Articles
287 Documents
SINTESIS DAN UJI SITOTOKSISITAS HIDROKSIAPATIT BATU KAPUR SEBAGAI BAHAN GRAFT TULANG
Makmur Sirait;
Bhinar Mustika Aulia
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 3 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (522.647 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v9i3.28900
Telah dilakukan Sintesis Dan Uji Sitotoksisitas Hidroksiapatit Batu Kapur. Penelitian ini menggunakan metode presipitasi atau metode basah yang bertujuan untuk mendapatkan hidroksiapatit dengan karakterisasi terbaik berdasarkan hasil uji XRD dan uji sitotoksisitas dengan metode MTT sehingga layak untuk dijadikan sebagai bahan graft tulang. Hidroksiapatit yang telah terbentuk dikarakterisasi menggunakan XRD untuk melihat fasa, sruktur dan ukuran kristal hidroksiapatit, dan uji sitotoksisitas dengan metode MTT assay. Hasil karakterisasi XRD serbuk hidroksiapatit menunjukkan puncak-puncak difraksi tertinggi yang terbentuk pada sudut 2θ adalah 26,78o, 33,14o, 34.49o dan 52,97o dengan struktur kristal adalah struktur hexagonal dan ukuran kristal yang diperoleh sebesar 17,8nm. Komposit hidroksiapatit tidak toksik berdasarkan hasil uji MTT assay karena pertumbuhan sel hidup melewati batas toksik yakni 70% (grade 3) berdasarkan standar ISO 10993-5:2009 (E). Dengan persentase pertumbuhan sel hidup yang paling tinggi pada konsentrasi HAp 25 µg/ml dengan nilai persentase sel hidup sebesar 114,38%.
Kristalisasi Superkonduktor Bscco (2212) Dan Pengaruh Penambahan Doping Pb Dengan Metodepadatan
Sehati Winarsih Sembiring;
Motlan M;
Abdul Hakim S
EINSTEIN (e-Journal) Vol 4, No 1 (2016): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.31 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v4i1.7871
Telah di lakukan penelitian kristalisasi superkonduktor berbasis bismuth dalam senyawa B1,6Sr2CaCu2O10+δ (BSCCO) dan B1,6Pb0,5Sr2CaCu2O10+δfasa 2212 dengan menggunakan metode padatan. Dalam penelitian ini bahan yang digunakan adalah Bismuth Nitrat (BiNO3) 71%, Stronsium Clorida (SrCl2) 99%, Calsium Nitrat (CaNO3) 99 % dan Cooper Clorida (CuCl2) 99 % dengan perbandingan 2:2:1:2 dan doping yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penambahannya adalah Lead Nitrat (PbNO3)99,5% sebanyak 0,5 gram. Setelah itu bahan di timbang sesuai dengan perbandingan yang telah di tentukan yaitu 2:2:1:2 dan doping 0,5. Bahan yang sudah di timbang kemudian di gerus dengan menggunakan mortal selama 8 jam untuk masing-masing sampel bertujuan agar sampel yang telah di timbang tadi bersifat lebih homogen. Selanjutnya di sintering dengan menggunakan furnace selama 12 jam dengan menggunakan suhu konstan 8200C setelah itu bahan di keluarkan dari furnace dan dilakukan penggerusan kedua dengan menggunakan mortal selama 5 jam agar bahan yang sudah di furnace lebih homogen lagi. Kemudian di kalsinasi kembali menggunakan furnace dengan suhu 8400C selama 48 jam dan sampel yang sudah di kalsinasi kemudian digerus kembali. Kemudian bahan yang selesai di sintesis di karakterisasi menggunaka PSA (Particle Size Analyzer), XRD (X-Ray Diffraction) dan juga SEM (Scanning Electron Microscopy). Sampel yang selesai di karakterisasi kemudian di cetak dengan menggunakan alat pencetak berdiameter 1 cm dan tebal 0,5cm dan di tekan dengan beban seberat 2 ton selama 5 menit. Selesai itu dilakukan pengujian Meissner dengan menggunakan nitrogen cair. Dari hasil pengujian diperoleh diameter partikel BSCCO tanpa doping 122.2 nm atau 0.0122 μm dan sampel dengan menggunakan doping Pb 3.388 nm atau 0.388 μm. Parameter kisi untuk BSCCO yang diuji menggunakan XRD tanpa doping a= 7.9400 Å b= 5.7200 Å c= 4.1080 Å dan dengan menggunakan doping Pb a= 7.9596 Å b= 5.814 Åc= 4.1243 Å dan disimpulkan orthorombic, untuk pengujian SEM masih terlihat acak, untuk pengujian Meisnner sampel tidak mengalami levitasi.Kata Kunci: Superkonduktor BSCCO, Doping Pb
