cover
Contact Name
Vira Setia Ningrum
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
+6281805071077
Journal Mail Official
jebp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang 5 Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan (JEBP)
ISSN : -     EISSN : 27981193     DOI : https://doi.org/10.17977/um066
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Pendidikan (JEBP) is a scientific journal in the business, economy, and education fields. This journal focuses on theoretical and empirical studies in the field of economy, business, and education. It welcomes research in the areas of economic development, economic behavior, digital economy, economy education, economy system, finance and banking, small and medium enterprises, financial management, development of a company, finance of a company, business and economic learning, learning instruments, learning achievement, teaching and learning strategies, learning assessment, as well as learning media.
Articles 306 Documents
ANALISIS VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM DAN INDIKATOR MAKROEKONOMI DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH DINAMIKA VUCA Nabila Ulfah Azahroh
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis indikator makroekonomi dan volatilitas Indeks HargaSaham Gabungan (IHSG) yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,terutama dengan mempertimbangkan dinamika Era VUCA (Volatile,Uncertain, Complex, and Ambiguous). Untuk mengevaluasi dampak signifikanpandemi COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia, penelitian inimenggunakan data dari tahun 2019 hingga 2022. Hasil menunjukkan bahwaketidakstabilan ekonomi, yang ditunjukkan oleh perubahan nilai tukar rupiahdan penurunan IHSG, menimbulkan ketidakpastian di pasar modal. Kondisi inidiperburuk oleh kebijakan pemerintah yang diberlakukan selama pandemi,seperti pembatasan sosial. Selain itu, investor dipaksa untuk meninggalkanpasar saham dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman, seperti emasdan obligasi. Studi ini menganalisis bagaimana IHSG berhubungan denganindikator makroekonomi seperti inflasi dan suku bunga. Hasil menunjukkanbahwa kenaikan suku bunga memiliki dampak negatif yang signifikan terhadapIHSG, karena tingginya biaya pinjaman dapat mengurangi kemampuanmasyarakat untuk membeli barang dan menghambat investasi perusahaan.Sebaliknya, hubungan inflasi dengan IHSG lebih rumit. Inflasi yang terkendalidapat membantu pertumbuhan ekonomi, tetapi ada risiko penurunan outputkarena inflasi yang terlalu tinggi. Di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini,penting bagi pembuat kebijakan dan investor untuk memahami dinamikapasar dan elemen yang memengaruhi pergerakan IHSG. Artikel inimenekankan betapa pentingnya memantau indikator makroekonomi sebagaidasar pengambilan keputusan investasi. Untuk membuat strategi investasiyang efektif, sangat penting untuk memperhatikan variabel eksternal sepertifluktuasi harga komoditas dan kebijakan moneter negara maju. Oleh karenaitu, artikel ini tidak hanya menjelaskan bagaimana IHSG berfungsi dalamekonomi global yang lebih luas, tetapi juga memberi investor saran untukmembuat keputusan yang lebih cerdas dan strategis. Diharapkan bahwaanalisis yang mendalam ini akan meningkatkan pemahaman tentanghubungan antara indikator makroekonomi dan pasar modal serta implikasinyabagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM DAN INDIKATOR MAKROEKONOMI DI TENGAH OPTIMISME PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA Lutfia Tsalisati
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikanmencapai 8% per tahun, volatilitas indeks harga saham menjadi tantangansignifikan. Artikel ini menganalisis keterkaitan antara volatilitas indeks sahamdan indikator makroekonomi untuk mengidentifikasi dampaknya terhadapsektor keuangan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Penelitianini menggunakan pendekatan metode ARSD (Annualized Rolling StandardDeviation) dan indeks volatilitas (VIX) untuk memprediksi fluktuasi pasarsaham jangka pendek. Analisis khusus dilakukan untuk membandingkanvolatilitas pasar saham sebelum dan setelah pandemi COVID-19. Hasilanalisis menunjukkan peningkatan volatilitas signifikan selama pandemi.Artikel ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkanketahanan sektor keuangan terhadap kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty,Complexity, Ambiguity).
