cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 4 (2022)" : 15 Documents clear
Perancangan Sistem Peringatan Area berbahaya untuk Penyandang Tunanetra Hendra Kusuma; Totok Mujiono; Harris Pirngadi; Tasripan; Rudy Dikairono; Muhammad Rivai
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2337.107 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.230

Abstract

Penyandang tunanetra dalam kesehariannya memiliki kesulitan untuk mengetahui area berbahaya di tempat yang asing bagi mereka. Kesulitan ini terutama dalam hal spasial, yaitu memperkirakan medan di sekitarnya, seperti ketinggian tempat dia berada, daerah berbahaya yang berpotensi menyebabkan celaka, maupun daerah industri yang bertegangan listrik tinggi. Disamping itu penyandang tunanetra juga tidak bisa mengetahui dengan mudah apakah suatu suatu lokasi boleh di akses atau tidak, dikarenakan tidak adanya atau tidak memungkinkan tersedianya petunjuk dalam bentuk tulisan Braille. Agar penyandang tunanetra dapat ber navigasi mandiri, maka mereka membutuhkan alat bantu untuk mengetahui area berbahaya, dan area terlarang. Alat bantu ini merupakan sistem peringatan tentang adanya bahaya atau resiko fatal yang dipasang di area-area berbahaya, yang berupa sensor PIR, dan alarm, serta peringatan bahaya berupa suara manusia. Sistem yang telah berhasil diimplementasikan ini, yaitu sebagai hasil pelaksanaan Abdimas ini dapat membantu memberi rasa nyaman pada penyandang tunanetra, dan mengurangi resiko bahaya kecelakaan.
Pembelajaran kepada Masyarakat Perkotaan Tentang Strategi Mereduksi Urban Heat Island di Kota Kendari Nurgiantoro; Jahidin; La Ode Muhamad Nurrakhmad Arsyad; Try Sugiyarto Soeparyanto; Ode Agus Salim Mando; Zakiah Uslinawaty; Wa Kuasa Baka; Armayanti Aris
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.736 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.272

Abstract

Pembentukan pulau panas atau dikenal dengan istilah urban heat island (UHI) merupakan fenomena iklim mikro di suatu wilayah perkotaan yang formasinya dipengaruhi oleh kepadatan penduduk, geometri perkotaan, penggunaan lahan dan tutupan lahan. Potensi UHI di wilayah perkotaan sangat signifikan tak terkecuali di Kota Kendari yang pertumbuhan penduduk, serta aktifitas pembangunan di wilayahnya meningkat pesat tiap tahunnya. Pemahaman masyarakat tentang fenomena tersebut pun masih kurang dan juga belum menyadari pentingnya mitigasi kebencanaan akibat perubahan iklim. Program kemitraan masyarakat (PKM) yang dikemas dalam bentuk pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam strategi mereduksi UHI. Pencapaian tujuan dilakukan dengan metode pembelajaran kepada masyarakat melalui ceramah/diskusi secara langsung, serta kegiatan aksi penanaman vegetasi tipe pohon pada wilayah yang memiliki indeks vegetasi < 0.5. Hasil PKM menunjukkan meningkatnya antusiasme mitra sasaran dalam kegiatan pembelajaran strategi mereduksi UHI melalui rekaya vegetasi tanaman dari tipe pohon, semak, dan rumput, dan melalui rekayasa pewarnaan bangunan seperti penggunaan warna cat yang kurang menyerap panas serta pembelajaan tentang konsep vertical garden. Sedangkan dalam kegiatan aksi penanaman vegetasi tipe pohon, tim dan mitra berhasil menanam sebanyak 30 bibit pohon trembesi di tepi dan median jalan. Pohon-pohon tersebut nantinya akan menjadi sumber vegetasi yang mampu mengurangi efek UHI.
Pengolahan Serat Nanas Menjadi Material Komposit di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Niniek Fajar Puspita; Eva Oktavia Ningrum; Afan Hamzah; Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Agung Subyakto
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.025 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.289

