Jurnal Keperawatan
Jurnal keperawatan (JK) merupakan bagian integral dari jurnal yang diterbitkan oleh LPPM STIKES Kendal. JK merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan. JK menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada (10) pilar keperawatan, : meliputikeperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan. JK diterbitkan pertama kali dengan ISSN versi cetak pada Volume 1 No 1 Maret 2009 dan ISSN versi online pada Volume 9 No 1 Maret 2017. JK awalnya terbit 2 kali dalam setahun yaitu bulan terbitan Maret dan September. JK mulai Desember 2018 terbit 4x dalam setahun, yaitu bulan terbitan Maret, Juni, September, dan Desember. Artikel yang terbit di JK telah melalui proses telaah sejawat yang memiliki keahlian yang relevan.
Articles
772 Documents
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Belajar Siswa SMA Kelas X dalam Menjalani Pembelajaran Sistem Daring pada Masa Pandemi Covid-19
Ariani Sulistyorini;
Enur Nurhayati;
Dodik Arso Wibowo
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.764 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.87
Pandemi yang dialami semua negara termasuk Indonesia, membuat kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan. Pemerintah menganjurkan aktivitas bertatap muka secara langsung dibatasi, termasuk aktifitas pendidikan dilakukan secara daring yang berdampak pada motivasi belajar siswa. Terdapat faktor internal dan external yang berhubungan dengan motivasi siswa dalam pembelajaran daring selama pandemi.Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar siswa SMA kelas X dalam menjalani pembelajaran sistem daring pada masa pandemi Covid-19 di MAN 2 Blitar Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Desain penelitian menggunakan Observasional Analitic. Populasi sebanyak 381 siswa, jumlah sampel 38 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Variabel penelitian adalah Faktor yang berhubungan dengan Motivasi Belajar Siswa SMA Kelas X dan Motivasi Siswa dalam pembelajaran Daring. Instrument penelitian berupa kuesioner (online form). Penelitian dilakukan tanggal 15-30 Desember 2020. Data dianalisa dengan analisis Corelation yaitu uji Rho Spearman dan Coefisien Kotigensi dengan nilai Alpha 5%. Analisis Corelation didapatkan hasil, faktor usia p value 0.719, Jenis Kelamin p value 0.329, tinggal serumah p value 0.123 dimana dari ketiga faktor tersebut p value ≥ 0,05 berarti faktor usia, jenis kelamin dan tinggal serumah dengan siapa tidak berhubungan dengan motivasi belajar siswa pada masa pandemi. Faktor Jaringan Internet didapatkan p value 0,015 dimana jika p value ≤ 0,05 berarti faktor jaringan internet berhubungan dengan motivasi belajar siswa selama masa pandemi. Faktor Usia, jenis kelamin dan Teman /tinggal serumah dengan siapa adalah faktor yang tidak berhubungan dengan motivasi belajar siswa, dan layanan jaringan Internet merupakan faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar siswa selama masa pandemi.
Penggunaan Teknologi Layanan Short Message Service terhadap Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis: Literatur Review
Lasarus Atamou;
Agus Setiawan;
Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (324.407 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.88
Penanggulangan permasalahan penyakit Tuberkulosis menjadi prioritas karena merupakan salah satu masalah kesehatan global termasuk di Indonesia. Pemerintah telah melakukan strategi pemecahan masalah tuberculosis dengan kebijakan khusus yaitu DOTS untuk memberikan pengobatan standar, melakukan monitoring dan evaluasi melalui petugas puskesmas untuk mengontrol dan memastikan pasien TB mengkonsumsi obat secara teratur. Beberapa teknologi informasi pendukung dibuat agar memudahkan komunikasi dua arah dari petugas Kesehatan ke pasien dan sebaliknya. Salah satu teknologi tersebut yaitu system layanan SMS terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien TB. Peneliti menggunakan cara telaah jurnal/mereview literatur dari beberapa database diantaranya Scopus, Elsevier, Clinical Key dan online datebase lainnya. Kata kunci yang digunakan adalah “Pesan singkat” dan “Tuberculosis”, dan “Pengobatan”. Berdasarkan metode pencarian secara online dan penyeleksian jurnal ilmiah akhirnya dipilih dua belas artikel yang selanjutnya dilakukan telaah, didapatkan bahwa teknologi layanan Short Message Service memberikan manfaat kepatuhan mengkonsumsi OAT dan memberikan informasi kunjungan ulang yang berdampak pada kesembuhan pasien. Pasien dan juga petugas Kesehatan yang menangani TB dapat melayani secara efektif melalui komunikasi dua arah sehingga dapat menekan angka putus obat yang berdampak pada TB-MDR. Penggunaan teknologi layanan SMS sangat memberikan manfaat terhadap kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis.
