Innovative: Journal Of Social Science Research
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Articles
14,098 Documents
Hubungan Body Image Terhadap Kepercayaan Diri Wanita Dewasa Awal
Bintia Febry Anjelina Malau;
Asina Christina Rosito
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4289
Penelitian ini bertujuan Untuk melihat apakah ada “hubungan body image terhadap kepercayaan diri wanita dewasa awal”. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal yang berada dikota Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita dewasa awal, data yang digunakan adalah jumlah wanita dewasa awal yang berusia 18 sampai 25 tahun. Teknik pengambil sample yang digunakan adalah dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Oleh karena itu, responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 347 orang wanita dewasa awal yang berdomisili di kota Medan. Body image adalah gambaran persepsi, penampilan keseluruhan, perbandingan diri, dan sosial budaya yang terjadi terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya. Penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner. Data penelitian ini diolah dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistic inferensial. Menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, sebelum dilakukan pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yakni uji normalitas dan uji linearitas dan dilanjutkan dengan uji hipotesis data. Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa tingkat nilai signifikasi sebesar 0,000 atau p < 0,05 maka hipotesis diterima dengan nilai r sebesar 0,445 artinya terdapat hubungan yang signifikan dengan arah hubungan positif yang dimana semakin positif body image, maka akan semakin tinggi kepercayaan diri pada wanita dewasa awal, begitupun sebaliknya.
Hubungan Konformitas Terhadap Perilaku Konsumtif Membeli Produk Skincare Pada Remaja Putri
Josraini Simamora;
Asina Christina Rosito
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4290
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apakah ada Hubungan Konformitas Dengan Prilaku Konsumtif Membeli Produk Skincare Pada Remaja. Subyek penelitian ini adalah remaja putri yang ada di kota Medan. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di kota Medan yang berjumlah kisaran 132.337 orang. Dalam teknik pengambilan sampel ini peneliti menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Isaac dan Michael (sugiyono 2016). Sampel diambil berdasarkan jumlah populasi remaja di Kota Medan yaitu sebayak 132.337 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi yaitu Konformitas dan Perilaku Konsumtif. Skala dalam penelitian ini menggunakan skala Likert yang terdiri 4 alternatif jawaban yaitu : Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju STS). Setelah data-data penelitian yang diperlukan terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah menggunakan analisis deskriptif dan statistic inferensial. Hasil pengujian korelasi antara konformitas dengan perilaku konsumtif dimana menunjukkan nilai r = 0,325 dengan taraf signifikansi 0,000. Signifikansi atau p yang diperoleh sebesar 0,000 atau p < 0,05 yang artinya hipotesis penelitian diterima, yang artinnya semakin tinggi Konformitas maka semakin tinggi juga Perilaku Konsumtif, begitu juga sebaliknya semakin rendah Konformitas maka semakin rendah pula Perilaku Konsumtif.
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Intensitas Penggunaan Tiktok Pada Remaja Akhir
Roasina P. Sianturi;
Hotpascaman Hotpascaman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4291
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui seberapa besar Hubungan kontrol diri dengan intensitas penggunaan tiktok pada remaja. Sesuai data yang dilansir dari badan pusat statistik kota Medan pada tahun 2020. total populasi remaja yang berusia 18-22 tahun adalah 398,266 jiwa dari jumlah popolasi tersebut dapat dihitung sampelnya dengan rumus slovin. Adapun teknik sampling dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan salah satu teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Oleh karena itu responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 198 orang remaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dalam memperoleh data yaitu dengan menggunakan skala psikologi, untuk mengukur variabel dalam penelitian ini peneliti menggunakan skala. Teknik analisis data merupakan suatu langkah yang digunakan untuk menjawab rumusan masalah dari penelitian dan juga menguji hipotesis yang telah ditentukan dengan tujuan untuk mendapatkan kesimpulan dari penelitian. Penguji hipotesa dalam penelitian ini menggunakan metode kolerasi Pearson Product Moment. Hasil dari Uji Correlation menggunakan Pearson Product Moment diperoleh Sig (2-tailed) = 0.032 dimana jika signifikansi (2-tailed) < 0,05 maka terdapat adanya hubungan yang signifikan, dimana hasil mean pada variabel Intensitas Penggunaan Tiktok sebesar 67,47 sedangkan hasil mean pada variabel Kontrol Diri sebesar 28,45.
Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana
Rikson Rikson;
Yasmirah Mandasari Saragih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4292
Dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang bertujuan agar dapat terwujud peradilan yang benar-benar menjamin perlindungan kepentingan terbaik terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Undang-Undang Pengadilan Anak dinilai sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hukum yang di dalam masyarakat dan belum secara komprehensif memberikan perlindungan khusus kepada anak yang berhadapan dengan hukum. Pidana Anak (UU SPPA), Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang mana undang- undang tersebut telah memberikan dasar hukum dalam upaya perlindungan anak. Negara mengedepankan perlindungan hak-hak anak yang menjalani proses hukum dalam setiap tahap pemeriksaan. Salah satunya adalah pembedaan proses hukum pada orang dewasa dan pada anak yang melakukan tindak pidana. Negara memberikan keringanan pada tindak pidana yang dilakukan oleh anak, karena anak sebagai generasi penerus bangsa harus diperlakukan secara manusiawi. Penelitian pada penulisan ini dengan menggunakan jenis penelitian hukum yuridis normatif yang disebut juga sebagai penelitian ke perpustakaan yang artinya adalah penelitian permasalahan mengenai hal-hal yang bersifat normatif dan di dasarkan pada peraturan perundang-undangan, dan penelitian lainnya. Sifat dari penelitian ini adalah bersifat deskriptif analisis, maksudnya dari penelitian ini diharapkan diperoleh gambaran secara rinci dan sistematis tentang permasalahan yang akan diteliti. Sehingga dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan pokok permasalahan dalam penulisan ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat pengumpulan data yaitu studi kepustakaan atau studi dokumen (documentary study) untuk mengumpulkan data sekunder yang terkait dengan permasalahan yang diajukan, dengan cara mempelajari buku-buku, jurnal hukum, hasil-hasil penelitian dan dokumen-dokumen peraturan perundang-undangan.
Gambaran Penyesuaian Diri Remaja yang Memiliki Orangtua yang Berperilaku Over Protective
Norton Tulus Tampubolon;
Ervina M.R. Br. Siahaan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4293
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui Penyesuaian Diri Remaja pada Orangtua yang memiliki perilaku Over Protective. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Subyek penelitian ini adalah remaja yang berkisar antara 14 sampai 19 tahun. Hal ini dimaksudkan pada remaja yang berdomisili dikota Medan. Oleh karena itu, responden yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 347 remaja usia 14-19 tahun yang berdomisili di kota Medan. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologi, dimana responden diminta untuk memilih salah satu jawaban sesuai dengan karakteristik dirinya. Pada penelitian ini setelah memperoleh jawaban responden dari hasil penyebaran angket, maka tahap selanjutnya adalah mendeskripsikan data. Dengan mendeskripsikan data untuk mengetahui seberapa besar tingkat persentase penyesuaian diri remaja yang memiliki perilaku over protective orangtua. Berdasarkan kategorisasi aspek mengontrol emosi, sebanyak 248 remaja (71,5 %) memiliki aspek kemampuan mengontrol emosi yang rendah, artinya remaja di kota Medan memiliki kontrol emosi yang rendah, di ikuti aspek kemampuan mengurangi rasa frustasi, 176 remaja (50,7%) dengan kategorisasi sedang. Pada aspek kemampuan mekanisme pertahanan diri 188 remaja (54,2%) dengan kategorisasi sedang. Berdasarkan kategorisasi aspek kemampuan dalam mengontrol sikap realitas dan objektif 251 remaja (73,3 %) memiliki aspek mengontrol sikap realitas dan objektif rendah.
