cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
jgippjbsip2021@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
jgippjbsip2021@gmail.com
Editorial Address
The Suite Metro Apartment, Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Buah batu Kabupaten Bandung, West Java 40286
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Guru Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2798463X     DOI : https://doi.org/10.51817
Jurnal Guru Indonesia atau JGI menerbitkan artikel hasil penelitian bidang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, baik di sekolah dasar, sekoah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.
Articles 70 Documents
Nilai Moral pada Novel Habibi Ya Nurul Ain Karya Maya Lestari GF Melalui Pendekatan Pragmatik dan Pemanfaatannya sebagai Video Pembelajaran Eva Saeva Nurhayati; Tati Sri Uswati; Emah Khuzaemah
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.022 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.219

Abstract

AbstractThis study aims to find the moral values in the Habibie Ya Nurul Ain novel and its use as a novel learning video. The research method used in this study is a qualitative descriptive method. The data source is the owner of the data or the individual who is requested for data. The main data source of this research is the quotation of moral values in the novel. The method of data collection is done by studying the documentation obtained in this study, namely literary works (novels). Data validity is done by doing triangulation. The data collection technique used in this research is library technique, reading and note-taking. The results showed that: (1) Habibie Ya Nurul Ain's novel contains moral values. The moral values contained include the moral values of human relations with God, human relationships with themselves, and human relationships with other people. The value of human moral relationship with God which is indicated by the attitude of knowing God, and morals towards God there are 15 quotes. The value of a human's moral relationship with himself is shown by the attitude of discipline, honesty, independence, diligence, respect, patience, responsibility, empathy, conscience, self, and justice control 32 quotes. The value of human moral relations with other humans is shown by the attitude of kinship, friendship, and tolerance, there are 19 quotes. From these moral values, it can be used as a novel learning video. The learning material developed in this study has passed the validation test and is declared suitable for use as an alternative learning. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai moral dalam novel Habibie Ya Nurul Ain dan pemanfaatannya sebagai video pembelajaran novel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data merupakan pemilik data atau individu yang dimintai data. Sumber data utama penelitian ini adalah kutipan nilai moral dalam novel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi yang didapatkan pada penelitian ini yaitu karya sastra (novel). Validitas data dilakukan dengan cara melakukan triangulasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) novel Habibie Ya Nurul Ain mengandung nilai moral. Nilai moral yang terkandung antara lain nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan hubungan manusia dengan orang lain. Nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan ditunjukan dengan sikap mengenal Tuhan, dan akhlak terhadap Tuhan terdapat 15 kutipan. Nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri ditunjukkan dengan dengan sikap disiplin, jujur, mandiri, rajin, rasa hormat, sabar, tanggung jawab, empati, hati nurani, kontrol diri, dan keadilan terdapat 32 kutipan. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain ditunjukkan dengan sikap kekeluargaan, persahabatan, dan toleransi terdapat 19 kutipan. Dari nilai-nilai moral tersebut dapat dimanfaatkan sebagai video pembelajaran novel. Materi ajar yang dikembangkan dalam penelitian ini sudah melewati uji validasi dan dinyatakan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran. 
Pembelajaran Melalui Whatsapp, Google Classroom, dan Google Form dalam Capaian Presensi Aktif dan Hasil Belajar Siswa SMA Luluk Herlina
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.334 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i2.83

