cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
jgippjbsip2021@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
jgippjbsip2021@gmail.com
Editorial Address
The Suite Metro Apartment, Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Buah batu Kabupaten Bandung, West Java 40286
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Guru Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2798463X     DOI : https://doi.org/10.51817
Jurnal Guru Indonesia atau JGI menerbitkan artikel hasil penelitian bidang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, baik di sekolah dasar, sekoah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.
Articles 70 Documents
Penggunaan Tanda Baca Koma (,) dalam Tajuk Rencana Pada Siswa di Sekolah Menengah Atas Supriyadin Supriyadin
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.235 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i1.69

Abstract

The objectives of this study were: (1) Obtaining data regarding the ability of Class XI students of SMAN 1 Cikijing in using punctuation marks (,) in the editorial. (2) Obtain data regarding errors using a comma (,) in the header. The hypothesis proposed in this study is the Analysis of Misuse of Comma (,) Punctuation in the Editorial for Class XI Students of SMA Negeri 1 Cikijing for the 2014/2015 academic year. So in this study, the authors formulated a hypothesis, namely: "There is still an error using a comma (,) punctuation mark in the editorial in class XI SMA Negeri 1 Cikijing". This research uses a descriptive quantitative method. The researcher carried out three preparatory steps, namely collecting student questionnaires, analyzing the use of punctuation marks (,) for each editorial text, and making notes on errors in using punctuation marks (,). Class XI IPS 2 students of SMAN 1 Cikijing academic year general has the ability to use a comma (,) punctuation mark in the editorial. However, there are still some people who are not able to fully use the comma (,) punctuation according to the rules. The ability of students to understand the use of comma (,) punctuation is high, it can be ascertained that students have understood the rules of using comma (,) punctuation according to the enhanced spelling. While the students' low abilities, it can be ascertained that students do not understand the use of commas (,) punctuation according to the enhanced spelling. There are still errors in the use of punctuation marks (,) in the editorial done by students of Class XI IPS 2 SMAN 1 Cikijing of 22%, thus the research hypothesis can be accepted.Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mendapatkan data mengenai kemampuan siswa Kelas XI SMAN 1 Cikijing dalam menggunakan tanda baca koma (,) pada tajuk rencana. (2) Mendapatkan data mengenai kesalahan menggunakan tanda baca koma (,) dalam tajuk. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Analisis Kesalahan Penggunaan Tanda Baca Koma (,) dalam Tajuk Rencana pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Cikijing. Maka dalam penelitian ini penulis merumuskan hipotesis yaitu: “Masih terdapat kesalahan menggunakan tanda baca koma (,) dalam tajuk rencana pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Cikijing”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Peneliti melakukan tiga langkah persiapan, yaitu mengumpulkan angket siswa, melakukan analisis penggunaan tanda baca koma (,) tiap teks tajuk rencana dan membuat catatan kesalahan penggunaan tanda baca koma (,) .Siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Cikijing tahun ajar 2014/2015 secara umum telah memiliki kemampuan menggunakan tanda baca koma (,) dalam tajuk rencana. Namun, masih ada beberapa orang yang belum mampu sepenuhnya menggunakan tanda baca koma (,) sesuai dengan kaidah. Kemampuan siswa memahami penggunaan tanda baca koma (,) yang tinggi, dapat dipastikan siswa telah memahami aturan penggunaan tanda baca koma (,) sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Sedangkan kemampuan siswa yang rendah, dapat dipastikan siswa belum memahami penggunaan tanda baca koma (,) sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Masih terdapat kesalahan-kesalahan penggunaan tanda baca koma (,) dalam tajuk rencana yang dilakukan oleh siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Cikijing sebesar 22%, dengan demikian hipotesis penelitian dapat diterima. 
Pembelajaran Apresiasi Sastra Melalui Majalah Dinding Abdul Halim; Nisrina Najla Rifa; Eling Arliyan
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.878 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i2.303

