cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jmei@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika Fakultas MIPA Universitas Padjadjaran Jl. Raya Jatinangor Sumedang Jawa Barat, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Material dan Energi Indonesia
ISSN : 2087748X     EISSN : 25796054     DOI : https://doi.org/10.24198/jmei
Core Subject : Science,
Jurnal Material dan Energi Indonesia (JMEI) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian yang mencakup kajian teoretik, simulasi dan modeling, eksperimen, rekayasa dan eksplorasi dalam bidang Material dan Energi. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Redaksi menerima naskah ilmiah hasil penelitian, pikiran dan pandangan, review, komunikasi singkat dalam bidang material dan energi. Petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan dan secara online. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi mitra bebestari dan disetujui oleh dewan editor.
Articles 128 Documents
ANALISIS TEGANGAN TARIK BAJA API 5L X65 DENGAN VARIASI PEMBEBANAN PADA MEDIA KOROSI ASAM ASETAT DAN AIR LAUT SRI SURYANINGSIH; NENDI SUHENDI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 9, No 01 (2019)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.348 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v9i1.23072

Abstract

Korosi merupakan jenis kerusakan yang rentan terjadi pada logam. Korosi sangat merugikan dalam dunia baja dan perpipaan, sehingga untuk meminimalisir kerugian akibat korosi perlu dikaji untuk mengetahui ketahanan pipa baja pada suatu lingkungan yang korosif (sweet gas). Sweet gas pada tekanan tinggi dapat menyebabkan korosi retak tegangan pada pipa. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan tarik yang diberikan pada baja karbon tipe API 5L X65 terhadap laju korosi di dalam larutan uji asam asetat glasial dan air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel baja yang diberi tegangan tarik dengan defleksi 2,9 cm menghasilkan laju korosi yang lebih tinggi dibandingkan sampel baja dengan defleksi 2,7 cm. Hal ini membuktikan bahwa semakin besar tegangan tarik yang diberikan semakin tinggi laju korosi, terlebih pada lingkungan asam asetat baja lebih korosif dibandingkan lingkungan air laut.Kata kunci : baja karbon, korosi retak tegangan, tegangan tarik, sweet gas.
PENGARUH SUHU DALAM PROSES TRANSESTERIFIKASI PADA PEMBUATAN BIODESEL KEMIRI SUNAN (REAUTEALIS TRISPERMA) ASRI WIDYASANTI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 7, No 01 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.489 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v7i01.12051

Abstract

Biodiesel dapat digunakan sebagai alternatif penggunaan bahan bakar fosil. Biodiesel bersifat ramah lingkungan karena dibuat dengan bahan baku alami. Bahan baku pembuatan biodiesel pada penelitian ini adalah kemiri sunan (Reautealis trisperma). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu terbaik dan pengaruh suhu yang digunakan dalam proses transesterifikasi biodiesel tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan dan lima variasi suhu yang digunakan, yaitu 45°C, 50°C, 55°C, 60°C dan 65°C. Karakteristik biodiesel kemiri sunan tersebut lalu dibandingkan dengan standar SNI 04-7182-2006. Karakteristik yang diamati adalah rendemen parsial, rendemen total, densitas, kadar air, bilangan asam, viskositas dan bilangan iod. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biodiesel kemiri sunan terbaik memiliki karakteristik rendemen total, densitas, kadar air, bilangan asam, viskositas dan bilangan iod secara berturut-turut adalah 6,55%; 1,036 g/ml; 0%; 0,862 mgKOH/g; 6,241 cSt dan 32,11 gI2/100g. Biodiesel kemiri sunan tersebut dihasilkan dari proses transesterifikasi dengan suhu tertinggi 65°C. Kata kunci: Biodiesel, Kemiri Sunan, Suhu dan Transesterifikasi
PENENTUAN RESISTIVITAS BATUBARA MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DAN VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING BUDY SANTOSO; BAMBANG WIJATMOKO; EDDY SUPRIYANA; ASEP HARJA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.706 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i01.9371

