cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 142 Documents
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap tentang Strategi Komunikasi Situation, Background, Assesment, Recommendation (SBAR) pada Mahasiswa Anestesi: Overview of Knowledge and Attitudes Regarding the Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) Communication Strategy among Anesthesia Students Fringgandini, Mena; Magenda Bisma Yudha; Wasis Eko Kurniawan
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.199

Abstract

Pendahuluan: Komunikasi SBAR terdiri dari empat komponen, yaitu Situation, Background, Assesment, dan Recommendation. Setiap bagian dalam komunikasi SBAR memiliki peran yang berbeda-beda untuk memastikan informasi yang disampaikan menjadi lebih terstruktur, terorganisir, dan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa D IV Keperawatan Anestesi tentang komunikasi SBAR. Metode: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif dengan menerapkan metode pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 167 responden yang diambil dengan teknik random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa tentang komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) sejumlah 123 responden (73.7%) memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik. Sikap mahasiswa tentang komunikasi Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) sejumlah 167 responden (100%) dalam kategori baik.Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang strategi komunikasi SBAR dalam kategori baik.
Perbedaan Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi Sectio Caesarea setelah Penerapan Metode ERACS dan Tanpa ERACS: Differences in Pain Levels in Postoperative Cesarean Section Patients after Application of the ERACS Method and Without ERACS Bawahasi, Inka Jestika; Magenda Bisma Yudha; Dwi Novitasari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.200

Abstract

Pendahuluan: Sectio Caesarea (SC) seringkali menyebabkan nyeri pasca operasi, yang dapat memengaruhi proses pemulihan ibu. Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACS) merupakan metode yang dirancang untuk mempercepat pemulihan serta menurunkan tingkat nyeri setelah operasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan tingkat nyeri pada pasien pasca operasi SC antara kelompok yang mendapatkan penerapan metode ERACS dan tanpa ERACS di RS Emanuel Banjarnegara Jawa Tengah. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 responden dipilih melalui teknik accidental sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu penerapan ERACS dan tanpa ERACS. Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) pada hari ke-6 setelah operasi. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Sebagian besar pasien pada kelompok ERACS mengalami nyeri ringan, sedangkan kelompok Non ERACS cenderung mengalami nyeri sedang hingga berat. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada tingkat nyeri antara pasien yang menjalani metode ERACS dan tanpa ERACS. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penerapan protokol ERACS guna meningkatkan kualitas perawatan pasien pasca operasi Sectio Caesarea.
Korelasi Pengetahuan dan Dukungan Tenaga Kesehatan dengan Kepatuhan Pemeriksaan IVA pada Wanita Usia Subur: Correlation between Knowledge and Support from Health Workers with Compliance with IVA Screening among Women of Reproductive Age Sulasmin, Ni Wayan; Marhaeni, Gusti Ayu; Ningtyas, Listina Ade Widya
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.160

Abstract

Latar Belakang: Cakupan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) yang rendah pada wanita usia subur disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah pengetahuan dan dukungan dari tenaga kesehatan. Pelaksanaan penelitian untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antara pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Petang I, kabupaten Badung. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dipilih untuk digunakan pada penelitian yang dilaksanakan pada bulan April 2025 ini.  Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling menemukan 67 orang sesuai kriteria. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil studi menemukan sebanyak 37 (55,2%) responden yang tidak melakukan pemeriksaan IVA, 35 (52,2%) responden memiliki pengetahuan baik, dan 36 (53,7%) responden mendapat dukungan dari tenaga kesehatan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p 0,001 untuk variabel pengetahuan dan nilai p 0,004 untuk variabel dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur. Saran yang dapat diberikan kepada Puskesmas Petang I untuk terus melakukan penyuluhan dengan menggunakan media promosi yang menarik untuk dapat meningkatkan partisipasi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan IVA
Hubungan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur terhadap Sikap Penggunaan Kontrasepsi Implan: The Relationship Between the Level of Knowledge of Women of Reproductive Age and Their Attitudes Towards the Use of Implant Contraceptives Pulasari, Ni Made Nitiasih; Marhaeni, Gusti Ayu; Tedjasulaksana , Regina
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.161

