cover
Contact Name
Rendiyatna Ferdian
Contact Email
rendiyatna.ferdian@widyatama.ac.id
Phone
+6281212577456
Journal Mail Official
logic@widyatama.ac.id
Editorial Address
Graha Widyatama Lantai 3 Jalan Cikutra no. 204A, Kel. Sukapada, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Published by Universitas Widyatama
ISSN : 29622689     EISSN : 29622670     DOI : -
Jurnal LOGIC (Logistics & Supply Chain Center) merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Studi LOGIC Universitas Widyatama Bandung. Terbit pertama kali pada tahun 2022, jurnal ini terbit sebanyak 2 kali dalam setahun yaitu pada Bulan Januari dan Juli. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini merupakan hasil penelitian, studi literatur, dan penerapan ilmu di berbagai bidang. Jurnal LOGIC berisikan penulisan artikel yang meliputi Logistic & Supply Chain Management (SCM), Operation Research, dan Production System. Jurnal ini sebagai media untuk publikasi bagi para akademisi, praktisi maupun pihak lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penelitian terutama di bidang logistik dan SCM. Artikel yang diterima oleh jurnal LOGIC akan direview oleh Reviewer untuk dinilai substansi dan kelayakannya dengan teknik blind review. Artikel yang telah lolos dan diterima akan diterbitkan pada edisi terbit terdekat.
Articles 37 Documents
Pengendalian Persediaan Stock Reagen Acetonitrile dengan Metode Probabilistik Model P-Backorder Widina, Kaniar; Muchammad Fauzi
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/logic.vol2.iss2.2023.1822

Abstract

Masalah yang dihadapi pada PT XYZ adalah terjadinya stockout sebanyak 25 botol reagen Acetonitril dalam setahun yang mengakibatkan terhambatnya proses analisa obat dan berakhir pada terlambatnya release produk. Untuk pemesanan reagen Acetonitrile dilakukan setiap awal bulan tergantung dari adanya persediaan pada bulan sebelumnya dengan leadtime pemesanan 10 hari. Ketika ada kekurangan persediaan, maka akan dilakukan pemesanan ulang pada vendor dan vendor tersebut bersedia untuk memasok kekurangan reagen tersebut. Kondisi pemenuhan permintaan bersifat backorder, karena permintaan yang tidak dapat di penuhi pada saat sekarang, tetapi kemudian dipenuhi pada periode yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebijakan persediaan pada reagen Acetonitrile yang optimal juga menentukan biaya inventory yang minimal. Model P (periodic review method) merupakan model perencanaan pengendalian persediaan inventory probabilistik yang dapat menentukan waktu pemesanan optimal, inventory maksimum yang diharapkan, cadangan pengaman yang harus ada dan ekspektasi ongkos total persediaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa model P dapat memangkas ongkos persediaan untuk reagen Acetonitrile sebesar Rp. 519.709 atau sebesar 0,23% lebih rendah dari kebijakan perusahaan dengan interval waktu pemesanan (T) adalah 0,12 tahun, inventori maksimum yang diharapkan (R) sebanyak 46 botol, memiliki cadangan pengaman (safety stock) sebanyak 2 botol dan ongkos total pertahun sebesar Rp. 224.904.881.  
Optimasi Persediaan Limulus Amebocyte Lysate (LAL) dengan Implementasi Model Q Probabilistik Fauziah, Rahmi; Anwar, Asep
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/logic.vol2.iss2.2023.1829

Abstract

Penelitian dilakukan di PT X yang merupakan sebuah perusahaan farmasi. Hasil identifikasi terdapat enam masalah utama, dengan dua di antaranya sulit dianalisis lebih lanjut karena kendala finansial dan implementasi IT. Empat diantaranya mengenai sistem persediaan, dimana terdapat maslah kekurangan stok persediaan ketika akan digunakan. Analisis penelitian difokuskan pada kekurangan stok, di mana penelitian dilakukan dengan mempertimbangkan sistem pengadaan probabilistik metode Q dengan strategi perhitungan safety stock dan re-order point. Hasil penelitian menunjukkan rekomendasi safety stock sebanyak 3 vial dan re-order point sebanyak 5 vial. Rekomendasi perubahan dalam manajemen persediaan di PT X juga disarankan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Pengendalian Persediaan Obat Menggunakan Metode Algoritma Wagner-Wihtin di PT Adi Bina Sarana Medika Semarang Cantaka, Nainawa Ladito Cheris; Fauzi, Muchammad
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v3i1.1834

