cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
sikesnas@udb.ac.id
Editorial Address
JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
ISSN : -     EISSN : 2964674X     DOI : https://doi.org/10.47701/sikenas.vi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) adalah prosiding ilmiah di Bidang Kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa surakarta. Prosiding ini digunakan sebagai media bagi para akademisi dan peneliti untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya serta menjadi sumber referensi bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan bidang kesehatan. Prosiding ini terbit satu kali dalam setahun, memuat artikel hasil penelitian, review article/ literature review, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 306 Documents
FAKTOR PENYEBAB PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2022 Elna Kukuh Kurnia; Mahdalena
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.557 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1741

Abstract

Klaim BPJS adalah pengajuan seluruh biaya perawatan pasien BPJS oleh pihak Rumah Sakit kepada pihak BPJS Kesehatan, dilakukan secara kolektif dan ditagihkan kepada pihak BPJS Kesehatan setiap bulannya melalui proses verifikasi. Proses verifikasi berkas mencangkup 2 hal yaitu berkas klaim dan administrasi klaim. Klaim pending adalah pengembalian klaim dimana belum ada kesepakatan antara BPJS Kesehatan dan FKRTL terkait kaidah koding, namun penyelesaian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan. Maka jika terjadi pending pada berkas klaim akan berdampak pada dana kas rumah sakit,dan mengakibatkan akan terganggu di permasalahan dalam pembayaran klaim tersebut. Permasalahan proses klaim juga dapat menghambat pembayaran gaji karyawan serta memangkas biaya pemeliharaan rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor penyebab pending klaim BPJS pasien rawat inap berdasarkan penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Charitas Hospital Kenten Palembang periode triwulan 1 tahun 2022.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN DESAIN RAK DOKUMEN REKAM MEDIS BERDASARKAN ANTROPOMETRI PETUGAS FILING DI RS X UNTUK 2 TAHUN Muhammad Fajar Dwi Mulyono; Nurul Alfiah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.656 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1742

Abstract

R RS X merupakan salah satu instansi pelayanan kesehatan. Dengan sarana dan prasarana pelayanan kesehsatan yang semakin lengkap, mebuat kunjungan pasien semakin bertambah sehingga mengakibatkan bertambahnya dokumen rekam medis yang disimpan di rak penyimpanan, dan rak penyimpanan terlihat penuh bahkan terdapat  dokumen rekam medis pasien yang masih di simpan di kardus, karena kurangnya rak penyimpanan dokumen. Rak penyimpanan dokumen rekam medis yang tersedia di RS X memiliki jenis dan ukuran yang berbeda terdiri dari 6 rak kayu yang memiliki 4 shaf dan 1 sisi penyimpanan, 8 rak kayu dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan, dan 4 roll o’pack dengan 5 shaf dan 2 sisi penyimpanan.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prediksi kebutuhan dan desain rak dokumen rekam medis pasien berdasarkan antropometri petugas filing di RS X tahun 2022-2023. Rak yang di butuhkan adalah rak kayu dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan analisa kualitatif menggunakan metode observasi, wawancara, pengukuran langsung di ruang filing. Pendekatan menggunakan cross sectional, dan Populasi yang digunakan adalah 111.706 dokumen dengan mengambil sampel 100 DRM yang diambil dengan systematic random sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman observasi, wawancara, meteran,penggaris, alat tulis (buku,bolpoin) dan alat hitung. Pengolahan data yang digunakan adalah tehnik collekting, editing, dengan tabulasi penyajian data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pasien yang berkunjung di RS X akan mengalami pertambahan yang pesat pada tahun 2022-2023 dengan total 236.226 pasien dari total kunjungan tahun sebelumya yang berjumlah 111.706 pasien. Kebutuhan rak dokumen rekam medis di RS X adalah 46 rak dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan berukuran tinggi rak 200 cm, panjang rak 180 cm, lebar rak 40 cm dan ukuran tinggi sub rak per shaf adalah 38 cm. Ukuran tinggi dan panjang disesuaikan dengan ukuran antropometri tubuh petugas agar memudahkan dalam pengambilan dan pengembalian DRM. Kesimpulanya kebutuhan rak di RS X adalah 46 rak dengan jenis kayu dengan 5 shaf dan 1 sisi penyimpanan berukuran panjang 2 meter x lebar 40 cm x tinggi 180 cm. Ukuran sesuai dengan antropometi ukuran petugas filing.
ANALISIS IDENTIFIKASI UNSUR 5M PENYEBAB TERJADINYA DUPLIKASI NOMOR REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN BULAN JANUARI SAMPAI DENGAN MARET 2022 M Dwi Hidayatulloh; Shanty Rizkhika; Siti Nur Qomariyah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.731 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1743

