cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
sikesnas@udb.ac.id
Editorial Address
JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
ISSN : -     EISSN : 2964674X     DOI : https://doi.org/10.47701/sikenas.vi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) adalah prosiding ilmiah di Bidang Kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa surakarta. Prosiding ini digunakan sebagai media bagi para akademisi dan peneliti untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya serta menjadi sumber referensi bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan bidang kesehatan. Prosiding ini terbit satu kali dalam setahun, memuat artikel hasil penelitian, review article/ literature review, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 81 Documents
Search results for , issue "2022 : SIKesNas 2022" : 81 Documents clear
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR REKAM MEDIS PASIEN POLI KLINIK UMUM RAWAT JALAN DI PUSKESMAS Rini Apriyani; Wihasanah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.169 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1734

Abstract

Rekam medis merupakan suatu berkas yang memuat catatan dan dokumen terhadap identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang sudah diberikan dokter ataupun tenaga kesehatan terhadap pasien. Berkas rekam medis harus diisi dengan jelas dan lengkap karena ketidak lengkapan informasi yang terdapat dalam dokumen rekam medis dapat berdampak pada keselamatan pasien serta berpengaruh dengan kualitas mutu pelayanan suatu puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelangkapan pengisian data formulir poliklinik umum rawat jalan yang dikelola oleh Puskesmas Toboali. Membuat jurnal ini menggunakan metode observasi terhadap obyek berkas rekam medis langsung. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 93 rekam medis yang diambil dengan metode systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangkapan pada review identifikasi pasien mencapai 78% sehingga ketidak lengkapan mencapai 22% Pada review pelaporan penting kelengkapan mencapai 92%  ketidak lengkapan mencapai 8% kelengkapan pada review pencatatan 96% serta ketidak lengkapan 4% sedangkan kelengkapan pada review autentifikasi mencapai 70% untuk ketidak lengkapannya sebesar 30%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengisian formulir rekam medis dipuskesmas Toboali banyak belum mencapai nilai 100% dikarenakan kurangnya evaluasi terkait pengisian kelengkapan formulir rekam medis di puskesmas.
ANALISA KELENGKAPAN FORMULIR INFORMED CONSENT PENYAKIT HERNIA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X Devita Yuliani; Yuliastuti
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.567 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1735

Abstract

Mengukur kelengkapan dokumen rekam medis perlu ditentukan analisis dokumen rekam  medis dengan cara review identifikasi, review laporan yang penting, review autentikasi dan review pendokumentasian yang benar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil observasi awal ketidaklengkapan formulir  tersebut terdapat pada pasien bedah terutama pada penyakit hernia. Berdasarkan hasil penelititian pada bulan januari-desember tahun 2021 di Rumah Sakit X didapat hasil bahwa dari sampel 49 berkas rekam medis yang di analisa terdapat 41 yang lengkap dengan persentase 83,7% sedangkan terdapat 8 formulir yang tidak lengkap dengan persentase senilai 16,7%. Untuk kelengkapan review identifikasi 100% lengkap, Review laporan yang penting untuk kategori tindakan 87,8% lengkap, kategori tanggal 89,8% lengkap, pada kategori jam kelengkapan 83,7%. Review autentikasi terdapat ketidaklengkapan pada tanda tangan yang lengkap 96%. Sedangkan nama terang dinyatakan lengkap 100%. Dan review pendokumentasian dinyatakan lengkap 100%.
PERENCANAAN KEBUTUHAN RAK FILING DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT NIRMALA SURI SUKOHARJO TAHUN 2022-2026 Muhammad Abi Maruf; Lingga Rizky Andjani
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.702 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1736

Abstract

Dengan adanya kondisi rak penyimpanan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo yang sudah penuh dan sesak, mengakibatkan banyak dokumen rekam medis di simpan di dalam kardus dan di letakkan di lantai. Sehingga dengan kondisi ini diperlukan adanya penambahan rak penyimpanan dokumen rekam medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan kebutuhan rak penyimpanan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo Tahun 2022-2026. Jenis penelitian ini deskriptif, pendekatan cross sectional, metode pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Populasi yang digunakan sebanyak 48.429 dokumen rekam medis dan sampel sebanyak 100 dokumen rekam medis. Instrumen penelitian yang digunakan adalah meteran, penggaris, kalkulator, pedoman observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan secara dekriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ketebalan dokumen rekam medis adalah 1 cm. Jumlah dokumen rekam medis dalam 1 meter adalah 100 dokumen. Ukuran rak penyimpanan jenis Roll O’Pack : panjang 3 m, 6 shaft, 2 muka. Hasil perhitungan perencanaan kebutuhan rak filing tahun 2022-2026 sebanyak 73 rak Roll O’Pack. Kesimpulan, rencana kebutuhan rak penyimpanan tahun 2022-2026 sebanyak 73 rak. Saran, Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo perlu mengadakan penambahan rak penyimpanan dokumen rekam medis dalam kurun waktu 2022-2026 sebanyak 73 rak dengan jenis rak Roll O’pack dua sisi agar dokumen rekam medis yang ada tidak lagi di simpan di dalam kardus.
ANALISIS BEBAN KERJA PETUGAS REKAM MEDIS BERDASARKAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFF NEED (WISN) DI PUSKESMAS XXX TAHUN 2021 Yuni Afriani; Risti Tarisyah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.112 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1740