Abstract

Abstract The purpose of this study was to measure the active presence of students, achievement of learning outcomes, and the effectiveness of Indonesian language subjects with historical novel text material and writing personal history which was carried out online (on a network) through WhatsApp, Google Classroom, and Google Form applications. The method in this study is an evaluation research method with steps to determine lesson schedules, use WhatsApp groups, create attendance on google forms, submit attendance links and google classroom assignments in WhatsApp groups, review assignments done by students and recap attendance and student assignments. The results obtained showed that on September 15, 2020, active attendance was 85.25% with an average learning achievement of 88.25. On September 22, 2020 students were active in attendance of 88.25% with 81.00 learning outcomes. So that the average active attendance student results are 86.75% and the average learning outcomes are 84.63%. From this data, it can be seen that attendance via Google Form via WhatsApp and assignments via Google Classroom are effective in learning.Key Words: Online Learning, Active Presence, Learning Outcomes Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengukur presensi aktif siswa, pencapaian hasil belajar, dan keefektifan mata pelajaran bahasa Indonesia dengan materi teks novel sejarah serta menulis sejarah pribadi yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) melalui media aplikasi WhatsApp, Google Clasroom, serta Google Form. Metode pada penelitian ini yaitu metode penelitian evaluasi dengan langkah menentukan jadwal pelajaran, penggunaan grup WhatsApp, pembuatan presensi pada google form, penyampaian tautan presensi serta tugas google classroom pada grup whatsapp, mengulas tugas yang dikerjakan siswa serta merekap presensi dan hasil tugas siswa. Hasil yang diperoleh menunjukkan pada tanggal 15 September2020 siswa aktif presensi sebesar 85,25% dengan capaian belajar rata-rata 88,25. Pada tanggal 22 September 2020 siswa aktif presensi sebasar 88,25% dengan capaian hasil belajar 81,00. Sehingga rata-rata hasil siswa presensi aktif sebesar 86,75% dan rata-rata hasil belajar sebesar 84,63%. Dari data tersebut dapat diketahui presensi melalui google form via WhatsApp serta penugasan melalui google clasroo efektif digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Presensi Aktif, Hasil Belajar
Metode Diskusi dalam Pembelajaran Menentukan Unsur Intrinsik Tema di Sekolah Menengah Atas Gita Rahayu
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.364 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i1.70

Abstract

The ability of students in learning to determine the elements of the short story theme is still low. Therefore, the implementation of learning requires an effective and efficient strategy. The objectives contained in this study are. 1) Explain the ability of students in determining the elements of the theme of the short story Chef Muhammad Damhuri in Class XI SMA Negeri 1 Maja before learning using the discussion method? 2) Explain the ability of students in determining the elements of the theme of the short story cook by Muhammad Damhuri in Class XI SMA Negeri 1 Maja after learning using the discussion method? 3) Explain the effectiveness of the use of the discussion method in learning to determine the theme elements of the short story Chef Muhammad Damhuri in Class XI SMA Negeri 1 Maja. The research method used in this research is the descriptive method. While the data collection techniques used were literature techniques and test techniques (pretest and posttest). Based on the results of data processing and discussion, the average pretest score was 71 or 71%, while the post-test average score was 79.2 or 79.2%. This means that the ability of students has increased in average value by 8.2 or 8.2% after using the discussion method. Based on calculations using the product-moment correlation formula, it shows a correlation value of 0.760, or based on the guidelines for providing interpretation, the data correlation coefficient shows a high correlation. Kemampuan peserta didik dalam pembelajaran menentukan unsur tema cerpen masih rendah. Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran memerlukan strategi yang efektif dan efisien.  Tujuan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu. 1) Menjelaskan kemampuan peserta didik dalam menentukan unsur tema cerpen Juru Masak karya Muhammad Damhuri di Kelas XI SMA Negeri 1 Maja sebelum pembelajaran menggunakan metode diskusi? 2) Menjelaskan kemampuan peserta didik dalam menentukan unsur tema cerpen Juru Masak karya Muhammad Damhuri di Kelas XI SMA Negeri 1 Maja setelah pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi? 3) Menjelaskan efektivitas penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran menentukan unsur tema cerpen Juru Masak karya Muhammad Damhuri di Kelas XI SMA Negeri 1 Maja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik kepustakaan dan teknik tes (pretest dan posttest). Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan menunjukkan perolehan nilai rata-rata pretest sebesar 71 atau 71%, sedangkan perolehan nilai rata-rata posttest sebesar 79,2 atau 79,2%. Artinya kemampuan peserta didik mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 8,2 atau 8,2% setelah menggunakan metode diskusi. Berdasarkan penghitungan menggunakan rumus korelasi product moment menunjukkan nilai korelasi sebesar 0,760 atau berdasarkan pedoman pemberian interpretasi koefisien korelasi data menunjukkan korelasi yang tinggi. 
Majas dalam Puisi Senja di Pelabuhan Kecil Karya Chairil Anwar Sukron Sukron
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.188 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i2.305

