Humaniora
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles
950 Documents
Linkage dalam Klausa Adjektival sebagai Sarana Penalaran
Sukamti Suratidjo
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (866.527 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1871
Berbahasa merupakan kegiatan yang memerlukan penalaran, sebab tanpapenalaran komunikasi tidak akan berhasil dengan baik. Salah satusarana penalaran adalah pertalian makna atau linkage. Dalam bahasa Indonesia linkage berupa: urutan, seleksi, penguasa-pembatas, konstruksi relasional, dan konteks. Penulis akan membahas linkage dalam klausa adjektival sebagai sarana penalaran. Penalaran berkaitan dengan kelogisan, dan makna kalimat. Kalimat yang tidak logis sulit dipahamidan merusak makna. Oleh karena itu, makalah ini bertuiuan memberi penyelesaian terhadap masalan berbahasa yang logis.
Selayang Pandang Reproduksi Gender di Indonesia
Faruk Faruk
Humaniora No 6 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1130.948 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1873
Masih terdapat banyak persoalan lain yang dihadapi oleh wanita,yang menunjukkan betapa konsep kesetaraan yang dinyatakan secara ideal dalam Undang-Undang Dasar 1945 di atas, masihlah amat jauh dan kenyataan. Ada persoalan masih amat rendahnya tingkat upah yang diberikan pada pekerja wanita, ada soal masih amat rendahnya tingkat kenyataan wanita untuk banyak bidang pekerjaan di sektor publik, ada persoalan kekerasan yang selalu mengancam dan ditimpakan pada wanita, dan banyak lagi yang lainnya. Kenyataan ketimpangan di atas dapat saja dikembalikan kepada faktor historis, yaitu bahwa titik berangkat wanita dalam melaksanakan hak-hak kesetaraannya seperti yang diimperatifkan oleh Undang-Undang Dasar di atas tidak sama dengan laki-laki.
Kitab Kasidah Burdah: Tradisi Pembacaan dan Resepsinya
Fadlil Munawwar Manshur
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2344.095 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1875
Pesantren dan kitab merupakan dua entitas yang saling berhubungan erat.Dalam tradisl pengajaran agama Islam antara pesantren dan kitab tidak dapat dipisahkan, karena alasan pokok munculnya pesantren adalah untuk mentransmsikan Islam tradisional sebaqaimana yang terdapat dalam kitab-kitab klasik yang ditulis berabad-abad yang lalu. Kitab-kitab ini dikenal di Indonesia sebagai kitab kuning (Bruinessen, 1995:17). Di dunia pesantren kitab-kitab itu kuning dikaji, diresepsi, dan dijadikan acuan moral oleh masyarakatpesantren (kiai dan santri) dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran-ajaran Islam ini ada yang ditulis dalam kitab-kitab kuning yang bercorak sastra, antara lain Kasidah Burdah karangan Muhammad Al-Busin. Di antara pesantren yang mengajarkan kitab Kasidah Burdah (selanjutnya disebut KB) kepada santrinya adalah Pesantren Darussalam Ciamis.
Arkeologi Pemukiman: Asal-Mula dan Perkembangannya
Heddy Shri Ahimsa-Putra
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1741.091 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1876
Di kalangan awam di Indonesia, arkeologi lebih dikenal sebagai sebuah disiplin yang banyak mempelajari candi-candi daripada sebagai ilmu yang mempelajari kehidupan manusia di masa lampau lewat benda-benda yang mereka hasilkan. Hal lni tidak ter1epas dan kenyataan bahwa arkeologi Indonesia memang masih lebih banyak memperhatikan kebudayaan materi daripada aspek sosiologis atau ideologis dan hasil budaya masyarakatkuno yang dipelajari. Ada baiknya kita mengetahui sejarah munculnyakajian pola pernukiman dalam arkeologi, sebab hanya dengan mengetahuisejarahnyalah kita akan dapal memahami dengan baik tujuan kajian, persoalan-persoalan yang dibahas serta perkembangan pemikiran di dalamnya.
