cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282120368642
Journal Mail Official
abdimasppm@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29862892     DOI : https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18571
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2022)" : 63 Documents clear
PENGUATAN MEDIA PROMOSI KUNYIT BUBUK PRODUKSI PESANTREN MADAARIKUL ULUM MELAUI RE-DESAIN KEMASAN DENGAN MENERAPKAN KANSEI WORD YATI ROHAYATI; Fariha E Naufalina; Farda Hasun; Rino Andias
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.368 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18578

Abstract

Pesantren Madaarikul Ulum, berlokasi di Selaawi-Garut, telah memproduksi kunyit bubuk, dengan merek Promad, sebagai hasil olahan tanaman kunyit, yang banyak ditanam penduduk di sekitar lokasi pesantren. Dalam rangka memberikan jaminan kualitas produknya, telah diakukan pengujian produk di laboratorium, untuk memastikan higienitas produk sehingga layak konsumsi. Untuk dapat dipasarkan, pesantren telah mendapatkan ijin PIRT, dan tersertifikasi halal. Pada tahap awal, produk telah dipasarkan di wilayah sekitar lokasi pesantren. Namun disadari bahwa peningkatan penjualan membutuhkan strategi perluasan pasar, yang akan dilakukan dengan memasuki pasar online. Dalam menghadapi persaingan ketat pada pasar online, peran kemasan yang tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga berperan penting sebagai media promosi, untuk itu maka dibutuhkan tampilan kemasan produk yang menarik dan representatif. Desain kemasan eksisting belum mempertimbangkan peran sebagai media promosi, sehingga perlu dilakukan perbaikan, dengan melakukan re-desain. Paper ini bertujuan untuk melaporkan proses re-desain, yang telah dilakukan oleh Tim Abdimas. Proses re-desain dilakukan dengan menerapkan kansei word dan konsep desain kemasan serta mempertimbangkan kemudahan dalam pengadaannya. Desain kemasan yang baru akan digunakan untuk mengenalkan produk pada media sosial dan memasarkan produk pada market place.Kata Kunci: desain kemasan, kunyit bubuk, kansei word, pesantren, Madaarikul Ulum, Garut
WORKSHOP STRATEGIC COMMUNICATION, LOBBYING AND NEGOTIATION Razie Razak; Moch. Armien Syifa
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.192 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18593

Abstract

Komunikasi Strategik pada konteks lobby dan negoisasi bertujuan untuk mempengaruhi dan mengubah opini publik. Melalui lobby dan negoisasi kita dapat melakukan praktek kehumasan untuk membangun, memelihara dan mempertahankan relasi. Pada awal melakukan lobby dan negoisasi diperlukan kemampuan untuk mengetehui pemetaan informasi mengenai publik yang akan diajakan berdialog. Sehingga didapatkan informasi mengenai kesamaan kebutuhan agar pesan yang akan dikomunikasikan sesuai dengan kebutuhan publik. Informasi yang mendalam mengenai publik akan memudahkan seorang praktisi kehumasan mengurangi ketidakpastian. Setelah informasi mengenai publik diketahui maka setelah itu mulai dilakukan interaksi dengan publik yang meliputi requirements, ekspektasi dan desire yang tepat dan efektif. Kemampuan atas lobby dan negoisasi perlu memperhatikan aspek budaya yang terdiri dari societal culture dan budaya organisasi. Pengabdian ini bertujuan untuk menerapkan hasil kajian akademik pada dunia industri yaitu industri pertambangan batu bara. Oleh karena itu, kami tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Telkom ingin sepenuhnya mendukung kepada para pelaku usaha jasa kontraktor tambang batu bara agar dapat melakukan proses lobby dan negoisasi dengan publik yang terdiri dari investor, kostumer, banker dan karyawan. Dimana Departement Branding & Corporate Communication dapat menyampaikan pesan yang diterima oleh publik dengan komunikasi simetris. Dengan mengikuti program pelatihan pada kurun waktu yang telah ditetapkan, masyarakat sasar akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan khusus dalam mengembangkan keterampilan Lobby dan Negoisasi yang diterapkan pada Departement Branding & Corporate Communication yang melakukan kegiatan praktek kehumasan.Kata Kunci: Komunikasi Strategik, Public Relations, Lobi dan Negoisasi, budaya, Kontraktor Pertambangan
PELATIHAN KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL PADA LEMBAGA FILANTROPI INFAQ BERAS BANDUNG Sri Dewi Setiawati; Intan Primasari
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.796 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18579