VOLATILITAS PASAR KEUANGAN: TANTANGAN DAN PELUANG BAGI INVESTOR Muhammad Muadz Al Afif
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPasar keuangan merupakan cerminan dinamika ekonomi global yang seringdiwarnai oleh volatilitas, yaitu fluktuasi signifikan dalam harga aset. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara volatilitas pasar, yangdiukur melalui indeks VIX, dan alokasi saham oleh investor dalam rentangwaktu 2015–2024. Metode yang digunakan adalah analisis data historis VIXdan persentase alokasi saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwapeningkatan indeks VIX cenderung menyebabkan penurunan alokasi sahamoleh investor, mengindikasikan adanya penghindaran risiko di tengahketidakpastian pasar. Sebaliknya, ketika indeks VIX menurun, alokasi sahammeningkat sebagai respons terhadap kondisi pasar yang lebih stabil. Temuanini menegaskan bahwa volatilitas pasar memainkan peran penting dalampengambilan keputusan investasi. Pemahaman mendalam tentang volatilitasmemungkinkan investor untuk mengelola risiko lebih efektif danmemanfaatkan peluang yang muncul dalam kondisi pasar yang fluktuatif.AbstractThe financial market reflects the dynamics of the global economy, oftencharacterized by volatility, which signifies significant fluctuations in assetprices. This study aims to analyze the relationship between market volatility,measured through the VIX index, and investors' equity allocation from 2015 to2024. The methodology involves analyzing historical data on the VIX index andequity allocation percentages. The results indicate that an increase in the VIXindex tends to lead to a decrease in equity allocation by investors, suggestingrisk aversion amid market uncertainty. Conversely, when the VIX indexdecreases, equity allocation rises in response to more stable marketconditions. These findings confirm that market volatility plays a significant rolein investment decision-making. A deep understanding of volatility enablesinvestors to manage risk more effectively and seize opportunities that ariseunder fluctuating market
ANALISIS HUBUNGAN VOLATILITAS SAHAM BUKA, BRIS, KAEF, HMSP LQ45 DAN INDIKATOR PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL Arvian Rifki Santosa
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara volatilitas sahamperusahaan dalam indeks LQ45 (BUKA, BRIS, KAEF, HMSP) dan indikatorpertumbuhan ekonomi nasional, seperti PDB, inflasi, suku bunga, dan nilaitukar Rupiah. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan datasekunder periode 2016–2023, penelitian ini mengevaluasi pengaruh dinamikapasar modal terhadap stabilitas ekonomi domestik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa saham-saham ini memiliki karakteristik volatilitas yangberbeda. Saham BRIS menunjukkan volatilitas tertinggi, sedangkan sahamBUKA memiliki volatilitas paling rendah. Volatilitas saham secara signifikandipengaruhi oleh perubahan suku bunga dan nilai tukar, serta kondisi ekonomiglobal. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi investor dan pembuatkebijakan dalam menyusun strategi investasi dan kebijakan ekonomi yangadaptif terhadap kondisi pasar. This research aims to analyze the relationship between the volatility ofcompany shares in the LQ45 index (BUKA, BRIS, KAEF, HMSP) and indicatorsof national economic growth, such as GDP, inflation, interest rates and theRupiah exchange rate. Using a quantitative approach and secondary data forthe 2016–2023 period, this research evaluates the influence of capital marketdynamics on domestic economic stability. The research results show thatthese stocks have different volatility characteristics. BRIS shares show thehighest volatility, while BUKA shares have the lowest volatility. Stock volatilityis significantly influenced by changes in interest rates and exchange rates, aswell as global economic conditions. These findings provide important insightsfor investors and policy makers in developing investment strategies andeconomic policies that are adaptive to market conditions.
