cover
Contact Name
Verani Indiarma
Contact Email
vindiarma@unib.ac.id
Phone
+6281271482518
Journal Mail Official
jkaganga@unib.ac.id
Editorial Address
Jurusan Ilmu komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bengkulu Jl. W.R. Supratman, Kandang Limun, Bengkulu, 38371
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kaganga : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 25498142     EISSN : 27146898     DOI : https://doi.org/10.33369/jkaganga
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kaganga adalah Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora yang dikelola oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu. Proses telaah dalam jurnal ini menggunakan double-blind peer-reviewed dengan dewan editor yang terdiri dari para ahli di bidang ilmu social, komunikasi dan humaniora. Jurnal kaganga ini baru memulai system ojs pada tahun 2019, dan dimulai dengan volume 3 no.1. Diterbitkan dua kali dalam setahun oleh UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia dengan ISSN (online): 2714-6898; dan ISSN (cetak): 2549-8142, jurnal ini bertujuan untuk menyebar luaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain.
Articles 150 Documents
ANALISIS SEMIOTIKA LIRIK LAGU NEGARA LUCU KARYA ENAU TERHADAP KRITIK KEHIDUPAN SOSIAL Ridho Briyan Pradipta; Sonde Martadireja; Dionni Ditya Perdana
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.24-37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kritik terhadap kehidupan sosial yang terkandung dalam lirik lagu “Negara Lucu” karya Enau dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan paradigm kritis. Data diperoleh melalui analisis teks lirik sebagai data primer serta literatur, jurnal, dan dokumen terkait sebagai data sekunder. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam setiap bait lagu, kemudian menafsirkan makna sosial yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik “Negara Lucu” sarat dengan kritik sosial yang disampaikan melalui bahasa sederhana, sarkastik, dan satir. Kritik tersebut mencakup rendahnya budaya literasi, gaya hidup konsumtif, kemalasan, ketergantungan sosial, serta kemunafikan dalam masyarakat. Selain itu, lagu ini juga menyampaikan ajakan untuk mengubah pola pikir, membangun kemandirian, dan menumbuhkan kesadaran kolektif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa musik, khususnya dalam genre folk-indie, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai media refleksi sosial, sarana komunikasi massa, serta alat kritik yang inovatif dan edukatif bagi masyarakat. Kata kunci: Semiotika, Ferdinand de Saussure, Kritik Sosial, Lirik Lagu, Negara Lucu
The Role of Interpersonal Communication Between Migrant Students and Parents in Maintaining Enthusiasm for Learning : A Study of Communication Science Students of Sriwijaya University, Class of 2022) Mutiah Mutiah; Jessica Walmar Happiness Ompusunggu
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.72-81

Abstract

Migrant students face various emotional and academic challenges due to the distance between them and their parents, which can potentially affect their enthusiasm for learning. In this context, interpersonal communication between migrant students and their parents becomes an important aspect as a source of emotional and motivational support. This study aims to understand the role of interpersonal communication between migrant students and their parents in maintaining the enthusiasm for learning of Communication Science students at Sriwijaya University, class of 2022. This study uses a qualitative approach with a phenomenological method to explore the lived experiences of migrant students in interpreting communication with their parents. Data collection was conducted through in-depth interviews with informants selected purposively. Data analysis was carried out based on the phenomenological stages referred to by Creswell and Alfred Schutz, including description of phenomena, phenomenological reduction, understanding subjective meaning, typification, and interpretation of social meaning. The results show that interpersonal communication characterized by openness, empathy, supportive attitudes, positive attitudes, and equality plays an important role in providing a sense of security, emotional support, and maintaining the enthusiasm for learning of migrant students, although there are variations in experience and not all students get the five humanistic aspects completely. The research findings confirm that the quality of communication that is built emotionally is more meaningful than the intensity of communication alone, and functions as psychological strengthening in facing the dynamics of academics and life abroad. Keyword: Interpersonal Communication, Migrant Students, Parents, Enthusiasm for Learning, Phenomenology.
Common Sense vs Ilmu: Mengapa yang Terlihat Benar Belum Tentu Ilmiah? Azzahra Maysa Salsabila; Nina Yuliana
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.47-62

Abstract

This paper is aimed at analyzing the effect of common sense in often used as a basis for judgment in daily life because it is considered practical and aligned with direct experience. However, in many situations, what appears intuitively correct may not meet the criteria for scientific knowledge. This research employs a qualitative approach through conceptual analysis and a systematic literature review od open-access journal articles published in the last five years. The result indicate that common sense is intuitive, spontaneous, and usystematic, making it susceptible to cognitive biases and emotional influences. The findings also show that low science literacy and media literacy strengthen individuals' tendency to accept information that "feels right" without scientific verification, thereby increasing the risk of misinformation. This study emphasizes the importance of a scientific approach and critical literacy as efforts to distinguish between common sense-based beliefs and accountable scientific knowledge.
Media sebagai Penyampai Pesan atau Pembentuk Realitas? Kajian Filsafat Komunikasi: Media as Message Conveyer or Reality Shaper? A Study in Philosophy of Communication Davina Nurul Ramadhani
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.97-103

