cover
Contact Name
Budiman Nasution
Contact Email
j.einstein@unimed.ac.id
Phone
+6281269983607
Journal Mail Official
j.einstein@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
EINSTEIN (E-JOURNAL)
EINSTEIN (e-Journal) is a journal managed by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, State University of Medan. This journal is published three times a year (February, June, and October). EINSTEIN (e-Journal) is a scientific journal that publishes articles from the fields of physics. Various topics of physics articles that can be accepted in this journal are: Theoretical Physics Earth Physics Material Physics Instrumentation Physics Computational Physics Applied Physics
Articles 287 Documents
PENGONTROL GERBANG MENGGUNAKAN AUDIO DAN PEMANCAR RADIO FREKUENSI MICRO-WAVE BERBASIS ANDROID Riandi Tinambunan; Ridwan Abdullah Sani
EINSTEIN (e-Journal) Vol 7, No 1 (2019): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.547 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v7i1.12493

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengontrol gerbang menggunakan audio dan pemancar radio dengan Arduino Mega2560 sebagai mikrokontroler dengan tujuan untuk membuat suatu alat pengontrol gerbang menjadi satu sistem pengontrolan yang dapat mengontrol buka tutup gerbang dengan mudah tanpa membutuhkan usaha lebih untuk membuka dan menutup gerbang. Dalam sistem pengontrol yang dirancang menggunakan mikrokontroler arduino mega2560, bluetooth HC-05, modul pemancar radio, smartphone, catu daya, motor driver L298, motor DC, sensor TCRT5000 dan LCD 16x2. Gerbang dikontrol menggunakan audio dan saklar buka tutup pada smartphone dan pemancar radio dengan menghubungkan keseluruhan rangkaian dengan alat pengontrol menjadi suatu sistem pengontrolan. Sensor TCRT5000 digunakan sebagai pengontrol gerbang untuk buka sebagian. Sensor dalam keadaan LOW (logika 0). Berdasarkan hasil pengujian sistem pengontrolan gerbang dengan smartphone android dan pemancar radio telah bekerja dengan baik. Karakteristik alat pengontrol gerbang dengan tiga kondisi yaitu buka penuh, buka sebagian dan tutup dengan menggunakan PWM (Pulse Width Modulation) sebesar 75 byte per sekon yang artinya duty cycle untuk motor DC yaitu 29,4% ≈ 30%. Untuk audio jarak maksimum yang dapat dikontrol yaitu 15m dengan waktu maksimum untuk membuka dan menutup gerbang 6s. Untuk saklar buka tutup jarak maksimum yang dapat dikontrol yaitu 15m dengan waktu maksimum untuk membuka dan menutup gerbang 4s. Untuk pemancar radio jarak maksimum yang dilakukan yaitu 30m dengan waktu maksimum untuk membuka dan menutup gerbang 2,8s.Kata Kunci : Smartphone, Modul pemancar radio frekuensi, Sensor TCRT5000, Arduino Mega2560, Driver motor L298
PENGARUH PENAMBAHAN STYROFOAM DENGAN PELARUT TOLUENA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON RINGAN Nenni Simamora; Mukti Hamjah Harahap
EINSTEIN (e-Journal) Vol 3, No 1 (2015): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.629 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v3i1.5446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan styrofoam dengan pelarut toluena terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton ringan.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium teknik sipil USU mulai dari bulan Januari sampai dengan Februari. Metode pembuatan yang dilakukan adalah beton dibuat berbentuk silinder 15 x 30 cm. Campuran beton yang digunakan mengacu pada beton mutu rendah K175 dengan semen : pasir : kerikil adalah 1 : 2 : 3 dengan FAS 0,5. Pada penelitian ini dibuat variasi komposisi styrofoam sebesar 0%, 12%, 14%, 16%, 18% dan 20% dengan pelarut toluena dari berat kerikil yang digunakan. Setelah beton berumur 24 jam cetakan dibuka dan diberi nomor kode sesuai yang diinginkan dan dirawat dalam bak air. Setelah melalui masa perendaman 28 hari kemudian beton diuji dengan metode uji kuat tekan, dan modulus elastisitas. Dari hasil pengujian diperoleh sifat mekanik yaitu kuat tekan beton minimumnya yaitu pada penambahan styrofoam 20%  dengan pelarut Toluena yaitu 16,6 MPa, sedangkan kuat tekan beton maksimum pada penambahan styrofoam 12% dengan pelarut Toluena yaitu 23,1 MPa. Dari hasil pengujian modulus elastisitas diperoleh yaitu peningkatan maksimum terjadi pada beton dengan penambahan styrofoam 20 % yaitu sebesar 4672 MPa,atau meningkat sebesar 21,2309 % dari beton dengan styrofoam 0%.Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kuat tekannya maka modulus elastisitasnya juga semakin besar. Kata Kunci:Styrofoam, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
Sintesis Dan Karakterisasi Carbon Black dari tempurung kelapa menggunakan ball mill dan metode kopresipitasi Marnala Ayunita Manurung; Nurdin Bukit
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 2 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.895 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v8i2.14223