Abstract

Salah satu metode menghitung beban kerja menurut PERMENKES No. 33 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan ialah dengan menggunakan metode WISN. Metode workload Indicator Staff Need (WISN) adalah suatu metode perhitungan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk menghitung waktu kerja tersedia serta standar kelonggaran petugas rekam medis di Puskesmas XXX. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrument penelitian menggunakan alat tulis, buku catatan, kamera dan stopwatch. Teknik analisis data menggunakan metode Workload Indicator Staff Need (WISN). Berdasarkan hasil penelitian hari kerja di Puskesmas XXX sebanyak 1911 jam/tahun atau 114.600 menit/tahun, kegiatan pokok di ruang rekam medis meliputi mencari berkas rekam medis dan mengembalikan berkas rekam medis ke rak penyimpanan, standar beban kerja yaitu 318.500 menit, standar kelonggaran yaitu 0,09 menit, dan jumlah kebutuhan tenaga petugas berjumlah 1 orang. Saran bagi Puskesmas XXX untuk menabah 1 orang lagi.
FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2022 Elna Kukuh Kurnia; Mahdalena
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.557 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1741

Abstract

Klaim BPJS adalah pengajuan seluruh biaya perawatan pasien BPJS oleh pihak Rumah Sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya melalui proses verifikasi. Proses verifikasi berkas mencangkup 2 hal yaitu berkas klaim dan administrasi klaim. Klaim pending adalah pengembalian klaim dimana belum ada kesepakatan antara BPJS Kesehatan dan FKRTL terkait kaidah koding, namun penyelesaian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. Maka jika terjadi pending pada berkas klaim akan berdampak pada dana kas rumah sakit,dan mengakibatkan akan terganggu di permasalahan dalam pembayaran klaim tersebut. Permasalahan proses klaim juga dapat menghambat pembayaran gaji karyawan serta memangkas biaya pemeliharaan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab pending klaim BPJS pasien rawat inap berdasarkan penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Charitas Hospital Kenten Palembang periode triwulan 1 tahun 2022.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN DESAIN RAK DOKUMEN REKAM MEDIS BERDASARKAN ANTROPOMETRI PETUGAS FILING DI RS X UNTUK 2 TAHUN Muhammad Fajar Dwi Mulyono; Nurul Alfiah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.656 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1742

Abstract

R RS X merupakan salah satu instansi pelayanan kesehatan. Dengan sarana dan prasarana pelayanan kesehsatan yang semakin lengkap, mebuat kunjungan pasien semakin bertambah sehingga mengakibatkan bertambahnya dokumen rekam medis yang disimpan di rak penyimpanan, dan rak penyimpanan terlihat penuh bahkan terdapat  dokumen rekam medis pasien yang masih di simpan di kardus, karena kurangnya rak penyimpanan dokumen. Rak penyimpanan dokumen rekam medis yang tersedia di RS X memiliki jenis dan ukuran yang berbeda terdiri dari 6 rak kayu yang memiliki 4 shaf dan 1 sisi penyimpanan, 8 rak kayu dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan, dan 4 roll o’pack dengan 5 shaf dan 2 sisi penyimpanan.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prediksi kebutuhan dan desain rak dokumen rekam medis pasien berdasarkan antropometri petugas filing di RS X tahun 2022-2023. Rak yang di butuhkan adalah rak kayu dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan analisa kualitatif menggunakan metode observasi, wawancara, pengukuran langsung di ruang filing. Pendekatan menggunakan cross sectional, dan Populasi yang digunakan adalah 111.706 dokumen dengan mengambil sampel 100 DRM yang diambil dengan systematic random sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, wawancara, meteran,penggaris, alat tulis (buku,bolpoin) dan alat hitung. Pengolahan data yang digunakan adalah tehnik collekting, editing, dengan tabulasi penyajian data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasien yang berkunjung di RS X akan mengalami pertambahan yang pesat pada tahun 2022-2023 dengan total 236.226 pasien dari total kunjungan tahun sebelumya yang berjumlah 111.706 pasien. Kebutuhan rak dokumen rekam medis di RS X adalah 46 rak dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan berukuran tinggi rak 200 cm, panjang rak 180 cm, lebar rak 40 cm dan ukuran tinggi sub rak per shaf adalah 38 cm. Ukuran tinggi dan panjang disesuaikan dengan ukuran antropometri tubuh petugas agar memudahkan dalam pengambilan dan pengembalian DRM. Kesimpulanya kebutuhan rak di RS X adalah 46 rak dengan jenis kayu dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan berukuran panjang 2 meter x lebar 40 cm x tinggi 180 cm. Ukuran sesuai dengan antropometi ukuran petugas filing.
ANALISIS IDENTIFIKASI UNSUR 5M PENYEBAB TERJADINYA DUPLIKASI NOMOR REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN BULAN JANUARI SAMPAI DENGAN MARET 2022 M Dwi Hidayatulloh; Shanty Rizkhika; Siti Nur Qomariyah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.731 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1743

