cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 690 Documents
Model Kolaborasi Pendidikan Dan Industri Dalam Pelatihan Welding Inspector Di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya: Strategi Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Muhammad Fiky Izzulhaq; Lilik Khoiriyah; Muhammad Ali Reza; Chezta Ahmad Muzakky; Alif Nur Rochmad; Intan Rahmahwati; Vena Rizky Pusparani; M Rizqi Mubarok
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.9688

Abstract

The Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), through its Welding Engineering Study Program, organized a Welding Inspector Training program certified by the Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). This initiative represents a strategic effort to enhance the quality of human resources in the maritime industry through a vocational education–industry link and match model. The program is open to students, alumni, and industry professionals to meet the growing demand for nationally and globally certified personnel. The training was conducted collaboratively by PPNS and the Professional Certification Institute (LSP) PPNS, employing a Competency-Based Training (CBT) approach that integrates intensive theoretical instruction, laboratory practice, industry mentoring, and a final competency assessment. With a total duration of 328 hours, participants were trained in visual inspection, non-destructive testing (NDT), and welding metallurgy analysis. The results indicate a 100% pass rate, underscoring the effectiveness of this collaborative model in meeting BNSP certification standards. Furthermore, the program strengthens the tripartite relationship among educational institutions, industry, and certification bodies, while also serving as a best practice for implementing TVET 4.0 and the Link and Match 8+i Framework in vocational education in Indonesia.
Pengembangan Sistem Pompa Air dengan Mengintegrasikan On-Grid Photovoltaic Berbasis Teknologi Real-Time Monitoring Untuk Optimalisasi Efisiensi Biaya di Desa Boto, Semanding, Tuban, Jawa Timur Feby Agung Pamuji; Heri Suryoatmojo; Dedet Candra Irawan; Soedibyo; Mochamad Ashari
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.9711

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak tergantikan. Hal ini mengakibatkan akses terhadap air bersih dan layak menjadi elemen fundamental bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Dikutip dari Badan Pusat Statistik tahun 2021 menunjukkan bahwa distribusi air bersih di Indonesia masih belum merata terutama di wilayah pedesaaan. Di Desa Boto, Tuban, Jawa Timur, meskipun masyarakat telah memiliki akses air melalui sumur dan pompa, biaya operasional yang tinggi akibat ketergantungan pada energi listrik konvensional serta minimnya sistem pemantauan menjadi kendala utama. Masalah ini menyebabkan pemborosan sumber daya dan pengelolaan yang tidak efisien. Dari permasalahan tersebut, program pengabdian masyarakat ini mengusulkan solusi berupa penerapan sistem pompa air berbasis on-grid photovoltaic dengan teknologi real-time monitoring. Dengan implementasi teknologi ini, diharapkan masyarakat Desa Boto dapat mengakses air bersih secara berkelanjutan, murah, dan efisien, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pemanfaatan energi alternatif.
Tamiang Berseri: Implementasi Teknologi Penyediaan Air Bersih Berbasis Filtrasi Bertingkat dan Reverse Osmosis untuk Pemulihan Akses Air Pascabanjir di Aceh Tamiang Nasori Nasori; M. Andika Saputro; Rico Fitranda; Muhamad Arrayyan; Putri Davi Ilmaya; Nurul Jadid
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.9739

