cover
Contact Name
Amran
Contact Email
amran.sejaro@gmail.com
Phone
+6285216499989
Journal Mail Official
amran.sejaro@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lapangan Bola No.34i, RT.4/RW.10, Kb. Jeruk, Kec. Kb. Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship
ISSN : 27758842     EISSN : 2775720x     DOI : -
TEMISIEN merupakan jurnal online yang mempublikasi hasil penelitian para dosen, baik di lingkungan Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Jakarta, maupun institusi lain yang memiliki kajian serupa di bidang Teologi, Misi, dan Entrepreneurship. TEMISIEN dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Jakarta, yang terbit dua kali dalam setahun, yakni setiap Maret dan September. TEMISIEN menerima naskah hasil penelitian dari setiap dosen, dengan Focus dan Scope pada bidang: 1. Teologi 2. Misiologi 3. Entrepreneurship Biblikal Naskah yang diserahkan akan diproses dengan menggunakan sistem double-blind review.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022): September 2022" : 5 Documents clear
Peranan STT Memperlengkapi Hamba Tuhan di Era Digital Suyadi - Tjhin
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.418 KB)

Abstract

Teknologi digital menjadi sebuah kebutuhan primer dan krusial di era ini khususnya selama pandemi covid-19 walau teknologi digital bagaikan buah simalakama yang dapat memberikan efek positif dan juga negatif.  Teknologi digital membuat menjadi efektif, efisien, dan inovatif dalam banyak bidang kehidupan, namun teknologi digital juga menimbulkan permasalahan hubungan dan benturan peradaban.  Pentingnya dan dampaknya teknologi digital tersebut juga mencakup gereja dan hamba Tuhan.  Untuk itu kajian ini mencoba meneliti peranan STT memperlengkapi hamba Tuhan di era digital.  Kajian kualitatif ini menggunakan metode studi pustaka.  Data-data utama buku, jurnal, dan sumber lainnya dikumpulkan, dipelajari, dianalisis, dan dirumuskan sesuai dengan rumusan masalah kajian.  STT di era digital ini perlu memperlengkapi konsep dan kompetensi digitalisasi, norma dan etika digitalisasi, justifikasi dan apologetika digitalisasi untuk mengasah kompetensi maupun karakter hamba Tuhan di era digitalisasi. Hasil penelitian ini dapat ditindaklajuti menjadi subjek mata kuliah tersendiri.
ENTREPRENEURSHIP : MENELISIK PRINSIP “PAY TOGETHER” CHRIS MARANTIKA DALAM UPAYA PENGINJILAN Amran Amran
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.993 KB)

Abstract

Penginjilan merupakan tugas orang percaya untuk menggenapi amanat agung Tuhan Yesus. Tugas ini membutuhkan pengorbanan dalam berbagai aspek kehidupan orang percaya. Baik waktu, tenaga maupun materi. Tanpa bermaksud mengesampingkan kuasa Roh Kudus, kelancaran pemberitaan injil juga membutuhkan andil orang percaya yang memiliki sumber dana secara materi. Atas kesadaran inilah maka Chris Marantika almarhum (Pendiri Yayasan Iman Indonesia dan Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia) mencanangkan sebuah prinsip Pay Together. Prinsip ini mendorong orang percaya menyumbangkan dana untuk pekerjaan misi ini. Seiring berjalannya waktu ditemukan bahwa ide ini memiliki kelemahan yang menyertainya. Yakni, ketergantungan pada dana sumbangan sehingga tidak bisa mandiri, penyimpangan motivasi serta keterlibatan pemberi dana terhadap pekerjaan misi. Masalah ini membuat tujuan amanat agung mengalami kendala dan prinsip Pay Together tidak berjalan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu diperlukan solusi yang dapat menyelesaikan masalah ini. Menggunakan metode kualitatif, penulis mengumpulkan informasi dan menganalisa masalah serta menemukan solusi yang tepat. Hasilnya, entrepreneurship diajukan untuk melengkapi konsep di atas. Dengan demikian konsep Pay Together tidak lagi berdiri sendiri tetapi Bersama-sama dengan entrepreneurship. Gabungan antara keduanya diharapkan dapat mempercepat laju penginjilan sehingga amanat agung dapat tergenapi sebagai kehendak Tuhan kita.
PELAYANAN PENGGEMBALAAN KEPADA ANGGOTA JEMAAT YANG KEHILANGAN MATA PENCAHARIAN KARENA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) Janes Sinaga; Deddy Panjaitan; Juita Lusiana Sinambela
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.667 KB)

