cover
Contact Name
Indrya Mulyaningsih
Contact Email
jgippjbsip2021@gmail.com
Phone
+6289667890219
Journal Mail Official
jgippjbsip2021@gmail.com
Editorial Address
The Suite Metro Apartment, Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Buah batu Kabupaten Bandung, West Java 40286
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Guru Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2798463X     DOI : https://doi.org/10.51817
Jurnal Guru Indonesia atau JGI menerbitkan artikel hasil penelitian bidang pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, baik di sekolah dasar, sekoah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas.
Articles 74 Documents
Kepraktisan Tes Sumatif bagi Siswa di SMAN 2 Cibarusah, Kabupaten Bekasi Qodriah, Laelatul; Arliyan, Eling
Jurnal Guru Indonesia Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jgi.v5i2.743

Abstract

Tes sumatif merupakan instrumen penilaian yang krusial di akhir periode pembelajaran untuk mengukur ketercapaian tujuan pendidikan. Pemilihan bentuk tes yang tepat menjadi faktor determinan dalam validitas dan efektivitas penilaian, namun aspek kepraktisan pelaksanaannya di lapangan sering luput dari kajian mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepraktisan tes sumatif dalam bentuk Ujian Akhir Semester (UAS) di SMA Negeri 2 Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Data dijaring melalui instrumen angket yang disebarkan kepada siswa sebagai subjek pelaksana tes di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UAS di SMAN 2 Cibarusah dinilai praktis dari aspek administrasi, yang ditandai dengan adanya petunjuk pengerjaan soal yang jelas. Selain itu, dari perspektif siswa, instrumen tes masuk dalam kategori mudah dipahami karena penggunaan bahasa dan konstruksi soal yang sederhana. Temuan menarik lainnya menunjukkan bahwa soal-soal UAS memberikan keleluasaan bagi siswa untuk menjawab berdasarkan opini, yang mengindikasikan tingginya tingkat fleksibilitas respons. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepraktisan tes sumatif di lokasi studi telah terpenuhi pada aspek kemudahan penggunaan dan kejelasan instruksi. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya keseimbangan antara kemudahan teknis dengan validitas isi agar tujuan pembelajaran tetap dapat diukur secara akurat.Practicality of Summative Tests for Students at SMAN 2 Cibarusah, Bekasi RegencySummative tests are crucial assessment instruments administered at the end of a learning period to measure the achievement of educational objectives. Selecting the appropriate test format is a determining factor in the validity and effectiveness of the assessment, but the practicality of their implementation in the field is often overlooked. This study aims to analyze the practicality of summative tests in the form of Final Semester Exams (UAS) at SMA Negeri 2 Cibarusah, Bekasi Regency. A descriptive quantitative approach was used. Data were collected through a questionnaire distributed to students as test subjects at the school. The results indicate that the UAS at SMAN 2 Cibarusah is considered practical from an administrative aspect, as indicated by the presence of clear instructions for completing the questions. Furthermore, from the students' perspective, the test instrument is categorized as easy to understand due to the use of simple language and question construction. Another interesting finding is that the UAS questions provide students with the freedom to answer based on their opinions, indicating a high level of response flexibility. This study concludes that the practicality of summative tests at the study site has been met in terms of ease of use and clarity of instructions. This finding implies the importance of balancing technical convenience with content validity so that learning objectives can still be measured accurately.