ANALISIS VOLATILITAS INFLASI DI INDONESIA: DAMPAKNYA TERHADAP KEBIJAKAN MONETER DAN PEMBANGUNAN EKONOMI Naufal Andre Setiawan
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi merupakan fenomena ekonomi yang signifikan dalam kontekspembangunan ekonomi di Indonesia. Artikel ini menganalisis volatilitas inflasidari tahun 2010 hingga 2023 dan dampaknya terhadap kebijakan moneterserta pembangunan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatankuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan BankIndonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa volatilitas inflasi rata-ratamencapai 25%, dengan puncak fluktuasi yang signifikan menjelang tahun2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian inflasi berdampaknegatif pada daya beli masyarakat dan keputusan investasi. Hubungansignifikan antara volatilitas inflasi dan kebijakan suku bunga acuan BankIndonesia teridentifikasi, di mana peningkatan 1% dalam volatilitas inflasiberhubungan dengan kenaikan suku bunga acuan sebesar 0,5%. Implikasi daripenelitian ini menyoroti perlunya strategi kebijakan yang lebih komprehensifuntuk mengatasi tantangan inflasi, termasuk diversifikasi ekonomi danpenguatan sektor produksi lokal guna mendukung pertumbuhan ekonomiyang stabil dan berkelanjutan. Inflation is a significant economic phenomenon in the context of economicdevelopment in Indonesia. This article analyzes inflation volatility from 2010 to2023 and its impact on monetary policy and economic development. Thisresearch uses a quantitative approach with secondary data from the CentralStatistics Agency and Bank Indonesia. The analysis results show that inflationvolatility reaches an average of 25%, with a significant peak of fluctuationapproaching 2024. These findings indicate that inflation uncertainty has anegative impact on people's purchasing power and investment decisions. Asignificant relationship between inflation volatility and Bank Indonesia'sbenchmark interest rate policy was identified, where a 1% increase in inflationvolatility corresponds to a 0.5% increase in the benchmark interest rate. Theimplications of this research highlight the need for a more comprehensivepolicy strategy to overcome inflation challenges, including economicdiversification and strengthening local production sectors to support stableand sustainable economic growth.
VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM DAN PENGARUH INDIKATOR EKONOMI PADA KINERJA PT PERUSAHAAN GAS NEGARA TBK (PGAS) Tegar Setya Pambudi
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 4 No. 12 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi ini mengkaji volatilitas harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk(PGAS) serta dampak indikator ekonomi terhadap kinerja saham perusahaantersebut. Dengan menggunakan data dari tahun 2018 hingga 2023, volatilitasimbal hasil saham PGAS dihitung menggunakan standar deviasi dan dilakukananalisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh indikator ekonomiutama seperti suku bunga, inflasi, nilai tukar, harga energi, dan pertumbuhanekonomi (PDB) terhadap volatilitas saham. Hasil penelitian menunjukkanbahwa seluruh indikator ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan terhadapvolatilitas saham PGAS. Secara spesifik, suku bunga, inflasi, harga energi, danpertumbuhan ekonomi berpengaruh positif, sedangkan nilai tukarberpengaruh negatif. Model ini mampu menjelaskan 68% variasi dalamvolatilitas saham, yang mengindikasikan bahwa faktor-faktor ekonomimerupakan pendorong utama fluktuasi harga saham PGAS. Temuan inimemberikan wawasan yang berharga bagi manajemen PGAS dan parainvestor dalam mengelola risiko yang terkait dengan volatilitas saham.
ANALISIS VOLATILITAS SAHAM LQ45 SAHAM AMRT, BBCA, GGRM, SIDO TERHADAP PERKEMBANGAN EKONOMI Alip Saputra
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis volatilitas harga saham LQ45, khususnya AMRT,BBCA, GGRM, dan SIDO dalam kaitannya dengan perkembangan ekonominasional. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif,analisis dilakukan melalui perhitungan standar deviasi untuk mengukurfluktuasi harga saham selama periode 20022-2023. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa volatilitas saham GGRM cenderung tinggi, dipengaruhioleh regulasi dan tren eksternal, sedangkan saham AMRT dan SIDO memilikivolatilitas yang lebih rendah dengan stabilitas harga yang relatif tinggi. SahamBBCA menunjukkan volatilitas sedang, mencerminkan stabilitas sektorperbankan di tengah dinamika ekonomi. Penelitian ini memberikan wawasanpenting untuk mendukung pengambilan keputusan investasi berbasis data dipasar modal Indonesia.