Abstract

AbstractLiterature is one of the scientific fields that lack more attention, especially in learning literature and appreciating literary works in schools. Appreciation of literature in learning literature in schools still has various problems, including the implementation of literature or its application in learning Indonesian which is still lacking. This study aims to determine the extent to which students at the senior high school level appreciate literature by using wall magazines as media. This research uses a descriptive qualitative method. The data source was obtained from the results of observations made by researchers at the senior high school level. Data collection techniques were obtained from the results of questionnaires distributed to high school students who were then recorded by researchers using the document, reading, and note-taking techniques. Checking the validity of this study uses the source triangulation technique, namely by seeking information. Researchers observe by utilizing the use of existing sources, methods, and theories. The results of the study show that the use of wall magazines (wall magazines) at the high school level to appreciate literary works is still very popular among high school students. AbstrakSastra yang menjadi salah satu bidang keilmuan yang kurang memiliki perhatian lebih khususnya pada pembelajaran sastra dan apresiasi karya sastra di sekolah. Apresiasi sastra dalam pembelajaran sastra di sekolah masih memiliki berbagai permasalahan, diantaranya implementasi sastra atau penerapan dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa pada jenjang Sekolah Menengah Atas dalam mengapresiasi sastra dengan menggunakan media majalah dinding. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan peneliti pada sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil kuesioner yang disebarkan kepada siswa Sekolah Menengah Atas yang kemudian didata oleh peneliti dengan teknik dokumen, membaca, dan mencatat. Pengecekan keabsahan dalam penelitian ini  menggunakan teknik trigulasi sumber yaitu dengan mencari informasi. Peneliti mengamati dengan cara memanfaatkan penggunaan sumber, metode, dan teori yang sudah ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan media mading (majalah dinding) pada jenjang SMA dalam upaya mengapresiasi karya sastra masih sangat pupuler di kalangan siswa-siswi SMA.
Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia dengan Metode Tanya Jawab Berantai Imam Wiswantoro
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.564 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.228

Abstract

AbstractIndonesian This study aims to explain the increase in students' learning motivation including students' independence in learning and student attitudes as well as increasing student achievement scores in learning Indonesian. The method used in this research is research method used in this research is classroom action research. The subjects of this study were students of class XI Social Sciences 3 SMA Negeri 1 Krencong, Jember Regency, with a total of 32 students, odd semester, 2016/2017 academic year. Meanwhile, when the research was conducted from September to December 2016. The research instruments used were questionnaires, documentation, and field notes. The data analysis technique used is a qualitative descriptive technique on the results of the questionnaire. Instruments to collect data in this study were in the form of questionnaires, documents (values), and field notes. The results of the study indicate that the question and answer method in Indonesian language learning can increase learning motivation and is effective in improving student achievement. This can be seen from the increase in motivation from the aspect of independence in learning and student attitudes towards Indonesian language lessons at the pre-action stage, cycle I, and cycle II as well as student scores that have reached 87.50% in cycle II.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peningkatan motivasi belajar siswa meliputi kemandirian belajar siswa dan sikap siswa serta peningkatan nilai prestasi siswa dalam belajar bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Krencong, Kabupaten Jember, dengan jumlah 32 siswa, semester ganjil, tahun pelajaran 2016/2017. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada bulan September sampai dengan Desember 2016. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kualitatif terhadap hasil kuesioner. Instrumen untuk menjaring data dalam penelitian ini berupa kuesioner, dokumen (nilai), serta catatan lapangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa metode tanya jawab berantai pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar dan efektif dalam meningkatkan prestasi siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan motivasi dari aspek kemandirian dalam belajar dan sikap siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia pada tahap pratindakan, siklus I, dan siklus II serta nilai siswa yang sudah mencapai 87,50%  pada siklus II. 
Analisis Implementasi Kebijakan Study From Home Pelajaran Bahasa Indonesia di Masa Covid-19 Rully Silvia; Rohmat Tri Sudrajat
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1328.817 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i2.102

