cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jmei@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : 2087748X     EISSN : 25796054     DOI : https://doi.org/10.24198/jmei
Core Subject : Science,
Jurnal Material dan Energi Indonesia (JMEI) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Material dan Energi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Redaksi menerima naskah ilmiah hasil penelitian, pikiran dan pandangan, review, komunikasi singkat dalam bidang material dan energi. Petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan dan secara online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bebestari dan disetujui oleh dewan editor.
Articles 128 Documents
STUDI SIFAT ADSORPSI ZnO DAN TiO2 DALAM LARUTAN METILEN BIRU
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.316 KB) | DOI: 10.24198/jme.v11i2.40670

Abstract

ZnO dan TiO2 merupakan oksida logam semikonduktor tipe-n yang umum digunakan sebagai bahan fotokatalis. ZnO memiliki mobilitas elektron tinggi, nilai energi gap 3,7 eV, namun memiliki luas permukaan lebih rendah dibandingkan TiO2. TiO2  memiliki luas permukaan kontak yang tinggi, energi gap 3,2 eV, namun memiliki mobilitas elektron lebih rendah dibandingkan ZnO. Kedua bahan ini memiliki sifat adsorpsi sebelum bekerja sebagai bahan fotokatalis. Oleh karena itu, pada penelitian ini dipelajari lebih lanjut sifat adsorpsi senyawa ZnO dan TiO2. Penelitian dilakukan dengan mencampurkan 25 mg pada 2,9 ppm larutan metilen biru (MB). Pengujian dilakukan pada kondisi gelap selama 3 hari untuk tiap bahan, larutan MB diamati setiap 6  jam hingga 72 jam. Beberapa karakterisasi dilakukan, antara lain XRD (X-ray Diffraction) untuk mengetahui informasi struktur bahan, UV-Vis (Ultraviolet Visible) untuk mengukur absorbansi metilen biru sebelum dan sesudah adsorpsi. TEM (Transmission Electron Microscopy) untuk mengamati morfologi sampel, dan FTIR (Fourier Transform Infra-Red) untuk mengidentifikasi gugus fungsi dalam suatu senyawa. Dari hasil penelitian, TiO2 memiliki sifat adsorpsi yang lebih tinggi pada jam ke 30 dibandingkan dengan ZnO, hal ini karena karakteristik permukaan dan morfologi partikel karena TiO2 memiliki luas permukaan yang lebih besar, meskipun ZnO juga dapat mengadsorbsi MB terbukti dari karakterisasi FT-IR.
PEMODELAN DAN SIMULASI AMORPHOUS SILICON QUANTUM DOT (a-SiQD) MENGGUNAKAN METODE EXTENDED HüCKEL THEORY SETIANTO SETIANTO
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.824 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i2.20577

Abstract

Quantum Dot adalah bahan nanokristal semikonduktor yang sangat kecil sehingga menyebabkan energi gapnya merupakan fungsi dari ukuran partikel, semakin kecil ukuran partikel menghasilkan energi gap yang semakin besar. Salah satu jenis bahan Quantum Dot adalah amorphous Silicon Quantum Dot (a-SiQD) yang memiliki potensi besar untuk bahan teknologi optoelektronik dan telah dikembangkan secara eksperimen nanostruktur a-SiQD untuk mempelajari efek quantum confinement dan karakteristik emisi cahaya. Pada penelitian ini, dibuat model klaster a-SiQD dengan melakukan teknik translasi untuk memperbesar ukuran dan membuat klaster berbentuk bulat dengan menghapus beberapa atom silikon terluar dan menambahan aton hidrogen. Untuk mendapatkan karakteristik elektronik dan optik klaster a-SiQD, dilakukan perhitungan energi gap menggunakan metode Extended Hückel Theory (EHT). Hasilnya, ketika variasi dot size klaster a-SiQD mengalami penurunan dari 2,1 nm ke 0,85 nm energi gap mengalami peningkatan dari 2,29 – 4,53 eV. Tidak hanya itu, bentuk bulat dan penambahan atom hidrogen juga mempengaruhi besar energi gap klaster a-SiQD. Sehingga rekayasa energi gap klaster a-SiQD dapat tingkatkan dengan mengatur dot size, bentuk dan jumlah atom hidrogen.
KARAKTERISASI LAPISAN REDUCED GRAPHENE OXIDE (RGO) PADA SUBSTRAT ITO UNTUK APLIKASI SEL SURYA ORGANIK GIYA PRANATA, DERI LASMANA, LUSI SAFRIANI, NORMAN SYAKIR, FITRILAWATI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.489 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i02.11164