Abstract

PT Adi Bina Sarana Medika adalah distributor obat dan alat kesehatan salah satunya untuk beberapa pelanggan baik apotek maupun perusahaan besar. Namun, saat ini dalam melakukan pemesanan barang terdapat total biaya cukup besar untuk persediaan obat. Besarnya biaya persediaan tersebut diakibatkan karena frekuensi pemesanan yang cukup tinggi. Saat ini perusahaan menggunakan metode lot for lot dimana pemesanan dilakukan hanya untuk memenuhi satu periode saja. Penggunaan metode lot for lot tersebut masih menyebabkan tingginya total biaya persediaan karena tingginya frekuensi pemesanan yang dilakukan oleh perusahaan. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara metode lot for lot dengan metode algoritma Wagner-Within. Tujuan perbandingan tersebut adalah untuk mengetahui manakah metode yang tepat untuk menciptakan total biaya persediaan yang lebih optimal, ekonomis dan efisien. Penggunaan algoritma Wagner-Within ini menggunakan perhitungan dengan memilih periode pemesanan terbaik sehingga biaya seperti pembelian dan penyimpanan dapat dioptimalkan menjadi lebih ekonomis. Berdasarkan hasil perhitungan algoritma Wagner-Within, frekuensi pemesanan mengalami penurunan dengan jumlah kuantitas pemesanan bertambah. Total biaya persediaan dengan menggunakan algoritma Wagner-Within sebesar Rp 2.410.200 lebih ekonomis dibandingkan dengan menggunakan metode lot for lot perusahaan sebesar Rp 4.800.000 sehingga adanya penghematan menggunakan algoritma Wagner-Within sebesar Rp 2.389.800 atau lebih hemat 50%.
Optimalisasi Lokasi Gudang Menggunakan Metode Center of Gravity pada PT ABC Erlangga, Erlangga; Zaki, Muhammad Radin; Hermawan, Raihan Cagiva; Fauzi, Muchammad
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v3i1.2099

Abstract

Optimalisasi lokasi gudang untuk suatu industri dan manajemen di bidang pengolahan bahan baku menjadi hal yang krusial bagi keberhasilan operasional gudang suatu industri. Penelitian ini dilakukan di PT ABC yang berlokasi di Jl. Kp. Babakan Jati, Pancawati, Kec. Klari, Karawang, Jawa Barat 41371. PT ABC merupakan salah satu gudang industri pengolahan bahan baku kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan lokasi gudang PT ABC, sebuah industri pengolahan bahan baku kedelai, dengan menggunakan metode Center of Gravity guna meningkatkan efisiensi operasional distribusi dan mengurangi biaya pengiriman. Metode penelitian ini dilakukan pengumpulan data dengan studi lapangan pada PT ABC. Hasil penelitian menunjukkan penentuan titik koordinat lokasi baru gudang penyimpanan PT ABC di Jl. Surotokunto, Adiarsa Timur, Kec. Karawang Timur, Karawang, Jawa Barat 41311. Lokasi gudang usulan tersebut memudahkan optimalisasi pengurangan biaya, jarak, dan waktu operasional pengiriman. Perbandingan biaya operasional antara lokasi awal dan penggunaan menunjukkan penurunan sebesar Rp 9.737.399 dari Rp 17.584.869 sehingga penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode Center of Gravity secara efektif dapat menjadi strategi optimal dalam pengelolaan lokasi gudang dan distribusi bagi PT ABC kepada pelanggan.
Analisis Evaluasi Vendor Menggunakan Metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT) di PT XYZ Dwitasari, Friyanka
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v3i1.2250