Abstract

Flood disasters in Aceh Tamiang Regency have led to a deterioration in the quality of community clean water sources due to sedimentation and biological contamination. This condition has disrupted the fulfillment of domestic water needs and increased the risk of waterborne diseases. The community service program “Tamiang Berseri” was designed to restore access to clean water through the implementation of water supply technologies based on multi-stage filtration and Reverse Osmosis (RO).The implementation methodology comprised the identification of affected water sources, well rehabilitation, installation of filtration systems, deployment of RO units, and operational training for local communities. The implemented system consisted of key components including a raw water storage tank, pumps, filtration units, RO membranes, and sterilization units. The treatment stages encompassed pre-treatment (filtration), the RO process, and post-treatment (sterilization and storage).The results demonstrated that the system effectively reduced Total Dissolved Solids (TDS) levels from 850–1,450 mg/L to 45–120 mg/L and successfully eliminated coliform bacterial contamination. The system achieved a production capacity of approximately 50–200 liters per hour and has been utilized by communities in several partner villages. Technical challenges encountered during installation included excessive pump pressure, which required adjustments to pipe connections and the use of stronger adhesive materials. Overall, the program successfully enhanced access to clean water and fostered community self-reliance in the sustainable management of water treatment systems.
Penyiapan Branding dan Pengembangan Kawasan Wisata Kuliner Halal di Kelurahan Kaliombo Kediri Dewi Septanti; Ayi Syaeful Bahri; Purwanita Setijanti; Wahyu Setyawan; Sarah Cahyadini; Adinda Sih Pinasti Retno Utami; Tanti Satriana Rosary Nasution; Zuhrotul Mawaddatil Ula; Tisya Surya Narida
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.9751

Abstract

Perkembangan permintaan akan wisata halal menuntut stakeholder terkait untuk menyediakan produk, fasilitas, dan infrastruktur pariwisata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Namun, kurangnya pemahaman tentang produk, fasilitas dan infrastruktur oleh penyedia fasilitas kuliner halal menjadi kendala tersendiri. Kelurahan Kaliombo, Kediri merupakan kawasan yang memberikan dukungan bagi kuliner di daerah Kediri dan sekitarnya. Kediri yang merupakan lumbung pangan Jawa Timur, mempunyai keragaman olahan makanan. Selain itu, Kediri juga kaya akan objek wisata yang unik dan khas yang dapat mendatangkan wisatawan bagi daerah ini. Meski mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Kediri adalah wisatawan lokal, namun justru disinilah letak kekuatannya. Wisatawan lokal lebih cenderung mencari panganan khas Kediri untuk memenuhi kebutuhan kulinernya. Wisatawan lokal sebagian besar beragama Islam, yang tentunya menginginkan konsumsi panganan halal. Dengan diusulkannya kawasan permukiman ini menjadi tempat wisata kuliner halal, maka perlu dilakukan perencanaan penataan kawasan yang tidak mengabaikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Abmas ini bertujuan mewujudkan kawasan wisata kuliner halal di Kediri melalui pendampingan teknis desain dan perbaikan dapur, serta penyusunan branding kawasan. Luaran program mencakup implementasi fisik dapur, sertifikasi halal produk, publikasi media dan ilmiah, video kegiatan, serta hak kekayaan intelektual.
Penerapan Sistem Kompetisi Bertahap Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pada Perguruan Tinggi Mitra I Putu Eka Widya Pratama; Doty Dewi Risanti; Bandung Arry Sanjoyo; Hertiari Ida Jati; Muhammad Nurif; Dyah Sawitri
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.9786

Abstract

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan wadah penting bagi pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa berbasis sains dan teknologi. Meski partisipasi meningkat, tantangan implementasi masih ada, khususnya di beberapa perguruan tinggi di Surabaya yang menunjukkan angka proposal terdanai dan kelolosan ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang rendah. Sebagai upaya penanganan, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di dua mitra: Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik. Fokus di UHT dan UISI adalah pembinaan persiapan pendampingan PKM menuju tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan Program (PKP2) 2025 pada 5 Oktober 2025. Hasilnya, satu judul PKM-Riset Eksakta (PKM-RE) dari UISI berhasil lolos seleksi dan akan tampil di PIMNAS 2025. Dari rangkaian pengabdian ini, diperoleh dua output utama: (1) keberhasilan satu tim PKM lolos ke PIMNAS 2025, dan (2) terbangunnya fondasi sistem kompetisi PKM yang terstruktur di satu mitra. Kedua capaian ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan peluang keberhasilan meraih pendanaan dan kelolosan ke PIMNAS bagi perguruan tinggi mitra pada tahun-tahun mendatang.
Implementasi Alat Ekstraktor Mekanik untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Serat Daun Nanas pada Kelompok Tani Mukti, Desa Bedali, Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Eva Oktavia Ningrum; Achmad Dwitama Karisma; Anisa Fatma`` Aulia; Nurul Faizah; Syabina Putri Salsabil; Galih Kusna Ramadhani; Richard Wijaya Santoso; Ahmad Dani Yasrillah; Narendra Briantara Putra; Nicholas Fernando Halim
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.9883

