cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 92 Documents
Studi Kasus Intervensi Keperawatan Posisi Semi Fowler untuk Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Congestive Heart Failure di Ruang ICU.: Case Study of Nursing Intervention Using the Semi-Fowler Position to Improve Oxygen Saturation in Patients with Congestive Heart Failure in the ICU. Meliana, Rahma; Sulistia Nur; Giri Susanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.188

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung merupakan sindrom klinis yang ditandai oleh munculnya tanda dan gejala akibat gangguan struktur dan/atau fungsi jantung. Kondisi ini umumnya disertai peningkatan kadar peptida natriuretik dan/atau ditemukannya bukti objektif adanya kongesti, baik di paru-paru maupun pada sistem sirkulasi secara umum. Salah satu tanda klinis dari gagal jantung adalah kesulitan bernapas akibat dari mekanisme kompensasi gagal jantung yang dapat mengakibatkan kadar oksigen di bawah batas normal. Salah satu penerapan yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur posisi semi fowler. Tujuan penelitian mengetahui perubahan nilai saturasi oksigen pada pasien CHF. Metode: penerapan intervensi keperawatan posisi semi fowler dilakukan sekali sehari selama tiga hari berturut-turut dengan durasi masing-masing sesi selama 15 menit di ruang ICU RSUD dr.A. Dadi Tjokrodipo Kota Bandar Lampung. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini meliputi lembar observasi dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Penerapan intervensi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan saturasi oksigen pada  2 responden. Responden 1 mengalami peningkatan 3% dari 94% ke 97% dan responden 2 mengalami peningkatan 5% dari 93% ke 98%. Kesimpulan: posisi semi fowler merupakan intervensi pasif untuk meningkatkan saturasi oksigen pada pasien CHF.
Studi Kasus Penerapan Massage Effleurage dengan Virgin Coconut Oil untuk Pencegahan Dekubitus pada 2 Pasien di Ruang ICU : Case Study on the Application of Effleurage Massage with Virgin Coconut Oil for the Prevention of Pressure Ulcers in Two Patients in the ICU Mulyana Syifa; Sulistia Nur; Giri Susanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.190

Abstract

Latar Belakang: Stroke non hemoragik (SNH) merupakan salah satu gangguan serebrovaskular yang menyebabkan imobilisasi dan peningkatan risiko dekubitus, terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran di ruang perawatan intensif. Dekubitus yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk infeksi dan kematian jaringan. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah massage effleurage dengan menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO). Tujuan penelitiam ini yaitu mengetahui penerapan massage effleurage menggunakan VCO terhadap pencegahan dekubitus pada pasien SNH dengan penurunan kesadaran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua pasien SNH di ruang ICU RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo. Intervensi massage effleurage menggunakan VCO dilakukan dua kali sehari selama masa rawat. Penilaian risiko dekubitus dilakukan menggunakan Braden Scale melalui observasi langsung. Hasil: Setelah dilakukan intervensi, kedua pasien mengalami peningkatan skor Braden, menunjukkan penurunan risiko dekubitus. Tidak ditemukan tanda-tanda luka tekan atau kerusakan jaringan kulit selama intervensi berlangsung. Kulit tampak lebih lembab, elastis, dan tidak terjadi kemerahan. Massage effleurage dengan VCO efektif dalam mencegah dekubitus pada pasien stroke non hemoragik dengan penurunan kesadaran. Kesimpulan: Intervensi ini dapat dijadikan bagian dari tindakan keperawatan preventif di ruang ICU.
Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan Terapi Cooperative Play untuk Mengatasi Gangguan Interaksi Sosial pada Anak: Case Study on the Application of Cooperative Play Therapy Nursing Intervention to Overcome Social Interaction Disorders in Children Siti Ayu Fatimah; Mubarok, Amelia; Anggi Kusuma; Feri Kameliawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.191

