cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA" : 18 Documents clear
Analisis Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas IV Putri Handayani Agustin; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26373

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterampilan siswa dalam menulis teks prosedur yang masih dikatakan belum optimal dan belum adanya data di lapangan mengenai analisis teks prosedur. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan keterampilan menulis teks prosedur siswa kelas IV Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pedoman pemaparan analisis konten melalui pendekatan kualitatif. Dalam pengumpulan data menggunakan lembar penugasan menulis teks prosedur. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas IV Sekolah Dasar khususnya SDN 1 Ciakar memiliki potensi yang beragam dalam hal membuat suatu karangan teks prosedur. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan teks prosedur hasil karangan siswa kelas IV SDN 1 Ciakar teridentifikasi menggunakan organisasi teks yang terdiri dari indikator pembukaan, isi, dan penutup dengan menggunakan dekskriptor yang berbeda-beda.
Kajian tentang Komunikasi Orang Tua dalam Pendidikan Seks untuk Anak Sekolah Dasar Nisa Syarifatul Insiyah; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25342

Abstract

Pendidikan seks penting diberikan kepada setiap manusia, terutama anak. Pendidikan seks bertujuan untuk memberikan anak pemahaman akan segala sesuatu yang berhubungan dengan seksualitas dalam dirinya, agar ia bisa menjalani kehidupan bermasyarakat sesuai dengan pemahaman yang baik dan benar berdasarkan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Dalam penerapan pendidikan seks untuk anak, khususnya anak sekolah Dasar (SD) dibutuhkan komunikasi yang baik. Komunikasi yang digunakan yaitu komikasi intrerpersonal, komunikasi interpersonal ini membutuhkan unsur keterbukaan antara komunikan dan komunikator dalam proses komunikasinya. Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua sangat mendukung keberhasilan dari pendidikan seks. Komunikasi yang digunakan harus ditekankan kepada 3 aspek penting, yaitu dari segi bahasa yang digunakan, keterbukaan informasi yang disampaikan, dan kedekatan personal antara anak dan orang tua. Dengan menekankan pendidikan seks pada 3 aspek tersebut, diharapkan dapat meminimalisir kemungkinan hambatan yang ada dalam pelaksanaan pendidikan seks. Hambatan yang sering muncul dari pelaksanaan pendidikan seks yaitu permasalah komunikasi yang disampaikan oleh orang tua yang kurang jelas, adanya anggapan tidak pantas disampaikan dan dibahas secara terbuka, adanya rasa malu untuk membahas hal seksualitas secara terbuka, dan adanya persepsi bahwa pendidikan agama bisa menggantikan pendidikan seks.
Desain Didaktis Keliling Persegi melalui Model Pembelajaran SPADE Yauma Maulieda Amalya; Epon Nur'aeni L; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.098 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25776

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangiadanya learning obstacle yang dialami oleh siswa pada hasil studi pendahuluan terkait dengan materi konsep  keliling persegi. Hambatan belajar tersebut menyebabkan proses pemahaman siswa pada materi keliling persegi mengalami hambatan, sehingga pemahaman konsep keliling persegi tidak dimiliki oleh siswa secara utuh. Untuk learning obstacle, guru harus mampu merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa terutama karakteristik siswa usia di sekolah dasar.  Oleh karena itu, desain didaktis konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keliling persegi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : learning obstacle pada materi keliling persegi, desain didaktis pada materi konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE , implementasi desain didaktis pada materi keliling persegi konsep keliling persegi melalui model pembelajran SPADE, dan tentunya respon siswa terhadap desain didaktis konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis ( Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap : prospective analysis, analisis metapedadidaktik, dan retrospective analysis. Lokasi tempat dilaksankannya penelitian yaitu di SDN 1 Lewo Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Dari hasil akhir penelitian adalah bahan ajar berupa LAS (Lembar Aktivitas Siswa) dan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah dirancang sebagai alternatif dalam pembelajaran di sekolah dasar untuk mengatasi atau meminimalisir learning obtacle pada pembelajaran matematika khususnya konsep keliling persegi kelas IV Sekolah Dasar.
Analisis Penggunaan Multimedia Evaluasi Plickers dalam Mengurangi Budaya Menyontek Eva Nur Alifa; Syarip Hidayat; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25467

