yaitu sampel A (42,86%), sampel B (53,85%), sampel C (66,67%), sampel D (81,82%), dan sampe E (100%). Metode penelitian menunjukkan peroses pembuatan papan partikel serutan rota, serabut buah kelapa sawit, dan perekat urea formaldehida meliputi, pencucian, penjemuran, pemotongan, penambahan campuran antara bahan dan perekat, pengadukan dan kemudian pengepressan. Hasil sifat fisis menunjukkan nilai kerapatan 0,53-0,57 g/cm3, kadar air 9,88-15,3%, pengembangan tebal 8,33-13,33%. Hasil penelitian yang paling optimal terdapat pada variasi komposisi 50%:50% dengan perekat 100%.
STUDI PENENTUAN INDEKS BIAS SENYAWA BE-PHTHALOCYANINE BERDASARKAN CELAH ENERGI MENGGUNAKAN METODE KOMPUTASI Adelita Khairani; alkhafi Maas Siregar
EINSTEIN (e-Journal) Vol 6, No 1 (2018): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.126 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v6i1.12061

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai indeks bias senyawa Be- Phthalocyanine untuk bahan Semikonduktor Organik baru yang ditinjau berdasarkan nilai celah energinya. Senyawa Be- Phthalocyanine dapat digunakan sebagai bahan semikonduktor baru dengan cara menganalisis nilai celah energi dan nilai indeks biasnya. Celah energi diperoleh melalui metode komputasi semiempiris ZINDO/I menggunakan software Hyperchem dengan memberikan masukan unsur dan senyawa terlebih dahulu, lalu mengoptimasi, sehingga diperoleh celah energi. Celah energi dihitung berdasarkan selisih energi pada energi Highest Occupied Molecular Orbital(HOMO) dan energi Lowest Unoccupied Molecular Orbital (LUMO). Energi LUMO yang diperoleh adalah 3,269 eV dan energi HOMO adalah 2,660 eV, sehingga diperoleh celah energi sebesar 0,609 eV. Nilai celah energi yang diperoleh memenuhi kriteria semikonduktor karena memiliki nilai celah energi 0 <Eg< 3. Penentuan nilai indeks bias senyawa Be-Phthalocyanine dapat diperoleh melalui lima persamaan, yaitu :Persamaan Moss, Persamaan Ravindra et al, Persamaan Herve-Vandamme, Persamaan Reddy, dan Persamaan Kumar dan Singh. Indeks bias diperoleh dengan metode komputasi dengan memberikan input nilai celah energi terlebih dahulu, diikuti dengan persamaan untuk menghitung nilai indeks bias. Nilai indeks bias yang sesuai berdasarkan nilai celah energi dan ketentuan dari tiap persamaan adalah indeks bias dari persamaan Moss dengan indeks bias sebesar 3,533. Nilai indeks bias yang diperoleh memenuhi kriteria celah energi pada persamaan Moss yaitu berada pada rentang 0,17eV < Eg < 3,68eV.Kata Kunci : Semikonduktor organik, Beriulium, Phthalocyanine, Celah Energi, Indeks Bias.
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIR MERAH LABUHAN BATU SELATAN TERHADAP SIFAT MEKANIK (UJI SEM, DIFRAKSI SINAR X, UJI IMPAK) DARI BETON Veryyon Harahap; Mukti Hamzah Harahap
EINSTEIN (e-Journal) Vol 1, No 2 (2013): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.795 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v1i2.5061

Abstract

Penelitian karakterisasi pasir merah sebagai bahan campuran beton telah dilakukan untuk mengetahui strukturnya dengan berbagai pengujian.Beton dibuat berbentuk Balok 15 x 15 x75 cm dengan standart SNI K123. Pada penelitian ini dibuat agregat halus (pasir merah) sebesar 25%, 50%, dan 75%,  dari berat agregat halus yang digunakan. Setelah melalui masa 28 hari kemudian beton diuji dengan metode Uji Impak dengan prosedur yang ada. Pengujian SEM pada Pasir Merah setelah di ayak. Dari hasil pengujian, diperoleh Hasil pengujian SEM memperlihatkan bahwa rongga pada pasir merah ukuran kecil, halus ukurannya bisa mencapai 1 µm-10 µm.Pengujian XRD Pada Pasir Merah setelah di ayak, dicuci dan dikering. Dari hasil pengujian, diperoleh Hasil pengujian XRD terdapat unsur-unsur seperti SiO2 (silikon Oxide), TaO2 (Tantalum Oxide), FeNi (Iron Nikel), FeC (Iron Carbide), TaO (Tantalum Oxide), Fe2C (Iron Carbide) memperlihatkan bahwa grafik menunjukkan nilai intensitasnya silikon pasir merah tinggi. Dari hasil pengujian impak diperoleh kuat patah maksimum beton pasir merah pada komposisi 50% dengan kekuatan 18,6 Mpa. Hasil ini melampaui kekuatan yang ditetapkan oleh Badan Standart Nasional Indonesia.Hal ini dimungkinkan oleh ukuran pasir yang lebih halus dan kandungan silicon yang lebih banyak.