Konstruksi Posesif Bahasa-bahasa Austronesia dan Non Austronesia di Kawasan Timur Indonesia: Studi Bandingan Bahasa Tetun (Timor Timur), Lamaholot (Flores Timur), dan Mai Brat (Kepala Burung)
Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5443.978 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1877
Bahasa Tetun Terik yang disebut juga Tetun Fenan atau Tetun Laos digunakan olen sebagian penduduk di daerah Propinsi Timor Timur. Penutur dia1ek Tetun Terik yang berjumlah sekitar 400.000 orang mendiami wilayah Kabupaten Vikeke, Kovalima, dan di sebagian wilayah Kabupaten Manatuto. Selain digunakan di Timor Timur, Bahasa Tetun Terik digunakan juga di Kabupaten Belu, di Propinsi Nusa Tenggara Timur, di Wilayah Timor yang berbatasan dengan Propinsi Timor Timur.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Siaran Radio: Analisis Sosiolinguistik
Novi Siti Kussuji Indrastuti
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6940.431 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1878
Alih kode dan campur kode sering dijumpai dalam siaran radio. Alih kode dan campur kode merupakan salah satu wujud dan kreativitas penyiar dalam penggunaan bahasa. Ada bermacam-macam bentuk alih kode dan campur kode dalam siaran radio sesuai dengan fungsi, tujuan, atau kepentingannya masing-masing. Masalah tersebut cukup menarik untuk dibicarakan lebih lanjut. Dalam tulisan ini yang akan dibicarakan adalah kasus alih kode dan campur kode di radio Yasika FM Yogyakarta. Hal tersebut berdasarkan atas pertimbangan bahwa alih kode dan campur kode yang terjadi dalam acara siaran di radio Yasika memiliki frekuensi yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan stasiun-stasiun radio lain di Yogyakarta.
Kemiskinan dan Jaminan Sosial di Pedesaan Indonesia
Pande Made Kutanegara
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1102.09 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1879
Istilah jaminan sosial mengacu pada konsep social security yang merupakansebuah konsep yang sangal lentur dan bermakna luas, tergantung pada konteks pembicaraan. Social security sering diartikan sebagai keamanan sosial, kesejahteraan sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan sebagainya. Dalam tulisan ini, social security diartikan sebagai jaminan sosial yang diharapkan dapat menjamin kehidupan masyarakat, terutama kelompok miskin pedesaan.
The Emergence of Archaeology as Scientific Discipline
Ph. Subroto
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (927.209 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1880
It might be useful to mention of definition the archaeology, since the various definitions of Archaeology might reflect the emergence and the growth of archaeelogy itself. The word "archaeology" was first used to mean ancient history in general. By this definition, the contents of archaeology are derived from various collections of old manuscripts (Daniel, 1967:1). Archaeology has an alliance with history and anthropology. Both archaeology and history deal with the human past, concerned with the narration of the past and With its explanation.
Tokoh Binatang dalam Cerita Prancis Las Contes du Chat Perche
R.A. Siti Sastriyani
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (828.965 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1881
Les Contes du Chat Perche (cerita Kucing Bertengger) adalah cerita binatang karya terbaik Marcel Ayrre. Masalah penokohan dalam Les Contesdu Chat Perche sangat menarik dibicarakan. Alasan dipilihnya topik ini karena dari segi struktur cerita, terutama mengenai tokoh, baik yang protagonis maupun antagonis menarik untuk dibahas. Ada kesatuan antarunsur dalam cerita itu.
Gaya Bunyi
Rachmat Djoko Pradopo
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1129.033 KB)
|
DOI: 10.22146/jh.1882
Gaya bunyi meliputi penggunaan bunyi-bunyi tertentu untuk mendapatkanefek tertentu, yaitu efek estestis. Gaya bunyi berupa gaya ulangan bunyi:asonasi, aliterasi, persajakan: sajak awal, sajak akhir, sajak dalam, dan sajak tengah. Kombinasi pola-pola bunyi itu membuat sajak menjadi merdu. Kombinasi bunyi yang merdu itu menimbulkan bunyi musik yang merdu dalam karya sastra, puisi pada khususnya. Bunyi musik atau orkestrasi itu dapat juga terdapat dalam prosa. Orkestrasi yang berbunyi merdu disebut efoni (euphony) dan yang tidak berbunyi merdu (parau) disebut kakofani (Cacophony).