Abstract

Penggunaan strategi digital marketing communication tidak saja diperlukan bagi lembaga-lembaga profit oriented, tetapi juga pada lembaga filantropi. Tujuannya memang bukan untuk mendapatkan profit, melainkan untuk membangun kesadaran masyarakat untuk mengikuti program filantropi. hal ini didasari karena lembaga filantropi juga mengalami kondisi yang naik turun dalam mendapatkan jumlah nominal untuk program filantropi. seperti terjadi pada saat ini, dimana pendapatan untuk program filantropi menurun secara drastis. Ada berbagai hal yang mendasari hal tersebut, dimulai dari melemahnya aktivitas ekonomi di Indonesia yang membuat pendapatan menjadi menurun, hingga rasa aman yang dimiliki masyarakat yang berimbas kepada penurunan aktivitas filantropi. fenomena menarik terjadi pada saat masa pandemik Covid-19 sedang mencapai puncak, justru aktivitas filantropi tidak memiliki kendala, karena kurangnya rasa aman hingga membangun kesadaran yang tinggi untuk aktivitas filantropi. Untuk itu perlu sebuah strategi membangun pemahaman masyarakat bahwa kegiatan filantropi bukan hanya dilakukan pada saat tertentu saja, karena akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat lain yang kurang mampu. Strategi yang tepat untuk dilakukan adalah dengan digital marketing communication, mengingat interaksi masyarakat saat ini lebih tinggi di media sosial dibandingkan dalam dunia nyata. Tetapi, kendalanya adalah kurangnya kemampuan digital marketing communication bagi lembaga filantropi. Dalam mengatasi permasalahan tersebut Tim Pengabdian Masyarakat universitas Telkom hadir untuk memberikan pelatihan dalam bentuk workshop membangun pemahaman strategi digital marketing communication. Pelatihan yang diberikan mulai dari membangun pemahaman tentang komunikasi digital marketing, optimalisasi pengelolaan media sosial, hingga evaluasi media sosial. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi jalan keluar untuk membantu lembaga filantropi dalam membangun pemahaman masyarakat.Kata Kunci: Digital, Marketig Communications, Filatropy
PENDAMPINGAN KEGIATAN EVALUASI SISTEM INFORMASI POSYANDU LANSIA BOUGENVILE PADUKUHAN TEGALWARAS, SARIHARJO, KAPANEWON NGAGLIK, SLEMAN, YOGYAKARTA Hendra Rohman; Nur Ismiyati; Iramie Duma Kencana Irianto; Alwhan Nurrochman; Rangga Pramudya Saputra
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.981 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18566

Abstract

Kader posyandu lansia Bougenvile melakukan proses pencatatan data rekam medis pada kertas dan buku. Data tersebut sulit terbaca dan tidak berkesinambungan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih semua kader posyandu dalam mengelola data lansia melalui web browser dan melakukan evaluasi sistem informasi menggunakan metode Human Organization Technology (HOT) Fit Model. Metode pelaksanaan dilakukan melalui analisis kebutuhan sistem informasi, penyuluhan terkait sistem informasi kesehatan elektronik, pelatihan teknis peralatan yang digunakan, pendampingan penggunaan sistem informasi, memantau dan mengevaluasi hasil seluruh kegiatan dengan menganalisis kemampuan penggunaan sistem informasi. Hasilnya, sistem memiliki menu utama yaitu pendaftaran, pemeriksaan, cetak laporan, grafik, restore data, data user, profil saya, materi, kegiatan. Tingkat kepuasan pengguna aplikasi Sipolan secara keseluruhan, 85% responden mengatakan sangat puas, dan 15% responden mengatakan puas dikarenakan kebutuhannya terpenuhi. Evaluasi secara keseluruhan menimbulkan dampak positif karena kualitas sistem yang digunakan dapat menghasilkan ouput informasi yang baik, lengkap dan sesuai kebutuhan. Hal tersebut akan sangat mendukung dalam kualitas pelayanan yang lebih baik kedepannya. Dampak positif lainnya yang sangat berpengaruh bagi pengguna aplikasi Sipolan yaitu meningkatnya kinerja, efisiensi kerja, dan berkurangnya beban kerja pengguna aplikasi SipolanKata Kunci: Evaluasi sistem, HOT Fit, rekam medis elektronik, sistem informasi posyandu
APLIKASI PENDETEKSI PENYAKIT PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BALEENDAH Roswan Latuconsina; Tito Waluyo Purboyo; M. Faris Ruriawan; Muhammad Nardika; I Made Irvan Wilian Handi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.172 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18669

