cover
Contact Name
Nita Linuria
Contact Email
nitali1501@gmail.com
Phone
+6281271111086
Journal Mail Official
admin@bundadelima.ac.id
Editorial Address
JL. Bakau, No. 5, Tanjung Gading, Tj. Raya, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35227
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Bunda Delima
ISSN : 26561166     EISSN : 2829131X     DOI : https://doi.org/10.59030/jkbd.v4i1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima adalah jurnal untuk mempublikasikan penelitian di bidang keperawatan, dan kesehatan kepada peneliti, ilmuwan, dan profesional. Untuk setiap edisi yang diterbitkan Jurnal Keperawatan Bunda Delima, kami berupaya: Menggunakan prosedur dan waktu standar untuk naskah yang dikirimkan Memberikan layanan editorial yang baik untuk setiap naskah yang dikirimkan Menarik penulis untuk berkontribusi mengirimkan naskah berkualitas Mengelola jurnal dengan standar kualitas yang baik JKBD diterbitkan dua kali dalam setahun oleh Akademi Keperawatan Bunda Delima. Makalah yang disumbangkan harus asli dan menawarkan kontribusi yang mutakhir. Setiap manuskrip akan ditinjau oleh rekan sejawat oleh pengulas di bidang yang relevan untuk memastikan kualitas publikasi. JKBD menawarkan lisensi akses terbuka (CC-BY), penulis memegang hak cipta.
Articles 92 Documents
Peran Kadar Gula Darah dan Asam Urat terhadap Komposisi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa di Jakarta: Studi Multisenter dengan Kontrol Usia: The Role of Blood Sugar and Uric Acid Levels on Fat Composition and Muscle Mass in Adult Women in Jakarta: A Multicenter Study with Age Control Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Sidarta, Erick; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.176

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diabetes melitus dan hiperurisemia yang meningkat pada wanita dewasa di Indonesia menjadi perhatian karena berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh dan penurunan massa otot. Lemak viseral diketahui sebagai prediktor risiko metabolik, sementara massa otot penting dalam regulasi glukosa. Namun, studi untuk evaluasi hubungan antara kadar gula darah, asam urat, dan komposisi tubuh pada populasi wanita Indonesia masih terbatas. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta, melibatkan 325 perempuan dewasa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan gula darah puasa dan asam urat dari darah vena setelah puasa ≥8 jam, serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan OMRON HBF-375. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan partial correlation dengan usia sebagai variabel kontrol. Hasil: Rerata usia responden adalah 48,7 tahun (SD 13,26). Kadar gula darah puasa berkorelasi positif signifikan dengan total lemak tubuh (r = 0.175, p = 0.002), lemak viseral (r = 0.156, p = 0.005), dan lemak subkutan (r = 0.136, p = 0.014); korelasi tetap signifikan setelah kontrol usia (p < 0.05). Kadar asam urat juga berkorelasi signifikan dengan lemak viseral (r = 0.235) dan subkutan (r = 0.210), p < 0.001. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara kedua biomarker dengan massa otot (p > 0.05). Kesimpulan: Gula darah dan asam urat berkaitan dengan peningkatan lemak tubuh secara independen terhadap usia, sedangkan penurunan massa otot lebih dipengaruhi oleh proses penuaan.
Kadar Vitamin D Dipengaruhi Lemak Tubuh? Temuan Studi Komposisi Tubuh Dewasa di Danau Sunter: Does Body Fat Affect Vitamin D Levels? Findings from a Study on the Body Composition of Adults Santoso, Alexander; Teguh, Stanislas; Jap, Ayleen; Evelyn; Harsono, Axsel
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.177

