cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma@stikmuhptk.ac.id
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
jurnal@stikmuhptk.ac.id
Editorial Address
Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, Jl. Sei Raya Dalam, Gg. Ceria V, Pontianak, Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
ISSN : 20868375     EISSN : 25280937     DOI : https://doi.org/10.54630/jk2
Core Subject : Health, Science,
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of nursing and health sciences. JKK, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of nursing and health areas as follows: 1. Adult Nursing 2. Child and Maternal Nursing 3. Community Nursing, as includes: Family Nursing and Gerontological Nursing 4. Mental Health Nursing 5. Nursing Science 6. Emergency and Critical Care Nursing 7. Basic Nursing Science
Articles 249 Documents
Uji Efektifitas Teknik Relaksasi Genggam Jari dan Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas Derajat Disminore pada Remaja Putri di SMA Negeri 10 Pontianak Tutur Kardiatun; Kharisma Pratama; Fathul Khair; Hartono Hartono; Ditha Astuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.419 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v11i2.125

Abstract

Disminore adalah salah satu gangguan dalam siklus menstruasi yang sering dialami oleh wanita termasuk remaja. Intensitas derajat disminore yang dialami oleh wanita berbeda-beda mulai dari ringan hingga berat dan mengganggu aktivitas. Penanganan disminore dapat dilakukan dengan cara farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu cara non-farmakologi yang dapat digunakan adalah teknik relaksasi genggam jari dan nafas dalam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui manakah yang lebih efektif antara terapi relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan intensitas derajat disminore pada remaja putri di SMA Negeri 10 Pontianak. Metode penelitian: Quasi eksperimental design dengan menggunakan rancangan two group pretest-posttest without control group design. Sampel sebanyak 30 orang remaja menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaaan efektivitas antara teknik relaksasi genggam jari dan nafas dalam terhadap penurunan intensitas derajat disminore dengan p value 0,324 (p value >0,05). Kesimpulan : Teknik relaksasi genggam jari dan nafas dalam efektif terhadap penurunan intensitas derajat disminore sedang menjadi ringan dikarenakan kedua teknik ini merupakan bagian dari teknik relaksasi yang mengutamakan pernafasan dengan menarik nafas secara perlahan-lahan akan memicu pengeluaran hormon endorphin yang memiliki efek analgesik dan menekan pertahanan nyeri serta membuat tubuh menjadi rileks dan melepaskan ketegangan otot-otot terutama uterus yang mengalami spasme karena peningkatan prostaglandin sehingga nyeri yang dirasakan dapat berkurang.
GAMBARAN PERSEPSI SPIRITUAL PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Tina Muzaenah
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.196 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v11i2.127

Abstract

Latar belakang: Spiritualitas merupakan sebuah keyakinan dari suatu hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Spiritual adalah suatu kebutuhan manusia untuk mempertahankan keyakinannya serta memenuhi kebutuhan agamanya. Spiritualitas memberikan peranan penting dalam berpikir dan bertingkah laku pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Spiritualitas bermanfaat sebagai sumber dukungan, penuntun hidup, mempengaruhi tingkat kesehatan, sumber kekuatan dan penyembuhan. Tujuan: Mengetahui gambaran persepsi spiritual pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Purwokerto Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif non eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) dengan Rerata koefisiensi reabilitasnya adalah 0,92. Analisis univariat meliputi deskripsi karakteristik responden, persepsi spiritual dan tingkat spiritual responden Hasil: Persepsi Spiritual Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di RSI Purwokerto menunjukkan 88,1 % dalam kategori tinggi, 10,9 % sedang, dan 1 % rendah. Sedangkan tingkat spiritualnya adalah 80 % dalam kategori tinggi dan 20 % dalam kategori sedang. Kesimpulan: Semakin baik atau tinggi persepsi sipiritual responden maka akan semakin baik atau tinggi pula tingkat spiritualnya.
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG SELF-DIRECTED LEARNING READINESS (SDLR) TERHADAP METODE PEMBELAJARAN S1 KEPERAWATAN FIKES UMP Wahyu Riyaningrum
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.479 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v11i2.128