Abstract

AbstractThe problem that occurs in the field is that students' ability to analyze the elements of poetry is still low because students are not aware of the influence of figures of speech in poetry. In addition, the selection of teaching materials for the appreciation of literature is largely determined by the teacher's ability to analyze literary works. The general aim of this study is to find out the elements of the figurative language contained in Chairil Anwar's poem Senja di Pelabuhan Kecil as a means of enriching the intellectual insights of readers which can later be expressed in the form of appreciation of literary works and the creation of literary works. This research is qualitative, namely using descriptive-analytic research methods. The results of the study show that the use of a figure of speech has an important role because poetry is the embodiment of the poet's soul contained in the language medium. Even the figure of speech itself is often seen as a characteristic of a type of literature called poetry, although not all poetry features a figure of speech, in most of the poems, including the poem Senja di Pelabuhan Kecil, the use of a figure of speech is considered to be very supportive of poetic means and arrangement of meaning. The implications of this study refer to the possibility that the results of this study can be applied in the field. The study of the figurative language elements of Senja di Pelabuhan Kecil by Chairil Anwar can be used as teaching material for Literary Appreciation based on its relation to the criteria of teaching materials. AbstrakMasalah yang terjadi di lapangan adalah kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur puisi masih rendah karena siswa kurang menyadari pengaruh majas dalam puisi. Selain itu, pemilihan bahan ajar apresiasi sastra sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menganalisis karya sastra. Tujuan umum penelitian ini  untuk mengetahui unsur majas yang terdapat dalam puisi Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar sebagai sarana memperkaya wawasan intelektual pembaca yang nantinya dapat dituangkan dalam bentuk apresiasi karya sastra maupun penciptaan karya sastra. Penelitan ini besrsifat kualitatif, yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan majas memiliki peranan yang cukup penting karena puisi itu merupakan perwujudan jiwa penyair yang tertuang dalam media bahasa. Bahkan majas sendiri sering dipandang sebagai ciri khas bagi jenis sastra yang disebut puisi, meskipun tidak semua puisi menampilkan majas, namun pada sebagian besar puisi termasuk puisi Senja di Pelabuhan Kecil ini, penggunaan majas dianggap sangat menunjang bagi sarana kepuitisan dan  susunan makna. Implikasi dari penelitian ini merujuk pada kemungkinan bahwa hasil penelitian ini dapat diterapkan di lapangan. Pengkajian terhadap unsur majas puisi Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar Apresiasi Sastra berdasarkan kaitannya dengan kriteria bahan ajar.
Kecenderungan Guru dalam Menerapkan Pendekatan Student Centre Learning dan Teacher Centre Learning dalam Pembelajaran Asep Firmansyah; Nahnu Robid Jiwandono
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.91 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.229

Abstract

AbstractAbstrak Curriculum changes are evidence that the education system in Indonesia continues to evolve according to the needs of the times. However, teachers as education implementers have not entirely adjusted their implementation in the field to the curriculum regulations that have been set. The curriculum used today demands a learning process that focuses on student activity and skills in learning or commonly referred to as the Student Center Learning (SCL) approach. However, there is still the implementation of the Teacher-Centered Learning (TCL) approach or teacher-centered learning which is no longer relevant to the current situation. The purpose of this study is to determine whether the approach used by teachers in the learning process, tends to the teacher (Teacher Center Learning) or to students (Student Center Learning (SCL). The method used in this study is a qualitative descriptive method. Based on the analysis of the data from observations, there are three teachers who are still using the Teacher Center Learning (TCL) approach, meanwhile, there are four teachers who have used the Student Center Learning (SCL) approach. Teacher Center Learning AbstrakPerubahan kurikulum menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang ada di Indonesia terus berkembang menyesuaikan kebutuhan zaman. Namun, guru sebagai pelaksana pendidikan belum seluruhnya menyesuaikan implementasi di lapangan dengan peraturan kurikulum yang sudah ditetapkan. Kurikulum yang digunakan dewasa ini menuntut proses pembelajaran yang memusatkan pada keaktifan dan keterampilan siswa dalam belajar atau biasa disebut dengan pendekatan Student Centre Learning (SCL). Namun masih ada implementasi pendekatan Teacher Centered Learning (TCL) atau pembelajaran yang berpusat pada guru yang sudah tidak relevan lagi dengan keadaan saat ini. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendekatan yang digunakan guru dalam proses pembelajaran, cenderung pada guru (Teacher Centre Learning) atau pada siswa (Student Centre Learning (SCL). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data hasil observasi, terdapat tiga orang guru yang masih menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning (TCL). Sementara itu, guru yang sudah menggunakan pendekatan Student Centre Learning (SCL) terdapat empat orang. Jadi, dapat di sekolah menengah wilayah Cirebon Timur masih ada guru yang mengajar dengan menggunakan pendekatan Teacher Centre Learning. 
Peningkatan Motivasi Pembelajaran Membaca Tabel Dan Grafik Menggunakan Pendekatan Contexstual Teaching And Learning di Sekolah Menengah Atas Budi Santuso
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.236 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i2.82