Tren dan Tantangan Pembelajaran Menulis Naskah Drama di Indonesia: Systematic Literature Review Dewi, Kartika Sandra; Fadilah, Nurul; Lapingga, Dwi; Azizah, Siti Nur
Jurnal Guru Indonesia Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jgi.v5i2.827

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan peningkatan keterampilan menyusun naskah drama pada jenjang pendidikan menengah melalui sintesis berbagai artikel penelitian relevan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan prosedur identifikasi, penyaringan, eligibilitas, dan inklusi terhadap artikel-artikel yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2024. Sumber data berasal dari basis data elektronik SINTA. Sebanyak 250 artikel teridentifikasi dan setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 30 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut. Instrumen penelitian berupa lembar koding yang digunakan untuk mengekstraksi informasi mengenai latar belakang, metode, model, media, serta hasil penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik dan sintesis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mendominasi metodologi yang digunakan (60%), umumnya dilaksanakan dalam dua siklus dengan peningkatan signifikan pada capaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di setiap siklusnya. Model Pembelajaran Berbasis Proyek terbukti paling efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis naskah drama, diikuti model latihan terbimbing, model sinektik, dan model kooperatif tipe Think Pair Share. Media audiovisual dan platform digital seperti YouTube dan Google Classroom mendominasi penggunaan pascapandemi COVID-19. Faktor penghambat utama meliputi kesulitan mengembangkan ide (80%), keterbatasan kosakata (70%), metode pembelajaran monoton (75%), dan rendahnya minat baca (60%). Adapun faktor pendukung meliputi penggunaan media inovatif (90%), minat terhadap seni peran, lingkungan diskusi yang suportif, serta akses terhadap perangkat digital. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan keterampilan menulis naskah drama membutuhkan intervensi holistik yang mencakup inovasi model dan media pembelajaran, penguatan literasi baca, serta penciptaan lingkungan belajar yang kolaboratif. Guru disarankan mengadopsi model PjBL kolaboratif dan memanfaatkan platform digital tidak hanya sebagai media pengumpulan tugas, tetapi juga sebagai ruang publikasi karya siswa.Trends and Challenges in Teaching Drama Script Writing in Indonesia: A Systematic Literature ReviewThis study aims to describe the improvement of drama script writing skills at the secondary education level through the synthesis of various relevant research articles. The method used is a Systematic Literature Review (SLR) with identification, screening, eligibility, and inclusion procedures for articles published between 2015 and 2024. The data source comes from the SINTA electronic database. A total of 250 articles were identified and after going through a selection process based on inclusion and exclusion criteria, 30 articles were obtained that met the requirements for further analysis. The research instrument was a coding sheet used to extract information regarding the background, methods, models, media, and research results. Data analysis techniques used thematic analysis and narrative synthesis. The results showed that Classroom Action Research (CAR) dominated the methodology used (60%), generally implemented in two cycles with a significant increase in the achievement of the Minimum Completion Criteria (KKM) in each cycle. The Project-Based Learning Model proved to be the most effective in improving drama script writing skills, followed by the guided practice model, the synectic model, and the Think Pair Share cooperative model. Audiovisual media and digital platforms such as YouTube and Google Classroom dominate post-COVID-19 pandemic usage. The main inhibiting factors include difficulty developing ideas (80%), limited vocabulary (70%), monotonous learning methods (75%), and low interest in reading (60%). Supporting factors include the use of innovative media (90%), interest in acting, a supportive discussion environment, and access to digital devices. The implications of this study confirm that improving drama scriptwriting skills requires holistic interventions that include innovation in learning models and media, strengthening reading literacy, and creating a collaborative learning environment. Teachers are advised to adopt a collaborative PjBL model and utilize digital platforms not only as a medium for submitting assignments but also as a space for publishing student work.
Model Peta Pikiran Sebagai Strategi Kognitif dalam Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Peserta Didik Kelas XI SMK Supriyadin, Supriyadin
Jurnal Guru Indonesia Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jgi.v5i2.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosedur persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan model peta pikiran serta menganalisis pengaruh model tersebut terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed method) dengan tipe embedded design. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMK yang terdiri atas kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran menulis cerpen dengan model peta pikiran dan kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran dengan model ekspositori. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi untuk mendeskripsikan prosedur pembelajaran, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui tes menulis cerpen dan tes kemampuan berpikir kreatif. Analisis data kualitatif dilakukan dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, sedangkan analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji-t pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur pembelajaran menulis cerpen dengan model peta pikiran dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan instrumen penilaian; (2) tahap pelaksanaan yang meliputi kegiatan orientasi, pembentukan kelompok, pembuatan peta pikiran secara kolaboratif, pengembangan peta pikiran menjadi cerpen utuh, dan presentasi hasil karya; serta (3) tahap penilaian yang meliputi penilaian proses melalui observasi dan penilaian hasil melalui pedoman penskoran cerpen. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen peserta didik yang memperoleh pembelajaran dengan model peta pikiran dan model ekspositori, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Demikian pula pada kemampuan berpikir kreatif, diperoleh nilai thitung sebesar 5,896 > ttabel >(2,064), yang menunjukkan bahwa model peta pikiran berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa model peta pikiran tidak hanya efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis cerpen, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Model ini direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran menulis di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan sebagai strategi alternatif yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.Mind Map Model as a Cognitive Strategy in Learning to Write Short Stories for Grade XI Vocational High School StudentsThis study aims to describe the preparation, implementation, and assessment procedures for learning to write short stories using the mind map model and analyze the model's influence on the creative thinking skills of 11th-grade vocational high school students. This study uses a mixed methods approach with an embedded design type. The subjects of the study were 11th-grade vocational high school students consisting of an experimental class that received short story writing learning using the mind map model and a control class that received learning using the expository model. Qualitative data were collected through observation to describe the learning procedures, while quantitative data were collected through short story writing tests and creative thinking ability tests. Qualitative data analysis was carried out using the Miles and Huberman interactive analysis model, while quantitative data analysis was carried out using the t-test at a significance level of 0.05. The results of the study indicate that the short story writing learning procedure using the mind map model is carried out through three main stages, namely: (1) the preparation stage which includes preparing a learning implementation plan and preparing assessment instruments; (2) the implementation stage which includes orientation activities, group formation, making collaborative mind maps, developing mind maps into complete short stories, and presentation of work; and (3) the assessment stage which includes assessing the process through observation and assessing the results through short story assessment guidelines. The results of the hypothesis test show that there is a significant difference between the short story writing abilities of students who receive learning with the mind map model and the expository model, with a significance value of 0.000 (<0.05). Similarly, in creative thinking abilities, the calculated tvalue is 5.896 > ttable > (2.064), which indicates that the mind map model has a significant influence on students' creative thinking abilities. The findings of this study indicate that the mind map model is not only effective in improving short story writing skills, but also contributes to the development of students' creative thinking abilities. This model is recommended to be implemented in writing learning at the Vocational High School level as an innovative and student-centered alternative strategy.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi pada Siswa Sekolah Menengah Pertama: Systematic Literature Review Sobri, Ananda; Nuraeni, Siti; Rosmayanti, Anis; Vihanura, Lujeng
Jurnal Guru Indonesia Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/jgi.v5i2.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis temuan-temuan penelitian terkait peningkatan keterampilan menulis puisi pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis. Permasalahan penelitian ini berangkat dari masih rendahnya keterampilan menulis puisi siswa yang disebabkan oleh keterbatasan kosakata, rendahnya motivasi, serta kurang bervariasinya model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik komparatif terhadap artikel-artikel penelitian yang relevan. Data penelitian dikumpulkan dari 30 artikel jurnal nasional yang terbit dalam rentang waktu 2014–2024. Proses kajian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan (penelusuran dan seleksi artikel), serta pelaporan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar studi menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menegaskan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan menulis puisi siswa melalui penerapan berbagai model, metode, dan media pembelajaran, seperti media gambar, audio visual, mind mapping, inkuiri, hingga project-based learning. Temuan ini menegaskan bahwa variasi model pembelajaran yang inovatif dan kontekstual mampu meningkatkan motivasi, kreativitas, serta kualitas hasil tulisan puisi siswa. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi akademik berupa pemetaan kecenderungan metode penelitian dan strategi pembelajaran yang efektif dalam upaya peningkatan keterampilan menulis puisi pada jenjang SMP.Improving Poetry Writing Skills in Junior High School Students: A Systematic Literature ReviewThis study aims to examine and synthesize research findings related to improving poetry writing skills in Junior High School (SMP) students through a systematic literature review approach. The research problem stems from the still low poetry writing skills of students caused by limited vocabulary, low motivation, and a lack of variety of learning models used by teachers. The method used in this study is a Systematic Literature Review (SLR) with a comparative technique against relevant research articles. Research data were collected from 30 national journal articles published between 2014 and 2024. The review process includes the planning stage, implementation (search and selection of articles), and reporting the results of the analysis. The results show that most studies used the Classroom Action Research (CAR) method and confirmed a significant increase in students' poetry writing skills through the application of various learning models, methods, and media, such as images, audiovisuals, mind mapping, inquiry, and project-based learning. These findings confirm that a variety of innovative and contextual learning models can improve motivation, creativity, and the quality of students' poetry writing. Thus, this study provides an academic contribution by mapping the trends in research methods and effective learning strategies for improving poetry writing skills at the junior high school level.