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN DOPING Mg TERHADAP STRUKTUR DAN MORFOLOGI TiO2
Ridwan Yusuf Lubis;
Miftahul Husnah
EINSTEIN (e-Journal) Vol 11, No 1 (2023): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.364 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v11i1.42755
Air merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam melakukan kegiatan sehari -hari. Belakangan ini pencemaran air merupakan hal serius yang harus ditangani dalam upaya penjernihan agar dapat digunakan. Metode fotokatalis merupakan salah satu metode yang digunakan dalam upaya penjernihan air. Salah satu material fotokatalis yang sering digunakan adalah TiO2 dikareanakan sifat yang tidak beracun, ketersediaan melimpah dan memiliki nilai bandgap yang rendah. Untuk menurunkan nilai bandgap dari TiO2 dengan cara menambahkan doping logam transisi seperti Mg yang sudah terbukti dapat menurunkan nilai bandgap tanpa mengubah struktur TiO2 sebagai matriks. Metode pencampuran TiO2 dan doping Mg menggunakan metode solid state reaction. Doping Mg dicampurkan dengan cariasi x = 0 (A) , 2 (B) , 4 (C) dan 6 (D) wt%. Hasil analisa XRD dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa muncul puncak pada sudut 2-theta berkisar di 25,5330o – 25,3930o. Terjadi penurunan sudut puncak ke sebelah kiri yang disebabkan telah tercampurnya doping Mg terhadap matriks TiO2. Ukuran kristal bertambah besar seiring dengan meningkatnya jumlah doping Mg yang dicampurkan kedalam TiO2 berkisar 3,4859Å - 3,5048Å . Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penyebaran pada sampel D lebih merata dan tidak banyak terjadi aglomerasi sehingga memiliki permukaan yang lebih luas di banding sampel dengan jumlah variasi doping yang lebih rendah. Semakin banyak doping Mg yang dicampurkan maka kualitas dari material fotokatalis semakin bagus.
Rancang Bangun Prototipe Pengontrol Pintu Garasi Berbasis Internet of Things (IoT) Dengan Platform Android
Hutasoit, Mispa
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 1 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (396.096 KB)
|
DOI: 10.24114/eins.v9i1.33760
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang prototype pengontrol pintu garasi mobil berbasis Internet of Things (IoT) sehingga bisa dikendalikan menggunakan android dan supaya informasi keadaan pintu garasi mobil ditampilkan pada android. Penelitian ini telah dilakukan dengan pengontrol menggunakan android dan Arduino Mega2560 sebagai mikokontroler yang berfungsi untuk membuat suatu alat pengontrol pintu garasi menjadi satu sistem pengontrolan yang dapat mengontrol buka tutup pintu dan kunci garasi tanpa harus kontak dengan garasi. Dalam sistem pengontrol yang dirancang menggunakan mikrokontroler arduino mega2560, ESP8266-01, motor driver L298N, relay, smartphone android, motor DC, solenoid door lock dan catu daya. Pintu dan kunci garasi mobil dikontrol menggunakan android dengan memanfaatkan aplikasi blynk dengan konektifitas WiFi melalui ESP8266-01 yang akan menyampaikan perintah dari android ke mikrokontroler arduino mega2560. Motor driver L298N digunakan untuk mengatur kecepatan dan arah dari motor DC sedangkan relay digunakan sebagai saklar dari solenoid door lock. Berdasarkan hasil pengujian sistem pengontrolan pintu garasi mobil dengan smartphone android bekerja dengan baik. Pengontrolan yang dilakukan yaitu pengontrolan buka dan tutup pintu garasi mobil serta pengontrolan buka dan tutup kunci pintu garasi mobil. Jarak maksimum yang dapat dikontrol yaitu 20 meter dengan waktu maksimum 1 detik. Untuk buka dan tutup pintu garasi dengan menggunakan PWM (Pulse Width Modulation) sebesar 85 byte per sekon sehingga duty cycle-nya adalah 33%