Abstract

Pendahuluan: Vitamin D tidak hanya berperan dalam metabolisme kalsium dan tulang, tetapi juga terlibat dalam fungsi sistem imun dan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kadar vitamin D adalah komposisi tubuh, terutama jaringan lemak. Hubungan antara lemak tubuh dan kadar vitamin D masih menjadi perdebatan, khususnya dalam populasi dewasa dengan status nutrisi beragam. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara komposisi tubuh dengan  kadar vitamin D pada populasi dewasa Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 56 partisipan dewasa di kawasan Danau Sunter, Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Data dikumpulkan meliputi kadar 25(OH) vitamin D serum, indeks massa tubuh (IMT), total lemak tubuh, lemak viseral, lemak subkutan, dan massa otot rangka. Analisis yang digunakan mencakup regresi linear dan korelasi parsial, dengan usia sebagai variabel kontrol. Hasil: Ditemukan bahwa total lemak tubuh memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kadar vitamin D (p < 0,05) dan tetap signifikan setelah dikontrol usia. Variabel lain seperti lemak viseral, subkutan, IMT, dan massa otot tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Nilai R² tertinggi terdapat pada model regresi dengan total lemak tubuh sebagai satu-satunya prediktor, yang menjelaskan 11,5% variasi kadar vitamin D. Kesimpulan: Total lemak tubuh merupakan prediktor signifikan terhadap kadar vitamin D dalam populasi ini, meskipun arah hubungannya bertolak belakang dengan sebagian besar literatur. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan pada sampel yang lebih besar dengan memperhitungkan aktivitas fisik, pola makan, dan distribusi lemak yang lebih detail untuk memperjelas mekanisme hubungan ini.
Correlation between Anthropometry and Fat Caliper Measurements with Triglyceride Ratios and Blood Pressure: Korelasi antara Pengukuran Antropometri dan Pengukuran Kaliper Lemak dengan Rasio Trigliserida dan Tekanan Darah Limanan, David; Santoso, Alexander; Teguh, Stanislas; Jap, Ayleen
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.178

Abstract

Introduction: Anthropometric measurements, such as fat calipers and circumference, offer non-invasive insights into fat distribution and total adiposity, both crucial health markers. Increased visceral fat heightens cardiovascular risk by driving metabolic dysfunction. The TG/HDL-C ratio serves as a strong predictor of cardiovascular risk, linking systemic inflammation, dyslipidemia, and insulin resistance. Excess adiposity also elevates blood pressure by impairing lipid metabolism and vascular function. This study aims to see the correlation between anthropometry measurement (calf, neck, upper arm, and waist circumferences), body weight, body mass index and fat caliper with the triglyceride/HDL ratio and blood pressure. Methods: This cross-sectional study, conducted in Krendang Village in November 2024, included participants aged 18 years or older, excluding those using antihypertensive or cholesterol-lowering medications or unwilling to provide blood samples or undergo physical exams. Measurements included skinfold thickness at four sites, various anthropometric parameters, blood pressure, and venous blood samples analyzed for HDL, triglycerides, and their ratio. Statistical analysis utilized Spearman Correlation, focusing on the triglyceride/HDL ratio Results: Multivariate analysis revealed that waist circumference is the strongest predictor of the triglyceride/HDL ratio. Hip circumference and calf circumference were identified as key indicators for predicting both systolic and diastolic blood pressure, while suprailiac fat caliper and scapular fat caliper were specifically associated with predicting diastolic blood pressure.Conclusion:  Waist circumference, along with select anthropometric and fat caliper measurements, serves as valuable predictors for cardiovascular and metabolic risk factors, emphasizing their importance in early risk assessment.
Prediktivitas Usia dan Gula Darah Puasa terhadap Kelemahan Kekuatan Genggaman Tangan pada Perempuan Dewasa: Studi Multicenter di DKI Jakarta: Predictability of Age and Fasting Blood Sugar on Hand Grip Strength Weakness in Adult Women. A Multicenter Study in DKI Jakarta Herdiman, Julia; Santoso, Alexander; Teguh, Stanislas; Jap, Ayleen
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.179