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi implan adalah kontrasepsi yang mengandung hormon progesteron dan memiliki efektifitas keberhasilan mencapai 99%. Terdapat sejumlah masalah krusial yang berkontribusi terhadap pilihan metode kontrasepsi implan oleh kelompok wanita usia subur, antara lain usia kronologis, riwayat obstetrik (paritas), dukungan dari pihak suami, sikap personal, dan literasi atau pengetahuan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan sikap penggunaan kontrasepsi implan. Metode: Penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 Maret sampai 21 April 2025 di UPTD Puskesmas Petang 1 dengan Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 88 orang. Data dianalisis dengan uji fisher’s exact. Hasil: Penelitian menunjukkan nilai signifikan 0,001<0,05 yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan wanita usia subur dengan sikap penggunaan kontrasepsi implan. Kesimpulan: Faktor tingkat pengetahun wanita usia subur terhadap pemahaman tentang kontrasepsi implan sangat mempengaruhi pilihan untuk menggunakannya
Efektivitas Edukasi Kolaboratif Antara Bidan dan Perawat Medikal Bedah dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil dengan Komorbiditas Penyakit Kronis: Effectiveness of Collaborative Education Between Midwives and Medical-Surgical Nurses in the Prevention of Anemia in Pregnant Women with Chronic Disease Comorbidity Elfira, Eqlima; Nasution, Diah Lestari; Br Karo, Evi Indriani; Faswita, Wirda
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.205

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada ibu hamil dengan komorbiditas penyakit kronis menjadi masalah Kesehatan yang kompleks dan berdampak pada ibu dan janin. Intervensi edukasi kolaboratif oleh tenaga Kesehatan lintas disiplin berpotensi meningkatkan hasil Kesehatan ibu. Tujuan penelitian adalah menganalisis efektivitas edukasi kolaboratif antara bidan dan perawat medical bedah dalam mencegah anemia pada ibu hamil dengan komorbid di Medan Sunggal. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen pretest-posttest dengan kelompok control. Responden penelitian ini sebanyak 60 ibu hamil trimester II-III yang mengalami anemia ringan-sedang dan memiliki komorbid (DM, hipertensi, CKD). Kelompok intervensi (n=30) menerima edukasi kolaboratif, kelompok control (n=30) mendapat edukasi standar. Analisa data menggunakan uji t independent dan berpasangan. Hasil: Rata-rata peningkatan Hb pada kelompok intervensi sebesar +1,4 g/dL (p=0,000), pada kelompok kontrol +0,6 g/dL (p =0,031). Terdapat perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,002). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan kepatuhan lebih tinggi  pada kelompok intervensi dibanding kelompok kontrol. Intervensi edukasi kolaboratif antara bidan dan perawat medikal bedah lebih efektif meningkatkan nilai Hb ibu hamil dibanding jika hanya bidan saja.  Peran bidan dalam aspek kehamilan dikombinasikan dengan keahlian perawat bedah dalam manajemen penyakit kronis menghasilkan peningkatan pemahaman dan kepatuhan ibu. Pendekatan interprofessional ini menjadi model yang relevan diterapkan di layanan primer terutama pada populasi yang berisiko tinggi.
Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Tingkat Stres Pasien: The Relationship Between Hemodialysis Frequency and Patient Stress Levels Herdani, Ezra; Nurwinda Sari, Nova; Anita, Fitri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.206

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang wajib dijalani pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stadium akhir. Terapi ini dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali per minggu dengan durasi 4–5 jam setiap sesi yang seringkali menimbulkan dampak psikologis seperti stres. Stres pada pasien CKD dapat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko komplikasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 pasien dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hemodialysis Stress Scale (HSS), dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan: Semakin sering pasien menjalani hemodialisis, semakin tinggi risiko mengalami stres. Rekomendasi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini stres serta memberikan intervensi psikososial agar kualitas hidup pasien CKD dapat meningkat.
Hubungan Kebiasan Cuci Tangan Pakai Sabun Dengan Kejadian Diare Akut Anak Sekolah Dasar : The Relationship Between Handwashing Habits Using Soap and the Incidence of Acute Diarrhea in Elementary School Children Satria Jaya, I Gede; Subardiah, Ida; Sukma Nela, Ari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.207

Abstract

Pendahuluan: Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada anak usia sekolah, khususnya di negara berkembang. Perilaku cuci tangan pakai sabun merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mencegah terjadinya diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare akut pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Palapa Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V sebanyak 108 orang, dengan sampel berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare (p-value = 0,018 < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik kebiasaan cuci tangan siswa, semakin rendah risiko terjadinya diare. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak sekolah menyediakan sarana cuci tangan yang memadai dan mengintegrasikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Pengaruh Edukasi Buku Saku terhadap Pengetahuan Asam Urat pada Lansia : The Effect of Pocket Book Education on Uric Acid Knowledge in the Elderly Safira, Aula Safira; Iskandar; Dewi Sartika
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.208

