Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Shofia Ummi; Rahmatsyah .
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol 2, No 3 (2014): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.931 KB) | DOI: 10.24114/inpafi.v2i3.2000

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share menggunakan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi elastisitas di kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai T.P 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian  adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai yang terdiri dari 8 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara cluster random sampling dengan mengambil 2 kelas yaitu kelas XI-6 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI-8 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing 35 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 jenis, yaitu lembar observasi aktivitas belajar siswa dan tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan jumlah 20 soal dengan 5 option. Selama perlakuan diberikan, aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh kategori cukup baik dan kelas kontrol memperoleh kategori kurang baik. Dari hasil uji beda (uji t), diperoleh bahwa ada perbedaan karena pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share menggunakan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada materi elastisitas di kelas XI SMA Negeri 2 Model Binjai T.P. 2013/2014.   Kata kunci : animasi,  kooperatif, tipe think pair share.
Efek Model Pembelajaran Inquiri Training Berbantuan Media Kahoot Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa pada Materi Kalor solikin; Derlina; Shofia Ummi; Sri Aningsih
INPAFI (Inovasi Pembelajaran Fisika) Vol. 13 No. 2 (2025): INPAFI
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/inpafi.v13i2.65781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inquiry training berbantuan media kahoot dan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI SMA Al Fityan Medan. Pemilihan sampel dilakukan secara random dengan mengacak kelas. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dan lembar kuisioner. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan uji t sampel bebas. Dari hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inquiry training berbantuan media kahoot lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kata kunci: Inquiry Training, Hasil Belajar, Kahoot, Konvensional
TOPOGRAPHIC MAPPING OF SLOPES IN LANDSLIDE PRONE AREAS USING THE SCHLUMBERGER CONFIGURATION GEOELECTRICS TECHNIQUE Situmorang, Howard; Nasution, Habibi Azka; Nasution, Budiman; Aningsih, Sri; Ummi, Shofia
EINSTEIN (e-Journal) Vol. 13 No. 1 (2025): EINSTEIN (e-Journal)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eins.v13i1.65332

Abstract

Landslides in Lembang in 2020-2021 were influenced by intense heavy rainfall. The surface contours in the village are generally in steep surface conditions with varying slope angles. The purpose of this study was to determine the surface contour in two dimensions by using the geoelectric method with Schlumberger configuration. The first stage was carried out by recording data on 5 tracks with 3 parallel tracks up to 75 , one track intersecting the other track area up to 60 and one track next to the landslide at 52.5 . The results showed that the resistivity of the rocks varied between 0.465-1952 . Interpretation of rock 0.465-21.5 as clay and sand, 22-146 as sandstone, dry gravel, 156-380 as andesite, basalt and 389-1952 as granite, diorite, limestone. The contrasting differences in the variation of the values on each track are known as slip planes. Slip planes have been found on 5 tracks with depths ranging from 6 to 12 m. The results of the 2-dimensional surface modelling that has been carried out show that the research area has the potential for landslides
Penerapan Model Problem Based Learning Berbasis Budaya Melayu untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah Fisika Siswa SMA Shofia Ummi; Derlina, Derlina; Sri Aningsih; Situmorang, Howard; Solikin, Solikin
Jurnal Literasi Pendidikan Fisika (JLPF) Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jlpf.v6i1.4706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model problem based learning berbasis budaya Melayu dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA. Budaya Melayu dipilih sebagai pendekatan kontekstual dalam pembelajaran karena nilai-nilai lokal yang terkandung di dalamnya, seperti permainan tradisional, perayaan budaya serta kebiasaan dalam bermusyawarah yang diharapkan dapat memberikan gambaran konkrit dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen yang terdiri dari kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu dan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Instrumen dalam penelitian ini berupa soal pre test dan post test pada setiap pertemuan dan tes keterampilan pemecahan masalah yang terdiri dari 6 butir soal essai. Teknik analisis data menggunakan analisis N-gain dan uji t. Hasil analisis N-gain menunjukkan nilai 0,48 pada pertemuan ketiga pada kelas ekperimen dan nilai 0,32 untuk kelas kontrol. Hasil uji t diperoleh bahwa ada perbedaan karena pengaruh penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis budaya Melayu terhadap keterampilan pemecahan masalah fisika siswa SMA.
Analisis Akurasi Video Tracker untuk Verifikasi Hukum Kekekalan Momentum pada Tumbukan Oblique Dua Dimensi Aningsih, Sri; Ummi, Shofia; Situmorang, Howard; Solikin; Dalimunthe, Riska Romayani; Lamretta, Nanda Akti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2694

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam bidang fisika dapat menyediakan metode yang lebih interaktif untuk memahami konsep-konsep yang kompleks, seperti Hukum Kekekalan Momentum pada tumbukan oblique (miring) dua dimensi (2D). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan video tracker dalam mengukur vektor kecepatan objek yang identik pada komponen x dan y sebelum serta setelah tumbukan oblique 2D, sekaligus memverifikasi Hukum Kekekalan Momentum secara kuantitatif melalui analisis komponen momentum total dan perhitungan persentase deviasi terhadap nilai teoritis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain laboratorium virtual berbasis analisis video. Data dikumpulkan melalui rekaman video tumbukan dua dimensi yang kemudian diolah dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Tracker. Tahapan analisis meliputi impor video, pengamatan gerak, perhitungan momentum, dan validasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa momentum total sebelum tumbukan pada video 1 dan 2 masing-masing adalah 1,19 kg.m/s dan 0,138 kg.m/s, sedangkan setelah tumbukan nilai momentum tercatat sebesar 1,08 kg.m/s dan 0,125 kg.m/s. Perbedaan ini menghasilkan persentase kesalahan sebesar 9% dan 10%. Deviasi tersebut mengindikasikan adanya kehilangan momentum kecil atau keterbatasan akurasi sistem pelacakan. Faktor penyebab error meliputi gesekan antara benda dengan permukaan, keterbatasan resolusi video dan frame rate yang memengaruhi ketepatan pelacakan, kesulitan dalam menentukan titik pusat massa, serta ketidakakuratan kalibrasi skala pada perangkat Tracker. Meskipun demikian, persentase kesalahan tersebut masih berada pada batas yang dapat diterima untuk eksperimen fisika pada kondisi non-ideal, sehingga tracker terbukti sebagai alat yang efektif untuk analisis gerak.