Abstract

Latar Belakang: Kemampuan bersosialisasi harus dimiliki sejak anak masih kecil. Ketidakmampuan anak berperilaku sosial yang diharapkan lingkungannya, dapat berakibat anak terkucil dari lingkungan, tidak terbentuknya kepercayaan pada diri sendiri, dan menarik diri dari lingkungan. Salah satu intervensi dalam asuhan keperawatan anak adalah aktivitas bermain social, salah satu jenis permainan pada anak usia sekolah dasar melibatkan interaksi sosial dalam kelompok adalah cooperative play. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa keberhasilan terapi cooperative play untuk mengatasi gangguan interaksi sosial anak usia sekolah dasar.  Metode: Penelitian dilakukan secara studi kasus pada 2 anak yang berfokus pada tindakan keperawatan terapi cooperative play selama 40 menit, dilakukan 3 kali pemberian dihari yang berbeda.  Hasil:  Perkembangan anak dari saat pengkajian pada klien 1 dan 2 mengalami gangguan interaksi/tidak bisa memulai percakapan dengan teman yang baru dikenal. Setelah penerapan terapi cooperative play anak mampu memulai percakapan dalam tema yang bermacam-macam dan gangguan interaksi sosial perlahan berkurang dan teratasi. Kesimpulan: Terapi cooperative play bisa diterapkan pada anak-anak yang mengalami gangguan interaksi sosial akibat terlalu fokus pada permainan yang melibatkan diri sendiri seperti game di gadget.
Studi Kasus Penerapan Terapi Diversional untuk Pasien Harga Diri Rendah Kronis di Ruang Rawat Inap: Case Study on the Application of Diversional Therapy for Patients with Chronic Low Self-Esteem in the Inpatient Ward Marlina, Leni; Ardinata; Feri Agustriyani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.192

Abstract

Pendahuluan: Pasien dengan gangguan jiwa kronis yang dirawat di rumah sakit  setelah dikaji memiliki masalah keperawatan harga diri rendah kronis, masalah lainnya mengalami penurunan motivasi, isolasi sosial dan penurunan kemampuan untuk merawat diri sendiri. Terapi diversional adalah terapi aktivitas bersifat menghibur diri dilakukan diwaktu luang untuk meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan harga diri pasien. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana terapi diversional ini dapat meningkatkan harga diri rendah kronis pasien yang dilakukan di ruang Kutilang, rumah sakit jiwa provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan pra-eksperimental yang berfokus pada penerapan terapi diversional permainan edukatif sesuai dengan hobi pasien berupa melipat kertas origami, dan melukis. Studi kasus dilakukan pada bulan Mei 2025, pada dua pasien selama empat hari. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan survei nilai harga diri, lembar observasi perilaku, dan form evaluasi asuhan keperawatan.Hasil implementasi menunjukkan bahwa terapi diversional dapat  meningkatkan nilai harga diri pasien. Nilai harga diri kedua pasien dihari pertama pada tngkat rendah (17 dan 16). Setelah mengikuti terapi, pasien mulai mau berinteraksi, merencanakan jadwal, dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan. Skor harga diri meningkat ke tingkat sedang (33 dan 30) pada hari keempat.Kesimpulan: Setelah mengikuti terapi selama tiga hari kedua pasien mengalami  peningkatan motivasi, kesadaran diri, dan keterlibatan dalam aktivitas bersosialisi dan terapi diversi sebagai terapi sederhana, fleksibel dan  menyenangkan.  
Studi Kasus Penerapan Acceptance And Commitment Therapy (ACT) untuk Pengurangan Gejala Halusinasi : Case Study on the Application of Acceptance and Commitment Therapy (ACT) for the Reduction of Hallucination Symptoms Eko Putra, Ari; Ardinata; Feri Agustriyani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.193

Abstract

Pendahuluan: Halusinasi merupakan satu gejala dominan dari pasien skizofrenia. Penanganan pasien dengan halusinasi dilakukan dengan terapi farmakologi dan psikoterapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT). Penelitian studi kasus ini bertujuan melihat efek ACT pada dua pasien dengan halusinasi pada bulan April 2025. Metode: Pelaksanaan ACT ini terdiri 4 sesi dengan durasi 30-45 menit kemudian dilakukan penilaian tanda dan gejala halusinasi pre dan post intervensi selama 4 hari dengan kuisioner Auditory Hallucination  Rating Scale (AHRS).  Hasil: implementasi ACT terjadi penurunan skor AHRS  Pre test 22 menjadi 14 Post test pada pasien pertama dan Pre test 19 menjadi 13 Post test pada pasien kedua, artinya penurunan ini menandakan berkurangnya intensitas, frekuensi dan dampak halusinasi setelah diterapkan ACT. Kesimpulan; penerapan implementasi keperawatan Acceptance and Commitment Therapy dapat mengurangi tanda gejala halusinasi pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran.
Studi Kasus Penerapan Intervensi Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) untuk Menurunkan Perilaku Kekerasan Pasien: Case Study on the Application of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Intervention to Reduce Violent Behavior in Patients Permata, Theresia; Ardinata; Feri Agustriyani
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.194