Perbedaan Sikap Pekerja pada Pemberian Simulasi Online dan Simulasi Praktik di Perusahaan Pembuat Baja Dimasa Pandemi
Zahra Nurdina Fitriani;
Yuliani Setyaningsih;
Hanifa Maher Denny
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (263.575 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.91
Perusahaan pembuat besi dan baja seperti yang kita ketahui memiliki potensi bahaya kebakaran yang tinggi karena proses pembuatannya menggunakan suhu diatas 400°C. Kemampuan pekerja dalam upaya mengurangi risiko kebakaran dan tanggap darurat kebakaran sangat diperlukan. Dimasa pandemi COVID-19 ini seluruh pelatihan dilaksanakan melalui online termasuk pelatihan simulasi kebakaran. Sehingga peneliti ingin mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan pada simulasi online dan simulasi praktik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif quasi eksperimen dengan metode pre-test dan post-test design pada 50 pekerja dengan membagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan pelatihan simulasi secara online dan kelompok lainnya menggunakan simulasi praktik langsung. Dua kelompok tersebut mengisi pre-test dan post-test lalu diuji secara statistic menggunakan uji non parametric dengan Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney Test. Didapatkan hasil Pvalue <0,05 untuk simulasi online dan praktik yang berarti terdapat perbedaan sebelum simulasi dan sesudah simulasi. Hasil menunjukkan pemberian simulasi praktik memiliki nilai signifikasi yang lebih kecil daripada simulasi praktik, yang berarti sikap pekerja dalam pemberian simulasi secara praktik lebih baik daripada pemberian simulasi secara online. Sebaiknya perusahaan tetap melakukan simulasi kebakaran secara praktik langsung untuk hasil yang maksimal dimasa pandemic COVID-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
Kenyamanan Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Infark Myocard Akut
Desi Natalia Trijayanti Idris;
Dian Prawesti
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.964 KB)
Gejala paling sering dialami pasien Infark Miokard Akut (IMA) adalah nyeri dada. Nyeri dada menyebabkan ketidaknyamanan pada pasien, sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kenyamanan dengan kualitas hidup pada pasien infark miokard akut. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Variabel penelitian adalah tingkat kenyamanan dan kualitas hidup. Pengumpulan data dengan kuesioner SGCQ dan MacNew QLMI dengan nilai Cronbach's alpha pada SGCQ adalah 0,763 sedangkan untuk kuesioner MacNew QLMI adalah 0,767. Analisis data penelitian ini menggunakan uji statistik Spearman's rho untuk mengetahui hubungan antara tingkat kenyamanan dengan kualitas hidup pasien infark miokard akut.Hasil penelitian untuk tingkat kenyamanan dengan nilai rerata 1,525 lebih dari 50% pasien IMA memiliki kenyamanan pada tingkat nyaman yaitu 21 responden (52,5%) dan untuk hasil kualitas hidup dengan nilai rerata dari 2.050, sebagian besar pasien IMA memiliki kualitas hidup yang baik yaitu 19 Responden (47,5%). Hasil uji statistik Spearman's Rho diperoleh p < 0,000 yang artinya ada hubungan antara tingkat kenyamanan dengan kualitas hidup pasien IMA di ruang ICU RS Baptis Kediri.Kesimpulan penelitian Kenyamanan harus dimiliki oleh pasien IMA karena rasa nyaman akan meningkatkan kualitas hidupnya.