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Pembelajaran modern dalam kegiatan belajar saat ini semakin sedikit menggunakan pendekatan terstuktur tetapi lebih banyak tugas belajar mandiri. Kesiapan belajar mandiri yang tinggi menunjukkan adanya kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan prinsip-prinsip self-directed: manajemen diri, keinginan untuk belajar, dan pengendalian diri. Tujuan: Mengetahui tingkat kesiapan belajar mandiri mahasiswa/ Self-Directed Learning Readiness (SDLR) pada mahasiswa S1 keperawatan FIKES UMP. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif non eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner Self-Directed Learning Readiness (SDLR). Analisis univariat meliputi deskrpsi karakteristik responden, persepsi SDLR responden. Responden penelitian ini berjumlah 700 mahasiswa S1 keperawatan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan skor SDLR mahasiswa semester 1 dalam kategori tinggi dengan rata-rata (144.86), mahasiswa semester 3 dalam kategori tinggi dengan rata-rata (143.97), mahasiswa semester 5 dalam kategori tinggi (144.74). Kesimpulan: Kesiapan belajar mandiri mahasiswa S1 keperawatan FIKES UMP termasuk dalam kategori tinggi.
Tindakan Suction Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Marta Tania Gabriel Ching Cing
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.992 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v11i2.129

Abstract

Latar belakang: Pasien yang menggunakan alat bantu napas berupa ventilator mekanik kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan secret secara manual Keaadaan ini menyebabkan resiko obstruksi jalan napas oleh karena itu maka dilakukan tindakan suction. Tindakan suction termasuk intervensi yang mendapatkan perhatian sehingga prosedur dapat diberikan dengan meminimalkan efek samping salah satunya dengan mengontrol kedalaman kateter suction saat melakukan penghisapan secret. Tujuan: Mengetahui pengaruh depth suction dan shallow suction terhadap perubahan saturasi oksigen di Ruang ICU Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasi eksperiment desain per-post test. Pada pasien ICU RSUD Ulin Banjarmasin terhadap 20 responden yang kumpulkan dengan consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan dependent test dan independen T test. Hasil Penelitian: Pengukuran saturasi oksigen sebelum dan setelah dilakukan depth suction didapatkan hasil uji statistik didapatkan p > 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan nilai sebelum dan setelah diakukan depth suction. Kemudian Pengukuran saturasi oksigen sebelum dan setelah dilakukan shallow suction pada saturasi oksigen menurun (mean 98,3 – mean 98,2) statistik saturasi oksigen p > 0,05 bahwa tidak terdapat perbedaan pada sebelum dan setelah dilakukan shallow suction. Kesimpulan: tehnik Depth dan shallow suction tidak mempengaruhi perubahan nilai saturasi oksigen pasien dengan ETT di Ruang ICU Rumah Sakit Ulin Banjarmasin. Kata Kunci : Endotrakeal suction, saturasi oksigen, keperawatan intensif.
PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK SAHABAT CARE PONTIANAK Rizal Mustakim
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.93 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.130