Abstract

Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri terletak di kaki Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil buah nanas yang memiliki rumpun tanaman nanas yang cukup banyak dan dijadikan sebagai sumber penghasilan utama. Setelah buah dipanen, limbah pohon nanas hanya dibiarkan menumpuk di sekitar lahan tanpa diolah, sehingga menjadi masalah bagi petani pasca panen. Selain itu, karena limbah daun nanas tidak dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, masyarakat biasanya hanya membakar limbah daun nanas, sehingga dapat menimbulkan polusi udara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upaya nyata untuk mengolah limbah daun nanas menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Pada kegiatan abmas TTG berbasis produk ini, Tim abmas telah merancang dan membuat mesin degumming dan mesin cutting sebagai alat pengolahan limbah daun nanas. Alat degumming berfungsi untuk menghilangkan gum atau getah yang terkandung dalam serat kasar dan menghasilkan serat yang lebih halus, sedangkan alat cutting berfungsi untuk menghasilkan potongan serat halus dengan ukuran tertentu. Potongan serat halus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biokomposit. Pelaksanaan kegiatan abmas TTG ini melibatkan kegiatan KKN abmas mahasiswa dalam sosialisasi pengoperasian alat dan pemasaran produk yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Karang Taruna, Perangkat Desa Satak, Staf-staf KepalaKecamatan Puncu, dan Kepala Balitbangda Kabupaten Kediri. Setelah dilakukan sosialisasi, dilakukan penyerahan alat kepada masyarakat Desa Satak yang diwakili oleh perangkat Desa Satak dengan harapan dapat digunakan untuk mengatasi limbah daun nanas serta dapat mengembangkan dan memasarkan produk di masa depan.
Pengenalan dan Pemberian Wawasan Sistem Propulsi Kapal pada Siswa SMA Insan Cendekia Sukoharjo Adhi Iswantoro; I Made Ariana; Semin; Aguk Zuhdi Muhammad Fathallah; Beny Cahyono
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.907 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.376

Abstract

Sejalan dengan visi pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo yaitu ingin membuat Indonesia menjadi poros maritim dunia, maka ada banyak hal yang harus disiapkan. Salah satunya adalah menumbuhkan jiwa bahari pada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda sebagai penerus bangsa serta menyiapkan sumber daya manusia yang handal di bidang maritim. Dimana saat ini cukup banyak generasi muda yang kurang mengenal sektor maritim. Atas dasar hal-hal tersebut, maka perlu ada kegiatan yang betujuan untuk kembali menumbuhkan jiwa bahari. Salah satu cara yang cukup efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas adalah dengan melakukan pengenalan dan pemberian wawasan bahari dan maritim pada generasi muda, yaitu pada siswa-siswi sekolah menengah atas atau kejuruan. Untuk itu tim pengabdian masyarakat membuat suatu kegiatan yang melibatkan pihak sekolah, yaitu SMA Insan Cendekia Sukoharjo. Dalam kegiatan ini dilakukan pengenalan mengenai Indonesia sebagai bangsa bahari & kepulauan, perjuangan Ir. Juanda dalam bidang maritim dan sistem propulsi yang ada di kapal. Dari hasil kegiatan tersebut, di awal memang mayoritas siswa belum mengetahui tentang bidang maritim. Akan tetapi para siswa sangat antusias ketika sesi tanya jawab berlangsung. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala sekolah bidang akademik dan 35 siswa.
Usaha Peningkatan Kualitas BUMDes Berdikari Pucang Melalui Pelatihan Business Plan: Pengabdian Kepada Masyarakat Salwa Islami Athirah; Fesa Putra Kristianto; Dian Eko Hari Purnomo; Julia Dewi Ma’rifah
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.152 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.421

Abstract

Business Plan atau perencanaan bisnis adalah prosedur awal yang penting dalam memulai sebuah usaha bisnis karena dapat digunakan sebagai pedoman dasar untuk memahami arah dan tujuan dari dimulainya sebuah bisnis. BUMDes Berdikari adalah Badan Usaha Milik Desa yang berfokus pada pembuatan souvenir dari tanduk kayu. BUMDes Berdikari Pucang yang baru berdiri belum bisa menerapkan perencanaan bisnis nya dengan baik sehingga Tim Pengabdian dari Prodi Manajemen Bisnis Industri Furnitur (MBIF) dari Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu memberikan pelatihan penyusunan perencanaan bisnis yang terdiri dari materi tentang motivasi berbisnis, analisis pasar dan SDM, analisis keuangan, pembuatan business model canvas, dan analisis perkembangan usaha dan resikonya dengan harapan pelaku usaha bisnis dibawah BUMDes Berdikari Pucang dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diberikan saat pendampingan, sehingga pengelolaan unit usaha bisnis di dalamnya terstruktur rapi dan runtut. Tim pengabdi akan ikut memantau dan terus mengevaluasi hingga business plan tersebut selesai dibuat tahun depan dan akan disebarkan kepada investor-investor swasta untuk mencari pendanaan demi pengembangan BUMDES Pucang.

Page 2 of 2 | Total Record : 15