Abstract

Sistem penomoran dalam pelayanan rekam medis merupakan tatacara penulisan nomor yang diberikan kepada pasien yang telah datang berobat sebagai bagian dari identitas pribadi pasien yang bersangkutan. Penomoran rekam medis di rumah sakit pada umumnya menggunakan sistem penomoran unit numbering sistem .Duplikasi nomor rekam medis dapat menyebabkan pelayanan di faskes kesehatan menjadi terganggu yang mengakibatkan riwayat penyakit pasien tidak terdokumentasikan dengan baik. Duplikasi penomoran umumnya disebabkan oleh proses identifikasi yang kurang tepat dan dilaksanakan secara manual sehingga menyebabkan seorang pasien mendapat lebih dari satu nomor rekam medis. Akibat terjadi duplikasi rekam medis dengan metode wawancara yaitu di sebabkan oleh beberapa faktor yang  meliputi unsur 5M diantaranya yaitu :Man (manusia), Material (sarana dan prasarana), Method (cara), Machine (alat), Money (uang/biaya). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam periode bulan januari sampai dengan maret 2022 terdapat duplikasi no rekam medis sebanyak 236 dikarenakan karena kurang telitinya petugas pendaftaran dalam melakukan indentifikasi pada saat melakukan pendfataran, beberapa pasien lupa membawa KIB pada waktu melakukan kunjungan sehingga petugas dalam melakukan identifikasi kurang maksimal, dan SOP untuk melakukan pendafataran pasien baru belum berjalan dengan maksimal.
ANALISIS KARAKTERISTIK PELANGGAN KOMPLAIN TERHADAP LAMA WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN RAWAT JALAN Ahmad Fahmi Mujahidillah; Febri Erianto Wibowo
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.022 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1744

Abstract

Manajemen informasi kesehatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan berkembang seiring perkembangan zaman. Kebutuhan informasi menjadi penting dalam pengambilan keputusan bagi manajemen tingkat atas maupun tingkat menengah. Agar mutu informasi kesehatan selalu terjaga dan terus meningkat serta berkesinambungan, perlu pengelolaan dengan baik. Kendali mutu pada layanan kesehatan bertujuan untuk menilai suatu kebijakan atau prosedur untuk memperoleh standar yang ditentukan mencakup pengawasan, uji tes, dan memeriksa semua ketentuan tersebut. Oleh karenanya, kendali mutu informasi kesehatan, sebagai pengambilan keputusan dalam menyusun perencanaan ke depan, juga meminimalisir komplain pelanggan atas ketidak puasan terhadap jasa maupun fasilitas kesehatan yang diberikan. Hal tersebut terjadi karena disorentasi pengetahuan dan karakter costomer itu sendiri.  Penelitian ini bertujuan, 1) mengetahui karakteristik pelanggan komplain, dan 2) mengetahui waktu tunggu pendaftaran rawat jalan di RS Muhammadiyah Lamongan. Desain penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian berupa lembar angket dan observasi. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan; (1) terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing karakteristik pelanggan komplain yaitu umur, pendidikan, gender, dan status pernikahan dengan waktu tunggu pendaftaran rawat jalan, (2) waktu tunggu pendaftaran rawat jalan antara 15-25 menit, yang melebihi standar pelayanan minimal (SPM) nasional adalah 10 menit. Kesimpulan ada hubungan antara karakteristik pelanggan komplain terhadap lama waktu tunggu pendaftaran rawat jalan. Saran bagi pihak rumah sakit untuk dapat memperhatikan kualitas kecepatan waktu tunggu yang ada. n
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP BEBAN KERJA DI BAGIAN PENYIMPANAN REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE WINS(WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED) DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG Betty Siagan; Angelita Karolina Fatem; Mariska Olivia Karambut
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.159 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1751