Abstract

Untuk meningkatkan kinerja sel surya organik digunakan material Reduced Graphene Oxide (RGO) sebagai lapisan antara ITO dengan material aktif sel surya. Berkaitan dengan hal tersebut perlu dipelajari karakteristik lapisan RGO pada permukaan ITO. Lapisan film RGO didapat dari lapisan Graphene Oxide (GO) yang dikenakan proses termoreduksi (thermal reduction). Film GO dibuat dari 4 mg/ml larutan GO yang didispersikan dalam air dengan menggunakan teknik spincoating. Proses termoreduksi dilakukan melalui pemanasan di dalam oven yang dialirkan dengan gas Nitrogen. Pemanasan dilakukan pada suhu 170 °C dengan variasi waktu pemanasan. Perubahan karakteristik film GO akibat proses termoreduksi diamati dengan spektroskopi UV-Vis. Perubahan kandungan oksigen akibat proses tersebut diamati menggunakan EDS (Energy Dispersive Spectroscopy). Hasil spektroskopi UV-Vis menunjukkan film GO yang dipanaskan mengalami perubahan absorbansi, perubahan absorbansi tersebut meningkat dengan penambahan waktu pemanasan. Sama seperti GO pada permukaan isolator, penambahan absorbansi lapisan GO/ITO berkaitan dengan terjadinya konversi dari GO menjadi RGO. Pada permukaan ITO, perubahan absorbansi akibat termoreduksi tidak lagi terjadi setelah 180 menit.  Hasil EDS menunjukkan terjadi peningkatan persentase antara atom karbon dengan atom oksigen pada lapisan RGO-ITO. Hasil tersebut mengindikasikan adanya perbaikan konjugasi atom karbon pada lapisan RGO-ITO yang dikenakan proses termoreduksi.
PENGARUH REKUPERATOR TERHADAP PERFORMA PEMBANGKIT LISTRIK SIKLUS BINER NAUFAL NANDALIARASYAD; MOCH. ARIL INDRA; CUKUP MULYANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.639 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.11372

Abstract

Pembangkit listrik siklus biner yang menggunakan pemanas fluida geothermal memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia. Performa dari pembangkit tersebut ditinjau dari panas yang digunakan (heat rate) dan daya yang dihasilkan. Dalam penelitian ini dilakukan kajian hubungan antara heat rate dan daya yang dihasilkan dengan menggunakan rekuperator dan tanpa menggunakan rekuperator. Rekuperator adalah alat penukar panas yang memanfaatkan panas tersisa dari fluida kerja untuk memanaskan fluida kerja itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh rekuperator terhadap hubungan heat rate dan daya yang dihasilkan secara simulasi melalui permodelan. Parameter laju aliran massa fluida pemanas atau brine diatur sebesar 400 ton/jam, dengan temperatur divariasikan dengan rentang antara 90-160oC untuk melihat perubahan daya yang dihasilkan dibandingkan dengan siklus biner tanpa rekuperator. Selain itu, parameter daya yang dihasilkan akan dibuat tetap (fixed) untuk melihat laju aliran massa fluida pemanas yang digunakan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak HYSYS v7.3. Dari simulasi yang telah dilakukan dengan menggunakan rekuperator terjadi peningkatan daya sebesar 71kW atau sekitar 2,303%. Sementara jumlah aliran massa brine berkurang rata rata sebesar 16,3 ton/jam atau sekitar  4,082%.Kata kunci: geothermal, siklus biner, performa, rekuperator, HYSYS v7.3
PENGUKURAN GEOLISTRIK UNTUK INVESTIGASI LONGSOR DI AREA BANDUNG UTARA BAMBANG WIJATMOKO, KUSNAHADI SUSANTO, IMRAN HILMAN MOHAMMAD, DINI FITRIANI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.019 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11155

Abstract

Makalah ini mendiskusikan hasil dari penyelidikan keruntuhan tanah (ground failures) di sekitar cekungan Bandung menggunakan metode geolistrik. Penelitian dilakukan untuk mendeterminasi jenis ground failures dan bagaimana ciri menjelang keruntuhannya. Pada umumnya ground failures di sekitar cekungan Bandung disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang menyebabkan timbulnya penambahan volum air dalam tanah, sehingga mengurangi kuat ikatan molekul tanah. Ground failures terjadi dalam dua bentuk: keruntuhan bidang gelincir yang disebut tanah longsor dan keruntuhan vertikal/tebing. Penyelidikan keruntuhan tanah difokuskan pada dua lokasi di Bandung utara yaitu Legok hayam dan Cimenyan, dimana untuk daerah Legok Hayam longsor telah terjadi sementara daerah Cimenyan belum terjadi longsor namun memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi. Hasil penyelidikan di kedua daerah dibandingkan untuk mengetahui kondisi struktur resistivitas bawah permukaan daerah pra dan pasca longsor di Bandung utara.
ANALISIS VARIABILITAS CUACA DARI TAIFUN MOLAVE DAN PENGARUHNYA TERHADAP DISTRIBUSI CURAH HUJAN DI LAUT CINA SELATAN (STUDI KASUS 27 - 28 OKTOBER 2020) WINONA PUSPA BETARI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 02 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.647 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i2.31609