Abstract

AbstractThis research is to determine the effectiveness of SFH (Study From Home) learning during the pandemic. In addition, to determine the success of learning Indonesian to students during the pandemic. This research was motivated by the Covid-19 pandemic that hit the world which affected all aspects of life, including in the field of education. Schooling cannot be done face-to-face. As a result, student learning is conducted Study From Home (SFH). The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were given through questionnaires and interviews. The data obtained were described descriptively. The research subjects were 48 students of class XII at SMA Negeri 2 Padalarang. The results of the study explain that online learning still has to be improved in terms of various things, such as student difficulties, students difficulties and solutions, effective teaching materials, student learning methods, and assignments. The students' difficulty by understanding the learning material and submit assignments on time. The solution to overcome that issue is by arranging students to search other sources and look for information on social media or to ask friends and teachers. The learning method expected by students is blended learning. For learning media, students chose video. Through videos, students can understand learning easily. If the material or assignments given by the teacher are not understood, students can play the video repeatedly. To be more effective in a way of giving assigments, students can choose between assigments in the from of multiple choice in quizzes or description.Keywords:  Study From Home, Indonesian, Covid-19 AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pada pembelajaran SFH (Study From Home) di masa pandemi. Selain itu, untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Bahasa Indonesia kepada siswa pada masa pandemi. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia yang mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan, diantaranya dalam bidang pendidikan. Sekolah tidak dapat dilakukan secara tatap muka. Akibatnya pembelajaran siswa dilakukan Studi From Home (SFH). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan data diberikan melalui kuesioner dan wawancara.  Data yang diperoleh dijelaskan secara deskriptif. Subjek penelitiannya adalah 48 siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Padalarang. Dari hasil penelitian menjelaskan bahwa pembelajaran daring masih harus diperbaiki dari berbagai hal, seperti kesulitan-kesulitan siswa, cara mengatasinya, kendala yang dihadapi, bahan ajar yang efektif, cara belajar siswa, dan pemberian tugasnya. Kesulitan siswa adalah memahami materi pembelajaran dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Cara mengatasi kesulitannya, siswa menyelesaikannya dengan membuka sumber lain, mencari informasi di media sosial, bertanya kepada teman, dan bertanya kepada guru. Metode pembelajaran yang diharapkan siswa adalah blended learning. Untuk media pembelajaran, siswa memilih video. Melalui video, siswa dapat memahami pembelajaran dengan mudah. Jika belum dimengerti dari materi dan tugas yang diberikan guru, siswa dapat memutar video secara berulang-ulang. Cara pemberian tugas yang efektif, siswa memilih tugas dalam bentuk kuis dan uraian. Kata kunci:  Study From Home, Bahasa Indonesia, Covid-19
Mengidentifikasi Unsur Intrinsik Cerita Pendek Menggunakan Strategi PAIKEM di Sekolah Menengah Atas Ade Yaya Kusyaeri
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.812 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i1.68

Abstract

Students' ability to identify the intrinsic elements of short stories (short stories) is still low. This study aims to: 1) describe the ability of students in identifying the intrinsic elements of Habiburrahman El Shirazy's short stories, and 2) the effectiveness of the PAIKEM strategy in learning to identify the intrinsic elements of short stories. This experimental research used a quasi-experiment with One-group pretest-posttest design. Data were collected using literature techniques and test techniques (pretest and posttest). The population of all class XI students of SMA Negeri 1 Maja was 144 students. The author's sample is class XI IPS 3, with a total of 24 students who were selected through a probability sampling technique. Based on the results of data processing and discussion, it shows that students' ability has increased by an average value of 8.2 or 8.2% after using the PAIKEM strategy.Kemampuan peserta didik dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik cerita pendek (cerpen) masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan kemampuan peserta didik dalam mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen Hadiah Seratus Cambukan karya Habiburrahman El Shirazy dan 2) keefektifan strategi PAIKEM dalam pembelajaran mengidentifikasi unsur intrinsik cerpen. Penelitian eksperimen ini menggunakan quasi experiment dengan desain One-group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan teknik kepustakaan dan teknik tes (pretest dan posttest). Populasi seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maja sebanyak 144 orang peserta didik yang terdiri atas enam kelas. Sampel yang penulis gunakan adalah kelas XI IPS 3 dengan jumlah sebanyak 24 orang peserta didik yang terpilih melalui teknik probability sampling jenis simple random sampling. Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 8,2 atau 8,2% setelah menggunakan strategi PAIKEM.
Struktur dan Fungsi Sastra Lisan Joko Satriyan Arini Septiyan Irawati; Mohammad Kanzunnudin; Fiky Herdianto
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.002 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i2.304