Abstract

Pemanfaatan batubara sebagai salah satu sumber energi alternatif semakin meningkat, diantaranya untuk kebutuhan energi sektor industri dan pembangkit tenaga listrik. Peningkatan tersebut telah mendorong penelitian mengenai keberadaan batubara dan sumberdayanya. Metode Geofisika yang digunakan untuk mengetahui keberadaan batubara, diantaranya : Metode Electrical Resistivity Tomography dan Vertical Electrical Sounding. Parameter fisika untuk menentukan indikasi batubara dengan metode tersebut yaitu resistivitas. Untuk menghindari ambiguitas ketika menginterpretasikan lapisan batubara pada suatu penampang resistivitas, maka perlu dilakukan penentuan nilai resistivitas batubara secara insitu diatas singkapan batubara. Penentuan resistivitas batubara secara insitu dengan Metode Electrical Resistivity Tomography dilokasi I (Muarobungo, Jambi) diperoleh nilai resistivitas (81,4 – 115) Ωm, sedangkan dilokasi II (Lahat, Sumatera Selatan) diperoleh nilai resistivitas (60 – 110) Ωm dan dilokasi III (Nunukan, Kalimantan Utara) diperoleh nilai resistivitas (83 – 130) Ωm. Penentuan resistivitas batubara secara insitu dengan Metode Vertical Electrical Sounding dilokasi I (Muarobungo, Jambi) diperoleh nilai resistivitas 80,89 Ωm dan dilokasi II (Lahat, Sumatera Selatan) diperoleh nilai resistivitas 76,92 Ωm.Keywords ; Electrical Resistivity Tomography, Vertical Electrical Sounding, coal outcrops, cross-section resistivity.
PENGARUH PRESENTASE CAMPURAN BRIKET DARI ARANG DAUN TEH DAN CANGKANG KOPI TERHADAP NILAI KALOR, LAJU PEMBAKARAN DAN SIFAT MEKANIK ZULHAMDANI ZULHAMDANI; SRI SURYANINGSIH
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.307 KB) | DOI: 10.24198/jme.v11i2.37307

Abstract

Ketersediaan sumber energi fosil yang terbatas mendorong kita untuk menggunakan energi alternatif sebagai bahan bakar. Salah satu energi alternatif yang digunakan adalah biobriket. Bahan biomassa yang dapat digunakan adalah campuran limbah daun teh dan cangkang kopi. Penelitian ini menggunakan bahan tersebut untuk pembuatan briket serta untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi kedua biomassa terhadap kualitas briket yaitu proksimat dan nilai kalor, karakteristik termal dan karakteristik mekanik briket. Variasi perbandingan komposisi daun teh dan cangkang kopi adalah 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, 50%:50% dan 0%:100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air, kadar abu dan kadar zat terbang menurun seiring meningkatnya konsentrasi daun teh. Kadar karbon terikat dan nilai kalor meningkat jika konsentrasi daun teh dinaikkan. Nilai kalor terbaik pada briket campuran ialah sampel T2 dengan nilai kalor 5028 kal/gram. Pengaruh terhadap laju pembakaran terlihat bahwa briket dengan konsentrasi daun teh yang lebih banyak akan menurunkan laju pembakaran. Sampel briket campuran dengan laju pembakaran terbaik ialah sampel T2 yaitu 0,73 gram/menit. Hasil densitas menunjukkan briket dengan komposisi penyusun arang kopi yang banyak meningkatkan densitas briket. Hasil uji test drop menghasilkan briket dengan komposisi arang kopi lebih banyak membuat briket lebih tahan. 
FABRIKASI SEL SURYA TERSENSITISASI DYE (DYE SENSITIZED SOLAR CELL) DENGAN VARIASI LAPISAN SCATTERING ANDRIANTO MUHARAM; WAODE SUKMAWATI ARSYAD; IDA USMAN; RAHMAT HIDAYAT
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 02 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.132 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i2.20261