Abstract

Abstract In life, humans are inseparable from learning and learning. Without learning and learning, humans will not be able to live life as they should, because in life they need knowledge and knowledge that support in leading to success. Therefore, in achieving this success humans must be morally educated. In essence the goal of national education is to provide an example to students. Exemplary students are given during the learning process. However, in reality, the example in the learning process is not yet optimal. This is because there are still many students cheating when the evaluation process arrives. The practice of cheating is motivated by the lack of student preparation, tense when conducting exams, the amount of free time in taking exams, and the education system in Indonesia which is more concerned with quantity than quality. Thus, making students feel depressed. However, the pressure does not make students become persistent in mastering learning. But rather, make students feel worried and do various ways to get maximum results. This causes the teacher to make an innovation in the evaluation process, namely by providing a new atmosphere in the form of using multimedia evaluation plickers. Giving a new atmosphere can give a fresh impression to students, so that students can feel less worried and pressured. This study aims to determine how the role of the use of multimedia evaluation of plickers in reducing cheating culture in elementary schools. Thus, the research method used is descriptive qualitative research methods. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The results of this study namely, multimedia evaluation of plickers can reduce cheating culture.Abstrak Dalam menjalani kehidupan, manusia tidak terlepas dengan belajar dan pembelajaran. Tanpa belajar dan pembelajaran, manusia tidak akan bisa menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya, karna dalam menjalani kehidupan diperlukan ilmu dan pengetahuan yang mendukung dalam menuju kesuksesan. Oleh sebab itu, dalam mencapai kesuksesan tersebut manusia haruslah berpendidikanPada hakikatnya tujuan dari pendidikan nasional adalah memberikan keteladanan pada siswa. Keteladanan pada siswa diberikan selama proses pembelajaran. Namun, dalam kenyataannya keteladanan dalam proses pembelajaran belum berlangsung secara optimal. Hal ini dikarnakan masih banyaknya siswa menyontek ketika proses evaluasi tiba. Kebiasaan menyontek dilatarbelakangi oleh kurangnya persiapan siswa, tegang ketika melaksanakan ujian, banyaknya waktu luang dalam mengerjakan ujian, serta system pendidikan di Indonesia yang lebih mementingkan kuantitas dibanding kualitas. Sehingga, membuat siswa merasa tertekan. Namun, rasa tertekan tersebut tidak membuat siswa menjadi gigih dalam menguasai pembelajaran. Melainkan, membuat siswa merasa khawatir dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini menyebabkan guru melakukan suatu inovasi dalam proses evaluasi, yaitu dengan pemberian suasana baru berupa penggunaan multimedia evaluasi plickers. Pemberian suasana baru dapat memberikan kesan fresh kepada siswa, sehingga rasa khawatir dan tertekan siswa dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran penggunaan multimedia evaluasi plickers dalam mengurangi budaya menyontek di sekolah dasar. Dengan demikian, motode penelitian yang digunakan yaitu, metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu, multimedia evaluasi plickers dapat mengurangi budaya menyontek.
Analisis Soal Pilihan Ganda dengan Menggunakan Pemodelan RASCH untuk Mengukur Kemampuan Siswa dalam Mengurutkan Bilangan Pecahan di Sekolah Dasar Efty Hatining Tyas; Ghullam Hamdu; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.24773