Abstract

Sistem penomoran dalam pelayanan rekam medis merupakan tatacara penulisan nomor yang diberikan kepada pasien yang telah datang berobat sebagai bagian dari identitas pribadi pasien yang bersangkutan. Penomoran rekam medis di rumah sakit pada umumnya menggunakan sistem penomoran unit numbering sistem .Duplikasi nomor rekam medis dapat menyebabkan pelayanan di faskes kesehatan menjadi terganggu yang mengakibatkan riwayat penyakit pasien tidak terdokumentasikan dengan baik. Duplikasi penomoran umumnya disebabkan oleh proses identifikasi yang kurang tepat dan dilaksanakan secara manual sehingga menyebabkan seorang pasien mendapat lebih dari satu nomor rekam medis. Akibat terjadi duplikasi rekam medis dengan metode wawancara yaitu di sebabkan oleh beberapa faktor yang  meliputi unsur 5M diantaranya yaitu :Man (manusia), Material (sarana dan prasarana), Method (cara), Machine (alat), Money (uang/biaya). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam periode bulan januari sampai dengan maret 2022 terdapat duplikasi no rekam medis sebanyak 236 dikarenakan karena kurang telitinya petugas pendaftaran dalam melakukan indentifikasi pada saat melakukan pendfataran, beberapa pasien lupa membawa KIB pada waktu melakukan kunjungan sehingga petugas dalam melakukan identifikasi kurang maksimal, dan SOP untuk melakukan pendafataran pasien baru belum berjalan dengan maksimal.
ANALISIS KARAKTERISTIK PELANGGAN KOMPLAIN TERHADAP LAMA WAKTU TUNGGU PENDAFTARAN RAWAT JALAN Ahmad Fahmi Mujahidillah; Febri Erianto Wibowo
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.022 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1744

Abstract

Manajemen informasi kesehatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan berkembang seiring perkembangan zaman. Kebutuhan informasi menjadi penting dalam pengambilan keputusan bagi manajemen tingkat atas maupun tingkat menengah. Agar mutu informasi kesehatan selalu terjaga dan terus meningkat serta berkesinambungan, perlu pengelolaan dengan baik. Kendali mutu pada layanan kesehatan bertujuan untuk menilai suatu kebijakan atau prosedur untuk memperoleh standar yang ditentukan mencakup pengawasan, uji tes, dan memeriksa semua ketentuan tersebut. Oleh karenanya, kendali mutu informasi kesehatan, sebagai pengambilan keputusan dalam menyusun perencanaan ke depan, juga meminimalisir komplain pelanggan atas ketidak puasan terhadap jasa maupun fasilitas kesehatan yang diberikan. Hal tersebut terjadi karena disorentasi pengetahuan dan karakter costomer itu sendiri.  Penelitian ini bertujuan, 1) mengetahui karakteristik pelanggan komplain, dan 2) mengetahui waktu tunggu pendaftaran rawat jalan di RS Muhammadiyah Lamongan. Desain penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Instrumen penelitian berupa lembar angket dan observasi. Sampel penelitian menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan; (1) terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing karakteristik pelanggan komplain yaitu umur, pendidikan, gender, dan status pernikahan dengan waktu tunggu pendaftaran rawat jalan, (2) waktu tunggu pendaftaran rawat jalan antara 15-25 menit, yang melebihi standar pelayanan minimal (SPM) nasional adalah 10 menit. Kesimpulan ada hubungan antara karakteristik pelanggan komplain terhadap lama waktu tunggu pendaftaran rawat jalan. Saran bagi pihak rumah sakit untuk dapat memperhatikan kualitas kecepatan waktu tunggu yang ada. n
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP BEBAN KERJA DI BAGIAN PENYIMPANAN REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE WINS(WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED) DI RSUD SELE BE SOLU KOTA SORONG Betty Siagan; Angelita Karolina Fatem; Mariska Olivia Karambut
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.159 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1751

