cover
Contact Name
Winsyahputra Ritonga
Contact Email
winsyahputra@gmail.com
Phone
+6281376204129
Journal Mail Official
winsyahputra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar Psr V Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika)
ISSN : 23374624     EISSN : 25498258     DOI : https://doi.org/10.24114/inpafi
Core Subject : Science,
Jurnal Inpafi dikelola oleh prodi Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan. Jurnal ini merupakan hasil penelitian bidang Pendidikan fisika dan bidang rekayasa fisika lainnya. Diterbitkan dua kali dalam setahun dalam bentuk elektronik dan cetak oleh prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNIMED. Agenda Jurnal Inpafi menjadi penting perannya bagi Prodi Pendidikan Fisika FMIPA UNIMED, dalam mendorong terbangunnya inovasi Pendidikan fisika yang dapat memberikan jawaban atas berbagai persoalan daerah, nasional maupun global. Sesuai dengan kapasitasnya dan dilandasi oleh kepentingan nasional, Jurnal Inpafi diterbitkan sebagai wadah mempermudah masyarakat khususnya dosen Prodi Fisika FMIPA UNIMED untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdiannya kepada masyarakat.
Articles 415 Documents
PENGEMBANGAN TES OBJEKTIF PENGETAHUAN KONSEPTUAL FISIKA PADAMATERI USAHA DAN ENERGI DI SMA Nurlena Siregar; Sahyar Sahyar
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 9, No 1 (2021): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.798 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v9i1.23771

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes objektif pengetahuan konseptual fisika pada materi Usaha dan Energidi SMA yang memenuhi standar kualifikasi tes yang baik, meliputi aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan model Borg and Gall. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 9 Medan dengan subjek seluruh siswa kelas XI MIA SMA Negeri 9 Medan.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 40 item untuk mengukur pengetahuan konseptual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas isi oleh ahli dari tes objektif pengetahuan konseptual fisika pada materi Usaha dan Energi di SMA adalah sangat baik dengan nilai rata-rata 3,86. Ditinjau dari validitas empiris uji lapangan luas, diperoleh 33butir soal valid dan 7butir soaltidak valid.Reliabilitas tes sebesar 0,86.Tingkat kesukaran diperoleh 6 butir soal mudah, 29 butir soal sedang, dan 5 butir soal sukar. Daya pembeda diperoleh 24 butir soal sangat baik, 5 butir soal baik, 6 butir soal cukup, dan 5 butir soal tidak baik. Efektivitas pengecoh diperoleh 15 butir soal sangat baik, 8 butir soal baik, 8 butir soal cukup, 6 butir soal kurang baik, dan 3 butir soal tidak baik. Tes pengetahuan konseptual ini dapat digunakan sebagai tes standar untuk mengukur pengetahuan konseptual siswa pada materi Usaha dan Energi di SMA.Kata Kunci: Pengetahuan Konseptual, Usaha Dan Energi, Validitas, Reliabilitas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS Henok Siagian; Riris A. Situmorang
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 4, No 1 (2016): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.136 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v4i1.5421

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry training terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi pokok listrik dinamis di SMA Negeri 1 Girsang Sipanganbolon. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimen. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 8 kelas dan berjumlah 240 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan jumlah sampel masing-masing 30 orang untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari analisa data diperoleh skor rata-rata pretes kelas eksperimen 43,4 pada kelas kontrol sebesar 43,3. Kedua kelas berdistribusi normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji hipotesis yang menunjukkan kemampuan awal siswa kedua kelas tersebut sama. Pembelajaran dengan menggunakan model Inquiry Training pada kelas ekperimen dan model pembelajaran konvensional pada kelas kontrol menghasilkan skor rata-rata postes kelas eksperimen 75,1 dan kelas kontrol 65,6. Kedua kelas juga merupakan data yang normal dan homogen. Kemudian dilakukan uji hipotesis yang menunjukkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran inquiry training terhadap hasil belajar siswa kelas X pada materi pokok listrik dinamis di SMA Negeri 1 Girsang Sipanganbolon   Kata Kunci  : inquiry training, hasil belajar, keterampilan proses sains.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Shofia Ummi; Rahmatsyah .
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 3 (2014): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.931 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v2i3.2000