Abstract

This article examines the role of media as a conveyor of messages or a shaper of social reality from the perspective of the philosophy of communication science. This study uses a philosophical approach that encompasses ontology, epistemology, and axiology to explore how the media shapes meaning, knowledge, and values in society. Using a qualitative literature review method, this study analyzes academic publications over the past five years related to the media and the formation of reality. The findings show that the media not only conveys information, but also actively frames, filters, and reconstructs social reality through practices of representation, narrative selection, and digital mediation. The media therefore plays an important role in shaping what is known and how reality is perceived. Understanding the media as a shaper of reality highlights the importance of ethical responsibility in contemporary communication practices. Keyword: Media, social reality, philosophy of communication, reality constuction
Fashion sebagai Media Komunikasi Nonverbal terhadap Pembentukan Persepsi Sosial dan Judgment Sosial Najwa Miftahul
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.63-71

Abstract

Fashion kerap dipahami sebagai bentuk ekspresi diri, namun dalam fakta lapangan seringkali menjadi dasar munculnya persepi dan judgment terhadap individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fashion sebagai bentuk komunikasi nonverbal dan simbolik serta memahami bagaimana perbedaan penafsiran terhadap fashion dapat memunculkan persepsi dan judgment sosial dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dengan menelaah jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan topik fashion, komunikasi nonverbal, interaksionisme simbolik, dan persepsi sosial. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk membangun pemahaman konseptual mengenai makna simbolik fashion.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal yang menyampaikan pesan visual mengenai identitas, citra diri, dan gaya hidup individu. Namun, makna fashion tidak bersifat tunggal karena dibentuk melalui proses interaksi sosial dan penafsiran subjektif masyarakat. Perbedaan penafsiran tersebut menyebabkan fashion kerap menjadi dasar pembentukan kesan awal yang dapat memunculkan stereotip dan judgment sosial. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih bijak dalam memaknai fashion serta memperkaya kajian ilmu komunikasi, khususnya dalam bidang komunikasi nonverbal dan interaksionisme simbolik. Kata kunci: fashion, komunikasi nonverbal, interaksionisme simbolik, judgment social
Konsep Diri Mahasiswa yang Mengalami Silent Treatment Dalam Keluarga: Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bengkulu Tiara Dwi Aska; Rafinita Aditia; Rasianna BR Saragih
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.38-46

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena silent treatment dalam keluarga yang semakin marak terjadi namun belum banyak dikaji secara spesifik dalam konteks hubungan orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri mahasiswa FISIP Universitas Bengkulu yang mengalami silent treatment dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan teori lima dimensi konsep diri William Fitts yang mencakup diri fisik, diri pribadi, diri keluarga, diri moral-etik, dan diri sosial, serta teori Looking Glass Self Charles Horton Cooley. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan informan ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri informan yang mengalami silent treatmentdalam keluarga bersifat variatif pada setiap dimensinya. Dimensi diri fisik cenderung negatif dan berkorelasi langsung dengan durasi silent treatment. Dimensi diri pribadi bersifat negatif dalam jangka pendek namun berkembang positif dalam jangka panjang melalui proses refleksi diri. Dimensi diri keluarga cenderung negatif dengan kualitas penyelesaian konflik sebagai penentu pemulihan. Dimensi diri moral-etik konsisten positif dan menjadi dimensi paling resilient.Dimensi diri sosial berdampak negatif pada informan introvert dan positif pada informan extrovert dengan ditemukannya fenomena mirroring. Kata Kunci: Konsep Diri, Silent Treatment, Keluarga, Mahasiswa, Looking Glass Self.
MAKNA DAN NILAI BUDAYA TRADISI TURUN MANDI (Karek Abuak Anak) DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINANGKABAU Jefri Firmansyah; Remika Cintawan Nasution; Dzikril Jipa; Inka Aulia Pratiwi; Azkia Yuliani
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.82-96