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian sintesis dan karakterisasi  nanopartikel Carbon Black dari tempurung kelapa menggunakan ballmill dan metode kopresipitasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ukuran dan fasa yang terkandung dalam pertikel carbon black tempurung kelapa.Tempurung kelapa di furnace selama 1 jam dengan suhu 2000C dan dihaluskan dengan ballmill selama 2 jam dengan laju putaran 250 rpm kemudian diayak menggunakan ayakan berukuran 200 mesh. Selanjutnya disintesis dengan HCL 5M, dan NH4OH 3M. Adapun variasi sintesis dengan HCL yakni 5M, 6M, dan 7M. Dan dikeringkan di dalam oven selama 4 jam dengan suhu 700C. Masing-masing sampel yang sudah dikeringkan digerus kembali sekitar 1 jam sebelum dilakukan pengkarakterisasian dengan XRD, XRF, dan SEM. Hasil analisis XRD dari sintesis nanopartikel carbon black tempurung kelapa dengan variasi pelarut HCL yakni 5M, 6M, dan 7M diperoleh ukuran berturut-turut 33,2 nm, 52,92 nm, 54,98 nm dan bersifat amorf. Adapun hasil uji XRF menunjukkan bahwa unsur Fe dan Sb menjadi unsur yang paling mendominasi nanopartikel. Sedangkan uji SEM EDX menunjukkan bahwa partikel menyebar tidak merata,cenderung menggumpal dan terjadi peningkatan pembentukan Karbon (C) pada analisis EDX. Hasil persentase analisis EDX untuk nanopartikel carbon black dari tempurung kelapa dengan variasi pelarut dan perbandingan ketiga sampel memiliki berat kandungan karbon (C) secara berurutan yakni massa 72,28%, 69,98%, dan 76,97 %. Key words: Carbon Black, Nanopartikel, XRD, XRF, SEM 
Analisis Rongga Pada Aspal Iran Pen 80/100 Termodifikasi Dengan Karet Alam (Natural Rubber) Pada Campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) Alkhafi Maas Siregar; Winsyahputra Ritonga; Santri Arunika
EINSTEIN (e-Journal) Vol 4, No 3 (2016): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.661 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v4i3.6210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karet alam pada aspal termodifikasi terhadap karakteristik aspal pen 80/100 dan pengaruh penambahan karet alam pada aspal termodifikasi pada nilai Void in the Mix (VIM), Void in Mineral Agregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Rongga dalam campuran / Voids in Mix (VIM) diberi rentang antara 3– 5,5%. Rongga dalam agregat (VMA) dibatasi minimal sebesar 15%. Sedangkan rongga terisi aspal (VFA) diberi nilai minimal sebesar 65%. Pembuatan sampel dilakukan dengan merefluks karet alam dengan xylene kemudian dimasukkan ke dalam aspal yang telah dipanaskan lalu ditambah dengan asam akrilat dan compatibilizer benzoil peroksida. Sampel memenuhi uji persyaratan aspal pada masing-masing sampel meliputi, uji penetrasi, titik lembek, berat jenis, daktilitas, dan kehilangan berat. Nilai volumetrik berupa VIM pada penambahan 0 phr, 1 phr, 2 phr, 3 phr, dan 4 phr  NR pada aspal adalah 5,275%, 5,048%, 5,383%, 6,192%, dan 6,902%. Nilai VMA sebesar 19,110%, 19,010%, 19,357%, 20,033%, dan 20,673%. Sedangkan nilai VFA pada aspal termodifikasi sebesar 72,396%, 73,447%, 72,189%, 69,089%, dan 66,616%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penambahan karet alam pada aspal termodifikasi terhadap karakteristik aspal dan sifat volumetrik aspal.Kata kunci: Iran, Karet Alam, VIM, VMA, VFA
IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN SEBAGAI KAJIAN AWAL DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK Nazaruddin Nasution; Laras Ashari Setiawan
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 1 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.294 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v10i1.33070