Analisis Hukum Terhadap Pembuktian Terbalik Dalam Tindak Pidana Korupsi di Indonesia
Ivan Freyser Simorangkir;
Syaiful Asmi Hasibuan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4294
Beban pembuktian terbalik tidak hanya mencakup pada si terdakwa membuktikan dirinya tidak melakukan TPK, namun juga mencakup bahwa ia memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya, istri atau suami, anak, dan harta benda setiap orang atau korporasi yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang bersangkutan dengannya, maka jika ia tidak dapat membuktikan harta kekayaan yang telah ia kumpulkan dari sumber pendapatannya yang seharusnya seimbang, maka hal itu dapat digunakan untuk memperkuat alat bukti yang sudah ada bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dan harta kekayaan tersebut akan disita untuk menutupi kerugian negara akibat TPK yang dilakukannya. Oleh karena itu, beban pembuktian terbalik merupakan solusi yang sekira sama menguntungkan baik bagi terdakwa dan keluarganya maupun bagi penuntut umum untuk dalam hal pembuktian pada kasus TPK karena dalam hal penyitaan harta kekayaan terdakwa maupun keluarganya tidak akan merasa dirugikan dan penuntut umum dapat memaksimalkan untuk menyelamatkan aset negara. Penelitian pada penulisan ini dengan menggunakan jenis penelitian hukum yuridis normatif yang disebut juga sebagai penelitian ke perpustakaan yang artinya adalah penelitian permasalahan mengenai hal-hal yang bersifat normatif dan di dasarkan pada peraturan perundang-undangan, dan penelitian lainnya. Sifat dari penelitian ini adalah bersifat deskriptif analisis, maksudnya dari penelitian ini diharapkan diperoleh gambaran secara rinci dan sistematis tentang permasalahan yang akan diteliti. Sehingga dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan pokok permasalahan dalam penulisan ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat pengumpulan data yaitu studi kepustakaan atau studi dokumen. Sistem penerapan pembuktian terbalik berarti pembuktian dalam pemeriksaan perkara pidana korupsi dikenal ada dua hukum acara pidana yang tercermin dalam undang- undang No. 31 tahun 1999 jo undang-undang No. 20 tahun 2001 dan juga hukum acara pidana yang termuat dalam undang-undang No. 8 tahun 81 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Serta Pembuktian terbalik perkara korupsi diatur dalam undang-undang Nomor. 20 tahun 2001 pasal 12B ayat (1) huruf a dan b, pasal 37, pasal 37A dan 38B. Pasal 37 ayat (2) sebagai dasar pembuktian terbalik hukum acara pidana korupsi yang penerapannya hatrus dihubungkan dengan pasal 12B dan pasal 37 ayat (3) bahwa pasal 37 berlaku pada tindak pidana korupsi suap menerima gratifikasi yang nilainya Rp. 10 Juta atau lebih dan juga dalam hal pembuktian tentang sumber-asal harta benda terdakwa yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara korupsi yang sedang diperiksa. Dalam sistem pembuktian terbalik terdakwa mempunyai kewajiban untuk membuktikan dirinya tidak bersalah melakukan perbuatan pidana korupsi disamping harta benda yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara yang sedang diproses pada persidangan pengadilan.
Pengaruh Lingkungan Dalam Memotivasi Belajar Siswa di SD Negeri 105368 Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai
Ayidah Nasution;
Dodi Hidayat Harahap;
Fitri Hariani Hasibuan;
Nabia Atari Syafira;
Sri Wahyuni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4295
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan dalam memotivasi siswa belajar. Penelitan ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic (data konkrit), data penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat uji penghitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN 105368 Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas VI-A dan VI-B yang berjumlah 72 siswa. Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan bantuan software Smart PLS 4.0 dengan metode Partial Least Square (PLS). Hal ini dilakukan agar mempermudah dalam mengelola data statistik agar lebih cepat dan tepat. Hasil pnenelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, lingkungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, dan hasil penelitian juga membuktikan bahwa lingkungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Hal ini membuktikan bahwa semakin baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang didapatkan oleh siswa maka akan meningkatkan motivasi belajar siswa SDN 105368 Karang Anyar Kecamatan Pegajahan Kabupaten Serdang Bedagai.