The Effect of Doctor-Nurse Communication on Patient Safety Culture: Study in One Private Hospital in Malang
Indra Ningrum Fitria;
Elisabeth Fransiska Sibarani
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.287 KB)
The complexity of health services in hospitals is a safety and safety risk in the form of Unexpected Events (KTD) or Nearly Accidental Events (KNC). One of the factors that can prevent KTD and KNC is doctor-nurse communication as the spearhead of health services in hospitals. This study aims to analyze the effect of doctor-nurse communication (openness, accuracy, timeliness, understanding) on patient safety in hospitals. The design of this research is a cross sectional study. Doctor-nurse communication was measured based on nurses' perceptions using a closed questionnaire. Respondents involved 40 nurses. Data were analyzed using multiple linear regression. The results of the analysis show that the doctor-nurse communication variable has an average of 2.92, meaning that it has been running well. Patient safety culture has an average value of 3.07, which means that patient safety is also going well. The results showed that the communication components (openness, accuracy, timeliness, understanding) did not have a significant effect (adjusted R2 = 0.065, p = 0.176) on safety safety culture simultaneously or partially.
Mengurangi Stres Perawat di Ruang Isolasi Covid-19 Menggunakan Guided Imagery
I Gusti Ngurah Putu Jaya Antara;
Ni Putu Emy Darma Yanti;
Ida Ayu Md Vera Susiladewi
Jurnal Keperawatan Vol 14 No S1 (2022): Jurnal Keperawatan: Supp Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.234 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14iS1.99
Perawat sebagai garda terdepan perawatan pasien COVID-19 berisiko tinggi mengalami stres akibat pekerjaannya. Apabila stres yang dialami perawat tidak dapat diatasi dengan cara yang tepat maka dapat menimbulkan ancaman terhadap keselamatan perawat itu sendiri dan juga keselamat pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh guided imagery terhadap penurunan stres perawat di ruang isolasi COVID-19. Penelitian ini melibatkan 20 orang perawat yang bertugas di ruang isolasi COVID-19 sebuah rumah sakit di Bali. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS). Pemberian intervensi guided imagery dilakukan dengan metode ceramah, pemutaran video, dan demonstrasi dalam satu sesi selama 180 menit. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis mendapatkan ada pengaruh pemberian guided imagery terhadap penurunan stres perawat di ruang isolasi COVID-19. Guided imagery menekan stres yang dirasakan seseorang melalui penciptaan rasa nyaman dan rileks yang disertai dengan imajinasi positif sehingga dapat merangsang meningkatnya endorfin dalam tubuh.
Pengalaman Perawat Merawat Pasien dengan Covid-19 di Ruang Intensif: Studi Literatur
Ni Wayan Dewi Tarini;
Nurlela Mufida;
Nursalam Nursalam
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.193 KB)
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.100
Selama masa pandemi Covid-19, memberikan perawatan kepada pasien Covid-19 yang kritis dan dirawat di Ruang Intensif menimbulkan tantangan tersendiri bagi perawat. Berbagai metode perawatan, model asuhan keperawatan, pengaturan sumber daya perawat yang terampil dalam penanganan Covid-19 serta pengaturan jam kerja perawat yang bertugas, dilakukan untuk memberikan asuhan keperawatan yang terbaik kepada pasien Covid-19, dengan harapan dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas pada pasien kasus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelusuran literatur mengenai pengalaman perawat selama merawat pasien Covid-19 di Ruang Intensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diagram PRISMA dengan jumlah artikel yang dianalisis sebanyak 25 artikel yang ditelusuri melalui database Pubmed, Proquest dan Science Direct dengan jumlah seluruh artikel yang ditelusuri berdasarkan kata kunci: pengalaman perawat, Covid-19 dan ruang intensif adalah sebanyak 276 artikel. Sebagian besar perawat yang bertugas merawat pasien Covid-19 di Ruang Intensif menunjukkan gejala depresi, cemas, insomnia yang lebih dibanding dengan perawat yang bertugas di ruang rawat non covid-19 akibat adanya perubahan sosial berupa pembatasan komunikasi dengan keluarga maupun teman. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini adalah memberikan program pendidikan atau pelatihan intensif kepada perawat untuk mencegah dan mengendalikan infeksi Covid-19, pengaturan jam kerja dan shift kepada perawat untuk mengurangi stres dan kelelahan dalam merawat pasien Covid -19.