Abstract

PENGARUH TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK SAHABAT CARE PONTIANAK Rizal Mustakim STIK Muhammadiyah Pontianak leo.boy_rizalmustakim@yahoo.co.id Abstrak Latar Belakang Diabetes melitus ditandai dengan adanya hiperglikemia, yaitu merupakan keadaan yang menunjukan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Namun, di Indonesia metode dan praktisi bekam belum terstandarisasi. Untuk itu perlu diadakannya penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bekam terhadap kadar gula darah penderita diabetes melitus. Tujuan Mengamati dan menganalisis pengaruh bekam basah terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Rumah Perawatan Luka, Stoma & Inkontonensia “ Sahabat Care” Pontianak. Metode Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design dengan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah penderita diabetes melitus yang menggunakan bekam basah yang dipilih dengan metode purposive sampling. Kadar gula daraH diukur menggunakan Alat Safe Aq. Pengukuran dilakukan saat sebelum dan sesudah perlakuan. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji parametrik Paired t-Test. Hasil Didapatkan penurunan kadar gula darah sebesar 24,77% dengan perbedaan yang bermakna (p=0,000) antara kadar gula darah sebelum dan sesudah diterapi bekam basah. Kesimpulan Terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar gula darah sebelum dan sesudah di terapi bekam basah, meskipun pasien tetap mengkonsumsi obat anti diabetes. Kata Kunci: Bekam, diabetes melitus, kadar gula darah
GAMBARAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI UNIT RAWAT INAP VIP RUMAH SAKIT KHARITAS BHAKTI PONTIANAK Desti Dwi Ariani
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.361 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.131

Abstract

Latar Belakang : Setiap rumah sakit dituntut harus dan mampu mewujudkan pelayanan yang efisien, efektif dan bermutu secara paripurna serta berorientasi pada kepuasan pasien. Tujuan : Mengetahui gambaran kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi kepuasan pasien di unit rawat inap VIP Rumah Sakit Kharitas Bhakti Pontianak. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian survey deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan 33 responden penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu analisa univariat dengan menggunakan Mann-Whitney Test. Hasil penelitian : Hasil penelitian responden yang paling banyak usia 34-46 tahun, 6 pasien atau sebanyak 18.2 % dari usia pasien dengan rentang usia 47-58 tahun, 6 pasien atau sebanyak 18.2 %, jenis kelamin yang dominan sebanyak 54.5 % dari total jumlah pasien adalah pria, responden berdasarkan lama perwatan 54.5% dengan jumlah pasien sebanyak 18 orang dengan lama perawatan selama 3 hari sedangkan berdasarkan status perkawinan sebanyak 30 tatau 90.9 responden berdasarkan Status perkawinan responden, yakni sebanyak dari semua responden sebesar 42.4% dari total jumlah responden adalah Tamat SMA, dari semua responden 18 responden atau sebesar 54.5% dari total jumlah responden memiliki penghasilan antara 3.000.000 – 5.000.000, terakhir berdasarkan frekuensi perawatan 12 responden atau sebesar 36.4% dari total jumlah responden adalah sebanyak tiga kali atau lebih. Kesimpulan : Sebagian besar responden menyatakan puas dan sangat puas terhadap pelayanan keperawatan di Unit Rawat Inap VIP RS. Kharitas Bhakti. Kata Kunci : Kepuasan pasien
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PENULARAN INFEKSI HIV/AIDS PADA ODHA DI PUSKESMAS LIMAPULUH Afritayeni - -
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.518 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.139

Abstract

Abstrak HIV/AIDS merupakan salah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh Menurut WHO tahun 2017 di dapatkan kasus terinfeksi HIV sebanyak 14.640 orang, dengan faktor risiko tertinggi pada heteroseksual (22%), dan AIDS sebanyak 4.725 orang, dengan faktor risiko tertinggi pada heteroseksual (17%). Penularan HIV dan AIDS di Indonesia tertinggi disumbangkan oleh hubungan seks berisiko heteroseksual sebesar 66,7%. Berdasarkan survey awal yang dilakukan terhadap 5 orang ODHA di Puskesmas Limapuluh Kota Pekanbaru didapatkan 3 orang heteroseksual ODHA terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan seksual dan 2 orang lagi tertular malalui jarum suntik semua responden tidak konsisten menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebab penularan infeksi HIV/AIDS pada ODHA. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi 103 orang jumlah sampel sebanyak 49 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian mayoritas responden terinfeksi HIV/AIDS melalui hubungan seksual yaitu sebanyak 46 orang (93,3%) dan minoritas tertular melalui non seksual sebanyak 3 orang (6,1%). Puskesmas Limapulah diharapkan untuk memberikan informasi terkait faktor-faktor penyebab penularan infeksi HIV/AIDS terutama yang berhubungan dengan seksual berisiko. Kata Kunci :Faktor-Faktor Penularan Infeksi HIV/AIDS Pada ODHA
PENGGUNAAN TEKNIK GUIDED IMAGERY DALAM MENURUNKAN NYERI DADA PASIEN ANGINA PECTORIS suyanto yanto yanto
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.725 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.142