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sulitnya menentukan nilai pecahan dengan pembilang dan penyebut berbeda ketika akan mengurutkan bilangan pecahan. Hal ini menjadi suatu masalah yang perlu dianalisis. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui kualitas soal dan kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pecahan. Suatu tes bisa menginformasikan kualitas soal dan juga prestasi siswa. Tes dilaksanakan dengan mendistribusikan sebanyak 20 butir soal pilihan ganda tentang mengurutkan bilangan pecahan  kepada 56 siswa pada salah satu Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan Pemodelan RASCH dengan bantuan aplikasi perangkat lunak Winstep versi 3.75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis menggunakan Pemodelan RASCH menjelaskan kualitas butir soal pilihan ganda dan kemampuan siswa dalam mengurutkan bilangan pecahan. Kualitas butir soal pilihan ganda tentang mengurutkan bilangan pecahan berdasarkan tingkat kesulitannya diklasifikasikan menjadi empat yaitu soal sangat sulit, soal sulit, soal mudah dan soal sangat mudah. Dari 20 soal pilihan ganda terdapat enam soal sangat sulit, tiga butir soal sulit, empat butir soal mudah, dan tujuh soal sangat mudah. Sedangkan kemampuan siswa dikategorikan menjadi tiga yaitu kategori abilitas tinggi, abilitas sedang dan abilitas rendah. Dari 56 siswa Sekolah Dasar  kategori abilitas tinggi diperoleh sebanyak 10 orang, kategori abilitas sedang sebanyak 15 orang, dan kategori abilitas rendah sebanyak 31 orang.
Analisis Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi Bangun Datar dengan Taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar Ayu Febiyanti; Oyon Haki Pranata; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26374

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian analisis kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar dengan taksonomi SOLO (Structure Of Observed Learning Outcome) di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas IV SD Negeri Mancogeh dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bangun datar ditinjau dari kualitas respon siswa berdasarkan taksonomi SOLO. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analisis kualitatif. Taksonomi SOLO (The Structure of the Observed Learning Outcome) atau struktur hasil belajar yang dapat diamati adalah salahsatu alat yang sederhana dan mudah untuk mengetahui kualitas respon nyata dari siswa dan analsis kesalahan. Taksonomi SOLO terdapat lima level perkembangan kemampuan berpikir siswa yakni prastructural, unistructural, multisutructural, relational, dan extended abstract. Lokasi dilaksanakannya penelitian ini yaitu di SD Negeri Mancogeh Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Terdapat 31 siswa kelas IV B yang menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan persentase kualitas respon siswa dalam menyelesaikan tes tertulis soal bangun datar diantaranya pada level prastructural sebanyak 2 siswa atau sebesar 6,45%, level unistructural sebanyak 10 siswa atau sebesar 32,26%, level multisructural sebanyak 11 siswa atau sebesar 35, 48%, relational sebanyak 8 siswa atau sebesar 25,81% dan pada level extended abstract tidak ada siswa yang termasuk kedalamnya. Secara keseluruhan, kualitas respon siswa kelas IV B dalam menyelesaikan soal matematika berada pada level multistructural dimana siswa sudah bisa memahami soal dan dapat merencanakan dengan tepat tetapi belum bisa menyelesaikan soal dengan baik dan benar.
Kerangka Konseptual Pengembangan Permainan Tradisional Boi-boian sebagai Media Ajar Sifat-Sifat Segitiga Siti Nurjanah; Epon Nur'aeni L
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25843

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan perancangan modifikasi pengembangan media pembelajaran berbasis permainan tradisional boi-boian sebagai media pembelajaran yang mengembangkan kemampuan berpikir kognitif matematis  tentang sifat-sifat segitiga di kelas III Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitin ini menggunakan metode penelitian Design Based Reseach (DBR) dengan menggunakan penelitian model Reeves, diantaranya : 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif, 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design participle yang ada dan inovasi teknlologi, 3) Melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis, 4) Refleksi untuk menghasilkan design participle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi, observasi dan kuisioner. Subjek penelitian yaitu siswa kelas III Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permaianan tradisional boi-boian yang dikembangkan  menjadi sebuah media pembelajaran berbasis permainan tradisional  telah  valid dan layak diuji cobakan di Sekolah Dasar. Kevalidan media ini ditunjukkan dari adanya hasil validasi oleh validator ahli bidang. Adanya media permaianan tradisional boi-boian ini dapat dijadikan alternatif guru dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dapat menjadikan proses pembelajaran tersebut memberikan pengalaman langsung dan menyenangkan bagi siswa. Adanya pemahaman dan kreatifitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran  dikelas mengenai media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam menunjang pembelajaran siswa sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi pembelajaran. Kata kunci : pengembangan, media, permainan tradisional boi-boian, sifat-sifat  segitiga.
Desain Didaktis Konsep Keliling Lingkaran Berbasis Model Pembelajaran SPADE Ai Yati Suryati; Epon Nur'aeni L
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25795