Abstract

Penelitian ini mengkaji evaluasi vendor di PT XYZ menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan membandingkannya dengan metode eksisting. Permasalahan utama adalah penilaian vendor yang kurang objektif akibat pemberian bobot yang sama rata untuk setiap kriteria. Metode MAUT diterapkan dengan lima kriteria utama: karyawan, komunikasi, harga, administrasi, dan kualitas, masing-masing dengan bobot berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode MAUT memberikan evaluasi yang lebih objektif dan terukur dibandingkan metode eksisting. Peringkat vendor berdasarkan MAUT adalah PT D (14,667), PT A (14,34), PT C (5,332, dan PT B (2,664), sedangkan metode eksisting menghasilkan urutan PT A, PT D, PT C, dan PT B. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa MAUT lebih sensitif terhadap variasi kinerja vendor dan lebih adaptif terhadap perubahan prioritas organisasi. Kesimpulannya, metode MAUT menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif dan akurat dalam evaluasi vendor di PT XYZ.
Analisis Pengadaan Reference Standard di PT XYZ Berdasarkan Metode ABC Class-Based Nufauziah, Rizka; Fauziah, Rahmi
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v3i1.2256

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi yang memiliki kantor pusat di Inggris. Produk dari PT XYZ dapat dijual secara bebas jika sudah lulus pengujian kualitas yang dilakukan pada bagian Quality Control (QC). Pengujian kualitas dilakukan secara rutin untuk setiap produk setelah diproduksi. Masalah yang teridentifikasi saat ini yaitu aktivitas pengadaan pada Reference Standard sebagai pembanding analisis di laboratorium QC. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan continuous improvement dalam pengadaan Reference Standard berdasarkan metode ABC Class-Based yang mengklasifikasikan barang menjadi 3 kategori. Berdasarkan hasil penelitian, pembagian produk pada PT XYZ yaitu kelas A yang dikategorikan untuk material fast moving terdiri dari 3 jenis Reference Standard dengan kumulatif presentase sebesar 56,91%. Kelas B untuk Reference Standard dengan kategori medium moving yang terdiri dari 3 jenis Reference Standard dengan kumulatif presentase 30,29%. Kelas C untuk Reference Standard produk slow moving yang terdiri dari 2 jenis Reference Standard dengan kumulatif presentase sebesar 12,80%.
Analisis Penerapan Lean Warehouse untuk Minimasi Waste pada PT Pos Logistik Indonesia Nurulita, Salsabila
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v3i1.2276

Abstract

Divisi Value Added Service (VAS) PT Pos Logistik Indonesia seringkali tidak dapat mencapai target produksi yang ditetapkan. Identifikasi awal menunjukkan faktor penyebab keterlambatan yaitu menunggu datangnya material pendukung. Metode Lean Warehouse berdasarkan konsep Lean Manufacturing digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan akar dari jenis pemborosan dan mendapatkan solusi yang tepat untuk mengurangi waktu tunggu stiker dan pelabelan Bedtime Lotion. produk 100ml. Hasil penelitian menunjukkan urutan persentase waste yaitu defect waste 22,40%, overproduction waste 16,76%, motions waste 16,32%, inventory waste 14,47%, transportation waste 10,70%, process waste 10,59% dan waiting waste 8,77 %. Terdapat peningkatan pada aktivitas Non-Value Added (NVA) yang semula berjumlah 430 detik menjadi 395 detik, sedangkan pada aktivitas Value Added (VA) yang semula berjumlah 700 detik menjadi 632,8 detik setelah dilakukan perbaikan atau penurunan waktu sebesar 0,35% pada aktivitas Non-Value Added (NVA), sedangkan pada aktivitas Value Added mengalami penurunan sebesar 0,672%.
Implementasi Distribution Requirements Planning (DRP) di PT Wira Citra Agung Mandiri Vicky Avinas; Didit Damur Rochman
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v5i1.3458