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share menggunakan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi elastisitas di kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai T.P 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian  adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas XI-6 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-8 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing 35 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis, yaitu lembar observasi aktivitas belajar siswa dan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 soal dengan 5 option. Selama perlakuan diberikan, aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh kategori cukup baik dan kelas kontrol memperoleh kategori kurang baik. Dari hasil uji beda (uji t), diperoleh bahwa ada perbedaan karena pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share menggunakan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi elastisitas di kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai T.P. 2013/2014.   Kata kunci : animasi,  kooperatif, tipe think pair share.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FLUIDA DINAMIS SMA NEGERI 20 MEDAN Yemima Purba; Sehat Situmorang
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 5, No 3 (2017): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.706 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v5i3.9128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida dinamis di kelas XI semester II SMA Negeri 20 Medan T.P 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 20 Medan yang berjumlah 3 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara acak dengan mengambil 2 kelas dari 3 kelas, yaitu kelas XI MS-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MS-3 sebagai kelas kontrol, jumlah siswa masing-masing tiap kelas 32 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar dalam bentuk essay berjumlah 10 soal dan aktivitas siswa dengan menggunakan lembar observasi aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa kelas kontrol. Aktivitas siswa serta sikap dan keterampilan siswa dikelas eksperimen lebih baik dibandingkan pada kelas kontrol, sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok fluida dinamis di kelas XI semester II SMA Negeri 20 Medan T.P. 2015/2016. Kata Kunci :  Pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar, aktivitas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA TINGKAT SMA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR Dony Kurniawan Siallagan; Karya Sinulingga
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 7, No 2 (2019): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.873 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v7i2.13964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi pokok Suhu dan Kalor di Kelas X SMA Free Methodist Medan T.P 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X semester genap SMA Free Methodist Medan. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling dan diberikan perlakuan yang berbeda, kelas X-MIA 2 sebagai kelas eksperimen dengan model PBL dan X-MIA 1 sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan pemecahan masalah siswa yang terdiri dari 10 item yang sudah divalidkan. Hasil rata-rata pretes di kelas eksperimen sebesar 39,67 dan hasil rata-rata postes sebesar 82,13  sedangkan hasil rata-rata pretes untuk kelas kontrol sebesar 43,87 dan hasil rata-rata hasil postes sebesar 68,03. Berdasarkan hasil uji t diperoleh ada perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah siswa yang menggunakan model PBL dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada materi pokok suhu dan kalor.Kata Kunci : Model problem based learning, kemampuan pemecahan masalah, suhu dan kalor
Pembelajaran Mekanika dengan Model Analisis Struktur Pengetahuan Materi (ASPM) untuk Meningkatkan Kemahiran Generik Sains Mahasiswa JurusanFisika FMIPA UNIMED Karya Sinulingga; Nurdin Bukit; Dewi Wulandari; Yulifda Tanjung
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 1, No 1 (2013): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.374 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v1i1.1191

Abstract

Pada penelitian ini telah dikembangkan model analisis struktur pengetahuan materi Mekanika untuk membangun Problem Solving untuk mahasiswa program pendidikan fisika dan program fisika di PerguruanTinggi. Pengembangan Problem Solving bertujuan untuk peningkatan keterampilan intelektual mahasiswa dalam meningkatkan kemahiran generik sains.Peningkatan kemahiran generik sains yang dimaksud meliputi indikator: kesadaran skala(KGS1); keterampilan menggunakan bahasa simbolik(KGS2);  pemodelan matematika (KGS3); menggunakan hukum sebab akibat(KGS4); kerangka logis (KGS5) dan membangun konsep (KGS6). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Medan kepada mahasiswa angkatan 2011 semester ganjil Tahun Ajaran 2012/2013 yang mengambil perkuliahan Mekanika dengan jumlah siswa 37 orang. Pada siklus I, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 0,80 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,27. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes namun peningkatan ini masih tergolong sedang. Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g sebesar 70,59% dengan kategori sedang dan terendah pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 12,28% dengan kategori rendah. Indikator KGS1 menunjukkan kemahiran mahasiswa pada bagaimana membaca skala. Padasiklus II, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 0,97 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,70 dengan %g 57,33 kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes dan peningkatan ini telah menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pada siklus I. Peningkatan rata-rata skor antara hasil pretes dan postes juga terjadi pada semua komponen namun hasilnya juga masih belum maksimal. Ada beberapa indikator seperti KGS3 (Pemodelan Matematika), KGS5 (Kerangka Logis) dan KGS6 (Membangun Konsep) yang belum maksimal peningkatannya. . Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi masih pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g 75% dengan kategori tinggi dan terendah masih pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 12,77 kategori rendah. Padasiklus III, perolehan rata-rata skor KGS total pada pretes sebesar 1,02 dan rata-rata skor KGS total pada postes sebesar 1,64 dengan %g sebesar 72,04% kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes dan peningkatan %g dari siklus III ini telah menunjukkan kategori yang lebih baik dibandingkan siklus I dan siklus II. Peningkatan rata-rata %g antara hasil pretes dan postes juga terjadi pada semua komponen dan hasilnya sudah maksimal. Dari semua indikator kemahiran generik sains, yang mengalami peningkatan tertinggi pada indikator KGS1 yaitu kesadaran skala dengan nilai rata-rata %g 87,5% dan terendah pada indikator KGS6 yaitu membangun konsep dengan nilai rata-rata %g sebesar 53,33%. Pada siklus III ini, indikator KGS6 yaitu membangun konsep mengalami peningkatan yang baik dibandingkan pada siklus II. Pada siklus I, II dan III secara berurutan rata-rata %g KGS total sebesar 51,02% dengan kategori sedang, 57,33% dengan kategori sedang dan 87,5% dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil tersebut terdapat peningkatan yang signifikan sehingga model Problem Solving berdasarkan pengembangan model ASPM dapat meningkatkan kemahiran generik sains mahasiswa.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA PADA MATERI VEKTOR SEMESTER 1 DI SMA Nur Afnia Br Surbakti; Rugaya Rugaya
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 9, No 4 (2021): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.123 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v9i4.29787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan instrumen tes pemecahan masalah  pada materi vector sehingga dapat digunakan sebagai bahan instrumen penilaian yang dapat mengukur kemampuan kognitif siswa. Jenis penelitian ini ialah penelitian R&D (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Dessiminate) dimana pada penelitian ini hanya sampai pada tahap Develop. Subjek penelitian ini yaitu siswa-siswi kelas X IA-1 dan IA-2 SMAS Brigjen Katamso-01 Medan. Data penelitian diperoleh berdasarkan uji kelayakan instrumen tes (validasi, realibilitas, taraf kesukaran, daya pembeda, dan respon siswa). Validasi ahli dari 3 validator menghasilkan nilai rata-rata sebesar 86% yang bermakna instrumen tes layak untuk diujikan. Reliabilitas dari kelas pengembangan sebesar yaitu 0,63 dan dikatakan reliabel. Hasil uji respon siswa didapatkan bahwa persentasi respon positif dari 16 sampel sebesar 91.88% dalam katagori sangat baik, Hasil kemampuan kognitif siswa dalam mengerjakan instrumen tes pemecahan masalah tersebut sebesar 55,1 kelas kecil dan 54,4 kelas besar. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen tes pemecehan masalah pada materi vector memenuhi hasil pengujian kelayakan instrumen tes sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk mengukur dan menilai kemampuan kognitif untuk pemebelajaran tatap muka maupun daring.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 4 MEDAN T.P 2014/2015 Rika Vera M Situmorang; Rappel Situmorang
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 4, No 2 (2016): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.883 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v4i2.5513