Abstract

Untuk perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) di bagian rekam medis perludiperhatikan jenis pekerjaan,kebutuhan tenaga kerja di bagian penyimpanan rekam medis sertakualifikasi perorangan harus sesuai dengan yang dibutuhkan dalam setiap bagian rekammedis.Semakin banyaknya pasien yang berkunjung pada rumah sakit,maka secara langsung dapatberdampak pada beban kerja petugas dan yang sangat berdampak dalam hal tersebut adalahpetugas bagian rekam medis.maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini adalah 1.Untukmengetahui kualifikasi dan jumlah sumber daya manusia bagian penyimpanan berkas rekam medisdi RSUD Sele Be Solu Kota Sorong 2. Mengetahui efisiensi kerja di bagian penyimpanan RSUDSele Be solu Kota Sorong.3.agar dapat menemukan masalah yang timbul dalam perhitungansumber daya manusia bagian penyimpanan rekam medis di Rsud Sele Be Solu. Denganperhitungan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Rekam Medis yang dibutuhkandilakukannya,Analisis sumber daya manusia terhadap beban kerja di bagian penyimpanan RSUDSele Be Solu dengan menggunakan Workload Indicator of Staffing Need (WISN).Metodepenelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif,dengan teknik pengumpulan data dengancara, observasi, wawancara terhadap uraian tugas, petugas penyimpanan berkas rekam medis dankajian dokumen jumlah tenaga.Dalam pengamatan terhadap pola kegiatan petugas penyimpananselama bulan mei 2022 diperoleh hasil bahwa penggunaan waktu kerja tersedia petugaspenyimpanan RSUD Sele Be Solu adalah sebesar 1832 jam/tahun,standar beban kerja dalampenyimpanan rawat jalan 49811,rawat inap 10721, standar kelonggaran 0.013. Berdasarkan dataprimer dan data sekunder yang berhasil dikumpulkan, setelah diolah menggunakan WISN,makakesimpulan bahwa jumlah petugas penyimpanan kebutuhan tenaga di RSUD Sele Be Solu adalahsebanyak 4 orang, jadi tenaga penyimpanan rekam medis masih kurang, dan total pegawai yangada saat ini sebanyak 3 orang,maka dengan ini di butuhkan penambahan petugas penyimpanan 1orang.
ANALISA KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN TYPOID FEVER PADA DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT X TAHUN 2022 Melin Mukharomah; Pamela Hani Maretesia Putri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.115 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1755

Abstract

Kelengkapan dokumen berkas rekam medis dapat dinilai dengan dua cara yaitu analisa kuantitatif dan analisa kualitatif. Pada Komponen analisa kuantitatif dapat dilakukan dengan cara mereview identifikasi, review pelaporan, review autentifikasi dan review pencatatan sedangkan pada komponen analisa kualitatif yaitu meliputi mereview kelengkapan dan kekonsistensiandiagnosa, review kekonsistensian pencatatan diagnosa, review pencatatan yang dilakukan saat perawatan dan pengobatan, review informed consent yang seharusnya memang ada, review cara dan praktek pencatatan. Pada Kelengkapan rekam medis sangat penting dikarenakan untuk menentukkan kualitas rekam medis itu sendiri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengakapan resume medis pada pasien typoid fever pada dokumen rekam medis rawat inap di Rumah Sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan random simple.Dari penelitian ini,maka dapat diketahui Ketidaklengkapan Pengisian Identifikasi Pasien Pada resume medis pasien typoid fever dari 37 Berkas diketahui bahwa yang paling banyak adalah, Penjamin (86,48) tidak terisi dengan lengkap, dan Identitas Nama,umur,tanggal masuk dan keluar dan jenis kelamin adalah kelengkapan tertinggi yaitu (100%).Ketidaklengkapan Pengisian Laporan yang Penting diketahui bahwa yang paling banyak adalah,jam (59,45 %) dan laporan yang harus ada adalah kelengkapan tertinggi (100%).Ketidaklengkapan Pengisian Autentifikasi pada penulis tidak ditemukan karena kelengkapan pada autentifikasi pada tanda tangan dan nama terang mecapai (100%).Pendokumentasian pada pembetulan kesalahan/ketidaklengkapan pengisianpendokumentasian yang benar tidak ditemukan karena kelengkapan pada autentifikasi pada tanda tangan dan nama terang mecapai (100%).
TINJAUAN KELENGKAPAN PENGISIAN INFORMED CONSENT RUMAH SAKIT UMUM SIAGA MEDIKA BANYUMAS Adi Setiawan; Fadlilah Prihandito
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.886 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1756

Abstract

Informed consent adalah persetujuan dari pasien kepada dokter setelah diberikan penjelasan mengenai tindakan kedokteran yang akan diberikan dokter, termasuk resiko tindakan kedokteran yang kemungkinan timbul efek lain akibat tindakan tersebut dan apabila tindakan kedokteran tersebut tidak dilakukan. Peneliti menemukan masih ada informed consent yang tidak lengkap. Tujuan penelitian ini sebagai Tinjaan Kelengkapan Pengisian Informed Consent di Rumah Sakit Umum Siaga Medika Banyumas. Metode penelitian kombinasi, dengan pengumpulan data pendahuluan diikuti pengumpulan data lanjutan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh berkas rekam medis pasien rawat inap pada bulan Januari tahun 2022 sejumlah 1390 sampel 93 berkas rekam medis. Sampel diambil secara acak dilakukan oleh petugas assembling, filling dan kepala rekam medis. Wawancara dan observasi dilakukan untuk menambah informasi atas analisa baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian kelengkapan ketepatan pengisian pada informed consent belum mencapai 100%, SOP sudah ada namun dibutuhkan kebijakan di lapanngan dalam pengisian kelengkapan Informed Consent. Sumber daya manusia melakukan analisa kelengkapan bukan berlatar belakang DIII rekam medis, faktor penyebabnyan ketidaklengkapnya pengisian informed consent yaitu kurangnya kesadaran petugas bertanggung jawab dalam pengisian , upaya dilakukan petugas rekam medis mengembalikan rekam medis ke ruang perawatan. Saran dibuatkan kebijakan, evaluasi terutama pada petugas terkait dalam kelengkapan pengisian rekam medis sehingga secara keseluruhan termasuk Informed Consent mencapai kelengkapan sebesar 100%
TINJAUAN ASPEK KEAMANAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUANG FILING RSIA TIARA FATRIN PALEMBANG TAHUN 2021 Puput Melati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.1 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1758