Abstract

Pada tanggal 25 Oktober 2020 telah terbentuk siklon tropis di kawasan Laut Cina Selatan, tepatnya di sebelah barat Filipina. Siklon tropis ini dikenal dengan nama Taifun Molave atau Topan Quinta karena intensitasnya yang besar dan berdampak buruk di negara Filipina. Akibat yang ditimbulkan seperti banjir, intensitas hujan sedang hingga lebat, gelombang tinggi, angin kencang, hingga tanah longsor menyebabkan penerbangan dan aktivitas manusia terhambat, kerusakan bangunan, hingga jatuhnya korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pembentuk dari taifun Molave, intensitas taifun Molave pada tanggal 28 Oktober 2020, dan pengaruh taifun Molave terhadap akumulasi curah hujan di Laut Cina Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data reanalisis suhu permukaan laut dan anomali suhu permukaan laut dari NOAA, data Satelit Himawari 8 kanal IR, data gradien tekanan dari BoM, dan data curah hujan dari GSMaP selama periode taifun Molave. Metode yang digunakan adalah metode Dvorak dan pemetaan spasial dan temporal. Diketahui bahwa suhu permukaan laut tempat terbentuknya taifun Molave mencapai 30.5°C, dengan anomali suhu permukaan laut mencapai +2°C. Intensitas taifun Molave yang merupakan siklon tropis kategori 2 memiliki Tnumber 5 dengan kecepatan angin 90 knot dan tekanan minimumnya 954 mb. Hal ini menyebabkan distribusi curah hujan mencapai 100mm/jam yang dapat menyebabkan banjir dan gelombang tinggi ke daratan sekitarnya. 
KARAKTERISTIK TRANSPARANSI FILM TIPIS OKSIDA GRAFENA TEREDUKSI (R-GO) UNTUK ELEKTRODA TRANSPARAN DERI LASMANA; GIYA PRANATA; RHESTI NURLINA; ANNISA APRILIA; NORMAN SYAKIR; FITRILAWATI F
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.269 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.11144

Abstract

Grafena adalah material karbon dua dimensi yang mempunyai sifat optik dan listrik yang menarik sehingga memiliki banyak potensi aplikasi, diantaranya elektroda transparan. Grafena dapat diperoleh melalui proses reduksi termal dari Oksida Grafena (GO) yang dikenal sebagai Oksida Grafena Tereduksi (r-GO). Film tipis GO dibuat dari 4 mg/ml suspensi GO pada substrat quartz dengan metode spin coating. Film tersebut selanjutnya dikenakan proses reduksi secara termal melalui pemanasan dalam oven yang dialiri dengan gas nitrogen. Pengaruh proses reduksi termal terhadap transparansi dan struktur GO diukur dengan spektroskopi UV-Vis dan SEM-EDS (Scanning electron microscope-Energy Dispersive Spectroscopy). Hasil pengukuran spektrum UV-Vis menunjukkan adanya perubahan transparansi dan peningkatan absorbsi seiring dengan penambahan waktu pemanasan. Perubahan transparansi pada sampel GO yang dikenakan proses reduksi termal mencapai keadaaan saturasi setelah pemanasan sekitar 150 menit. Di lain pihak, hasil pengukuran EDS menunjukkan adanya peningkatan rasio C/O pada pada sampel GO setelah dikenakan proses reduksi termal akibat berkurangnya kadar oksigen. Pengurangan kadar oksigen tersebut mengindikasikan adanya pemulihan konjugasi pada rantai karbon sehingga meningkatkan absorbansi dan juga diharapkan dapat meningkatkan konduktivitas.
DSSC Heterojunction photoelectrode based ZnO-nanorod/TiO2; Dependency of photoelectrode morphology investigated by calculating I-V curves ANNISA APRILIA; HERI FERNANDO; LUSI SAFRIANI; AYI BAHTIAR; RAHMAT HIDAYAT
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 01 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.772 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i01.29845

