cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT BERDASARKAN MISKONSEPSI SISWA Desy Andini; Karlimah Karlimah; Momoh Halimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.975 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5865

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya miskonsepsi siswa tentang konsep bilangan bulat serta operasi penjumlahan dan pengurangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain pembelajaran konsep penjumlahan dan pengurangan yang dapat mengatasi miskonsepsi siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis (Didactical Design Research). Lokasi tempat dilaksankannya penelitian yaitu di SD Negeri Sindaggalih dan SD Negeri 5 Sukamenak yang berada di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara melaksanakan uji instrumen miskonsepsi, implementasi desain didaktis, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah suatu desain didaktis alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika sekolah dasar pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.
PERANAN GURU TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI KELAS V SDN 1 SILUMAN Iman Syahid Arifudin
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.738 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5844

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang difokuskan pada peranan guru terhadap pendidikan karakter siswa di kelas V SDN 1 Siluman. Penelitian ini dilaksanakan karena peranan guru sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, evaluator pembelajaran, dan konselor pembelajaran dirasakan masih kurang optimal dalam menanamkan pendidikan karakter pada siswa kelas V SDN 1 Siluman. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peranan guru sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, evaluator pembelajaran dan konselor pembelajaran terhadap pendidikan karakter di kelas V SDN 1 Siluman. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian studi kasus dengan menggunakan desain penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa peranan guru terhadap pendidikan karakter di kelas V SDN 1 Siluman, sudah menanamkan nilai-nilai karakter dengan cukup efektif. Hal tersebut dilihat dari perubahan karakter atau sikap pada diri siswa di setiap pertemuan kegiatan belajar mengajar di kelas. Berdasarkan hasil analisis data dan observasi, peranan guru sebagai perancang pembelajaran telah menanamkan nilai karakter nasionalisme, menghargai, dan pantang menyerah dalam merencanakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran, lalau peranan guru sebagai pengelola pembelajaran telah menimbulkan karakter mandiri, kreatif dengan memberikan tugas dan memberikan situasi kondusif didalam kelas kepada siswa. Kemudian peranan guru sebagai pengarah pembelajaran telah menimbulkan karakter kerja keras pada diri siswa dengan apa yang telah dikerjakannya di kelas. Serta peranan guru sebagai evaluator dan konselor telah menimbulkan karakter disiplin, jujur,  dan tanggung jawab terhadap hasil belajar siswa, dan jika terjadi masalah pada diri siswa guru melakukan konselor secara bertahap kepada siswa sehingga karakter disiplin dan tanggung jawab siswa bisa terbentuk. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas V SDN 1 Siluman dan hasil observasi terhadap peranan penanaman pendidikan karakter di kelas kepada siswa. Nilai karakter yang selalu ingin ditimbulkan pada diri siswa adalah karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab. Secara keseluruhan guru telah menanamkan pendidikan karakter kepada siswanya di kelas baik itu guru sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, evaluator pembelajaran dan konselor pembelajaran dengan cukup baik. Sedangkan karakter yang terbentuk pada diri siswa masih harus terus dipantau perkembangannya. Hal tersebut dikarenakan siswa masih terpengaruh oleh lingkungan diluar sekolah dan siswa masih suka menghiraukan perintah atau arahan yang diberikan guru saat kegiatan belajar mengajar di kelas berlangsung dalam setiap pertemuannya.
STRATEGI THINK TALK WRITE UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS V SD Vira Pratiwi; Dian Indihadi; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.843 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5866

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada hasil studi pendahuluan dilapangan tentang komunikasi matematis siswa. Ditemukan hambatan pada siswa dalam mengomunikasikan pemikira matematika dalam bentuk lisan dan tulisan. Komunikasi matematis siswa merupakan salah satu tuntutan yang terdapat pada kurikukum pembelajaran sekolah dasar kelas V. Sehingga hambatan komunikasi yang terjadi pada siswa harus diantisipasi dengan pembelajaran yang bisa mengatasi permasalahan tersebut. Maka dari itu perlu dirancang desain pembelajaran yang dapat meningkatkan komuniksai matematis siswa dengan strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan bertujuan mengembangkan desain didaktis pengembangan  komunikasi matematis siswa dengan menggunakan strategi think talk write (TTW). Karena penelitian ini merupakan penelitian pengembangan bahan ajar, maka metode yang digunakan adalah metode Didactical Design Research (DDR). Penelitian ini melibatkan dosen matematika, dosen bahasa dan sastra, dosen, rekan sejawat, guru SD, dan siswa SD.  Desain didaktis dikembangakan memuat materi perbandingan kelas V dengan tema hidup rukun. Desain pengembangan desain didaktis menggunakan strategi think-talk-write. Strategi ini diperkenalkan oleh Huinker dan Laughlin, pada dasarnya  dibangun melalui kegiatan berpikir (think), berbicara (talk),dan menulis (write). Alur strategi  dimulai dari keterlibatan siswa dalam berpikir atau berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis. Penelitian ini menghasilkan data mengenai hambatan komunikasi matematis siswa kelas V SD pada materi perbandingan, desain didaktis komunikasi matematis yang dapat mengatasi hambatan belajar siswa kelas V SD pada materi perbandingan, mengetahui implementasi desain didaktis pengembangan komunikasi matematis siswa kelas V SD pasa materi perbandingan. Kesimpulannya, telah dihasilkan desain didaktis dengan menggunakan strategi think-talk-write untuk pengembangan komunikasi matematis siswa pada materi perbandingan di kelas V SD .
ANALISIS HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILLS) PADA SOAL OBJEKTIF TES DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KELAS V SD NEGERI 7 CIAMIS Maharani Yuniar; Cece Rakhmat Rakhmat; Asep Saepulrohman
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.996 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5845