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang fabrikasi sel surya tersensitisasi dye (Dye sensitized solar cell) dengan variasi lapisan scattering, untuk mengetahui pengaruh penggunaan lapisan scattering yang berbeda terhadap daya serap dye di dalam lapisan TiO2 melalui pengukuran absorbansi, dan pengaruh penggunaan lapisan scattering terhadap unjuk kerja sel surya melalui pengukuran I-V. Hasil pengukuran absorbansi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang linear antara peningkatan nilai absorbansi dengan peningkatan nilai efisiensi sel DSSC yang dihasilkan. Penggunaan lapisan scattering terbukti memperpanjang lintasan cahaya didalam lapisan TiO2 yang tampak dari spektrum absorbansi yang dihasilkan dimana daerah penyerapannya menjadi lebih panjang melewati daerah cahaya tampak (Sampel B dan C) dan  memasuki daerah penyerapan cahaya Near Infrared (NIR) (Sampel D). Hasil pengukuran I-V, sampel C2 menunjukkan efisiensi terbaik yang dihasilkan oleh sel yang menggunakan Ti-Nanooxide reflector sebagai lapisan scattering yaitu sebesar 3,43%, JSC sebesar 9,19 mA/cm2 dan VOC sebesar 0,69 Volt. Berdasarkan hasil penelitian ini, lapisan scattering yang paling cocok digunakan pada sel DSSC adalah menggunakan Ti-nanooxide reflector.
PEMANFAATAN WRF-ARW UNTUK SIMULASI POTENSI ANGIN SEBAGAI SUMBER ENERGI DI TELUK BONE ANGGI DEWITA, AHMAD SHIRAT ABU BAKAR, KHALID DWICAHYO
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 02 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.637 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i02.11160

Abstract

Beberapa wilayah di Indonesia memiliki potensi menggunakan angin untuk dikonversikan menjadi energy listrik. Penggunaan angin sebagai sumber energy listrik memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah bebas polusi dan dapat terbaharukan. Untuk membangun pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) di suatu daerah diperlukan studi mengenai karakteristik klimatologis angin daerah tersebut. Kajian menggunakan Weather Research Forecasting (WRF) dapat dilakukan terhadap wilayah manapun sehingga dapat dianalisa karakteristik anginnya, apakah layak dibangun  PLTB  atau tidak. Teluk Bone merupakan wilayah dengan potensi wisata yang besar. Dengan melakukan simulasi data Final Analysis (FNL) selama 6 hari dalam 6 bulan didapatkan bahwa sistem angin lokal dominan di wilayah ini dan bertiup sepanjang tahun dengan rincian angin laut bertiup pada pagi menjelang siang dengan arah dari tenggara dan kecepatan 3-8 m/s, sementara angin darat bertiup dengan arah cenderung dari barat laut dan kecepatan 2-4m/s pada malam hari. Wilayah ini cukup potensial untuk pemanfaatan energy angin skala kecil dengan pertimbangan fluktuasi kecepatan angin.
APLIKASI KALMAN FILTER PADA PEMBACAAN SENSOR SUHU UNTUK PEMANTAUAN KONDISI RUANGAN LABORATORIUM VERA FIRMANSYAH
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 8, No 01 (2018)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.879 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v8i01.16624

Abstract

Noise merupakan parameter yang selalu muncul dalam setiap proses akuisisi data dari sebuah sensor. Sensor yang digunakan adalah jenis DHT11 dan LM35  yang dipasangkan pada arduino mega untuk memantau suhu ruangan laboratorium sesuai ketentuan ISO 17025. Kalman Filter dapat menghilangkan atau mengurangi noise dari sensor. Keberhasilan Kalman Filter dalam menghilangkan noise ditentukan oleh nilai R yang disebut kovarian noise pengukuran dan Q yang disebut kovarian noise proses. Nilai R dan Q dapat meningkatkan performa Kalman Filter dalam menghilangkan noise. Kalman Filter diaplikasikan pada sensor suhu jenis LM35 dengan keluaran berupa tegangan dan sensor suhu jenis DHT11 dengan keluaran derajat celcius. Selisih penunjukkan data sensor sebelum dan sesudah menggunakan Kalman Filter dengan nilai selisih variansi hasil filter lebih kecil dibandingkan dengan variansi tanpa filter, pada suhu konstan selisih variansi sama dengan nol untuk DHT11 dan 0,14 untuk LM35. Sedangkan pada suhu tidak konstan didapat selisih variansi 0,8 untuk DHT11 dan 0,3 untuk LM35.
PENINGKATAN KONDUKTIVITAS LITIUM BESI FOSFAT MELALUI PENAMBAHAN POLIANILINA TERDOPAN ASAM SULFAT IMAN RAHAYU, SUSAN SUSANTI, ANNISA WIJAYATI, SAHRUL HIDAYAT
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 5, No 01 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.295 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v5i01.11151