Abstract

Indonesia saat ini adalah negara yang memiliki tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara negara lainnya yang ada di Asia Tenggara. Selain itu, sebagian besar Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Indonesia masih melakukan pendataan terhadap pasien ibu hamil denganmenggunakan metode konvensional, yaitu secara manual mencatat hasil pemeriksaan dan kondisi ibu hamil dalam form fisik yang tersedia. Hal ini tentu saja akan mempersulit dalam analisis kondisi ibu hamil yang sangat rentan dengan penyakit-penyakit tertentu. Bertempat di Puskesmas Baleendah Kabupaten Bandung, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Telkom melakukan serangkaian kegiatan untuk membantu dokter, bidan dan pihak puskesmas lainnya dalam mengatasi persoalan-perso(Siti Sundari & Fitri Nuraropah, 2021)alan yang dihadapi di atas, yakni melalui pembangunan sistem deteksi penyakit pada ibu hamil yang berbasis web dengan menggunakan metode Certainty Factor. Certainty Factor adalah salah satu metode sistem pakar yang mengakomodasi ketidakpastian pemikiran (inexact reasoning) seorang pakarKata Kunci: Web, Sistem Pakar, Certainty Factor
WORKSHOP BASIC PRODUCT PHOTOGRAPHY BAGI UMKM KULINER DAN KERAJINAN BINAAN BUMDES BUAH BATU Litasari Widyastuti Suwarsono; Fida Nirmala Nugraha; Atya Nur Aisha
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.134 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18664

Abstract

Aspek pemasaran merupakan salah satu kendala yang dihadapi para pelaku UMKM bidang kuliner dan kerajinan dalam menjalankan bisnisnya. Pada era digital, kemudahan untuk perluasan akses pasar dapat dicapai melalui keberadaan platform e-commerce maupun media sosial. Salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk menarik minat pembelian produk, khususnya berkaitan dengan makanan maupun kerajinan, pada media sosial maupun e-commerce adalah melalui tampilan foto produk. Iklan pada media sosial yang menampilkan foto produk yang menarik dapat meningkatkan keinginan pelanggan untuk membeli produk tersebut. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik dalam ‘Basic Product Photography’ bagi para pelaku atau calon pelaku UMKM, khususnya bidang kuliner dan kerajinan, di lingkungan BUMDes Buah Batu dan sekitarnya. Kegiatan pelatihan dilakukan secara virtual (synchronous) melalui media Zoom yang dihadiri oleh 17 pelaku UMKM binaan BUMDes Buah Batu. Peserta memiliki partisipasi aktif dalam mengeksplor dan memberikan pertanyaan mengenai tips dan trik untuk menghasilkan foto yang menarik. Berdasarkan feedback yang diberikan dari peserta pelatihan, 100% peserta memberikan respon yang positif mengenai konten kegiatan pengabdian masyarakat sudah sesuai dengan kebutuhan dari peserta kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peningkatan kemampuan bagi pelaku UMKM bidang kuliner maupun kerajinan agar dapat mendorong kapabilitas pemasaran produknya masing-masing.Kata Kunci: UMKM, basic product photography, kuliner, kerajinan
MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK BELAJAR SHOLAT MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY (AR) UNTUK SEKOLAH DASAR AL-QUR’AN MADANI KABUPATEN CIANJUR Nurwulan Fitriyanti; Rendy Munadi; Retno Hendriyanti; Arfianto Arfianto; Sussi Sussi; Muhammad Azriel; Mahardika Hanif Briantono; Nigo Wisnu Wijaya; Natasya Nurul Putri; Virginia Rosaline
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.383 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18591