Abstract

AbstractThis study aims to determine and analyze the motivation and learning achievement of class XII IPS 2 SMA Negeri Jenggawah students in the odd semester Indonesian language subject for the 2019/2020 school year after participating in learning with problem-solving methods. In addition, to determine the level of effectiveness in achieving the target of learning completeness. The approach used is Stephen Kemmis' "Cyclical" model of action research. The research subjects were students of class XII IPS 2 SMA Negeri Jenggawah for the academic year 2019/2020 with a total of 40 students. Data were collected by means of achievement tests in the form of essays, motivational scales, observation guidelines, and interviews. Data analysis was carried out by analytical descriptive. The research findings show: (1) the use of the CTL method in learning Indonesian in class XII IPS 2 SMAN Jenggawah in the odd semester of the 2019/2020 school year can increase students' learning motivation. Based on the results of the analysis in cycle 1 and cycle 2, the use of the CTL learning method was quite effective in increasing students' motivation and learning achievement in learning Indonesian in class XII IPS 2 SMAN Jenggawah. The number of students whose learning motivation is high and very high reaches 90% and the number of students whose learning has been completed reaches 82.5%.Keywords:  the effectiveness, CTL method, reading, table, graphic AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XII IPS 2 SMA  Negeri Jenggawah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. mengikuti pembelajaran dengan metode pemecahan masalah. Di samping itu juga untuk mengetahui tingkat efektivitasnya dalam mencapai target ketuntasan pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah riset aksi model “Cyclical” Stephen Kemmis. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPS 2 SMA Negeri Jenggawah. Data dikumpulkan dengan tes prestasi berbentuk essay, skala motivasi, pedoman observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode CTL dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII IPS 2 SMAN Jenggawah ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis pada siklus 1 dan siklus 2, metode pembelajaran  CTL ternyata cukup efektif meningkatkan prestasi serta motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas XII IPS 2 SMAN Jenggawah. Jumlah siswa yang motivasi belajarnya tinggi dan sangat tinggi mencapai 90% dan jumlah siswa yang belajarnya telah tuntas mencapai 82.5%.Kata kunci:  efektifitas, metode CTL, membaca, tabel, grafik.
Jargon dalam Tindak Tutur Waria Pekerja Salon Sandra Jalan Jawa Jember dalam Interaksi Sosial Budi Utomo
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.056 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i1.79