Abstract

Keamanan suatu factor yang sangat penting dalam pengelolaan dokumen rekam medis. Ruang penyimpanan rekam medis dapat dikatakan baik apabila ruangan tersebut menjamin keamanan sehingga terhindar dari ancaman kehilangan, kelalaian, bencana, dan segala sesuatu yang sangat dapat membahayakan rekam medis. Salah satu penelitian yang digunakan yaitu deskritif kualitatif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan dari segi keamanan ruang rekam medis di RSIA Tiara Fatrin Palembang belum terjaga keamanan karena ruangan tidak terkunci, Selain itu juga tidak adanya APAR di dalam ruang filing .Untuk kebersihan ruangan dilakukan dengan cara di sapu dan dipel sedangkan berkasnya tidak dilakukan pembersihan.Untuk aspek kerahasiaanya masih sering perawat atau tenaga medis selain petugas rekam medis yang masuk ke ruang filing untuk mengembalikan atau menanyakan berkas rekam medis pasien.
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR RESUM MEDIS PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT WIYUNG SEJAHTERA SURABAYA Dessy Kurnia Wahyu Permata Sari; Ivadatul Muashomah
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.692 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1759

Abstract

Resum medis merupakan ringkasan pelayanan selama pasien mendapat perawatan yang di berikan oleh tenaga kesehatan, baik pasien keluar rumah sakit dalam keaadaan sembuh atau dalam keadaan meninggal. Tujuaan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui ketidak lengkapan pengisian formulir resum medis di Rumah Sakit Wiyung Sejahtera Surabaya. Peneliti menggunakan 198 sebagai populasi, dan 66 sampel yang akan digunakan dengan purposive sampling. Deskriftif pendekatan kuantitatif yang menjadi jenis peneliti. Metode pengumpulan data menggunakan metode cheklist. Ketidaklengkapan tertinggi analisis pelaporan penting pada item pemeriksaan fisik sebesar 48%. Peneliti memberikan saran yaitu dengan bersosialisasi Kembali kepada petuga medis untuk kelengkpan pengisian resum medis. Melakukan evaluasi secara berkala.
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR RESUME MEDIS PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT SILOAM SRIWIJAYA PALEMBANG M. Reza Trianda Saputra; Adi Setiawan
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2022 : SIKesNas 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.248 KB) | DOI: 10.47701/sikenas.vi.1760

Abstract

Latar Belakang: Rekam medis memiliki beberapa formulir, salah satunya adalah formulir resume medis dan harus diisi dan dilengkapi oleh dokter yang memberikan pelayanan 1x24 jam pada saat pasien telah dinyatakan pulang. Resume medis merupakan ringkasan seluruh masa perawatan dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter kepada pasien. Kelengkapan resume medis adalah cerminan mutu rekam medis dan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit. Kelengkapan pengisian resume medis harus mencapai angka 100% sesuai dengan standard minimal pelayanan rumah sakit, yaitu dengan cara mengevaluasi kelengkapan formulir resume medis dengan cara analisis kuantitatif untuk mengetahui kekurangan yang terdapat dalam pendokumentasian rekam medis agar yang tidak lengkap segera dilengkapi. Tujuan: Mengetahui analisis kelengkapanformulir resume medis pasien rawat inap di rumah sakit. Metode: Jenis penelitian ini adalah literature review dengan jenis tradisional atau narrative review. Hasil: Dari beberapa hasil penelitian yang dilakukan review kelengkapan pengisian resume medis belum lengkap 100% karena masih terdapat formulir resume medis yang tidak terisi lengkap , dan diketahui faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian resume medis yaitu kesibukan dokter, kurangnya sosialisasi tentang pengisian resume medis dan tingkat kepatuhan dokter, padahal sudah ada SPO yang telah dibuat oleh rumah sakit. Kesimpulan: Dalam hasil review yang telah dilakukan seharusnya diadakan sosialisasi tentang pentingnya pengisian resume medis secara lengkap agar menunda ketidaklengkapan rekam medis yang dapat menghambat proses pengelolaan berkas.

Page 9 of 31 | Total Record : 306