Abstract

Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, merupakan sentra produksi nanas yang menghasilkan limbah daun dalam jumlah besar setiap musim panen. Namun, limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena proses ekstraksi serat masih dilakukan secara manual, sehingga memerlukan waktu lama dan menghasilkan kualitas serat yang tidak seragam. Padahal, daun nanas memiliki potensi sebagai serat alam bernilai ekonomi tinggi untuk berbagai produk ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi serat daun nanas melalui penerapan teknologi tepat guna berupa ekstraktor mekanik. Metode pelaksanaan meliputi observasi potensi dan kebutuhan mitra, sosialisasi, pelatihan pengoperasian alat, serta uji coba produksi oleh anggota kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan ekstraktor mekanik mampu meningkatkan laju produksi dari sekitar 5–6 kg daun/jam menjadi 20–25 kg/jam serta mempercepat waktu proses dari ±6–8 jam menjadi ±1–2 jam, yang setara dengan peningkatan efisiensi hingga ±75–80% atau sekitar empat kali lebih cepat dibandingkan metode manual. Selain itu, rendemen serat kasar meningkat dari sekitar 2,5–3,0% menjadi 3,5–4,5%, dengan kualitas serat yang lebih bersih dan seragam. Penerapan teknologi ini berhasil meningkatkan kapasitas SDM hingga 80- 90%, yang berdampak positif pada peningkatan nilai limbah pertanian, penguatan ekonomi lokal, dan pencapaian SDGs terkait pengentasan kemiskinan serta industri berkelanjutan.
Implementasi Alat Pengering Maggot Tenaga Surya Dan Biogas Di TPS3R Sopo Nyongko Desa Kalanganyar Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo Melalui Pendekatan Co-Design Dan Co-Creation Sebagai Strategi Phase Over Proyek Desa Energi Berdikari Pertamina Foundation Zidan Dani Bimantara; Hesti Puspita Putri; Bhisma Pramudhito; Happy Ayu Salasaty Purnomo; Mochammad Lukman Tri Irwanto; Hafizh Dzaky Firananda; Doty Risanti
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.10230

Abstract

TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle) KSM Sopo Nyongko di Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, menerapkan diversifikasi pengolahan sampah organik (penganekaragaman metode pengolahan) untuk menciptakan sistem zero waste, salah satunya yaitu pengolahan hasil budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Selama ini maggot hasil budidayanya dikeringkan secara konvensional yang bergantung pada kondisi cuaca, padahal di TPS3R sudah terdapat sumber energi terbarukan berupa biogas dan panel surya. Kegiatan pengabdian ini mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik berbasis integrasi teknologi magobox (biokonversi maggot) dan rotary dryer berbasis energi terbarukan di TPS3R Sopo Nyongko. Keterlibatan mitra melalui co-design dan co-creation (metode SLICE) menghasilkan integrasi magobox dan rotary dryer bertenaga surya-biogas yang minim revisi. Sistem ini terbukti efisien mengeringkan maggot hingga <10% sesuai standar pakan, yang secara efektif meningkatkan nilai tambah produk dan kemandirian TPS3R pada tahap exit program.
Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Ekonomi Sirkular Pengelola TPS3R Desa Kalanganyar Melalui Sistem Budidaya Dan Pemasaran Ikan Nila Serta Budidaya Maggot Riva Rizkiana Ramadhani; Mukhairiq Gusfatul; Luna Arafatul Nikmah; Raditia Damar Prasetyo; Steven Alvin Christian; Jeremy Mattahias Mboe; Mochammad Henry Alifian; Ahmad Naufal Farras; Hakan Maulana Yazid Zidane; Muhammad Raihan Akbar; Satrio Adji Purwito
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.10497

