cover
Contact Name
Elan Ardri Lazuardi,
Contact Email
humaniora@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
humaniora@ugm.ac.id
Editorial Address
Humaniora Office d.a. Fakultas Ilmu Budaya UGM, Gedung G, Lt. 1 Jalan Sosiohumaniora, Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humaniora
ISSN : 08520801     EISSN : 23029269     DOI : 10.22146/jh
Core Subject : Humanities,
Humaniora focuses on the publication of articles that transcend disciplines and appeal to a diverse readership, advancing the study of Indonesian humanities, and specifically Indonesian or Indonesia-related culture. These are articles that strengthen critical approaches, increase the quality of critique, or innovate methodologies in the investigation of Indonesian humanities. While submitted articles may originate from a diverse range of fields, such as history, anthropology, archaeology, tourism, or media studies, they must be presented within the context of the culture of Indonesia, and focus on the development of a critical understanding of Indonesia’s rich and diverse culture.
Articles 950 Documents
Analisis Struktural Novel Hong Lou Meng Xiao Lixian
Humaniora Vol 25, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.311 KB) | DOI: 10.22146/jh.2359

Abstract

Novel Hong Lou Meng karya Cao Xueqin merupakan salah satu dari empat novel klasik di sejarah sastra Tiongkok. Novel ini dianggap sangat membantu untuk memahami kebudayaan Tionghoa. Novel tersebut menarik untuk dianalisis dengan menerapkan teori strukturalisme ala Lévi-Strauss. Dalam analisis novel Hong Lou Meng ini, yang dominan diterapkan adalah asumsi dasar relasi-relasi oposisi berpasangan, karena relasi oposisi yang ditampilkan dalam novel ini banyak membantu untuk memahami fenomena-fenomena sosial pada waktu itu. Dari hasil analisis diketahui bahwa karya sastra seperti mitos juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk memahami budaya sosial yang diceritakan dalam karya sastra itu. Sebaliknya, jika mengenal baik mengenai budaya sosial yang bersangkutan, baru karya sastra dapat dipahami dengan baik.
The Changed and Unchanged Situations in the Representation of Women in Contemporary Cinema Arif Rohman
Humaniora Vol 25, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.496 KB) | DOI: 10.22146/jh.2360

Abstract

The second feminist wave in the 1960s has influenced feminists to increase their campaign against patriarchy in almost all areas. One of the areas which has made women very vulnerable is the issue of women in cinema. This article investigates some changes in the representation of women in cinema by comparing four movies: Stepford Wives (1975), Orlando (1992), When Night Is Falling (1995), and Stepford Wives (2004). This study was conducted by using modern hermeneutics method. The results indicate that these four films appear to contain three changed aspects regarding women, that is, the equality of work, the expression of sexual identity, and the image of ‘higher-education-woman’. The films also show that some aspects in the representation of women, such as the expectation of motherhood, the myth of sexuality, and the position of women as victims, remain unchanged.
Meanings of English Loanwords in Indonesian Articles of Sport Ari Nurweni
Humaniora Vol 25, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.438 KB) | DOI: 10.22146/jh.2361

Abstract

This study investigates the meanings of English loanwords in Indonesian sport texts. The data analyzed in this study were taken from sport articles of an Indonesian newspaper in 2010 and 2011. Their meanings in the text were compared to those in English dictionaries, sport glossary and KBBI 2008 using Nida’s componential analysis of meaning (Nida, 1975:32-67). The results showed that most of the English loanwords in the Indonesian sport articles had their meanings unchanged and some others experienced semantic changes. The results imply that some revision should be made to the meanings of some English loanwords in KBBI 2008.
Identitas Kalimat Eksklamatif dalam Bahasa Arab Uswatun Hasanah
Humaniora Vol 25, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1845.126 KB) | DOI: 10.22146/jh.2362

Abstract

Tulisan ini merupakan penelitian awal terhadap permasalahan kalimat eksklamatif dalam bahasa Arab. Dengan bertumpu pada tinjauan sintaksis buku Al-`Arabiyyah lin-Nāsyi’īn, dan media massa tulis cetak yang berupa tulisan fiksi, disimpulkan bahwa kalimat eksklamatif dalam bahasa Arab meliputi kalimat eksklamatif qiyasiy dan kalimat eksklamatif muṭlaq yang masing-masing mempunyai berbagai macam bentuk (ṣīgah). Partikel seru yang dipakai dalam kalimat eksklamatif bahasa Arab bermacam-macam. Partikel-partikel seru tersebut kadang-kadang diikuti oleh ujaran dan kadang-kadang tidak; kadang-kadang diikuti oleh tanda seru dan kadang-kadang tidak. Secara sintaksis, di antara partikel seru ada yang tidak berhubungan dengan kata-kata lain dalam ujaran dan ada yang berhubungan dengan kata-kata yang ada dalam ujaran.
Pelataran dalam Wacana Bahasa Prancis Sajarwa Sajarwa
Humaniora Vol 25, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.72 KB) | DOI: 10.22146/jh.2363