Abstract

Augmented Reality (AR) merupakan suatu inovasi multimedia dalam Pendidikan sehingga konten pembelajaran dapat ditampilkan lebih menarik jika dibandingkan dengan pembelajaran konvensiona. Materi tematik tata cara sholat adalah materi yang wajib dipelajari oleh semua tingkatan peserta didik dalam mata pelajaran agama islam. Sholat merupakan sebuah kewajiban dalam agama Islam sehingga harus diajarkan secara dini. Selama ini, peserta didik dalam mempelajari dan menguasai materi tata cara sholat menggunakan metode membaca dan menghafalkan. Metode konvensional yang digunakan ini cenderung membuat peserta didik jenuh, mengantuk, suasana belajar tidak menyenangkan berakibat pada pemahaman yang kurang. Pada pengabdian masyarakat di SDQ Madani, tim dosen dan mahasiswa menggunakan media Augmented Reality pada materi Tata Cara Solat dengan memanfaatkan smartphone, tim dosen membuat aplikasi Augmented Reality dan buku penanda Augmented Reality tersebut yang nantinya akan terproyeksikan objek secara 3D di aplikasi tersebut dengan mengarahkan kamera pada penanda di buku . Buku ini dan aplikasi ini kami beri nama Belajar Bersama AR (BEBAR). Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan mendapatkan feedback yang baik dengan nilai 100%, artinya tujuan PKM ini sudah tercapai dengan baik.Kata Kunci: Augmented Reality, 3 Dimensi, BEBAR, , sholat, islam.
PELATIHAN DASAR EDITING: AUDIO EDITING UNTUK MENGHASILKAN KONTEN YANG MENARIK DI ERA 4.0 Dimas Satrio Wijoksono; Rizca Haqqu; Fadia Anindita Syarifah
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.282 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18663

Abstract

Media penyampaian informasi cukup beragam dan memiliki keunggulan masing-masing, salah satu contoh dari media tersebut adalah Audio. Audio merupakan media penyampaian informasi yang menggabungkan teknologi berupa suara. Seorang editor mempunyai peran cukup penting pada proses dibalik layar film. Menjadi seorang editor tidak hanya harus pandai mengolah gambar visual saja, akan tetapi harus mempunyai pemahaman tentang bagaimana mengolah audio agar video yang dihasilkan dapat memberikan informasi utuh kepada penontonnya. Merujuk pada istilah editing video, merupakan proses memilih, merangkai, menyusun ulang, dan memanipulasi gambar visual dan audio yang sudah direkam menjadi satu rangkaian video sehingga menjadi sebuah cerita utuh sebagaimana yang diinginkan sesuai konsep yang telah ditentukan. Ketika proses editing inilah gambar dan suara yang tidak penting dan tidak sesuai dengan konsep harus dihilangkan, susunan video harus dirangkai sesuai dengan durasi yang telah ditentukan, dan hal-hal yang kurang enak dilihat akan didedit dan ditambahkan, sehingga akhirnya menjadi rangkaian video utuh yang layak ditampilkan ke publik. Pelatihan dasar ini dilakukan dalam rangka pengabdian masyarakat dengan memberikan wawasan terkait editing yang dikhususkan pada audio. Pemahaman terkait audio ini perlu sampaikan karena masih kurangnya pemahaman audien tentang bagaimana cara mengolah audio agar menyatu dengan visual sehingga tercipta sebuah hasil editing yang layak untuk dinikmati. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SMA Cendikia Muda Bandung dikarenakan keterkaitan antara ektrakulikuler unggulan sekolah dengan materi pengabdian masyarakat tentang bagaimana cara melakukan editing audio untuk menghasilkan konten yang menarik. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, Editing, Audio, Konten
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN UNTUK MENYUSUN MATERI AJAR PADA LMS PT. KHARISMA PRINTEX BANDUNG Gede Agung Ary Wisudiawan; Indra Lukmana Sardi; Nungki Selviandro; Muhammad Bambang Hidayanto
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.292 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18637