Abstract

TPS3R Kalanganyar Village has considerable potential in waste management and Nile tilapia (Oreochromis niloticus) farming. However, limited farming capacity, high feed costs, and restricted marketing access have hindered the optimization of its economic potential. This community service program aimed to strengthen food security by implementing a circular economy-based community empowerment model. The program consisted of developing fish and Black Soldier Fly (BSF) maggot farming infrastructure, implementing digital technologies, and conducting community training and assistance. The program resulted in the construction of two biofloc-based Nile tilapia ponds, one modular maggot cultivation rack, a water quality monitoring system, a digital marketing platform, and an aquaculture learning center. Training provided to 15 TPS3R managers increased participants' knowledge by 58.5%, with an overall satisfaction rate of 87.5%. Economic analysis indicated that the developed aquaculture system has the potential to generate a gross income of approximately IDR 4,320,000 per production cycle, while BSF maggot cultivation could substitute approximately 4.3% of commercial fish feed requirements. These findings demonstrate that integrating circular economy principles with digital technologies can enhance aquaculture capacity and contribute to strengthening community-based food security.
Peningkatan Literasi Inklusivitas Masyarakat Dan Mahasiswa Kedokteran ITS Terhadap Komunitas Tuli Melalui Pelatihan BISINDO Dan Kampanye Edukasi Muhammad Ilham Ramadhan; Khansa Shafa Taqiyya; Nasywa Aulia Rabbani Rabbani; Elsa Zaskia Isvandyari; Zain Budi Syulthoni
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.10541

Abstract

The Deaf community in Indonesia faces systemic barriers in communication access and healthcare services, compounded by low literacy among the general public and limited healthcare workers proficient in Indonesian Sign Language (BISINDO). The Unity Through Signs program was designed to improve inclusivity literacy toward the Deaf community through BISINDO training and community-based education. The program was implemented in three stages: an online pre-assessment to map the knowledge baseline of 54 ITS medical students; a pre-event consisting of a health as human rights upgrading session and BISINDO training facilitated by a Deaf instructor from the TIBA Surabaya community; and a main event comprising a ground campaign at the Darmo Car Free Day in Surabaya, incorporating interactive education and free medical check-ups. Pre-event results demonstrated a significant improvement in knowledge scores from a mean of 70.97 to 99.35 (t(30) = −7.963; p < 0.001), alongside exceptionally high satisfaction with the BISINDO training session (mean 4.97/5). During the main event, community knowledge in the BISINDO linguistics domain (84.0%) exceeded that in the human rights and disability domain (56.0%), identifying persistent equity-equality misconceptions and low awareness of accessibility as a right. These findings suggest that a dual-track approach integrating practical skill training with inclusive perspective education is effective in improving inclusivity literacy among both future healthcare workers and the general public.
Perancangan, Implementasi, Dan Evaluasi Kinerja Sistem PLTS Atap Off-Grid 1,2 kWp Pada UMKM Pengolahan Kerupuk Ikan Di Desa Kalanganyar, Sidoarjo Riva Rizkiana Ramadhani; Doty Dewi Risanti; Erna Septyaningrum; Anandita Ade Putri; Wildan Nadzif Mudhofi; Syafira Aurelia Ariefianty; Hilmy Alfadel Nurindaputra; Alifia Salsa Nabila Putri; Samuel Christopher Bagus Kurniawan
Sewagati Vol 10 No 4 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v10i4.10556

Abstract

Improving the productivity of small and medium enterprises (SMEs) through production mechanization requires a reliable and sustainable energy supply. This study aims to design, implement, and evaluate the performance of a 1.2 kWp off-grid rooftop solar photovoltaic (PV) system to support the operation of the Olikan fish cracker processing SME in Kalanganyar Village, Sidoarjo Regency, Indonesia. The research methodology included energy demand assessment, PV system design, system installation, user training, and system performance monitoring and evaluation. The results indicate that the installed PV system generated an average of 1.77 kWh/day during the monitoring period, providing sufficient electricity to operate the production equipment. Further evaluation revealed that energy availability was not the primary constraint limiting productivity improvement. Instead, production capacity was predominantly influenced by market demand, raw material availability, and production scheduling. The implementation of the off-grid rooftop PV system provides a reliable alternative energy source while enhancing productivity, promoting energy independence, and supporting the operational sustainability of fisheries-based SMEs.