Abstract

AbstrakIndonesia menempati urutan ke-74 dari 79 peserta pada tes PISA yang didalamnya memuat tes literasi. Hal ini berbanding terbalik dengan kenyataan bahwa Indonesia kaya akan keberagaman termasuk keberagaman bahasa sebagai dasar literasi. Keberagaman bahasa yang memuat folklor di dalamnya nyatanya mulai tergerus zaman. Pergeseran budaya menjadikan anak-anak tidak lagi mendengar ataupun mengetahui legenda (folklor) dari masing-masing wilayahnya. Hal ini menjadi pemantik peneliti untuk mengangkat Kembali folklor untuk lebih dalam dideskripsikan struktur dan fungsinya dalam sastra lisan. Peneliti mengambil legenda Joko Satriyan dari desa Sadang, Kec. Jekulo, Kab. Kudus dengan harapan terdapat manuskrip legenda tersebut untuk dapat ditelisik, dibaca, terjaga, dan tersimpan warisan budaya Jawa. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode etnografi. Data penelitian diperoleh menggunakan Teknik observasi, wawancara, perekaman, transkrip, terjemahan, dan disertai dengan dokumentasi. Hasil penelitian analisis struktur naratif menggunakan teori ala Maranda terdapat 8 terem dan fungsi legenda dari teori ala William R Bascon adalah empat fungsi yang tersirat dalam pembentukan cerita. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa cerita Joko Satriyan masuk ke dalam unsur legenda yang memiliki terem dan fungsi sebagai folklor yang harus dilestarikan keberadaannya, salah satunya melalui penyimpanan manuskrip dalam riset ini.Kata kunci:  struktur, fungsi, folklor AbstractIndonesia ranks 74th out of 79 participants in the PISA test which includes a literacy test. This is inversely proportional to the fact that Indonesia is rich in diversity, including the diversity of languages as the basis for literacy. The diversity of languages that contain folklore in them is starting to erode with time. The cultural shift made children no longer hear or know the legends (folklore) of their respective regions. This has become a trigger for researchers to bring back folklore to deeply describe its structure and function in oral literature. Researchers took the legend of Joko Satriyan from the village of Sadang, Kec. Jekulo, Kab. Kudus with the hope that there will be a manuscript of the legend so that it can be investigated, read, preserved, and stored as Javanese cultural heritage. The method in this study is descriptive qualitative with an ethnographic method approach. Research data were obtained using observation techniques, interviews, recordings, transcripts, and translations, and accompanied by documentation. The results of the analysis of the narrative structure using Maranda's theory show that there are eight terms and the functions of the legend from William R Bascon's theory are the four functions implicit in story formation. The results of the research prove that Joko Satriyan's story includes elements of legend which have a term and function as folklore that must be preserved, one of which is through the storage of manuscripts in this research.
Kesiapan Guru Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam Menghadapi Program Merdeka Belajar Imrotin Imrotin; Ifit Novita Sari
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1559.89 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.184