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu dan Kalor. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 11 kelas MIA. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling yaitu, kelas X-7 dengan jumlah siswa 38 orang, menggunakan model pembelajaran inkuiri dan kelas X-3 dengan jumlah siswa 35 orang, mengggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan yaitu: untuk tes hasil belajar berupa tes pilihan berganda yang berjumlah 20 soal yang sebelumnya telah diuji validitasnya oleh ahli, dan untuk observasi aktivitas belajar siswa, sudah disusun secara sistematis pada lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri tergolong sangat baik untuk setiap aspek penilaian, dan untuk siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional untuk aspek visual, listening, motor, dan mental tergolong tidak baik, dan untuk aspek oral dan emotional tergolong cukup baik, serta aspek writing tergolong baik. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Suhu dan Kalor. Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri, konvensional, hasil belajar, aktivitas.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 DELITUA Almira Novriyanti; Derlina .
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 4 (2014): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.392 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v2i4.2126

Abstract

  ABSTRACT This study aims to determine the effect of problem-based learning model on student learning outcomes in the subject matter of temperature and heat in the second half of class X SMA Negeri 1 Delitua. This research is quasi-experimental. The study population was all students of class X SMA Negeri 1 Delitua which consists of 10 classes then performed by means of cluster sampling random sampling. The instrument used to determine student learning outcomes are achievement test in the form of essay tests totaling 10 questions. The results were obtained an average value of the experimental class pretest 31,90 and control class 30,48 . Once the data pretest is normal and homogeneous difference test second grade values ​​obtained that both classes have the same initial ability. Then given a different treatment, the experimental class with a problem-based learning model and grade control with conventional models. From the observation of student activity conducted by the observer in experimental class found that the average value of three times the activity of students meeting with a fairly active category. The average value of 71,63 posttest experimental class and control class 67,48. Once the data posttest is normal and homogeneous difference test second grade values ​​obtained that there is a difference due to the influence model of problem-based learning on learning outcomes of students in the subject matter of temperature and heat in class X SMA Negeri 1 Delitua. Key Words : problem-based learning model, activity, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMA MATERI POKOK FLUIDA STATIK Leusi Derisma Sinaga; Mukti Hamjah Harahap
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 6, No 2 (2018): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.315 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v6i2.10105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing (guided inquiry) terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pokok Fluida Statik. Jenis penelitian adalah quasi experiment dengan two group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas XI-MIA semester I yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel sebanyak dua kelas dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan kelas XI-MIA 1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 37 siswa dan kelas XI-MIA 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa essay sebanyak 12 soal yang telah valid dan lembar observasi mengukur keterampilan proses sains selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 23,51 dan kelas kontrol adalah 23,28. Setelah pembelajaran selesai diberikan postes dengan hasil nilai rata-rata kelas eksperimen 59 dan kelas kontrol 47,59. Berdasarkan hasil uji t diperoleh hasil terdapat pengaruh yang signifikan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa pada materi pokok Fluida Statik.Kata Kunci : inkuiri terbimbing, keterampilan proses sains, Fluida Statik.