Abstract

The gap between increasing demand and limited supply is due to government policies that regulate the purchase and storage of subsidized LPG. This condition requires distribution agents to have an inventory management system that is able to adjust needs appropriately and sustainably. PT Wira Citra Agung Mandiri as a 3KG LPG distribution agent in Bandung Regency is experiencing problems in stock management and product distribution. Symptoms of problems that arise are characterized by frequent shortages of inventory at the base and shop level when demand increases, as well as excess stock in certain periods. This condition occurs because the inventory management implemented is still reactive and not yet supported by a structured and integrated distribution planning system, thus having an impact on logistics efficiency and service quality to consumers. This research aims to describe the implementation of ongoing logistics management and evaluate the usefulness of the Distribution Requirements Planning (DRP) model as an alternative distribution planning system in optimizing 3KG LPG supplies. The research method used is quantitative descriptive with analysis units of agents, bases and stalls which are members of the company's distribution network. Data was analyzed by comparing the Lot for Lot and Distribution Requirements Planning (DRP) methods in inventory management. The research results show that the application of DRP is able to produce distribution planning that is more systematic, coordinated and efficient than the Lot for Lot method. Apart from that, DRP has been proven to be able to reduce total inventory costs and overcome stock shortage problems significantly. Therefore, the implementation of DRP is recommended to be implemented comprehensively at PT Wira Citra Agung Mandiri in order to increase distribution efficiency and operational sustainability of 3KG LPG.
Peramalan Permintaan FP Flooring Jati Pada Perhutani KBM Industri Kayu Gresik Menggunakan Metode Single Moving Average Fakhrina Triafida; Aniza Hanjas Putri; Dita Rosyita
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v5i1.3575

Abstract

The wood processing industry is a strategic sector supporting the national economy. Perum Perhutani KBM Industri Kayu faces challenges in the form of uncertain fluctuations in demand for Finished Product (FP) Teak Flooring, which risks causing overstock or shortages. This study aims to forecast demand for FP Teak Flooring products at Perum Perhutani KBM Industri Kayu in order to optimize production planning and inventory management. The method used in this study is a quantitative approach by utilizing secondary time series data in the form of product demand volume for five years. The data was analyzed using the Single Moving Average (SMA) forecasting method by comparing the period parameters (n) = 2 and (n) = 3. Evaluation of model accuracy was measured using the Mean Error (ME), Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), and Mean Absolute Percentage Error (MAPE) indicators. The results showed that the 2-SMA method had a smaller error value compared to the 3-SMA method, so it was chosen as the best model. The MAPE values ​​of both methods were in the range of 20–50%, a good forecasting capability category. The projected demand for the next five years is 3,723 m3 in 2027, decreasing to 3,288 m3 in 2028, then increasing again to 3,505 m3 in 2029. The following year it will decrease again to 3,396 m3 and increase slightly in 2031 to 3,451 m3.
Perbaikan Operasional Gudang untuk Mengurangi Komplain Pelanggan menggunakan Six Sigma DMAIC Erik Sutendi; Riki Ridwan Margana
Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Logic: Logistics & Supply Chain Center
Publisher : Widyatama University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33197/jlscc.v5i1.3588

Abstract

Company X is a household appliance distributor company facing problems in warehouse operations and inventory control. The high number of customer complaints indicates that the warehouse operational process at Company X has not been running optimally, thus affecting service quality. This study aims to identify complaint categories that are prioritized for improvement, analyze the factors causing complaints, and formulate proposals for warehouse operational improvements to reduce customer complaints. The study uses the Six Sigma method with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) approach. The Define stage is carried out by identifying problems and determining Critical to Quality (CTQ) based on customer complaint data. The Measure stage uses a Pareto Chart, as well as calculations of Defect per Opportunity (DPO), Defect per Million Opportunities (DPMO), and sigma values. The measurement results show a complaint rate of 0.57% of 81,471 transactions with a process capability of 4.1 sigma. The Pareto diagram shows five dominant complaint categories that contribute 84.42% of the total complaints. The Analyze stage uses a Fishbone Diagram to identify the root causes of complaints. The Improve phase proposes the implementation of a barcode-based Warehouse Management System (WMS), SOPs for marketplace product information management, and the 5S method. Furthermore, the Control phase involves implementing Warehouse operational SOPs, monitoring checklists, and periodic audits to continuously monitor the proportion of complaints. The proposed improvements are expected to improve warehouse operational effectiveness and reduce customer complaints.

Page 3 of 4 | Total Record : 37