Abstract

AbstractMerdeka Belajar is a program that has been launched by the Ministry of Education and Culture since 2019. Teachers as part of the learning system are expected to always be ready for changes in the educational order, including being the independent learning mover (penggerak merdeka belajar). This study aimed to determine the readiness of Indonesian language teachers at the Vocational High School (SMK) level in implementing the Guru Merdeka Belajar program. The discussion review consisted of three domains of the learning process, namely: planning; implementation; and evaluation of learning. Research informants were Indonesian language teachers at the SMK level, both public and private, in the Batu City area, East Java, totaling 10 people who were selected by snowball purposive sampling. Data was collected via Google Form with open-ended questions and interviews via WhatsApp. Data analysis used the Miles and Huberman model with the stages of data reductions, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that: 1) teachers are ready to implement independent learning programs in the aspect of presenting material independently, involving students in apperception, becoming facilitators during learning, encouraging students to seek various learning resources, and being willing to receive feedback; 2) teachers are not ready in the aspect of designing objectives, methods, media, assessment tools, assessments, and follow-up feedback. AbstrakMerdeka belajar merupakan program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2019. Guru sebagai bagian dari sistem pembelajaran diharapkan selalu siap dengan perubahan tatanan pendidikan, termasuk menjadi penggerak merdeka belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru Bahasa Indonesia jenjang SMK dalam melaksanakan program Guru Merdeka Belajar. Tinjauan pembahasan terdiri dari tiga ranah proses pembelajaran yakni: perencanaan; pelaksanaan; dan evaluasi pembelajaran. Informan penelitian adalah guru Bahasa Indonesia jenjang SMK baik negeri maupun swasta di wilayah Kota Batu, Jawa Timur berjumlah 10 orang yang dipilih secara snowball purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Google Form dengan pertanyaan terbuka dan wawancara melalui WhatsApp. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru siap melaksanakan program merdeka belajar dalam aspek penyajian materi secara mandiri, melibatkan siswa dalam apersepsi, menjadi fasilitator selama pembelajaran, mendorong siswa mencari berbagai sumber belajar, dan bersedia menerima umpan balik; 2) guru kurang siap dalam aspek perancangan tujuan, metode, media, alat penilaian, penilaian, dan tindak lanjut umpan balik.
Penggunaan Strategi Genius Learning pada Materi Menulis Teks Eksposisi pada Siswa Sekolah Menengah Atas Rina Sugiartinengsih
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.522 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i2.121

Abstract

AbstractThe purpose of this classroom action research is to improve the process and student learning outcomes in learning to write expository texts using the genius learning strategy. The method used in this research is CAR or classroom action research. This research focuses on improving students' ability in writing exposition texts. This research was conducted in class X-MIPA 1 SMAN 1 Sukahaji Majalengka, which is located on The Steet of Cikalong, Sukahaji District, Majalengka Regency. The research was conducted for 3 (three) months from August to October 2018. In the first cycle the test results for writing exposition texts had an average score of 70.83 while in the second cycle the average score was 82.80. There was an increase in the students' writing skill of exposition text by 11.97 points or 39.9%. In addition, the results obtained in learning to write expository texts using the genius learning strategy are a better learning process, this can be seen in changes in student behavior during learning. When learning in the first cycle there were still students who behaved negatively, while in the second cycle there were no students who behaved negatively. Keywords:  writing, exposition text, genius learning strategies  AbstrakTujuan penelitian tindakan kelas ini yaitu untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan strategi genius learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK atau penelitian tindakan kelas. Penelitian ini berfokus pada peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X-MIPA 1 SMAN 1 Sukahaji Majalengka yang berlokasi di Jalan Raya Cikalong Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka. Penelitian dilakukan selama 3 (tiga) bulan mulai Agustus hingga Oktober 2018. Pada siklus I hasil tes menulis teks eksposisi nilai rata-rata 70,83 sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 82,80. Terjadi peningkatan keterampilan menulis teks eksposisi oleh siswa sebesar 11,97 poin atau 39,9%. Selain itu, hasil yang diperoleh dalam pembelajaran menulis teks eksposisi menggunakan strategi genius learning adalah proses pembelajaran yang lebih baik, hal ini dapat dilihat pada perubahan tingkah laku siswa saat pembelajaran berlangsung.  Saat pembelajaran pada siklus I masih terdapat siswa yang bertinggkah laku negative, sedangkan pada siklus II sudah tidak ada siswa yang bertingkah laku negatif.Kata kunci:  menulis, teks eskposisi, strategi genius learning
Pembelajaran Menulis Kalimat Poster Menggunakan Metode Inkuiri di Madrasah Tsanawiyah Maya Bangun Palinda
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.011 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i1.71