Abstract

Pendahuluan: Agresif adalah satu perilaku impulsif yang sering terjadi pada penderita gangguan jiwa baik dirumah maupun diruang rawat. Efek perilaku ini  berdampak langsung pada lingkungan sekitar dan penderita. Perilaku agresif pasien bisa muncul oleh sebab yang tidak rasional. Psikoterapi terapi perilaku emosional rasional (REBT) menjadi salah satu intervensi keperawatan yang bisa dilakukan. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan aplikasi asuhan perawatan pasien dengan riwayat perilaku kekerasan dan mungkin sekali untuk terulang melalui penerapan intervensi REBT di Ruang Kutilang Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung.Metode: Pendekatan asuhan keperawatan dengan desain pra-eksperimental dengan fokus utama intervensi REBT, yang mencakup pengajaran, berlatih  berpikir positif dan rasional, dengan konsep keterkaitan antara pikiran positif, penekanan emosi negatif dan memunculkan perilaku baik. Subjek asuhan keperawatan adalah seorang pasien gangguan jiwa/skhizofrenia dengan riwayat melakukan perilaku kekerasan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama tiga hari di bulan Mei 2025. Teknik pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan, lembar observasi kekerasan, dan catatan pertumbuhan harian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada hari ketiga, terjadi peningkatan kemampuan pasien untuk mengekspresikan perasaannya secara verbal,  penurunan ekspresi emosi marah, penurunan intensitas dan frekuensi perilaku kekerasan, dan peningkatan pengendalian diri. Kesimpulan: Studi kasus penerapan terapi perilaku emosional rasional (REBT) ini secara bertahap dapat menurunkan tanda-gejala agresif pasien.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Waktu Pulih Sadar Pasien Lansia Pasca Anestesi Umum : The Relationship Between Body Mass Index and Recovery Time in Elderly Patients After General Anesthesia Lolita, Evi; Suryani, Roro Lintang Suryani; Wibowo, Tophan Heri Wibowo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.195

Abstract

Pendahuluan: Waktu pulih sadar pasca anestesi umum menjadi suatu hal yang digunakan keberhasilan anestesi dan keselamatan pasien. Pada pasien Lansia, Indeks Massa Tubuh dapat menjadi faktor berpengaruh dalam proses pemulihan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan lama waktu pasien Lansia mencapai sadar kembali setelah pemberian anestesi umum di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling sebanyak 52 lansia yang menjalani pembedahan dengan anestesi umum. Data diambil dengan melakukan pemantauan waktu pulih sadar pasca anestesi umum berdasarkan penilaian Aldrete Score di Recovery Room. Waktu pulih sadar dikategorikan tidak mengalami keterlambatan waktu pulih sadar (< 15 menit) dan mengalami keterlambatan waktu pulih sadar (> 15 menit). Analisis data univariat dan bivariat dengan Uji Korelasi Spearman Rank. Hasil: Berdasarkan Analisa data dengan uji Korelasi Spearman Rank didapatkan nilai signifikan 0,718 dengan nilai p value = 0,000.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan/hubungan signifikan antara Indeks Massa Tubuh dengan lama pemulihan kesadaran pada pasien lansia setelah anestesi umum.
Aplikasi Asuhan Keperawatan Pasien Asfiksia dengan Pola Nafas Tidak Efektif : Nursing Care Application for Patients with Asphyxia with Ineffective Breathing Patterns Dwiputra, Apriandi Hari; Siti Arifah; Muhammad Farhan Al Farisi
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.196