Faktor Determinant yang Mempengaruhi Kecemasan Remaja pada Masa Pandemi
Emira Apriyeni;
Helena Patricia
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (330.136 KB)
Pandemi covid-19 menimbulkan kecemasan pada remaja untuk beraktivitas di luar rumah, terbatasnya sosialisasi, dan khawatir jika terpapar dengan virus Covid-19. Kecemasan akan berdampak pada masalah kesehatan mental remaja. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinant yang berhubungan dengan tingkat kecemasan remaja pada masa pandemi. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 25 Padang dengan 105 orang sampel dengan Proporsional Stratified Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh remaja yang mengalami kecemasan sedang-berat sebesar (71,4%). Hasil statistik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan adalah konsep diri (p=0,002), dukungan keluarga (p=0,000) dan strategi coping (p=0,000), serta religiusitas (p=0,006). Faktor yang paling dominan untuk kecemasan adalah strategi koping (OR=6,7). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan konsep diri, dukungan keluarga, strategi coping dan religiusitas pada remaja. Faktor yang paling dominan adalah strategi koping. Diharapkan sebaiknya remaja memahami konsep diri, dan meningkatkan religiusitas dan menggunakan strategi koping yang baik serta di harapkan keluarga memberikan dukungan kepada remaja agar menggunakan strategi koping untuk mengurangi kecemasan pada remaja.
TANADASHIP Techniques on Anxiety Level in Non-Intubation Covid 19 Patients at Wisma Atlit
Novia Wulansari;
Diana Irawati;
Tria Astika Endah Permatasari
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (231.769 KB)
A new type of virus in humans that emerged in 2019 and caused the 6th pandemic event in world history since 1918 is the novel coronavirus or currently known as COVID-19. The increasing prevalence of confirmed cases of COVID-19 in Indonesia has been recorded until now there are 1,191,990 confirmed cases, and the average addition of cases per day is 18.1%. This research is about giving deep breathing, spiritual, and five-finger hypnosis (TANADASHIP) techniques to anxiety levels in COVID 19 patients at Wisma Atlet Jakarta Hospital. To find out the decrease in anxiety levels in covid 19 patients who received the deep breath, spiritual, and five-finger hypnosis (TANADASHIP) intervention. This study uses a quasi-experimental design. The sampling technique used purposive sampling. The population in this study amounted to 68 were confirmed COVID-19 patients who were treated in the COVID-19 isolation room at the Wisma Atlet Jakarta Hospital. Data analysis includes normality test, univariate analysis and bivariate analysis. This research has passed the ethical test with 0915/7.9-UMJ/VIII/2021. There is a significant difference between the level of anxiety in COVID-19 patients who were given deep breathing, spiritual, and five-finger hypnosis (TANADASHIP) techniques.
Budaya- Budaya yang Menghambat Health Decision Making Perempuan: Systematic Review
Maria Yoheni Harnila;
Imami Nur Rachmawati
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.281 KB)
Selama bulan Maret-Agustus 2020 (6 bulan) posyandu berhenti memberikan pelayanan, dimana hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai covid-19, sehingga pertumbuhan balita tidak bisa terpantau bahkan cenderung berpotensi risiko terjadinya malnutrisi baru atau malnutrisi yang lebih buruk. Pencegahan stunting pada masa pandemi covid-19 dilakukan dengan cara pelayanan kesehatan diprioritaskan kepada kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan pencegahan stunting pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan dengan pengumpulan informasi dan pengukuran variabel dalam waktu yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 93 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dengan nilai α sebesar 0,896 dengan r tabel 0,444 dan wawancara. Analisis data menggunakan analisa univariate (analisa deskriptif). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 6 program pencegahan stunting, 5 program sudah dilaksanakan oleh Puskesmas Mantang yaitu Promosi dan Dukungan Menyusui, Kampanye Gizi Seimbang dan PHBS, Prioritas Layanan pada Balita Melalui Pelayanan Kesehatan atau Kunjungan Rumah, Pemberian Makanan Tambahan Bagi Balita Gizi Kurang dan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis, dan Pemberian Suplementasi Gizi.