Abstract

The simple diode model equation can be used to derive solar cell parameters based on current density-voltage curve. This calculation has an objective to study the working of ZnO nanorod/TiO2 as photoelectrode in dye-sensitized solar cell (DSC). As a function to collect and transport the electron inside the cell, ZnO-Nr/TiO2 bilayer heterojunction works as photoanode. The equivalent circuit in real solar cell is usually based on two diode model by considering presence a large of recombination process inside the cell (non-ideal diode). We simplified the equivalent circuit with only one diode and one resistor (Rsh) in parallel with a series resistor (Rs) related to photovoltage occurs. The current loss due to back reaction and recombination process which is appeared at interfacing area between photoanode/dye and electrolyte corresponds as parallel resistance (Rp). An ideality factor (m) due to non-linear b-recombination process which is occurred inside the cell is also derived using this model. The comparison between commonly photoanode (single type of TiO2 mesoporous), multilayer ZnO nanorod/TiO2, and planar heterojunction ZnO/TiO2 is also observed in order to emphasize the interface quality of photonode to the such solar cell parameters
ANALISA KOEFISIEN DIFUSI ANODA LTO YANG DIDOPING Ca DARI LIMBAH KULIT TELUR UNTUK APLIKASI BATERAI LITHIUM-ION BERDAYA TINGGI ACHMAD - SUBHAN; DEDY SETIAWAN; BAMBANG PRIHANDOKO
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 02 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.56 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i02.11148

Abstract

Telahdilakukansintesisanoda LTO doping Cadalambentuk Li4-xCaxTi5O12 (x =0%, 5%, 7.5%, dan 10%) menggunakanmetodesolid-state reaction. Limbahkulittelurdalambentuk CaCO3 dipilihsebagaisumberCadalam proses sintesis. Karakterisasistrukturdanimpedansielektrokimiasampeldilakukandengan XRD dan EIS. Karakterisasiserbuk Li4-xCaxTi5O12dengan XRD menunjukkanbahwatidakditemukannyakandungan CaCO3 dalamserbuk Li4-xCaxTi5O12  yangmenandakan atom Catelahberhasilmasukdalamstruktur LTO. Karakterisasi EIS menunjukkanbahwaperhitunganmenggunakanmetode Faraday, sampel Li4-xCaxTi5O12 dengannilai x = 10% mempunyaikoefisiendifusi paling tinggi di antarasemuasampelyaitu 1,469x10-12 cm2/s.
PERBANDINGAN PENDEKATAN FUNGSI GAUSS DAN FUNGSI LORENTZ PADA DEKOMPOSISI POLA XRD OKSIDA GRAFENA DAN OKSIDA GRAFENA TEREDUKSI SAFIRA, VINNY RAMADIANITA NUR; PERKASA, MUHAMMAD BAYU; FITRILAWATI, F; SYAKIR, NORMAN
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 12, No 01 (2022)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1458.785 KB) | DOI: 10.24198/jme.v12i01.43250

Abstract

Dekomposisi terhadap data X-ray Diffraction (XRD) menjadi penting untuk dilakukan ketika pola difraktogram yang dihasilkan pada suatu bahan memiliki karakteristik yang melebar atau tidak simetris. Dibandingkan dengan identifikasi pola XRD yang standar, identifikasi melalui dekomposisi data XRD dapat memberikan informasi yang lebih tepat. Ada beberapa parameter yang dapat diperoleh melalui dekomposisi pola XRD antara lain: posisi puncak, nilai full width at half maximum (FWHM), dan nilai intensitas dari tiap puncak. Dalam penelitian ini dilakukan dekomposisi data XRD bahan graphene oxide (GO) dan reduced graphene oxide (rGO) dengan menggunakan dua pendekatan fungsi, yakni fungsi Gauss dan fungsi Lorentz. Dekomposisi menggunakan scientific graphic software menunjukkan data XRD GO menghasilkan nilai R-square yang lebih tinggi ketika digunakan pendekatan fungsi Lorentz, sedangkan data XRD rGO menghasilkan nilai R-square yang lebih tinggi ketika digunakan pendekatan fungsi Gauss. Dekomposisi data XRD GO menghasilkan sebuah puncak dengan nilai 2θ=10,781° yang bersesuaian dengan jarak antar lapisan d=8,2 Å. Dekomposisi data XRD rGO menghasilkan empat puncak yang diindikasikan sebagai satu fase GO dan tiga fase rGO yang berbeda-beda. Masing-masing puncak 2θ pada hasil dekomposisi data rGO tersebut berkaitan dengan jarak antar lapisan tiap fase secara berurutan adalah 7,34 Å; 4,30 Å; 3,67 Å; dan 3,38 Å.Kata kunci: pola XRD, dekomposisi, fungsi Gauss, fungsi Lorentz, oksida grafena

Page 2 of 13 | Total Record : 128