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk identifikasi struktur lapisan bawah permukaan sebagai kajian awal dalam perencanaan pembangunan Gedung bertingkat dengan menggunakan metode geolistrik. Metode geolistrik resistivitas dilakukan dengan menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi dengan dua elektroda arus dan dua elektroda potensial. Panjang lintasan pada penelitian ini adalah sebanyak 5 titik dengan panjang bentangan terdekat (AB/2) adalah 1,5 m dan bentangan terjauhnya adalah (AB/2) adalah 150 m, kemudian melakukan pengukuran sehingga diperoleh data beda potensial dan kuat arusnya. Data tersebut kemudian diolah menggunakan software IPI2WIN+IP untuk mengetahui litologi bawah permukaan Desa Tuntungan II dan untuk struktur lapisan keras yang terdapat di bawah permukaan Desa Tuntungan II berdasarkan survei geolistrik resistivitas konfigurasi schlumberger. Berdasarkan hasil interpretasi data penelitian diperoleh bahwa Litologi bawah permukaan Desa Tuntungan II pada setiap lintasan pengukuran yaitu terdiri dari batupasir, batu lumpur, andesit, lempung, pasir dan tufa. Jenis batuan bawah permukaan yang ditemukan ialah batupasir, andesit, lempung, pasir, dan tufa. Struktur lapisan keras Desa Tuntungan II berada pada batuan andesit yaitu pada kedalaman 1,54 m - 2,44 m dengan nilai resistivitas 395 Ωm – 520 Ωm. Bangunan yang direkomendasikan adalah bangunan lantai 2
PENGOLAHAN TEMPURUNG KEMIRI SEBAGAI KARBON AKTIF DENGAN VARIASI AKTIVATOR ASAM FOSFAT Nurul Huda Sulaiman; Lastri Aryani Malau; Fadhillah Husna Lubis; Nurhailani Br Harahap; Fadly Rikki Manalu; Agus Kembaren
EINSTEIN (e-Journal) Vol 5, No 2 (2017): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.467 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v5i2.11841

Abstract

Tempurung kemiri merupakan limbah organik yang dapat diuraikan namun dengan teksturnya yang cukup keras sehingga membutuhkan waktu untuk menguraikannya secara alamiah, sehingga kulit kemiri menjadi limbah yang sangat meresahkan masyarakat sehingga dilakukan berbagai upaya untuk memanfaatkan limbah kulit kemiri.Proses pembuatan karbon aktif melalui tiga tahapan yaitu proses pengarangan atau kabonisasi, proses aktivasi dan proses dehidrasi. Untuk menjadi arang, tempurung kemiri awalnya dikeringkan diterik matahari dan dioven pada suhu 110°C selama 1 jam. Kemudian tempurung kemiri di furnace pada suhu 700°C selama 2 jam agar menjadi arang. Arang yang dihasilkan direndam dalam larutan H3PO4 pada konsentrasi 2,5%, 5,0% dan 7,5% selama 24 jam. Selanjutnya dioven untuk menghilangkan kadar air pada arang. Arang yang sudah dioven diaktivasi termal dalam furnace pada suhu 700°C selama 2 jam. Yang dianalisa dalam penelitian ini adalah kadar air, kadar abu, daya serap terhadap iodium, dan kristalinitas. Dari uji kualitas karbon aktif yang dilakukan, kualitas karbon aktif yang terbaik diperoleh pada konsentrasi asam posfat 7,5% dengan kadar air 6,95 %, kadar abu 2,38%, daya serap terhadap kadar iod sebesar 602,91 mg/g yang memenuhi standar SNI 06-3703-1995. Hasil yang di dapat dari penelitian ini yaitu semakin tinggi konsentrasi zat aktivator, dan waktu aktivasi maka semakin tinggi daya serap karbon aktif.Kata Kunci: Karbon aktif, Tempurung Kemiri, Asam Fosfat
SINTESIS DAN KAKTERISASI ATKKS/KOMPON KARET/POLIPROPILENA SEBAGAI BAHAN TERMOPLASTIK ELASTOMER Angelina Hasian Sinaga; Eva Marlina Ginting
EINSTEIN (e-Journal) Vol 6, No 3 (2018): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.237 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v6i3.12107