Abstract

Kehilangan pekerjaan (PHK) berdampak negatife pada psikologis, rohani, ekonomi, keharmonisan rumah tangga dan pelayanan gereja. Berdasarkan latar belakang diatas, maka bagaimana penggembalaan seperti apa yang harus dilakukan pendeta kepada anggota yang demikian? Tujuan penelitian ini adalah: Satu, bagaimana memberikan pendampingan, penggembalaan secara rohani, psikologis dan ekonomi kepada anggota yang kena PHK. Dua, bagaimana menolong anggota yang di PHK supaya tetap setia dan kembali bekerja. Tiga, bagaimana meneguhkan iman anggota korban PHK bahwa Tuhan akan menolong dan memberikan pekerjaan yang baru kepada mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini bermanfaat kepada para pendeta, penatua dan kalangan umum, antara lain: Satu, meningkatkan kepekaan sosial dan rohani bahwa masalah PHK masalah serius karena menyangkut hidup seseorang dan gereja. Dua, menjadi bahan untuk menolong menggembalakan mereka yang terkena PHK dan membantu memberikan jalan keluar bagi mereka.
Peran Teolog dalam Membangun Humanisasi Peradaban Era Society 5.0 Joni Manumpak Parulian Gultom
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.719 KB)

Abstract

Pasca Revolusi Industry 4.0 telah menunjukkan perkembangan mutakhir dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Bersamaan kehadiran Internet of Things dan Artificial Intelligent justru meninggalkan dampak negative kualitas peradaban kemanusiaan normal maupun religius yang tergerus. Komunikasi verbal, komunitas manusia  berbudaya dan kehidupan fisik religious beralih kepada ruang maya, komunikasi virtual dan aplikasi. Namun ada harapan baru dalam era Society 5.0 yang berfokus kepada sinergisitas manusia dan teknologi. Tetapi para teolog dalam Gereja, Sekolah Tinggi Teologi dan institusi lainnya terkesan lambat dan kurang sensitive melakukan suatu terobosan, khususnya berkaitan dengan humanisasi peradaban kekinian. Tujuan penulisan ini menjelaskan peran dan langkah teolog dalam praktek ruang untuk memberi dasar Alkitabiah dalam humanisasi peradaban era society 5.0. Metode penelitian adalah kualitatif deskripstif dengan pendekatan study literature. Konstruksinya adalah teolog berperan dalam; [1] Pengajaran dan praktek Alkitabiah yang fundamental tentang humanisasi peradaban. [2] Antisipasi teori humanisasi peradaban global yang menekan. [3] Pembangunan profetik kepemimpinan humanis generasi digital [4] Pembangunan manusia seutuhnya secara lokal dan global. Kesimpulan bahwa peran dan langkah teolog berpengaruh besar dalam Pengajaran dasar tentang peradaban kemanusiaan Alkitabiah di tengah peradaban baru era society 5.0. Selain itu teolog harus mampu menggunakan ruang hybrid dan mix method dalam metode pelayanan dan kotbah pengajaran secara simultan atau partial. Sarannya adalah komunitas para teolog senior maupun muda secara kontinyu mempresentasikan theology humanisasi dalam seminar dan pelatihan untuk mengantisipasi peradaban dunia yang berubah. Hal paling terpenting adalah para teolog harus sensitive dan menjadi bagian dalam kegerakan humanisasi peradaban khususnya di kalangan generasi milenial
Spiritualitas Homo Digitalis: Memperjumpakan Injil dengan Masyarakat Siber di Era Postmodern David Eko Setiawan
TEMISIEN: Jurnal Teologi, Misi, dan Entrepreneurship Vol 2, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.383 KB)

Abstract

ABSTRAK: Semakin pesatnya perkembangan teknologi digital di abad ini telah memunculkan sosok Homo Digitalis. Ia adalah makhluk yang dikendalikan oleh media, berfungsi sebagai media serta mampu mengadaptasi iklim teknologi digital. Sebagai bagian dari masyarakat siber yang hidup di era postmodern, ia juga perlu berjumpa dengan berita Injil yang menyelamatkan, karena akibat dosa sosok ini pun tak luput dari penghakiman Allah dan kesuraman hidup. Meskipun Homo Digitalis terjebak dalam pusaran teknologi dan postmodernisme, ia tetaplah merupakan Homo Spiritus yang memiliki kerinduan untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, khususnya keselamatan dari penghukuman Allah dan kesuraman hidup. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini berusaha menjawab masalah berikut; Bagaimanakah memperjumpakan Injil dengan masyarakat siber di era postmodern dengan mempertimbangkan spiritualitas Homo Digitalis? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan serta menjelaskan jembatan pewartaan Injil kepada masyarakat siber di era postmodern dengan mempertimbangan spiritualitas homo digitalis. Metode yang digunakan adalah menggunakan library research. Sedangkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pertama, kerinduan Homo Digitalis untuk selalu terkoneksi dengan yang lain dapat menjadi titik temu untuk memperjumpakannya dengan The Real Connection, yaitu pemulihan hubungan yang intim dengan Allah melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus. Kedua, ziarah digital sebagai wujud kerinduan Homo Digitalis dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi spiritualnya dapat juga menjadi titik temu untuk memperjumpakan pesan Injil dalam bentuk konten-konten digital yang menarik, interaktif dan inovatif. Ketiga, kecenderungan Homo Digitalis untuk mengaburkan kebenaran perlu diperjumpakan dengan Sang Kebenaran yaitu Yesus Kristus melalui produk-produk digital yang dapat menjadi “magnet” baginya untuk mengenal Kebenaran Sejati.

Page 1 of 1 | Total Record : 5