Abstract

Penyakit asam urat atau artritis gout merupakan penyakit rematik yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan berbagai gejala. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan melakukan skrining untuk mengukur kadar asam urat, namun hal ini jarang dilakukan karena kurangnya informasi dan kesadaran masyarakat. Informasi dapat meningkatkan pengetahuan dan mempengaruhi perilaku lansia. Upaya peningkatan pengetahuan dapat diberikan melalui pendidikan kesehatan, seperti buku saku yang dirancang sesuai peruntukannya dan sebagai media informasi untuk meningkatkan pengetahuan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi buku saku terhadap pengetahuan asam urat pada lansia. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 responden lansia dengan jumlah sampel 20 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Kota Banda Aceh pada tanggal 21 sampai dengan 28 April tahun 2025. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini memperoleh nilai p-value sebesar 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh sebelum dan sesudah edukasi buku saku terhadap pengetahuan tentang asam urat pada lansia.
Pengaruh Terapi Bermain Plastisin terhadap Penurunan Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah: The Effect of Playing Therapy Using Plasticine on Reducing Hospitalizations Among Preschool Students Muhammad Iqbal S; Syarifah Masthura; Maulida, Nabilla
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.209

Abstract

Pendahuluan: Hospitalisasi  merupakan salah satu kondisi yang mengharuskan anak sakit untuk tinggal di rumah sakit. Anak menerima perawatan intensif selama hospitalisasi  yang membuat mereka nyaman dan dapat menghambat proses penyembuhan. Salah satu metode yang dapat dijelaskan adalah dengan memberikan terapi plastisin. Terapi ini dapat memberikan anak rasa aman dan membantu mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah sakit mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh terapi bermain plastisin terhadap penurunan hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Metode: Jenis penelitian ini quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi adalah seluruh anak usia prasekolah yang menjalani perawatan sebanyak 58 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling menggunakan rumus Slovin sebanyak 37 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner tentang penurunan hospitalisasi. Penelitian ini telah dilaksanakan di ruang Attin Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh tanggal 11 s/d 20 Juni tahun 2025. Analisis data menggunakan uji paired sampel t-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan p-value 0,000 (< 0.05), intervensi penelitian menunjukan ada pengaruh sebelum dan sesudah terapi bermain plastisin terhadap penurunan hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Kesimpulan: Terapi bermain plastisin menurunan tingkat hospitalisasi  pasien anak usia prasekolah.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Penata Anestesi tentang Pencegahan Komplikasi Paska General Anestesi di Rumah Sakit Wilayah Sulawesi Barat: Overview of Anesthesia Technicians' Knowledge and Attitudes Regarding the Prevention of Post-General Anesthesia Complications in Hospitals in the West Sulawesi Region Sridevi; Magenda Bisma Yudha; Rahmaya Nova Handayani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.211

Abstract

Pendahuluan: Tujuan utama pemulihan pasca general anestesi adalah penilaian kondisi kritis dan stabilisasi pasien, untuk mencapai tujuan ini perlu pemahaman perawat penata anestesi sebagai tenaga pelaksana anestesi tentang upaya pencegahan dan deteksi komplikasi pasca general anestesi. Perawat penata anestesi memerlukan pengetahuan dan sikap yang mumpuni sebagai seorang perawat penata anestesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap perawat penata anestesi tentang pencegahan komplikasi paska general anestesi. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik komparatif dan rancangan cross-sectional. Kategori data dalam skala kurang, cukup dan baik.Hasil: Pengetahuan dan sikap penata anestesi baik sebanyak 10 orang (33.3%); pengetahuan baik dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 4 orang (13.3%); pengetahuan dan sikap penata anestesi cukup  sebanyak 7 orang (23.3%); pengetahuan cukup dan sikap penata anestesi kurang  sebanyak 1 orang (3.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi baik sebanyak 4 orang (13.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi cukup sebanyak 1 orang (3.3%); pengetahuan kurang dan sikap penata anestesi kurang  sebanyak 3 orang (10.0%).Kesimpulan: Baru 33,3% penata anestesi memiliki pengetahuan dan sikap yang kategori baik, sisanya 66,7% penata anestesi memerlukakan peningkatan pengetahuan dan sikap agar mencapai kategori baik.

Page 10 of 15 | Total Record : 142