PREPARASI DAN KARAKTERISASI SIFAT OPTIK NANOPARTIKEL Cu2O DENGAN METODE KOPRESIPITASI
Pintor Simamora;
Marinto Siagian
EINSTEIN (e-Journal) Vol 2, No 1 (2014): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (384.944 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v2i1.5104
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan nanopartikel Cu2O dengan menggunakan metode kopresipitasi, untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap sifat optik, dikarakterisasi dengan menggunakan UV-Vis. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan bahan CuSO4.5H2O dan larutan isopropanol dengan menggunakan magnetik stirer selama 2 jam. Selama pencampuran berlangsung ditetesi dengan NH4OH . Kemudian dilakukan pemanasan selama 3 jam pada suhu 300oC, 325oC, 350oC, 375oC, 400oC Spektorfotometer UV-VIS digunakan untuk mengetahui nilai absorbansi, transmitansi, bandgap nya Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan metode kopresipitasi dihasilkan nanopartikel berbentuk serbuk, melalui persamaan scharrer diperoleh ukuran partikel nya sekitar 36-58nm, sementara hasil Uv-Vis menunjukan nilai Absorbansi optimum berada pada suhu 325oC yaitu 1,5361, dengan adanya peningkatan suhu, absorbansi menurun. Nilai Transmitansi optimum berada pada suhu 300oC yaitu 72.1%, diperoleh bahwa peningkatan suhu mengakibatkan nilai transmitansi cenderung menurun . Dan Bandgap berada pada suhu 375oC yaitu 4,055eV. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa ukuran kristalin dari Cu2O tersebut sudah berukuran dibawah 100 nm
PENGARUH CAMPURAN ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (ATKKS) DAN CARBON BLACK TERHADAP SIFAT MEKANIK KOMPON KARET
Anti, Juli;
Ginting, Eva Marlina
EINSTEIN (e-Journal) Vol 7, No 3 (2019): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.068 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v7i3.15165
Telah dilakukan penelitian tentang pencampuran nanopartikel abu tandan kosong kelapa sawit (ATKKS) dan Carbon Black terhadap sifat mekanik kompon karet dengan tujuan mengetahui komposisi terbaik dan pengaruh dari bahan pengisi ATKKS dan Carbon Black terhadap sifat mekanik kompon karet yang meliputi kekerasan, kekuatan tarik, perpanjangan putus , dan pengembangan (swelling). Metode yang digunakan dalam pembuatan nanopartikel adalah metode kopresipitasi dan jenis Carbon Black yang digunakan adalah Carbon Black N330. Hasil pembuatan nanopartikel ATKKS diperoleh ukuran sebesar 68,63 nm. Hasil uji XRD didapatkan komposisi paling dominan yaitu senyawa SiO2 sebanyak 39,06 %. Hasil uji sifat mekanik karet diperoleh nilai kekuatan tarik terbaik terdapat pada sampel ke 6 dengan komposisi bahan pengisi ATKKS/ Carbon Black sebesar 70/30 phr, yaitu 2,6 MPa dengan perpanjangan putus sebesar 140 %. Sedangkan hasil dari uji kekerasan didapat nilai kekerasan terbaik pada sampel ke 2 dengan komposisi bahan pengisi ATKKS/ Carbon Black sebesar 30/70 phr , yaitu 57 Shore A. Untuk hasil uji swelling didapat kompon yang tidak cepat mengembang dalam larutan toluena terdapat pada sampel ke 1 dan ke 2 dengan komposisi bahan pengisi ATKKS/ Carbon Black sebesar 0/100 phr dan 30/70 phr yaitu besar swelling per 72 jam adalah 5 % dari berat awal. Dapat disimpulkan bahwa pada penelitian ini mendapatkan sifat mekanik yang lebih baik dari penelitian sebelumnya, hal ini dikarenakan kandungan SiO2 yang terdapat pada nanopartikel ATKKS cenderung memperbaiki sifat mekanik kompon karet yaitu kuat tarik dan perpanjangan putus akan tetapi cenderung menurunkan nilai kekerasan dan swelling pada kompon karet.Kata Kunci: Kompon Karet, ATKKS, Carbon Black, Sifat Mekanik