Abstract

Salah satu tugas guru adalah menyusun soal. Soal yang baik adalah yang memperhatikan kemampuan berpikir siswa. Terdapat sebelas keterampilan berpikir kritis yang masuk pada kelompok HOTS (High Order Thinking Skills), yakni memfokuskan pada pertanyaan, menganalisis argumen, mempertimbangkan yang dapat dipercaya, mempertimbangkan laporan observasi, membandingkan kesimpulan, menentukan kesimpulan, mempertimbangkan kemampuan induksi, menilai, mendefinisikan konsep, mendefinisikan asumsi, dan mendeskripsikan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan HOTS (High Order Thinking Skills) pada soal objektif tes dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V SD Negeri 7 Ciamis. Alasan dilakukannya penelitian ini, dikarenakan masih banyaknya soal yang dibuat oleh guru yang tidak memenuhi kriteria pembuatan soal yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha mendeskripsikan pengembangan HOTS (High Order Thinking Skills) pada soal objektif tes dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V di SD Negeri 7 Ciamis. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan, yakni dari 20 butir soal ditemukan 14 butir soal yang memenuhi kriteria pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skills) dan 6 butir soal yang tidak memenuhi kriteria pengembangan HOTS (High Order Thinking Skills).
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI KELILING LINGKARAN DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK Susy Febriya; Oyon Haki Pranata; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.927 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5867

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hambatan belajar siswa terhadap materi keliling lingkaran dan  penggunaan LKS di Sekolah Dasar. Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan unsur-unsur pada lingkaran, seperti diameter, jari-jari, dan titik pusat. Siswa tidak tahu rumus mencari keliling lingkaran. Dalam proses pembelajaran siswa dilatih untuk hafal bukan memahami pelajaran melalui LKS yang biasa digunakan di SD. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti mengembangkan desain lembar kerja siswa yang berfokus pada materi keliling lingkaran dengan menggunakan pendekatan pembelajaran matematika realistik. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana  hambatan belajar siswa, bentuk LKS yang diguanakan di SD, bagaimana desain LKS yang akan dikembangkan, dan respons guru dan siswa terhadap LKS yang dikembangkan. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui berbagai hambatan belajar siswa pada pembelajaran materi keliling lingkaran dan bentuk LKS yang biasa digunakan di SD, mengetahui desain LKS yang dikembangkan dan respons yang akan diberikan oleh guru dan siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah  Desain Research dengan desain yang dikemukakan oleh Reeves. Subjek penelitian, yaitu situasi sosial SDN 2 Baregbeg, dibantu oleh 35 siswa kelas VI sebagai partisipan dan guru kelas sebagai narasumber. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa respons yang diberikan oleh guru dan siswa baik, karena hambatan  belajar siswa dapat teratasi dengan LKS materi keliling lingkaran dengan pendekatan pembelajaran matematika realistik yang dapat membawa kegiatan sehari-hari siswa ke dalam kegiatan kelas.
PENGEMBANGAN REMEDIAL BENTUK RE-TEACHING PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SUBTEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI DI SD Lusi Septiani; Aan Kusdiana; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.191 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5846

Abstract

Ketidaksesuaian antara pemahaman dan pelaksanaan pembelajaran remedial yang dilakukan merupakan latar belakang dari penelitian ini. Hal tersebut dikarenakan guru tidak membuat perencanaan terlebih dahulu sebelum melakukan pembelajaran remedial. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian yang menghasilkan produk berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk Re-Teaching pada subtema makananku sehat dan bergizi dengan metode Research and Development (R D) yang melibatkan guru dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Nagarawangi, SD Negeri 2 Nagarawangi dan satu orang praktikan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan kuisioner. Tahap uji coba dilakukan dua kali, yaitu uji coba produk dan uji coba pemakaian. Uji coba produk diikuti 3 siswa dari SD Negeri 2 Nagarawangi dan uji coba pemakaian diikuti 4 siswa dari SD Negeri 1 Nagarawangi. Sebelum uji coba RPP remedial bentuk re-teaching divalidasi oleh ahli, sehingga RPP remedial tersebut valid, praktis, dan dapat digunakan. Keterpakaian dari produk dapat dilihat dari hasil uji coba. Pada uji coba produk, respon siswa dalam kategori positif sebesar 83%, sedangkan pada uji coba pemakaian respon siswa dalam kategori positif sebesar 100%. RPP remedial bentuk re-teaching dapat dijadikan guru sebagai alat untuk membantu siswa dalam menangani kesulitan belajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh guru.
PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERITA PENDEK Dewi Alpiani; Hodidjah Hodidjah; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.065 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5868

Abstract

Salah satu pembelajaran bahasa Indonesia yang harus dikuasai oleh siswa kelas V SD yaitu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan di kelas V SDN Cikeusal II, siswa belum mampu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek yang meliputi tema, tokoh, latar, amanat. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang dianggap tepat. Adapun metode pembelajaran yang dipilih yaitu metode discovery learning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode discovery learning terhadap kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dalam bentuk pre-eksperimen dengan design one group pretest-posttest, dengan jumlah sample sebanyak 30 siswa. Adapun alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes dengan bentuk tes uraian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Perolehan hasil analisis keseluruhan pretest dan posttest pada mata pelajaran bahasa Indonesia dalam materi mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendek terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode discovery learning. Dengan demikian, ada peningkatan antara sebelum menggunakan metode discovery learning dengan sesudah menggunakan metode discovery learning. Hal ini menujukkan bahwa penggunaan metode discovery learning berpengaruh terhadap tingkat kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek

Page 1 of 1 | Total Record : 7