cover
Contact Name
Suci Prasita Dewi
Contact Email
suciprasita@ipdn.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkonstituen@ipdn.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perlindungan Masyarakat Kampus IPDN Jatinangor, Jalan Raya Ir. Soekarno Km. 20 Jatinangor, Sumedang Jawa Barat
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstituen
ISSN : 26562383     EISSN : 26560925     DOI : https://doi.org/10.33701/jk.v4i2
Core Subject : Education, Social,
Fokus Jurnal Konstituen adalah Dinamika Penyelenggaraan Pemerintahan, Administrasi Kependudukan serta Pelayanan Publik Pencatatan Sipil, Penegakkan Regulasi pada konteks Praktek Perpolisian Pamong Praja dan Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik dalam Kajian Kebencanaan
Articles 103 Documents
Transformasi Masyarakat Agraris melalui Sustainable Community-Based Tourism (SCBT) in Mina Wisata Aulia Widya Sakina; Anastasia Adiwirahayu; Widati Widati; Muhammad Laksmana Surya Adi Wibawa
Jurnal Konstituen Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v8i1.6339

Abstract

Transformasi pedesaan kontemporer menuntut masyarakat agraris tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membangun sistem penghidupan yang lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi, sosial, dan ekologis. Dalam konteks tersebut, Sustainable Community-Based Tourism (SCBT) berpotensi menjadi mekanisme transformasi masyarakat agraris. Namun demikian, sebagian besar penelitian sebelumnya masih menempatkan Community-Based Tourism sebagai instrumen pengembangan ekonomi lokal atau tata kelola wisata, sementara kajian mengenai bagaimana integrasi pertanian, perikanan, dan wisata membentuk transformasi agraris multidimensional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengembangan mina wisata berbasis SCBT mentransformasikan masyarakat agraris menuju pembangunan pedesaan berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Kampung Mina Padi Samberembe Kabupaten Sleman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi lintas dimensi, dan pengembangan lima dimensi transformasi, yaitu ekonomi agraris, kelembagaan lokal, struktur sosial, budaya agraris, dan sosial-ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mina wisata berbasis SCBT mendorong transformasi masyarakat agraris secara multidimensional melalui restrukturisasi penghidupan, penguatan kelembagaan, perluasan partisipasi sosial, reproduksi budaya agraris, dan penguatan adaptasi sosial-ekologis. Penelitian ini berkontribusi dengan menempatkan SCBT tidak hanya sebagai pendekatan wisata berbasis masyarakat, tetapi juga sebagai mekanisme transformasi masyarakat agraris menuju pembangunan pedesaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Angin Puting Beliung Di Kota Metro Provinsi Lampung Tegar Dyaromadoni; Nurul Mutmainnah Jamil
Jurnal Konstituen Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v8i1.6361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana angin puting beliung. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi serta pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kota Metro sebagai wilayah dengan potensi cuaca ekstrem memerlukan kesiapsiagaan yang didukung kapasitas kelembagaan yang memadai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan mengacu pada dimensi kapasitas kelembagaan menurut Grindle, yaitu sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan jejaring antar lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas BPBD Kota Metro dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana angin puting beliung masih berada pada tahap penguatan. Pada dimensi sumber daya manusia masih terdapat keterbatasan jumlah dan kompetensi personel. Pada dimensi penguatan organisasi, program kesiapsiagaan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem yang komprehensif. Pada dimensi jejaring antar lembaga, koordinasi lintas sektor telah berjalan namun belum optimal dan berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi adanya regulasi pemerintah dan dukungan pemerintah daerah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem kelembagaan, serta optimalisasi koordinasi lintas sektor guna membangun kesiapsiagaan bencana yang lebih efektif. Kata Kunci: kapasitas kelembagaan, BPBD, kesiapsiagaan, angin puting beliung, Kota Metro.
Implementasi Mitigasi Bencana Banjir oleh BPBD Kota Mataram: Analisis Mitigasi Struktural dan Nonstruktural Muhammad Arifin; Nadya Anggara Putri
Jurnal Konstituen Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v8i1.6369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mendeskripsikan mitigasi bencana banjir pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori mitigasi dari Damon P. Coppola yang membagi mitigasi menjadi mitigasi struktural dan mitigasi non struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi bencana banjir pada BPBD Kota Mataram belum optimal. Meskipun pada aspek mitigasi nonstruktural telah dilakukan dengan cukup baik namun perlu untuk ditingkatkan serta pelaksanaan pada aspek mitigasi struktural masih banyak belum dilaksanakan yaitu penyediaan alat deteksi banjir, shelter sementara, dan modifikasi struktura. Selain itu, hambatan yang ditemui yaitu belum tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, perilaku masyarakat, serta keterbatasan anggaran. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mitigasi bencana banjir pada BPBD Kota Mataram belum dilaksanakan secara optimal sehingga diperlukan perbaikan pada berbagai sektor seperti peningkatan kapasitas sarpras, penegakkan aturan terkait tata ruang dan lingkungan, kolaborasi antar pemda, serta penggunaan konten digital dalam edukasi terkait kebencanaan.

Page 11 of 11 | Total Record : 103