Abstract

Sintesis dan karakterisasi Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit (ATKKS) bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik campuran ATKKS/kompon karet/Polipropilena dengan variasi komposisi ATKKS (0,2,4,6,8) phr. Menggunakan alat internal mixer laboplastomil model 30 R150 dengan kecepatan putaran 60 rpm selama 12 menit pada suhu 180oC. Kemudian dilakukan cetak tekan panas dan tekan dingin menggunakan hot press dan cold press lalu dipotong dengan standar JIS K 6781 dan dilakukan uji mekanik menggunakan alat Universal Testing Machine (UTM). Berdasarkan analisa dari hasil pengujian sifat mekanik diperoleh sifat mekanik pada modulus elastisitas mengalami penurunan dengan bertambahnya jumlah komposisi ATKKS, begitu juga dengan kekuatan tarik. Dan mengalami peningkatan perpanjangan putus hingga pada komposisi ATKKS 6 phr.Kata Kunci : ATKKS, Kompon karet, Sifat Mekanik, Polipropilena
ANALISIS INTRUSI AIR LAUT DAN KANDUNGAN LOGAM BERAT PADA SUMUR GALI DAN SUMUR BOR DI KECAMATAN HAMPARAN PERAK Grace Lamtiar M Silitonga; Togi Tampubolon
EINSTEIN (e-Journal) Vol 2, No 3 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.145 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v2i3.5311

Abstract

Telah dilakukan penelitian di daerah Kecamatan Hamparan Perak dengan metode konduktivitas Listrik untuk mengetahui nilai daya hantar listrik (DHL), keadaan kandungan logam berat pada sumur gali (SG), sumur bor (SB) dan hubungan jarak terhadap DHL. Cara pengambilan sampel air laut dimulai dari bibir pantai hingga ke air laut murni dan sampel air sumur dimulai dari letak sumur yang dekat dengan bibir pantai. Hasil penelitian diperoleh SG12, kedalaman 2m, jarak 21604m dari garis pantai dengan DHL 2520.325µmho/cm,250C. SG2 dengan jarak 20703m, kedalaman 2m dengan DHL 610.7955µmho/cm,250C. Pada SB15 jarak 21402m, kedalaman 20m dengan DHL 9500.00µmho/cm,250C. SB9 pada jarak 21592m, kedalaman 72m dengan DHL 687.74µmho/cm,250C. Semua sampel air sumur telah mengandung logam berat Kadmium. Dari hasil penelitian didapatkan semua sampel air sumur telah terintrusi air laut, ada 1 sampel air sumur yang bisa dikonsumsi manusia dan tidak ada hubungan jarak dan DHL. Kata Kunci : Hamparan Perak, Intrusi Air Laut, Knduktivitas Listrik
Karakteristik Beton Dengan Campuran Ban Bekas dan Abu Sekam padi Sebagai Agregat Halus dan Kasar Nurfajrina Inayatullah; Rugaya .
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 1 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.483 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v8i1.14155