Abstract

Pendahuluan: Asfiksia sering terjadi pada bayi baru lahir (neonatorum), kondisi ini sering ditemui terutama pada bayi berat lahir rendah (BBLR). Asfiksia neonatorum adalah suatu kegagalan bayi bernafas secara spontan dan teratur sesaat setelah dilahirkan. Asfiksia neonatorum ditandai dengan rendahnya kadar oksigen dalam darah (hipoksemia), tingginya kadar karbondioksida dalam darah (hiperkarbia), dan menumpuknya asam dalam darah (asidosis). Kondisi ini mengancam jiwa pada bayi baru lahir.   Metode: Studi kasus ini adalah melakukan asuhan keperawatan pasien asfiksia neonatorum dengan masalah keperawatan pola nafas tidak efektif dengan penerapan intervensi posisi semifowler setelah tindakan penghisapan lendir dan pemberian terapi oksigenasi,  . Subjek penelitian adalah pasien bayi dengan diagnosis asfiksia dan mendapatkan asuhan keperawatan sesuai dengan pedoman praktik standar yang berlaku. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05-07 Februari 2025. Hasil: Pada saat pengkajian didapatkan data pasien By. C lahir spontan gemelly dari ibu G3P2A0 dengan usia kehamilan 33 minggu, berat bayi lahir 1740 gr, bayi lahir tidak langsung menangis dan dilakukan resusitasi hingga tahap pemberian early CPAP, APGAR Score : 1’=3, 5’=5, 10’=7. Selanjutnya bayi berada dalam inkubator dengan posisi berbaring semi fowler, suhu tubuh : 33,50 C, SpO2 : 94%, RR : 41x/mnt, ada retraksi dada, kulit tampak sianosis, reflek hisap lemah. Hasil asuhan keperawatan pada hari ketiga didapatkan bahwa SpO2 pasien dalam rentang 97-98%. Kesimpulan: Tindakan penghisapan lendir, pemberian terapi oksigenisasi dan posisi berbaring semi fowler dapat mengefektifkan pola nafas bayi berat lahir rendah.
Aplikasi Asuhan Keperawatan Ibu Hamil Anemia dengan Intervensi Konsumsi Jus Buah Bit untuk Peningkatan Hemoglobin : Application of Nursing Care for Pregnant Women with Anemia through the Intervention of Beet Juice Consumption to Increase Hemoglobin Levels Cintia, Ummi; Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.197

Abstract

Pendahuluan: Berbagai risiko gangguan kesehatan mengancam ibu hamil dan bayi dalam kandungan, anemia juga mengancam kondisi ibu dan janinnya. Jus bit (Beta vulgaris L.) yang mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin C, merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil. Tujuan studi kasus ini adalah untuk memberikan informasi umum tentang perawatan kesehatan ibu hamil anemia dengan aplikasi intervensi keperawatan mengkonsumsi  jus buah bit.Metode: Penelitian dilakukan pada dua ibu hamil dengan anemia ringan yang disediakan jus buah Bit seberat 50 gr atau 250 ml diminum sekaligus atau sedikit demi sedikit setiap hari. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran  kadar hemoglobin sebelum dan sesudah intervensi selama 3 hari, pemeriksaan fisik, dan wawancara.Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi, kadar hemoglobin meningkat setelah tiga hari, yaitu pada pasien pertama dari 9,7 g/dL menjadi 10,8 g/dL dan pada pasien kedua dari 9,8 g/dL menjadi 11,1 g/dL. Selain itu, terdapat faktor subjektif seperti berkurangnya kelelahan. Kesimpulan: Hasil studi kasus, ibu hamil dengan anemia dapat ditingkatkan kadar hemoglobinnya dengan mengkonsumsi jus buah bit setara berat buah Bit 50rg/dilarutkan dalam 250 ml air setiap hari selama 3 hari.
Aplikasi Asuhan Keperawatan Manajemen Laktasi dengan Posisi Menyusui Cross Cradle : Lactation Management Nursing Care Application with Cross Cradle Breastfeeding Position Rica Micolla, Bunga; Surmiasih; Riska Hediya Putri
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.198

Abstract

Pendahuluan: Menyusui tidak efektif merupakan salah satu masalah umum yang dihadapi ibu setelah melahirkan, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan bayi, seperti gangguan nutrisi dan peningkatan risiko infeksi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan penerapan teknik manajemen laktasi menggunakan posisi menyusui cross cradle. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan masalah menyusui tidak efektif melalui intervensi penerapan posisi menyusui cross cradle . Metode: Penelitian dilakukan secara studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek penelitian adalah dua orang ibu post partum primipara yang mengalami masalah menyusui tidak efektif dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut di PMB Dian Novisa Pekon Yogyakarta Selatan, kabupaten Pringsewu dengan penerapan edukasi serta praktik teknik menyusui posisi cross cradle.. Hasil: Evaluasi menunjukkan perbaikan kemampuan menyusui pada kedua pasien, yaitu peningkatan perlekatan bayi pada payudara, pengosongan payudara yang optimal setelah menyusui, meningkatnya kenyamanan ibu saat menyusui, serta peningkatan rasa percaya diri ibu dalam memberikan ASI. Keluhan nyeri pada payudara, puting lecet, dan produksi ASI yang dirasa kurang juga mengalami penurunan. Kesimpulan: Intervensi posisi menyusui cross cradle dapat menjadi intervensi yang wajib diajarkan dan dicoba oleh ibu post partum primipara yang belum memiliki pengalaman menyusui sebelumnya.

Page 9 of 10 | Total Record : 92