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini melanjutkan road maps penelitian yang sudah dikembangkan sebelumnya, dimana kegiatan sebelumnya berhasil mengembangkan aplikasi Learning Management System (LMS) pada PT. Kharisma Printex Bandung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini bertujuan mengembangkan modul pelatihan penggunaan aplikasi microsoft powerpoint dalam menyusun materi ajar pada LMS PT. Kharisma Printex Bandung. Modul yang berhasil dikembangkan terdiri dari lima bab pembelajaran yaitu bab pembelajaran terkait pengenalan aplikasi, bab pembelajaran untuk menghias slide presentasi, bab pembelajaran untuk memasukkan teks, bab pembelajaran yang berisikan tips and trick agar presentasi lebih hidup, dan bab terakhir terkait dengan bagaimana cara membawakan presentasi. Metodologi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merujuk kepada metodologi penelitian research and development (R&D) yang meliputi 5 langkah : (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi produk, dan (5) revisi produk. Kegiatan ini menggunakan analisis diagram tulang ikan dengan subjek adalah stakeholder dari PT. Kharisma Printex Bandung, adanya revisi yang dibutuhkan sesuai kebutuhan dari perusahaan sampai akhirnya menghasilkan modul “pelatihan penyusunan materi ajar menggunakan microsoft powerpoint pada PT. Kharisma Printex”. Evaluasi dari kegiatan ini menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada pimpinan dari PT. Kharisma Printex Bandung. Hasil evaluasi menunjukkan para pimpinan setuju dengan kegiatan dan modul yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.Kata Kunci: modul, learning management system, presentasi
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN LAPORAN BUSINESS PLAN BAGI PELAKU UMKM DI DESA PANYOCOKAN CIWIDEY KABUPATEN BANDUNG Fanni Husnul Hanifa; Widya Sastika; Donni Juni Priansa; Krishna Kusumahadi; Muhammad Muslih; Kurnia Kurnia
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.086 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18625

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian di Indonesia, karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Permasalahan UMKM di Indonesia antara lain berkaitan dengan aspek pemasaran, modal dan pendanaan, inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi, pemakaian bahan baku, peralatan produksi, penyerapan dan pemberdayaan tenaga kerja, rencana pengembangan usaha, dan kesiapan menghadapi tantangan lingkungan eksternal. Kendala-kendala tersebut di atas, terutama yang berkaitan dengan permodalan, pengembangan produk dan pemasaran, seharusnya dapat dikurangi jika pelaku bisnis memiliki perencanaan bisnis (business plan) yang dapat membantu mengarahkan bisnis sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dokumen perencanaan bisnis diperlukan oleh pihak-pihak investor perbankan yang potensial, konsultan, staf karyawan, pemasok barang dan bahkan konsumen. Desa Panyocokan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung Selatan, Provinsi Jawa Barat. Berada di Kecamatan Ciwidey yang dikenal sebagai daerah pariwisata, ternyata mata pencaharian masyarakat Desa Panyocokan bukan berasal dari sektor pariwisata. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak desa, sebagian besar masyarakat memiliki latar belakang Pendidikan SMA dengan sumber mata pencaharian utama pada sektor pertanian, sektor peternakan dan UMKM. Sektor UMKM yang ada di Desa Panyocokan diantaranya adalah kerajinan golok, kerajinan bambu, olahan kerupuk, olahan keripik singkong. Kegiatan abdimas ini berupaya untuk membantu pemilik bisnis dalam mengembangkan business plan pada usaha mereka. Kegiatan abdimas ini penting dilaksanakan untuk membantu UMKM untuk mengelola dan mengembangkan bisnisnya. Bentuk kegiatan yang akan dilakukan terbagi menjadi 3 bagian yaitu: pengumpulan data, Pelatihan dari berbagai bidang ilmu dan Pendampingan pembuatan business plan itu sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Panyocokan dilakukan pada hari Sabtu, 26 November 2022, pukul 09.00 – selesai, dilaksanakan di Aula Kantor Desa Panyocokan Kegiatan ini dihadiri 25 orang perwakilan dari UMKM. Pada kegiatan ini, narasumber memberikan terlebih dahulu mengenai materi dan penjelasan mengenai modul perencanaan bisnis (business plan), lalu dilakukan pendamping kepada setiap UMKM dalam mengisi modul perencanaan bisnis (business plan).Kata Kunci: UMKM, Business Plan, Desa Panyocokan