Abstract

Tradisi turun mandi atau karek abuak anak merupakan salah satu ritual adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat Minangkabau sebagai bagian dari siklus kehidupan seorang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik dan nilai budaya yang terkandung dalam prosesi tradisi turun mandi berdasarkan sumber pustaka primer dan sekunder. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode library research, kajian ini mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menelaah berbagai dokumen budaya Minangkabau. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi turun mandi mengandung nilai-nilai kebersamaan, penghormatan terhadap leluhur, identitas matrilineal, serta peran sentral mamak dan bundo kanduang dalam membentuk identitas seorang anak Minangkabau. Elemen simbolik seperti air, pisau, beras kuning, dan daun-daun ritual memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan harapan, perlindungan, dan keselamatan. Meskipun terdapat variasi pelaksanaan antarnagari, substansi nilai yang diusung tetap konsisten sebagai cerminan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Kata Kunci: Turun Mandi; Karek Abuak; Nilai Budaya; Minangkabau; Matrilineal
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN AKUN INSTAGRAM @AYANAJAKARTA DALAM MENARIK MINAT PENGUNJUNG: Analisis Penerapan Integrated Marketing Communication (IMC) pada Hotel AYANA Midplaza Jakarta melalui Media Sosial Instagram Erli Suci
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.136-147

Abstract

This study aims to determine how @ayanajakarta’s communication strategy attracts visitors through Instagram. A communication strategy is a systematic and focused plan for delivering marketing messages to a target audience, with the aim of influencing consumer behavior and achieving predetermined business goals. This research method uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques consisting of in-depth interviews and documentation of @ayanajakarta’s Instagram content uploads. This study employs a constructivist paradigm. The informant selection technique used purposive sampling and Integrated Marketing Communication (IMC) theory. The results show that @ayanajakarta implements a communication strategy based on Integrated Marketing Communication (IMC) theory by implementing eight main IMC elements In an integrated manner: Advertising, Sales Promotion, Events and Experiences, Public Relations and Publicity, Online and Social Media Marketing, Mobile Marketing, Direct and Database Marketing, and Personal Selling. Overall, @ayanajakarta’s communication strategy through Instagram has proven effective in attracting visitors through the use of features such as feed, reels, stories, and explore, as well as consistent visual content management.
Mengemas Cita Rasa dalam Ruang Digital : Representasi Kuliner Lokal Kota Palopo di Instagram Nuthy Hasya Afifah; Jingga Ayu Azzahra; Bahtiar; Hidayanti; Rahamwati
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.104-135

Abstract

Local culture in its development is also influenced by social media. One of the ways is illustrated by the presence of regional culinary accounts as information media that depict cultural image and identity. This study aims to understand the form of local culinary representation and the process of forming the meaning of local culinary through content uploaded to the Instagram account palopo.kuliner. This study uses a descriptive qualitative approach with Stuart Hall's media and culture theory. Data collection techniques were carried out through observation of Instagram content, documentation in the form of upload screenshots, and interviews with the account manager and followers of the Instagram account palopo.kuliner. Data analysis was carried out by looking at the form of local culinary representation through photos, videos, captions, and the use of everyday language, as well as the encoding and decoding processes in forming the meaning of the content. The results of the study indicate that the Instagram account palopo.kuliner represents local culinary of Palopo City not only as a consumer product, but also as a cultural identity and a promotional medium for local (UMKM). This representation is realized through attractive food visuals as a form of encoding, a natural dining atmosphere as a form of encoding to show the meaning of authenticity, the use of informative captions as a form of encoding that helps the audience interpret (decode) the meaning displayed, and everyday language as an encoding to build closeness with the audience.
JURNALIS SEBAGAI PENYARING INFORMASI DI TENGAH ARUS KECERDASAN BUATAN : KAJIAN ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB PROFESIONAL PERS Dwi Aji Budiman
Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkaganga.10.1.1-23

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menjelaskan jurnalis sebagai penyaring informasi di tengah arus kecerdasan buatan : kajian etika dan tanggung jawab profesional pers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam cara informasi diproduksi dan disebarkan. Di tengah derasnya arus informasi yang dihasilkan oleh teknologi ini, peran jurnalis sebagai penyaring informasi menjadi sangat penting. Jurnalis harus bertindak sebagai filter kritis yang mampu memilah dan mengonfirmasi kebenaran informasi sebelum sampai ke publik. Hal ini bukan hanya soal teknik verifikasi, tetapi juga terkait dengan tanggung jawab etis dan profesional yang melekat pada profesi jurnalistik. Kajian etika jurnalistik menekankan pentingnya menjaga integritas, objektivitas, dan independensi dalam menyajikan berita, apalagi ketika berhadapan dengan informasi yang dihasilkan atau dimanipulasi oleh kecerdasan buatan. Dengan demikian, jurnalis memegang peranan strategis dalam menjaga kualitas informasi dan membangun kepercayaan publik di era digital. Tanggung jawab profesional pers tidak hanya berhenti pada penyampaian fakta, melainkan juga pada pengawalan etika yang mampu menjaga kredibilitas dan fungsi pers sebagai pilar demokrasi. Di tengah arus kecerdasan buatan yang semakin deras, jurnalis yang beretika dan profesional adalah garda terdepan dalam memastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kata Kunci : Jurnalis, Kecerdasan Buatan, Kajian Etika Dan Tanggung Jawab Profesional Pers