Abstract

Dalam wacana naratif ada peristiwa yang merupakan latar depan (fore ground)  dan ada peristiwa yang merupakan latar belakang (back ground). Latar depan merupakan informasi yang penting, bagian narasi yang menyajikan hal-hal yang utama yang sesuai dengan tujuan cerita. Latar belakang merupakan bagian narasi yang memperkuat atau mengomentari tujuan cerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlataran dalam kalimat tunggal bahasa Prancis berkaitan dengan struktur; sedangkan dalam kalimat majemuk yang menjadi dasar penentuan perlataran adalah kala, yaitu imparfait dan passé simple. Adapun dalam wacana yang menjadi dasar untuk membedakan kedua jenis peristiwa  adalah aspek. Peristiwa latar depan beraspek perfektif, sedangkan peristiwa latar belakang beraspek imperfektif.  Aspek perfektif dan imperfektif berkaitan dengan kala.
Retorika Persuasi sebagai Upaya Mempengaruhi Jamaah pada Teks Khotbah Jumat Sukarno Sukarno
Humaniora Vol 25, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.701 KB) | DOI: 10.22146/jh.2364

Abstract

Artikel ini merupakan sebagian dari hasil penelitian yang dilakukan di Jember, Jawa Timur, tentang kepaduan konteks situasi dan konteks budaya pada teks khotbah Jumat. Yang menjadi fokus artikel ini adalah teknik-teknik retorika persuasi yang digunakan khatib untuk mempengaruhi jamaah pada ritual khotbah Jumat. Data penelitian dikumpulkan dengan merekam suara khatib melalui observasi partisipasi, kemudian data lisan ditranskrip ke dalam teks lisan-tertulis. Kalimat-kalimat yang mengandung unsur persuasif dianalisis guna mengidentifikasi teknik-teknik persuasif yang digunakan khatib untuk mempengaruhi jamaah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa retorika persuasi dalam khotbah Jumat diterapkan melalui berbagai teknik, seperti: teknik persuasi langsung dan tak langsung, penggunaan majas, acuan, ceritera, analogi, dan teknik hubungan sebab akibat.  
Persepsi dan Perawatan Penyakit Morbili (Campak) pada Penduduk Desa Karangmangu di Purwojati Kabupaten Banyumas Jawa Tengah Naniek Kasniyah
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.488 KB) | DOI: 10.22146/jh.2365

Abstract

Persepsi yang mendasari premis-premis pada masyarakat yang masih berorientasi pada sistem medik tradisional berbeda dari premis-premis pelaksana program. Premis-premis itu tentunya di dalam suatu pertemuan akan terjadi suatu benturan, keserasian, sejalan atau bertolak belakang, sehingga keduanya masing-masing memberi tanggapan-tanggapan berbeda, sama atau berlawanan. Masih ada persepsi yang berbeda dari masyarakat terhadap penyakit anak-anak, di antaranya adalah penyakit morbili (gabagen), meski berbagai usaha telah dilakukan. Usaha tersebut misalnya sebagai kombinasi yang murah dan relatif sederhana dari teknologi medik yang ada dengan harapan dapat mencegah separoh atau lebnih kematian bayi dan anak seperti imunisasi terhadap penyakit cacar, morbili, dan sebagainya
Konkretisasi Sastra Rachmad Djoko Pradopo
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.928 KB) | DOI: 10.22146/jh.2366

Abstract

Karya sastra adalah artefak, adalah benda mati, baru mempunyai makna dan menjadi objek estetik bila diberi arti oleh manusia pembaca sebagaimana artefak peninggalan manusia purba mempunyai arti bila diberi makna oleh arkeolog. Istilah pemberian makna ini dalam sastra disebut konkretisasi. Istilah ini pertama kali dipergunakan oleh Roman Ingarden artefak, estetik, konkretisasi, kritik sastra, sastra
Pemakaian Bentuk-bentuk Kebahasaan secara "Opsional" dan Pemakaian Kata Mubazir Sukamti Suratidjo
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2103.953 KB) | DOI: 10.22146/jh.2367