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT IJUK DAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAPKUAT TEKAN BETON
Rudi Lubis;
Marabangun Harahap
EINSTEIN (e-Journal) Vol 3, No 2 (2015): EINSTEIN
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (105.283 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v3i2.5460
Abstrak Telah dilakukan penelitian geolistrik untuk menentukan batuan bawah permukaan di daerah Pamah Paku Kutambaru Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan penyebaran batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitasnya. Penentuan jenis batuan bawah permukaan dilakukan dengan menggunakan alat geolistrik ARES (Automatic Resistivity System) dengan metode Schlumberger sebanyak 12 lintasan dan panjang lintasannya 155 meter. Nilai resistivitas bawah permukaan diolah menggunakan software Res2Dinv didapatkan penampang dua dimensi. Penyebaran batuan dilakukan dengan menggunakan software surfer8 untuk mengetahui penyebarannya hingga kedalaman 28 meter. Hasil penelitian menunjukkan terdapat batu gamping di kedalaman 15 meter hingga 28 meter dengan nilai resistivitas 500 Ωm hingga 10000 Ωm. Dari permukaan hingga kedalaman 10 meter dengan nilai resistivitas antara 100 Ωm hingga 500 Ωm didominasi oleh batu tufa. Kata Kunci: Pamah Paku, Geolistrik, Res2dinV, Surfer8, Batu gamping
PEMBUATAN NANOPARTIKEL ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DENGAN PEG-6000
Eva Marlina Ginting;
Nurdin Bukit;
Dwi Ulfa Handayani
EINSTEIN (e-Journal) Vol 9, No 2 (2021): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.46 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v9i2.26187
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PEG-6000 terhadap ukuran dan fasa yang terkandung dalam partikel abu tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai September 2020 di Laboratorium Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit di balmill selama 6 jam kemudian diayak menggunakan ayakan berukuran 200 mesh. Selanjutnya disintesis dengan HCl 2M dan NaOH 2,5M. Kemudian pencampuran abu tandan kosong kelapa sawit dengan PEG-6000 dilakukan dengan perbandingan (1:3), (1:4), (1:5) dan dikeringkan dalam oven selama 4 jam dengan suhu 70 .Masing-masing sampel yang sudah dikeringkan digerus kembali selama kurang lebih 2 jam sebelum dilakukan pengkarakterisasian dengan XRD dan SEM. Hasil analisis XRD dari pembuatan nanopartikel abu tandan kosong kelapa sawit dengan PEG-6000 dengan perbandingan (1:3), (1:4) dan (1:5) diperoleh ukuran berturut-turut yaitu (16,31) nm, (50,57) nm, (46,08) nm dan fasa tridimit. Adapun hasil SEM menunjukkan bahwa morfologi nanopartikel abu tandan kosong kelapa sawit dengan PEG-6000 pada sampel 1:3 terjadi penumpukan butiran partikel seperti membentuk partikel besar yang baru. Pada sampel 1:4 ukuran butir partikel terlihat menyebar dengan distribusi masih acak danbercelah. Pada sampel 1:5 ukuran partikel didominasi oleh ukuran kecil dengankeseragaman ukuran butir yang rata-rata terlihat sama dengan distribusi yang masih acak tetapi sudah mulai rapat dan rongga antara butiran partikel tidak terlalu banyak
IDENTIFIKASI POLA PENYEBARAN FLUIDA BAWAH PERMUKAAN DAERAH GEOTHERMAL MENGGUNAKAN GEOLISTRIK DI DAERAH SORIK MARAPI KABUPATEN MANDAILING NATAL
Ade Rahmayani