Abstract

ABSTRACT The main problem in Angina pectoris is transient chest pain or a feeling of pressure that occurs when the heart muscle is deprived of oxygen. Non-pharmacological therapy is a decision to help pharmacological therapy in reducing the scale of pain quickly, one of which is the Guided Imagery technique. This study aims to determine the effect of Guided imagery techniques on reducing pain in patients with Angina pectoris in the ICVCU Room of the Regional General Hospital Dr. Moewardi, Surakarta in 2019. This type of research is experimental with pre-experimental design with one-group type pre-test design. The instrument of data collection in this study was the Standard Operational Procedure Guided Imagery and observation sheet which included the name, age, sex and scale of pain before and after Guided imagery techniques. The subjects in this study were Angina pectoris patients according to inclusion and exclusion criteria. The analysis used was the Wilcoxon test. The results of data analysis on 40 respondents who were given Guided imagery relaxation showed a decrease in pain scale as evidenced by a significance value of 0,000, where the value of p <0.05 so that H0 was rejected. There is an effect of the Guided imagery technique on reducing patient pain with Angina pectoris as evidenced by changes in pain scale. Keywords: Angina pectoris, Guided imagery, Pain. Abstrak Permasalahan utama pada Angina pectoris adalah nyeri dada sementara atau suatu perasaan tertekan yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen. Terapi non farmakologi merupakan suatu keputusan untuk membantu terapi farmakologi dalam menurunkan skala nyeri secara cepat salah satunya dengan teknik Guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Guided imagery terhadap penurunan nyeri pasien dengan Angina pectoris di Ruang ICVCU RSUD Dr. Moewardi, Surakarta tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pra eksperimen dengan jenis one-grup pra post-test design. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah Standar Operational Procedure Guided imagery dan lembar observasi yang meliputi nama, umur, jenis kelamin dan skala nyeri sebelum serta setelah dilakukan teknik Guided imagery. Subyek pada penelitian ini adalah pasien Angina pectoris sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil analisa data pada 40 responden yang diberikan relaksasi Guided imagery menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dibuktikan dengan nilai significancy 0,000, dimana nilai p < 0,05 sehingga H0 ditolak. Ada pengaruh teknik Guided imagery terhadap penurunan nyeri pasien dengan Angina pectoris dibuktikan dengan perubahan skala nyeri. Kata Kunci : Angina pectoris, Guided imagery, Nyeri
BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI DAN MEKANISME KOPING REMAJA Tutur Kardiatun
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.509 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.143

Abstract

BODY SHAMING DENGAN HARGA DIRI DAN MEKANISME KOPING REMAJA Fathul Khoir, Tutur Kardiatun, Cici Ultari, Parliani, Lidia Hastuti STIK Muhammadiyah Pontianak khoir@stikmuhptk.ac.id Abstract Background: adolescents have experienced body shaming which causes changes in self-esteem that stimulate adaptive or maladaptive coping mechanisms. Objective: to determine the relationship between body shaming and self-esteem with coping mechanisms adolescents at SMAN 2 Mempawah Hilir. Methods: descriptive research with cross sectional correlation approach, total sampling technique amounted to 50 students. The instrument uses the body Shaming Checklist sheet, Rosenberg Self-Esteem Scale, and Ways Of Coping. Results: There is no relationship between body shaming and adolescent self-esteem at SMAN 2 Mempawah Hilir (p = 0.596), and there is no relationship between body shaming and coping mechanisms in adolescents at SMAN 2 Mempawah Hilir (p = 0.456). Conclusion: majority of adolescents in SMAN 2 Mempawah Hilir have high or positive self-esteem with adaptive coping mechanisms. Some teenagers stated that body shaming is a criticism to improve themselves, divert body shaming in a spiritual way, such as prayer being given patience, and being ignorant. Keywords: Body Shaming, Self-Esteem, Coping Mechanism
GAMBARAN PENGETAHUAN CARE GIVER PASIEN DIABETES MELLITUS PADA PERAWATAN KAKI DIABETIK Kharisma Pratama; Jaka Pradika; Cau Kim Jiu; Ditha Astuti Purnamawati; Yenni Lukita; Wuriani Wuriani; Usman Usman
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.698 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v12i1.146