Abstract

Pemakaian bahasa secara "opsional" adalah pemakaian yang artinya bisa dipakai bisa tidak (Kridalaksana 1983:212). Istilah "opsional" dipakai untuk menamai tagmem yang hanya muncul pada beberapa kontruksi (Cook, 1969:17). Kehadiran suatu bentuk kebahasaan tidak menambah kejelasan dalam pemakaian bahasa secara opsional, sebaliknya ketidakhadiran suatu bentuk kebahasaan tidak mengurangi kejelasan informasi.
Peluang Kerja dan Berusaha sebagai Sumber Nafkah Wanita Pedesaan Gandarsih Mulyowati Retno Santoso
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.943 KB) | DOI: 10.22146/jh.2369

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat bagi Indonesia menimbulkan masalah penting dalam pengembangan peluang bekerja untuk angkatan mudanya, pria dan wanita. data survai penduduk antarsensus pada tahun 1985 menunjukkan bahwa 50.23% penduduk Indonesia adalah wanita. Dengan demikian, bukanlah sekedar kewajiban moral kalau ada upaya melibatkan kaum wanita dalam proses pembangunan, tetapi juga merupakan tindakan yang tepat untuk memanfaatkan sumber daya manusia yang tidak kecil jumlahnya, sehingga hal ini dapat mempercepat proses pertumbuhan sosial ekonomi. Tulisan ini mengungkapkan hasil pengamatan pada 3 wanita atau istri dari 8 wanita rumahtangga di desa Plembutan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang dilakukan yaitu membuat tempe, krupuk karak dan emping mlinjo, krupuk legendar dan rangginang.

Filter by Year

1989 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 37, No 1 (2025) Vol 36, No 2 (2024) Vol 36, No 1 (2024) Vol 35, No 2 (2023) Vol 35, No 1 (2023) Vol 34, No 2 (2022) Vol 34, No 1 (2022) Vol 33, No 3 (2021) Vol 33, No 2 (2021) Vol 33, No 1 (2021) Vol 32, No 3 (2020) Vol 32, No 2 (2020) Vol 32, No 1 (2020) Vol 31, No 3 (2019) Vol 31, No 2 (2019) Vol 31, No 1 (2019) Vol 30, No 3 (2018) Vol 30, No 2 (2018) Vol 30, No 1 (2018) Vol 29, No 3 (2017) Vol 29, No 2 (2017) Vol 29, No 1 (2017) Vol 28, No 3 (2016) Vol 28, No 2 (2016) Vol 28, No 1 (2016) Vol 27, No 3 (2015) Vol 27, No 2 (2015) Vol 27, No 1 (2015) Vol 26, No 3 (2014) Vol 26, No 2 (2014) Vol 26, No 1 (2014) Vol 25, No 3 (2013) Vol 25, No 2 (2013) Vol 25, No 1 (2013) Vol 24, No 3 (2012) Vol 24, No 2 (2012) Vol 24, No 1 (2012) Vol 23, No 3 (2011) Vol 23, No 2 (2011) Vol 23, No 1 (2011) Vol 22, No 3 (2010) Vol 22, No 2 (2010) Vol 22, No 1 (2010) Vol 21, No 3 (2009) Vol 21, No 2 (2009) Vol 21, No 1 (2009) Vol 20, No 3 (2008) Vol 20, No 2 (2008) Vol 20, No 1 (2008) Vol 19, No 3 (2007) Vol 19, No 2 (2007) Vol 19, No 1 (2007) Vol 18, No 3 (2006) Vol 18, No 2 (2006) Vol 18, No 1 (2006) Vol 17, No 3 (2005) Vol 17, No 2 (2005) Vol 17, No 1 (2005) Vol 16, No 3 (2004) Vol 16, No 2 (2004) Vol 16, No 1 (2004) Vol 15, No 3 (2003) Vol 15, No 2 (2003) Vol 15, No 1 (2003) Vol 14, No 3 (2002) Vol 14, No 2 (2002) Vol 14, No 1 (2002) Vol 13, No 3 (2001) Vol 13, No 1 (2001) Vol 12, No 3 (2000) Vol 12, No 2 (2000) Vol 12, No 1 (2000) Vol 11, No 3 (1999) Vol 11, No 2 (1999) Vol 11, No 1 (1999) Vol 10, No 1 (1998) No 9 (1998) No 8 (1998) No 6 (1997) No 5 (1997) No 4 (1997) No 3 (1996) No 2 (1995) No 1 (1995) No 1 (1994) No 3 (1991) No 2 (1991) No 1 (1989) More Issue