Abstract

In the wider community, there is jargon used by certain community groups. Among the community groups are transgender groups. Transgenders use a variety of language called jargon. This is done to cover their identity and daily activities that tend to deviate or differ from other normal people. This situation is interesting to study because, with research, it can be seen how the variety of jargon-shaped languages used by transgenders in hiding their secrets so that they are not known by the public. This study uses a qualitative method. Data were obtained from the subject, namely the transgender women who worked at the Sandra salon, Jalan Jawa Jember, who used jargon in their daily communication with transgender women and sometimes even with their customers. Based on the data, it can be concluded that the jargon used by the transgender workers at the Sandra Salon Jalan Jawa Jember is in the form of words, abbreviations, or acronyms, and in the form of sentences that function for representative functions, directive functions, commissive functions, expressive functions, declarative functions, and communicative functions.Di dalam masyarakat luas terdapat jargon yang digunakan oleh kelompok masayarakat tertentu. Di antara kelompok masyarakat itu adalah kelompok waria. Para waria menggunakan variasi bahasa yang disebut dengan jargon. Hal ini dilakukan untuk menutupi identitas dan aktivitas keseharian mereka yang cenderung menyimpang atau berbeda dengan masyarakat lainnya yang normal. Keadaan ini menarik untuk diteliti karena dengan penelitian, bisa diketahui bagaimana ragam bahasa berbentuk jargon yang digunakan oleh para waria dalam menyembunyikan rahasia-rahasia mereka agar tidak diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh dari subjek yaitu dari para waria yang bekerja di salon Sandra jalan Jawa Jember yang kesehariannya menggunakan jargon dalam berkomunikasi dengan antarwaria bahkan terkadang dengan pelanggannya. Berdasarkan data, dapat disimpulkan bahwa jargon yang digunakan para waria pekerja salon Sandra jalan Jawa Jember berbentuk kata, singkatan atau akronim, dan berupa kalimat yang berfungsi untuk fungsi representatif, fungsi direktif, fungsi komisif, fungsi ekspresif, fungsi deklaratif, dan fungsi komunikatif.
Aplikasi Berbasis Word Wall pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Wini Sugiani
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.487 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i2.273

Abstract

AbstractThe problem that occurs in the field is that students' ability to analyze the elements of poetry is still low because students are not aware of the influence of figures of speech in poetry. In addition, the selection of teaching materials for the appreciation of literature is largely determined by the teacher's ability to analyze literary works. The general aim of this study is to find out the elements of the figurative language contained in Chairil Anwar's poem Senja di Pelabuhan Kecil as a means of enriching the intellectual insights of readers which can later be expressed in the form of appreciation of literary works and the creation of literary works. This research is qualitative, namely using descriptive-analytic research methods. The results of the study show that the use of a figure of speech has an important role because poetry is the embodiment of the poet's soul contained in the language medium. Even the figure of speech itself is often seen as a characteristic of a type of literature called poetry, although not all poetry features a figure of speech, in most of the poems, including the poem Senja di Pelabuhan Kecil, the use of a figure of speech is considered to be very supportive of poetic means and arrangement of meaning. The implications of this study refer to the possibility that the results of this study can be applied in the field. The study of the figurative language elements of Senja di Pelabuhan Kecil by Chairil Anwar can be used as teaching material for Literary Appreciation based on its relation to the criteria of teaching materials. AbstrakMasalah yang terjadi di lapangan adalah kemampuan siswa dalam menganalisis unsur-unsur puisi masih rendah karena siswa kurang menyadari pengaruh majas dalam puisi. Selain itu, pemilihan bahan ajar apresiasi sastra sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam menganalisis karya sastra. Tujuan umum penelitian ini  untuk mengetahui unsur majas yang terdapat dalam puisi Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar sebagai sarana memperkaya wawasan intelektual pembaca yang nantinya dapat dituangkan dalam bentuk apresiasi karya sastra maupun penciptaan karya sastra. Penelitan ini besrsifat kualitatif, yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan majas memiliki peranan yang cukup penting karena puisi itu merupakan perwujudan jiwa penyair yang tertuang dalam media bahasa. Bahkan majas sendiri sering dipandang sebagai ciri khas bagi jenis sastra yang disebut puisi, meskipun tidak semua puisi menampilkan majas, namun pada sebagian besar puisi termasuk puisi Senja di Pelabuhan Kecil ini, penggunaan majas dianggap sangat menunjang bagi sarana kepuitisan dan  susunan makna. Implikasi dari penelitian ini merujuk pada kemungkinan bahwa hasil penelitian ini dapat diterapkan di lapangan. Pengkajian terhadap unsur majas puisi Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar Apresiasi Sastra berdasarkan kaitannya dengan kriteria bahan ajar.
Tema, Fungsi, dan Nilai dalam Cerita Rakyat “Asal Usul Desa Selakambang” Henry Trias Puguh Jatmiko; Fendi Setiawan
Jurnal Guru Indonesia Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1142.288 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v2i1.245