EINSTEIN (e-Journal) Vol 8, No 3 (2020): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.963 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v9i1.23552
Telah dilakukan penelitian Identifikasi Pola Penyebaran Fluida Bawah PermukaanMenggunakan Geolistrik di Daerah Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur bawah permukaan panas bumi di daerah Sorik MarapKabupaten Mandailing Natal, dan mengetahui pola penyebaran fluida yang terdapat dbawah permukaan daerah geothermal di desa Roburan Dolok Kabupaten MandailingNatal. Pengambilan data dilakukan dalam metode geolistrik menggunakan alat Ares-G4 Versi 4,7 (Automatic Resistivity System) dan GPS (Global Positioning System) pengukuranmetode geolistrik dilakukan dengan membentangkan elektroda serta menginjeksi arusmelalui elektroda dan beda potensial yang muncul dapat terukur sehingga didapat hargaresistivitas semu yang diperoleh dari alat geolistrik. Kemudian data diolah menggunakan Res2Dinv untuk mendapatkan penampang kontur 2-D dari nilai resistivitas lapisan batuan,selanjutnya menggabungkan data dari ketiga lintasan yang diolah menggunakan Res3Dinv untuk mendapatkan penampang 3-D. Hasil penelitian bawah permukaan daerah panas bumi di Desa Roburan Dolok Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan menunjukkan nilai resistivitas bantuan di daerah penelitian terendah sekitar 0.989 m dan tertinggi mencapai >317 m. Struktur batuan di bawah permukaan di daerah panas bumi di DesaRoburan Dolok Kecamatan Mandailing Natal Kabupaten Tapanuli Selatan berdasarkan nilai resistivitas terdiri atas batuan lempung, lanau, batu lumpur, tufa vulkanik, batu pasir, batu kapur, lava, dan air tanah. Kontur penyebaran fluida menggunakan metode geolistrik tersebar melintang dari barat daya menuju timur laut.
IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN TANAH MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK DAN CITRA SENTINEL-1 DI PANTAI SITIRIS-TIRIS KABUPATEN TAPANULI TENGAH
Togi Tampubolon;
Junisa Perbina Br Barus
EINSTEIN (e-Journal) Vol 10, No 3 (2022): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (419.582 KB)
|
DOI: 10.24114/einstein.v10i3.39513
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode Geolistrik dengan citra sentinel- 1 dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan tanah di daerah Pantai Sitiris-Tiris Kabupaten Tapanuli Tengah. Berdasarkan analisa nilai resistivitasnya penelitian ini menggunakan metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger dengan 16 elektroda berjumlah dua lintasan dengan panjang masing-masing lintasan 75 meter menggunakan alat Ares-G4 v 4.7 (Automatic Resistivity System). Data yang diperoleh menggunakan alat Geolistrik berupa nilai resistivitas semu, kemudian diubah menjadi nilai resistivitas, data yang diperoleh dibuat menjadi gambar model penampang dua dimensi dengan menggunkan software Res2Dinv untuk menampilkan penampang kontur nilai resistivitas perlapisan batuan. Hasil penelitian Geolistrik menunjukkan bahwa daerah pesisir pantai Sitiris-Tiris memiliki nilai resistivitas 2,00 Ωm – 2,14 Ωm pada lintasan pertama dan 1,69 Ωm – 2,77 Ωm pada lintasan kedua. Berdasarkan dari nilai resistivitas yang diperoleh daerah tersebut mengandung Alluvium Muda yang terdiri dari tanah lempung, lanau dan pasir pada kedalaman 1,25 – 9,26 meter. Interpretasi litologi berdasarkan citra Sentinel-1 didapatkan satu macam satuan litologi di daerah penelitian yaitu Alluvium Muda dan terdapat tuffa toba disekitarnya pada kedalaman 0-10 meter. Alluvium muda merupakan endapan permukaan muda yang terdiri atas lempung, lanau kerikil dan pasir.