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan genggaman tangan merupakan indikator penting dari status fungsional dan kesehatan otot secara umum. Penurunan kekuatan otot, khususnya pada perempuan dewasa, berkaitan erat dengan risiko disabilitas, penurunan kemandirian, dan peningkatan kejadian sindrom geriatrik. Usia dan gangguan metabolik seperti hiperglikemia diketahui turut memengaruhi fungsi otot, namun bukti empiris pada populasi perempuan dewasa di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediktivitas usia dan kadar gula darah puasa terhadap kelemahan kekuatan genggaman tangan pada perempuan dewasa. Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang multicenter yang melibatkan 325 perempuan dewasa di DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui pengukuran kekuatan genggaman tangan menggunakan dinamometer digital dan pemeriksaan kadar gula darah puasa (GDP) melalui metode kapiler. Analisis Receiver Operating Characteristic (ROC) dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan prediktif usia dan GDP terhadap kelemahan kekuatan otot (cut-off <18 kg), dengan interpretasi nilai Area Under the Curve (AUC). Uji beda antar kelompok juga digunakan untuk membandingkan rerata usia dan GDP antara kelompok dengan kekuatan otot lemah dan normal.  Hasil: Usia menunjukkan kemampuan prediktif yang baik terhadap kelemahan kekuatan genggaman dengan AUC tinggi dan signifikansi statistik kuat. Sementara itu, GDP juga berhubungan signifikan dengan kelemahan otot, namun memiliki AUC lebih rendah, mengindikasikan kekuatan prediksi yang lebih lemah. Kelompok dengan kelemahan genggaman tangan cenderung memiliki usia dan kadar GDP yang lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan kekuatan normal. Kesimpulan: Usia merupakan faktor prediktif utama kelemahan kekuatan otot pada perempuan dewasa, sedangkan GDP memberikan kontribusi lebih rendah tapi signifikan. Hasil ini menegaskan pentingnya skrining multifaktorial, sebagai pencegahan dini penurunan fungsi otot.
Korelasi Lemak Viseral dan Otot Rangka dengan Kekuatan Genggaman pada Lansia di Panti Werdha Hana: Correlation of Visceral Fat and Skeletal Muscle with Handgrip Strength in Elderly at Hana Nursing Home Ruslim, Daniel; Santoso, Alexander Halim; Nathanael, Fernando; Goh, Daniel
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.181

Abstract

Latar belakang: Proses penuaan menyebabkan perubahan fisiologis seperti penurunan massa otot (sarkopenia) dan peningkatan lemak tubuh, yang berdampak pada penurunan fungsi fisik dan peningkatan risiko kesehatan lansia. Kekuatan genggaman tangan merupakan indikator penting kekuatan otot dan prediktor risiko jatuh, disabilitas, serta mortalitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komposisi tubuh dengan kekuatan genggaman pada lansia di Panti Werdha Hana, Indonesia. Metode:Studi cross-sectional ini melibatkan 36 lansia berusia ≥60 tahun yang mampu berkomunikasi dan bergerak mandiri. Komposisi tubuh diukur dengan Omron Karada Scan HBF-375, dan kekuatan genggaman dengan Camry EH101. Hasil:Analisis Spearman menunjukkan mayoritas responden perempuan (80,6%) dengan rerata usia 76,53 tahun. Rerata lemak tubuh 36,29%, lemak viseral 8,57, dan massa otot rangka 21,54%. Kekuatan genggaman rata-rata 16,31 kg. Lemak tubuh total dan subkutan batang tubuh berkorelasi negatif signifikan dengan kekuatan tangan kiri (p<0.05). Sebaliknya, lemak viseral berkorelasi positif signifikan dengan kekuatan genggaman kanan, kiri, dan rerata (p<0.05). Massa otot rangka, terutama otot kaki, menunjukkan korelasi positif sangat kuat dengan seluruh parameter kekuatan genggaman (r=0.529–0.623; p<0.001). Kesimpulan:Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman hubungan antara komposisi tubuh dan kekuatan otot pada lansia di panti werdha, namun desain cross-sectional membatasi penegakan kausalitas dan faktor perancu perlu dipertimbangkan.
Aplikasi Asuhan Keperawatan Mobilisasi Dini pada Pasien Post Sectio Saesarea: Nursing Care Application, Early Mobilization in Post-Cesarean Section Patients Aulia, Faridatul; Surmiasih; Feri Kameliawati
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.182