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang beton dengan campuran ban bekas dan abu sekam padi sebagai agregat halus dan kasar dengan tujuan mengetahui variasi komposisi beton dengan campuran ban bekas dan abu sekam padi terhadap sifat mekanik. Ban bekas sebagai agregat kasar sedangkan abu sekam padi sebagai agregat halus. Benda uji berupa silinder 15x30 cm2 dengan standarisasi SNI 7394 – 2008 mutu K-225.Metode yang digunakan daya serap air, uji kekuatan tekanan, uji kuat tarik belah dan uji SEM. Hasil pengujian daya serap air rata – rata minimum pada komposisi 10%ban bekas 10% abu sekam padi sebesar 1.81% hal ini disebabkan sifat dari masing – masing bahan seperti ban bekas memiliki sifat tahan air sedangkan abu sekam padi menyerap air. Hasil pengujian kekuatan tekanan rata – rata maksimum campuran 10% ban bekas 10% abu sekam padi sebesar 8.39Mpa. Hasil pengujian kuat tarik belah rata – rata maksimum campuran 10% ban bekas 10% abu sekam padi sebesar 1.151Mpa. Hasil pengujian SEM pada komposisi campuran ban bekas dan abu sekam padi dengan komposisi 10%ban bekas 10% abu sekam padi karena bahan pengisi pori – pori masih tertutupi, besarnya pori – pori yang dihasilkan akan mempengaruhi beton.  Kata Kunci: Daya Serap Air, Kekuatan Tekan, Kuat Tarik Belah, SEM, Ban Bekas, Abu Sekam    Padi Telah dilakukan penelitian tentang beton dengan campuran ban bekas dan abu sekam padi sebagai agregat halus dan kasar dengan tujuan mengetahui variasi komposisi beton dengan campuran ban bekas dan abu sekam padi terhadap sifat mekanik. Ban bekas sebagai agregat kasar sedangkan abu sekam padi sebagai agregat halus. Benda uji berupa silinder 15x30 cm2 dengan standarisasi SNI 7394 – 2008 mutu K-225.Metode yang digunakan daya serap air, uji kekuatan tekanan, uji kuat tarik belah dan uji SEM. Hasil pengujian daya serap air rata – rata minimum pada komposisi 10%ban bekas 10% abu sekam padi sebesar 1.81% hal ini disebabkan sifat dari masing – masing bahan seperti ban bekas memiliki sifat tahan air sedangkan abu sekam padi menyerap air. Hasil pengujian kekuatan tekanan rata – rata maksimum campuran 10% ban bekas 10% abu sekam padi sebesar 8.39Mpa. Hasil pengujian kuat tarik belah rata – rata maksimum campuran 10% ban bekas 10% abu sekam padi sebesar 1.151Mpa. Hasil pengujian SEM pada komposisi campuran ban bekas dan abu sekam padi dengan komposisi 10%ban bekas 10% abu sekam padi karena bahan pengisi pori – pori masih tertutupi, besarnya pori – pori yang dihasilkan akan mempengaruhi beton.  Kata Kunci: Daya Serap Air, Kekuatan Tekan, Kuat Tarik Belah, SEM, Ban Bekas, Abu Sekam Padi   
Kristalisasi Superkonduktor Bscco (2212) Dan Pengaruh Penambahan Doping Pb Dengan Metodepadatan Sehati Winarsih Sembiring; Motlan M; Abdul Hakim S
EINSTEIN (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.31 KB) | DOI: 10.24114/einstein.v4i1.7878

Abstract

Telah di lakukan penelitian kristalisasi superkonduktor berbasis bismuth dalam senyawa B1,6Sr2CaCu2O10+δ (BSCCO) dan B1,6Pb0,5Sr2CaCu2O10+δfasa 2212 dengan menggunakan metode padatan. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah Bismuth Nitrat (BiNO3) 71%, Stronsium Clorida (SrCl2) 99%, Calsium Nitrat (CaNO3) 99 % dan Cooper Clorida (CuCl2) 99 % dengan perbandingan 2:2:1:2 dan doping yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penambahannya adalah Lead Nitrat (PbNO3)99,5% sebanyak 0,5 gram. Setelah itu bahan di timbang sesuai dengan perbandingan yang telah di tentukan yaitu 2:2:1:2 dan doping 0,5. Bahan yang sudah di timbang kemudian di gerus dengan menggunakan mortal selama 8 jam untuk masing-masing sampel bertujuan agar sampel yang telah di timbang tadi bersifat lebih homogen. Selanjutnya di sintering dengan menggunakan furnace selama 12 jam dengan menggunakan suhu konstan 8200C setelah itu bahan di keluarkan dari furnace dan dilakukan penggerusan kedua dengan menggunakan mortal  selama 5 jam agar bahan yang sudah di furnace lebih homogen lagi. Kemudian di kalsinasi kembali menggunakan furnace dengan suhu 8400C selama 48 jam dan sampel yang sudah di kalsinasi kemudian digerus kembali. Kemudian bahan yang selesai di sintesis di karakterisasi menggunaka PSA (Particle Size Analyzer), XRD (X-Ray Diffraction) dan juga SEM (Scanning Electron Microscopy). Sampel yang selesai di karakterisasi kemudian di cetak dengan menggunakan alat pencetak berdiameter 1 cm dan tebal 0,5cm dan di tekan dengan beban seberat 2 ton selama 5 menit. Selesai itu dilakukan pengujian Meissner dengan menggunakan nitrogen cair. Dari hasil pengujian diperoleh diameter partikel BSCCO tanpa doping 122.2 nm   atau 0.0122 μm dan sampel dengan menggunakan doping Pb 3.388 nm atau 0.388 μm. Parameter kisi untuk BSCCO yang diuji menggunakan XRD tanpa doping a= 7.9400 Å b= 5.7200 Å c= 4.1080 Å dan dengan menggunakan doping Pb  a= 7.9596 Å b= 5.814 Åc= 4.1243 Å dan disimpulkan orthorombic, untuk pengujian SEM masih terlihat acak, untuk pengujian Meisnner sampel tidak mengalami levitasi.Kata Kunci: Superkonduktor BSCCO, Doping Pb