Abstract

LiFePO4 telah berhasil mengalami peningkatan konduktivitas melalui metode kimia konvensional dengan penambahan H2SO4 sebagai dopan  pada polimer polianilina (PANI) dan penambahan serbuk PANI pada LiFePO4. Gugus fungsi dari LiFePO4 –PANI berhasil diidentifikasi dengan FTIR. Morfologi dan komposisi unsur LiFePO4–PANI dikonfirmasi dengan pengamatan SEM-EDS. Nilai konduktivitas LiFePO4 yang ditambahkan  PANI doping H2SO4 6% mengalami peningkatan dari 4,052 S/cm menjadi 35,6332 S/cm berdasarkan metode four point probe.
STUDI KORELASI STRUKTUR TERHADAP SUHU TRANSISI SUPERKONDUKTOR DOPING ELEKTRON Eu2-xCexCuO4+α-δ YATI MARYATI; SUCI WINARSIH; MUHAMMAD ABDAN SYAKUR; MAYKEL MANAWAN; TOGAR SARAGI; RISDI RISDIANA
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 10, No 02 (2020)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.798 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v10i2.34474

Abstract

Superkonduktor doping elektron Eu2-xCexCuO4+α-δ telah berhasil disintesis dengan konsentrasi doping Ce x = 0.10 dan x = 0.15 untuk mempelajari hubungan antara struktur kristal dengan sifat fisis pada sistem superkonduktor berbasis cuprate. Dilakukan karakterisasi X-Ray Diffraction untuk mempelajari struktur kristal, dan pengukuran resistivitas dilakukan untuk mengamati adanya gejala superkonduktivitas pada bahan. Nilai parameter kisi c dan panjang ikatan Eu-O2 menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi doping, akibat adanya penggantian sebagian atom Eu oleh atom Ce. Penurunan nilai panjang ikatan Eu-O2 berkorelasi dengan niali Tc yang dihasilkan pada superkonduktor doping elektron Eu2-xCexCuO4+α-δ.
PENGARUH SUHU SINTERING TERHADAP PENINGKATAN KONDUKTIVITAS LITIUM BESI FOSFAT TERKOMPOSIT KARBON SEBAGAI BAHAN KATODE BATERAI ION LITIUM IMAN RAHAYU; CHRISTI LIAMITA; ATIEK ROSTIKA; R RUSTAMAN; SAHRUL HIDAYAT
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 02 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.307 KB) | DOI: 10.24198/jmei.v6i02.10954

Abstract

Litium besi fosfat (LiFePO4) merupakan material katode dari baterai ion litium yang memiliki kapasitas teoretik yang cukup tinggi yaitu 170 mAh/g memiliki tegangan stabil  3,5 V dan ramah lingkungan. Namun material ini memiliki kekurangan, yaitu konduktivitas elektronik dan koefisien difusi ion litiumnya yang rendah. Untuk lebih meningkatkan konduktivitas elektroniknya dengan memperkecil ukuran partikel dengan mengoptimalkan kondisi sintesis (prekursor, suhu dan waktu). Pada penelitian ini meningkatkan konduktivitas LiFePO4/C dengan mengoptimalkan suhu sintering. LiFePO4/C disintesis dengan sintesis kimia padat dari prekursor LiH2PO4, Fe2O3, dan karbon dengan variasi suhu sintering 800oC, 850oC, 870oC, dan 900oC. Hasil penelitian menunjukkan, dari data XRD dapat diidentifikasi sampel dengan suhu sintering 850oC, 870oC, dan 900oC sebagai LiFePO4/C dengan bentuk kristal ortorombik. LiFePO4/C dengan suhu sintering 870oC memiliki kapasitas spesifik yang lebih baik sebesar 17,6 mAh.

Page 3 of 13 | Total Record : 128