Abstract

Pendahuluan: Pasien yang telah menjalani operasi caesar cenderung ingin terus berbaring dan enggan bergerak dikarenakan rasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada bekas luka operasi. Ternyata hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan meningkatkan kemungkinan munculnya masalah. Tujuan penelitian ini menampilkan praktik asuhan keperawatan berbasis bukti kepada pasien dengan keterbatasan mobilitas fisik pasca operasi caesar. Metode: Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pada dua pasien pascaoperasi caesar yang menerima asuhan keperawatan berupa mobilisasi dini selama tiga hari. Di Rumah Sakit Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung, data dikumpulkan melalui pemeriksaan fisik, observasi, dan wawancara. Hasil: Berdasarkan asesmen keperawatan, pasien mengalami gangguan mobilitas fisik dan belum mampu melakukan mobilisasi dini secara mandiri karena masih takut bergerak dan khawatir jahitan yang dipasang setelah operasi caesar akan terlepas.. Suami dan keluarga  membantunya dalam pemenuhan kebutuhan fisik. Dalam tiga hari setelah intervensi mobilisasi dini selama 15 menit awal dipandu perawat dan dilanjutkan oleh keluarga, pasien sudah mampu memenuhi kebutuhan fisik dan aktivitas merawat bayinya, meskipun secara perlahan dan dengan bantuan. Kesimpulan: Untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan meningkatkan kemandirian pasien, perawat rumah sakit dapat memobilisasi pasien secara dini 6 – 12 jam setelah prosedur sesar pada kondisi pasien stabil dan tanda-tanda vital normal
Pengaruh Penerapan Rom Pasif Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non-Hemoragik : The Effect Of Passive Rom Application On Increasing Muscle Strength In Non-Hemorrhagic Stroke Patients Nur, Sulistia; Wardoyo, Eko; Al Farisi, Muhammad Farhan; Prawibowo, Hartanto
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.184

Abstract

Stroke Non Hemoragik (SNH) merupakan kondisi gangguan serebrovaskular yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otak, sehingga menyebabkan gangguan neurologis seperti kelemahan anggota gerak, gangguan mobilitas, serta risiko komplikasi lain akibat tirah baring, seperti kontraktur. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekakuan sendi atau kontraktur pada pasien stroke adalah dengan melakukan latihan rentang gerak pasif (Passive Range of Motion/ROM Pasif). Tujuan dari penerapan ini adalah untuk memahami dan mengaplikasikan intervensi ROM pasif sebagai upaya meningkatkan sirkulasi, mempertahankan mobilitas sendi, serta mencegah kekakuan otot dan sendi pada pasien stroke non hemoragik. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Intervensi ROM pasif diberikan kepada dua pasien dengan diagnosis medis stroke non hemoragik di ruang ICU RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Intervensi dilakukan dua kali sehari selama lima hari. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi status fisik, terutama pada aspek mobilitas, tonus otot, dan adanya tanda-tanda kontraktur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi ROM pasif secara konsisten, kedua pasien mengalami peningkatan mobilitas pasif ekstremitas, penurunan kekakuan otot, serta tidak ditemukan tanda-tanda awal kontraktur. Hal ini membuktikan bahwa penerapan ROM pasif efektif dalam mempertahankan fungsi sendi dan mencegah komplikasi tirah baring pada pasien stroke non hemoragik.
Hubungan Kontrol Diri dengan Kecanduan Media Sosial pada Siswa Sekolah Menengah Pertama: The Relationship Between Self-Control and Social Media Addiction Among Junior High School Students Oktaviani, Novi; Rahman, Aulia; Oktavia, Santi
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.185

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari remaja, namun intensitas penggunaannya yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan memengaruhi aspek akademik maupun sosial. Kontrol diri merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi kecenderungan seseorang terhadap kecanduan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan media sosial pada siswa di SMPN 41 Bandar Lampung tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 150 siswa kelas IX yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Self-Control Scale (SCS) dan Internet Addiction Test (IAT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square.  Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kontrol diri dengan kecanduan media sosial dengan nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa semakin rendah tingkat kontrol diri siswa, maka semakin tinggi pula tingkat kecanduan media sosial yang dialami. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kesadaran siswa dan institusi pendidikan dalam mengelola penggunaan media sosial secara sehat.
Peran Lemak Subkutan dalam Menunjang Kelembapan dan Hidrasi Kulit pada Dewasa: Studi Potong Lintang di Komunitas Gereja AT: The Role of Subcutaneous Fat in Supporting Skin Moisture and Hydration in Adults: A Cross-Sectional Study in the AT Church Community Yudhitiara, Novia; Gunaidi, Farell Christian; Setiawan, Fiona Valencia
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.186