Abstract

This research is motivated by the low writing ability of students, especially in writing poster sentences. In fact, at present, there are still many students at MTs Daarul Uluum PUI Majalengka who have not been able to write poster sentences correctly. In addition to the formulation of the problem, this study also has a purpose. The objectives of this study are as follows. 1) Obtain data about the ability of class VIII students of MTs Daarul Uluum PUI Majalengka in writing poster sentences before learning using the inquiry method. 2) Obtain data about the ability of class VIII students of MTs Daarul Uluum PUI Majalengka in writing poster sentences after learning using the inquiry method. 3) Obtaining data about the effectiveness of using the inquiry method in learning to write poster sentences for class VIII students of MTs Daarul Uluum PUI Majalengka. The method used in this research is a descriptive method, while the techniques used are data collection techniques and data processing and analysis techniques. The population of the study was 5-grade students of MTs Daarul Uluum PUI Majalengka with a total population of 200 students. The sample in this study was 1 class, namely class VIII B with 35 students. The results of data processing and analysis showed the answer to the problem formulation, namely the results of the pretest students' ability in learning to write poster sentences was still low, only reaching 67.29%, but post-test results increased to 84.57%. With the level of effectiveness of using the inquiry method in learning to write poster sentences, it has a correlation of 0.464%, including the moderate categoryPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan menulis pada siswa, khususnya dalam penulisan kalimat poster. Kenyataannya pada saat ini masih banyak siswa MTs Daarul Uluum PUI Majalengka yang belum mampu menulis kalimat poster secara benar.Tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Mendapatkan data mengenai kemampuan siswa kelas VIII MTs Daarul Uluum PUI Majalengka dalam menulis kalimat poster sebelum pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. 2) Mendapatkan data mengenai kemampuan siswa kelas VIII MTs Daarul Uluum PUI Majalengka dalam menulis kalimat poster setelah pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. 3) Mendapatkan data mengenai efektivitas penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran menulis kalimat poster siswa kelas VIII MTs Daarul Uluum PUI Majalengka Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif sedangkan teknik yang digunakan yaitu teknik pengumpulan data serta teknik pengolahan dan analisis data. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Daarul Uluum PUI Majalengka sebanyak 5 kelas dengan jumlah populasi 200 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 1 kelas yaitu kelas VIII B dengan jumlah siswa 35 orang. Hasil dari pengolahan dan analisis data menunjukkan jawaban terhadap rumusan masalah yaitu hasil pretes kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis kalimat poster masih rendah hanya mencapai 67,29%, tetapi hasil postes terdapat peningkatan menjadi 84,57%. Dengan tingkat efektivitas penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran menulis kalimat poster memiliki korelasi 0,464% termasuk kategori sedang.
Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Asri Mbangar
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.065 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i2.272

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to improve the results of student achievement in the learning process using the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to Static Fluid material in class XI SMA PGRI Waingapu. This study used the Classroom Action Research (CAR) method. As many as 29 students of class XI IPA 1 SMA PGRI Waingapu were the subjects of this study. In this study, a comparative descriptive analysis technique was used, namely comparing the pre-cycle with the results achieved in cycles I and II and comparing the analysis of the results of observation and qualitative descriptive reflection in each cycle. The results showed that the use of the CTL approach to static fluid material for physics subjects in cycle I obtained a complete percentage of 69%, with an average score of 75. Furthermore, the percentage gain increased in cycle II to 93.1% with an average score of 84,7. While the result of the pre-cycle is 41.4% with an average value of 64.4. From these results, it can be seen that the use of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach can improve student achievement in static fluids for students in class XI IPA 1 SMA PGRI Waingapu and increase student activity in each cycle. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil dari prestasi belajar siswa pada proses pembelajaran menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi Fluida Statis di kelas XI SMA PGRI Waingapu. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sebanyak 29 siswa klas XI IPA 1 SMA PGRI Waingapu menjadi subjek pada penelitian ini. Pada penelitian ini digunakan teknik analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan pra siklus dengan hasil yang dicapai pada siklus I dan II serta membandingkan analisis hasil observasi dan refleksi deskriptif kualitatif pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan CTL pada materi fluida statis mata pelajaran fisika pada siklus I memperoleh persentase ketuntasa sebanyak 69%, dengan rata-rata nilai adalah 75. Selanjutnya perolehan persentase meningkat pada siklus II menjadi 93,1% dengan rata-rata nilai 84,7. Sedangkan hasil dari pra siklus adalah 41,4% dengan rata-rata nilai 64,4. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa penggunaan pendekatan  Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada fluida statis bagi peserta didik kelas XI IPA 1 SMA PGRI Waingapu serta meningkatkan keaktifan siswa pada setiap siklus.