Pengaruh Perkawinan Dibawah Umur Terhadap Tingkat Peceraian Dalam Persfektif Hukum Positif Dan Hukum Islam
Jeeky Suabat;
Syaiful Asmi Hasibuan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4296
Perkawinan usia muda adalah perkawinan yang dilakukan ketika seorang pria dan wanita masih dibawah umur atau masih berada dibawah usia yang ditentukan dalam Undang-Undang Perkawinan. Dalam Undang-Undang No 16 tahun 2019 mengatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Dalam Undang- Undang Nomor 35 tahun 2014 Pasal 1 ayat 1 dikatan bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Sangat jelas bahwa dalam Undang-Undang tersebut menganggap bahwa orang diatas usia tersebut bukan lagi anak-anak sehingga sudah boleh menikah, batasan usia ini dimaksud untuk mencegah pernikahan usia muda dan juga dampak negatif yang akan muncul setelah terjadinya pernikahan usia muda. Walaupun begitu selama seseorang belum mencapai usia 21 tahun masih diperlukan izin orang tua untuk menikahkan anaknya. Penelitian pada penulisan ini dengan menggunakan jenis penelitian hukum metode yang akan dipergunakan adalah yuridis normatif yaitu mengkaji kaidah-kaidah hukum yang relevan serta bentuk – bentuk dalam putusan yang berkaitan dengan judul penelitian ini. Sebagai sebuah penelitian ilmiah, maka rangkaian kegiatan penelitian mulai dari pengumpulan data samapai pada analisis data dilakukan dengan memperhatikan kaidah-kaidah penelitian ilmiah,. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis yaitu menggambarkan hasil penelitian dengan data yang lengkap dan sedetail mungkin. Deskripsi dimaksudkan terhadap data primer, sekunder maupun tersier yang berhubungan dengan kepastian hukum tentang eksistensi perkawinan anak dibawah umur yang mengkibatkanperceraian Dampak/akibat negatif yang ditimbulkan dari pernikahan di bawah umur, antara lain : Mengalami masalah yang terkait pendidikan seperti putus sekolah, dan akan memilki keterampilan yang buruk sebagai orang tua. Pelaku pernikahan di bawah umur, sebagian besar menghadapi problem belum matang secara mental untuk siap menikah sehingga terjadi peningkatan perceraian akibat pernikahan di bawah umur. Secara medis, menyebabkan persoalan kesehatan reproduksi bagi wanita yakni rentan mengalami atau terkena kanker rahim, pelaku perkawinan di bawah umur menjadi rentan terhadap KDRT dan perceraian, ekonominya menjadi tidak stabil, dan masih rentan dalam ketidakpahaman akan hak dan kewajiban sebagai suami-istri.
Hubungan Antara Hope dengan Resiliensi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas HKBP Nommensen Medan
Partogi Jr Alphearr Rengga Sitohang;
Asina C. Rosito
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4297
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat ada hubungan antara hope dengan resiliensi akademik pada mahasiswa fakultas Kedokteran di Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakulktas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan teknik simple random sampling yang merupakan suatu teknik pengambilan sampel yang paling sederhana dan mudah dilakukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologi. Teknik analisis pearson product moment ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hope (harapan) dengan resiliensi akademik. Dari hasil analisis kolerasi pearson product moment antara variabel Hope dengan Resiliensi Akademik dapat diketahui bahwa nilai signifikasinya (p) sebesar 0,000 (sig < 0,005) maka itu Ha diterima yang artinya terdapat hubungan positif antara hope dengan resiliensi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan. Selain itu, dapat dilihat juga bahwa nilai corelation pearson dari penelitian sebesar r = 0,707 yang artinya terdapat hubungan positif yang kuat sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi variabel hope maka semakin tinggi juga resiliensi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Work Readiness pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas HKBP Nommensen Medan
Rachel Barus;
Nenny Ika Putri Simarmata
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4298
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Self-Efficacy terhadap Work Readiness pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas HKBP Nommensen Medan. Penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis dan terorganisir untuk memperoleh jawaban sebagai bentuk pemecahan masalah atas fenomena tertentu yang ditetapkan dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling dimana untuk menentukan sampel bila objek (populasi) yang diteliti atau sumber data sangat luas. jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 294 orang dan dibulatkan menjadi 300 orang dengan pembagian 30 orang yang akan menjadi perwakilan dari setiap fakultas. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala psikologis untuk mengukur variabel-variabel yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini, pengaruh antara variabel X dan Y diuji dengan menggunakan metode analisis regresi linier sederhana. SPSS digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan adanya pengaruh self-efficacy dengan work readiness yang memiliki pengaruh signifikan. Self efficacy dan work readiness memiliki pengaruh yang positif, dapat disimpulkan bahwa semakin tingginya self-efficacy yang dimiliki maka akan semakin tinggi juga work readiness.