Abstract

Latar Belakang: Hidrasi kulit mencerminkan keseimbangan antara kadar air dan minyak pada permukaan epidermis, yang dipengaruhi oleh faktor sistemik termasuk komposisi tubuh. Peran lemak subkutan sebagai determinan fisiologis fungsi barier kutan masih belum dievaluasi secara menyeluruh pada populasi dewasa sehat.Metode: Penelitian observasional potong lintang dilakukan pada 66 partisipan dewasa dari komunitas Gereja AT. Pemeriksaan komposisi tubuh dilakukan menggunakan bioimpedansi segmental (OMRON HBF-375), sementara parameter kulit (kadar minyak, kadar air, dan hidrasi) diukur melalui skin analyzer. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan korelasi Spearman dan korelasi parsial setelah kontrol usia. Hasil: Lemak subkutan menunjukkan korelasi positif yang signifikan terhadap seluruh parameter kulit: minyak (r = 0.342; p = 0.005), air (r = 0.317; p = 0.010), dan hidrasi (r = 0.315; p = 0.010). Sebaliknya, massa otot rangka, khususnya ekstremitas atas, berkorelasi negatif terhadap ketiga parameter tersebut (r berkisar antara -0.254 hingga -0.333; p < 0.05). Korelasi tetap signifikan setelah kontrol usia dilakukan. Kesimpulan: Lemak subkutan berperan penting dalam mempertahankan integritas kulit melalui dukungannya terhadap kadar minyak, kadar air, dan hidrasi. Komposisi tubuh berpotensi menjadi indikator non-invasif untuk mengevaluasi status kulit pada populasi dewasa, khususnya di lingkungan tropis.
Pengaruh Usia dan Biomarker Lipid terhadap Distribusi Lemak dan Massa Otot Wanita Dewasa: Studi Observasional di 6 Kelurahan DKI Jakarta: The Effect of Age and Lipid Biomarkers on Fat Distribution and Muscle Mass in Adult Women: An Observational Study in 6 Subdistricts of DKI Jakarta Normala, Ajeng; Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim; Wijaya, Christian; Satyanegara, William Gilbert
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 7 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v7i2.187

Abstract

Pendahuluan: Penuaan menyebabkan perubahan komposisi tubuh, seperti peningkatan lemak viseral dan penurunan massa otot rangka, yang dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular. Profil lipid berperan dalam memengaruhi distribusi lemak dan kualitas otot, khususnya pada wanita dewasa. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh usia dan biomarker lipid (trigliserida, HDL, LDL, dan kolesterol total) terhadap distribusi lemak (lemak total, viseral, dan subkutan) serta massa otot rangka pada wanita dewasa. Metode: Penelitian cross-sectional ini dilakukan secara multisenter di enam kelurahan DKI Jakarta pada 325 perempuan dewasa sehat yang dipilih secara purposive, dengan pengambilan data dari Agustus 2024 hingga Mei 2025. Pemeriksaan profil lipid dilakukan dari sampel darah vena puasa, sedangkan komposisi tubuh diukur menggunakan bioimpedansi; data dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan metode Backward LR dengan batas signifikansi p<0,05. Hasil: Penelitian ini melibatkan 325 perempuan dewasa dengan rerata usia 48,7 tahun (SD 13,26). Usia dan kadar trigliserida berpengaruh signifikan terhadap peningkatan lemak tubuh total (p<0,001), lemak viseral (p<0,001), lemak subkutan (p<0,001), serta penurunan massa otot rangka (p<0,001 dan p=0,006). Sebaliknya, HDL berasosiasi negatif signifikan terhadap total lemak (p=0,015) dan lemak subkutan (p=0,011), sedangkan kolesterol total, LDL, dan rasio kolesterol/HDL tidak menunjukkan hubungan bermakna. Kesimpulan: Usia dan kadar trigliserida berasosiasi positif secara signifikan dengan peningkatan lemak tubuh (total dan viseral) serta penurunan massa otot rangka, sementara HDL berperan protektif terhadap akumulasi lemak, dan komponen lipid lain seperti LDL serta kolesterol total tidak memiliki hubungan bermakna dengan distribusi lemak maupun otot.

Page 8 of 10 | Total Record : 92