Abstract

AbstractThis research is a qualitative descriptive study that aims to describe and explain the themes, functions, and values of the folklore of Selakambang Village. Data and information are collected through informants and documents. Data were collected through observation, interviews, recordings, and document analysis. The research sample was determined by the snowball sampling technique. Data validation is done by data triangulation. The result of this research is the theme of the folklore entitled The Origin of Selakambang Village is Patriotism and Leadership. While the function of folklore consists of four things, namely the aesthetic function, pragmatic function, ethical function, and historical function. Based on the analysis of the values contained in the folklore of Selakambang Village, it can be concluded that in the folklore there are four values, namely: cultural, religious, moral, and historical. This research has implications for the value of education and moral values in it which are devoted to readers, especially the younger generation so that they can apply them in everyday life. Another implication is the preservation of the folklore of Selakambang village both in writing and orally. AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tema, fungsi serta nilai dari cerita rakyat Desa Selakambang. Data dan informasi dikumpulkan melalui informan dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, rekaman, dan analisis dokumen. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik snowball sampling. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah tema cerita rakyat yang berjudul Asal Usul Desa Selakambang adalah Patriotisme dan Kepemimpinan. Sedangkan fungsi cerita rakyat terdiri atas empat hal yaitu fungsi estetis, fungsi pragmatis, fungsi etis dan fungsi historis. Berdasarkan analisis tentang nilai yang terdapat dalam cerita rakyat Desa Selakambang dapat disimpulkan bahwa dalam cerita rakyat ditemukan empat nilai, yaitu: budaya, religius, moral, dan sejarah. Penelitian ini berimplikasi pada nilai pendidikan dan nilai-nilai moral di dalamnya yang dikhususkan untuk pembaca khususnya generasi muda agar dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi lainnya yaitu lestarinya cerita rakyat desa Selakambang baik secara tertulis maupun lisan.
Pembelajaran Membaca Puisi dengan Menggunakan Metode Demonstrasi di Madrasah Tsanawiyah Yulli Kartika
Jurnal Guru Indonesia Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.72 KB) | DOI: 10.51817/jgi.v1i2.111

Abstract

AbstractThis study aims to describe the effectiveness of the demonstration method in learning to read poetry. This research does not carry out control variables so it is also called non-experimental research. This study only describes the object as it is. This study uses learning library techniques and test techniques that aim to obtain data. This technique is used to obtain data on the initial and final test scores for learning to read poetry by using the demonstration method. Based on the results of the study, it was found that the use of the demonstration method in learning to read poetry in class VII MTs PUI Maja in the 2013/2014 academic year could effectively improve students' abilities. This is proven based on the calculation using the product moment correlation formula above, it is obtained r = 0.88 or 0.88% and based on the guidelines for providing interpretation the correlation coefficient is included in the high correlation.Keywords: Method, Reading Poetry, DemonstrationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kefektifan metode demonstrasi pada pembelajaran membaca puisi.  Penelitian ini tidak melakukan control variable sehingga disebut juga penelitian non-eksperimen. Penelitian ini hanya menggambarkan objek apa adanya. Penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan pembelajaran dan teknik tes yang bertujuan untuk memeperoleh data. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data nilai tes awal dan tes akhir pembelajaran membaca puisi dengan menggunakan metode demonstrasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran membaca puisi di kelas VII MTs PUI Maja Tahun Ajar 2013/2014 efektif dapat meningkatkan kemampuan siswa. Hal tersebut terbukti berdasarkan penghitungan menggunakan rumus korelasi product moment di atas diperoleh r = 0,88 atau 0,88% dan berdasarkan pedoman pemberian interpretasi koefisien korelasi termasuk pada korelasi tinggi.Kata kunci:  Metode, Membaca Puisi, Demonstrasi