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle yang dialami oleh siswa pada hasil studi pendahuluan terkait konsep keliling lingkaran. Learning obstacle menyebabkan pemahaman siswa terhadap konsep keliling lingkaran mengalami hambatan. Untuk mengatasi atau meminimalisir learning obstacle, guru perlu menyusun desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, desain didaktis konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keliling lingkaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: learning obstacle siswa pada mateeri konsep keliling lingkaran, desain didaktis pada materi konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE, implementasi desain didaktis pada materi konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE, dan respon siswa terhadap desain didaktis konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis (Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu prospective analysis, analisis metapedadidaktik, dan retrospective analysis. Lokasi tempat dilaksanakannya penelitian yaitu di Lewo Babakan Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Hasil akhir penelitian adalah suatu desain didaktis alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran keliling lingkaran di kelas VI sekolah dasar.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Narasi Non-Fiksi Melalui Gambar Seri di Sekolah Dasar Gilang Ramadhan; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.24928

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan media di sekolah dasar dalam pembelajaran menulis teks narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehinga  peneliti mencoba untuk menggunakan media gambar seri sebagai alat atau media dalam pembelajaran menulis teks narasi. Hasil pretest menunjukan bahwa keterampilan menulis teks narasi siswa menunjukan kurangya jawaban yang sangat memuaskan dengan nilai rata-rata yang masih belum mencapai standar, hal tersebut terlihat adanya hambatan dalam menulis teks narasi. Dengan demikian, tujuan penelitian ini yaitu : untuk mengetahui hasil menulis karangan teks narasi siswa sebelum menggunakan media dan setelah menggunakan media gambar seri untuk mengetahui  apakah media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi di Sekolah Dasar. Populasi dan sample penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar yang berjumlah lima belas orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Pre-Ekperimental Design Tipe One-group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes subjektif berupa bentuk soal penugasan yang berisi langkah-langkah menulis teks narasi non-fiksi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2016 dan program SPSS V.25. Hasil penelitian menunjukan Sig. (2-tailed) 0.000 0,05. Dengan demikian hasil tersebut dapat disimpulkan adanya pengaruh sehinga dapat ditarik kesimpulan penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi non-fiksi siswa di Sekolah Dasar.
Analisis Kesalahan Penulisan Huruf Kapital Siswa Kelas II Kiki Widyawati; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25731

Abstract

Huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar dari huruf biasa), biasanya digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat, huruf pertama nama diri, dan sebagainya. Oleh karena itu, penerapan penulisan huruf kapital merupakan aturan-aturan yang harus ditaati oleh pemakai bahasa untuk keteraturan dan keseragaman bentuk dalam bahasa tulis. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Panyingkiran. Tujuan umum penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan huruf kapital siswa kelas II SD Negeri Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Kemudian tujuan khusus penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, dan nama geografi siswa kelas II SD Negeri Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Penelitian disusun dan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif berdasarkan pedoman analisis melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian secara umum, ditemukan data bahwa kesalahan penulisan huruf kapital persentasenya sebesar 33,09%. Persentase tersebut mencakup semua indikator. Kesalahan penulisan huruf kapital pada nama orang merupakan kesalahan penulisan huruf kapital terbesar. Kemudian hasil penelitian secara khusus, kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat memperoleh persentase sebesar 24,83%. Kesalahan penulisan huruf kapital pada nama orang memperoleh persentase sebesar 34,63%. Kesalahan penulisan huruf kapital pada nama geografi memperoleh persentase sebesar 33,32%.

Page 1 of 2 | Total Record : 18