Abstract

Abstract Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease characterized by an increase in blood sugar levels due to damage to insulin secretion. Neuropathy is a common complication of diabetes mellitus. One way to prevent neuropathy or other complications is to do regular foot care. The role of caregiver in diabetic foot care is important to improve the quality of life of patients living with diabetes mellitus. They need to be provided with the latest knowledge and support regarding diabetic foot care. Purpose: Study was to determine the relationship between care giver knowledge about diabetic foot care and foot ulcers at risk of developing ulceration in DM. Methods: This study was an analytical study with a cross sectional study design. The research sample was 40 respondents who met the criteria. The data were collected using a knowledge questionnaire with 20 questions and a risk observation sheet for diabetic foot. Results: This study showed that most of the respondents had less knowledge about diabetic foot care, namely 26 (65%). The study also showed a relationship between the lack of knowledge about foot care and the risk of foot injury for people with diabetes, a = 0.05 (95% CI). Conclusion: This study has proven that a care giver must be equipped with diabetic foot care competency, and DM patinets can avoid complications of diabetic foot ulcers. Nurse should provide education to the community regularly, especially on the novelty of the knowledge that has been gained either from research or from the experience gained in the clinic or nursing home. Abstrak Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik yang di tandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah akibat kerusakan pada sekresi insulin. Neuropati merupakan salah satu komplikasi diabetes melitus yang sering terjadi. Salah satu cara mencegahan neuropati atau komplikasi lainnya yaitu dengan melakukan perawatan kaki yang rutin. Peran care giver dalam perawtan kaki diabetik sangat diperlukan untuk peningkatan kualitas hidup pasien dengan diabetes mellitus. Mereka perlu diberikan pembekalan serta dukungan ilmu yang terbaru mengenai perawtan kaki diabetik. Tujuan: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan care giver tentang perawatan kaki diabetik dengan kejadian kaki beresiko terjadinya ulkus pada penderita DM. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 40 responden yang memenuhi kriteria. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dengan 20 pertanyaan dan lembar observasi resiko kaki diabetik. Hasil: Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang tentang perawatan kaki diabetik yaitu sebesar 26 (65%). Penelitian juga menunjukkan adanya hubungan antara kurangnya tingkat pengetahuan tentang perawatan kaki dengan resiko terjadinya luka pada kaki penderita DM, a=0.05 (CI 95%). Kesimpulan: Penelitian ini telah membuktikan bahwa pendamping anggota keluarga yang sakit harus dibekali kompetensi perawatan kaki diabetik, dengan harapan penderita DM dapat terhindar dari komplikasi ulkus kaki diabetikum. Bagi kolega perawat untuk terus memberikan edukasi pada masyarakat khususnya terhadap kebaruan ilmu yang telah didapat baik dari penelitian ataupun dari pengalaman yang didapat diklinik atau rumah perawatan.

Page 10 of 25 | Total Record : 249


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 12 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 8 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 8 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JKK) Vol 7 No 2 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 7 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 3 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 2 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 6 No 1 (2015): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 3 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 2 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) Vol 5 No 1 (2014): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan (JK2) More Issue