Abstract

Untuk perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) di bagian rekam medis perludiperhatikan jenis pekerjaan,kebutuhan tenaga kerja di bagian penyimpanan rekam medis sertakualifikasi perorangan harus sesuai dengan yang dibutuhkan dalam setiap bagian rekammedis.Semakin banyaknya pasien yang berkunjung pada rumah sakit,maka secara langsung dapatberdampak pada beban kerja petugas dan yang sangat berdampak dalam hal tersebut adalahpetugas bagian rekam medis.maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini adalah 1.Untukmengetahui kualifikasi dan jumlah sumber daya manusia bagian penyimpanan berkas rekam medisdi RSUD Sele Be Solu Kota Sorong 2. Mengetahui efisiensi kerja di bagian penyimpanan RSUDSele Be solu Kota Sorong.3.agar dapat menemukan masalah yang timbul dalam perhitungansumber daya manusia bagian penyimpanan rekam medis di Rsud Sele Be Solu. Denganperhitungan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Rekam Medis yang dibutuhkandilakukannya,Analisis sumber daya manusia terhadap beban kerja di bagian penyimpanan RSUDSele Be Solu dengan menggunakan Workload Indicator of Staffing Need (WISN).Metodepenelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif,dengan teknik pengumpulan data dengancara, observasi, wawancara terhadap uraian tugas, petugas penyimpanan berkas rekam medis dankajian dokumen jumlah tenaga.Dalam pengamatan terhadap pola kegiatan petugas penyimpananselama bulan mei 2022 diperoleh hasil bahwa penggunaan waktu kerja tersedia petugaspenyimpanan RSUD Sele Be Solu adalah sebesar 1832 jam/tahun,standar beban kerja dalampenyimpanan rawat jalan 49811,rawat inap 10721, standar kelonggaran 0.013. Berdasarkan dataprimer dan data sekunder yang berhasil dikumpulkan, setelah diolah menggunakan WISN,makakesimpulan bahwa jumlah petugas penyimpanan kebutuhan tenaga di RSUD Sele Be Solu adalahsebanyak 4 orang, jadi tenaga penyimpanan rekam medis masih kurang, dan total pegawai yangada saat ini sebanyak 3 orang,maka dengan ini di butuhkan penambahan petugas penyimpanan 1orang.
ANALISA KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN TYPOID FEVER PADA DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT X TAHUN 2022 Melin Mukharomah; Pamela Hani Maretesia Putri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.115 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1755

Abstract

Kelengkapan dokumen berkas rekam medis dapat dinilai dengan dua cara yaitu analisa kuantitatif dan analisa kualitatif. Pada Komponen analisa kuantitatif dapat dilakukan dengan cara mereview identifikasi, review pelaporan, review autentifikasi dan review pencatatan sedangkan pada komponen analisa kualitatif yaitu meliputi mereview kelengkapan dan kekonsistensiandiagnosa, review kekonsistensian pencatatan diagnosa, review pencatatan yang dilakukan saat perawatan dan pengobatan, review informed consent yang seharusnya memang ada, review cara dan praktek pencatatan. Pada Kelengkapan rekam medis sangat penting dikarenakan untuk menentukkan kualitas rekam medis itu sendiri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengakapan resume medis pada pasien typoid fever pada dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan random simple.Dari penelitian ini,maka dapat diketahui Ketidaklengkapan Pengisian Identifikasi Pasien Pada resume medis pasien typoid fever dari 37 Berkas diketahui bahwa yang paling banyak adalah, Penjamin (86,48) tidak terisi dengan lengkap, dan Identitas Nama,umur,tanggal masuk dan keluar dan jenis kelamin adalah kelengkapan tertinggi yaitu (100%).Ketidaklengkapan Pengisian Laporan yang Penting diketahui bahwa yang paling banyak adalah,jam (59,45 %) dan laporan yang harus ada adalah kelengkapan tertinggi (100%).Ketidaklengkapan Pengisian Autentifikasi pada penulis tidak ditemukan karena kelengkapan pada autentifikasi pada tanda tangan dan nama terang mecapai (100%).Pendokumentasian pada pembetulan kesalahan/ketidaklengkapan pengisianpendokumentasian yang benar tidak ditemukan karena kelengkapan pada autentifikasi pada tanda tangan dan nama terang mecapai (100%).