ANTISIPASI KONDISI VUCA: STUDI VOLATILITAS INDEKS HARGA SAHAM BERBAGAI SEKTOR DAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO Dany Raihan Bahi
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar modal berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,baik sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan maupun sebagai saranainvestasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisvolatilitas saham di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan kompleks,dengan fokus pada sektor keuangan sebagai tulang punggung perekonomiannasional. Dalam konteks VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity,Ambiguity), volatilitas saham seringkali dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomimakro seperti inflasi dan suku bunga, yang berdampak pada pengambilankeputusan investasi oleh para investor. Metode penelitian menggunakananalisis data sekunder yang mencakup fluktuasi harga saham, inflasi, dansuku bunga dalam periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan adanyahubungan yang signifikan antara dinamika indikator makroekonomi danvolatilitas pasar modal. Hal ini menegaskan pentingnya strategi mitigasi risikomelalui diversifikasi portofolio, penggunaan instrumen derivatif, danpemantauan kebijakan ekonomi. Penelitian ini memberikan rekomendasikepada investor untuk mengadopsi pendekatan berbasis data dan rasionaldalam pengelolaan investasi di tengah ketidakpastian. Dengan demikian,pasar modal dapat terus berperan sebagai pendorong utama pertumbuhanekonomi nasional.
SEKTOR KEUANGAN SEBAGAI TULANG PUNGGUNG PEREKONOMIAN NASIONAL: ANALISIS VOLATILITAS DAN STUDI KASUS PERUSAHAAN BANK CENTRAL ASIA (BCA) Diki Insyra Winata
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor keuangan memiliki peran penting sebagai tulang punggungperekonomian nasional, memfasilitasi transaksi, investasi, dan manajemenrisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sektor keuanganmelalui analisis volatilitas dan mengkaji dampak dari volatilitas tersebutterhadap kinerja dan stabilitas Bank Central Asia (BCA), salah satu bankterkemuka di Indonesia. Dengan menggunakan analisis kuantitatif, penelitianini mengeksplorasi hubungan antara fluktuasi pasar keuangan, faktormakroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan nilai tukar, serta dampaknyaterhadap stabilitas keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipunmenghadapi volatilitas yang tinggi, BCA berhasil mengelola risiko dan menjagastabilitas keuangan dengan menerapkan strategi manajemen risiko yangefektif seperti instrumen derivatif, diversifikasi portofolio, dan fokus pada asetasetberkualitas tinggi. Ketahanan BCA berkontribusi pada stabilitas sektorkeuangan Indonesia secara lebih luas, yang memperkuat peran pentinginstitusi perbankan dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.Penelitian ini menyoroti pentingnya kebijakan keuangan yang sehat danmanajemen risiko yang kuat dalam memastikan stabilitas dan pertumbuhansektor keuangan.
ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA TERHADAP VOLATILITAS SAHAM PERUSAHAAN LQ45: STUDI KASUS EMPAT PERUSAHAAN DI INDONESIA: Dwi Susilo
Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis ini mengeksplorasi volatilitas harga saham dari empat perusahaan besardi Indonesia—Indofood Sukses Makmur (INDF), Bank Rakyat Indonesia (BBRI),Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), dan Kalbe Farma (KLBF)—selama periodeAgustus 2021 hingga Juli 2022. Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesiayang mencapai 8% per tahun, stabilitas Suku Bunga BI di level 3,50% berperanpenting dalam mendukung pemulihan ekonomi dengan menjaga inflasi danmendorong investasi. Penelitian ini menggunakan data bulanan untuk menghitungindeks volatilitas dan menerapkan analisis regresi untuk memahami hubunganantara variabel ekonomi makro dan volatilitas saham. Hasil menunjukkan bahwaBBRI mengalami lonjakan volatilitas, sementara KLBF menunjukkan stabilitasyang lebih tinggi. Sektor keuangan, terutama bank besar, mencatat pertumbuhanlaba yang signifikan meskipun menghadapi tantangan global. Temuan inimenegaskan pentingnya pemahaman terhadap dinamika pasar dalammenghadapi ketidakpastian ekonomi, serta perlunya strategi investasi yangadaptif dalam lingkungan VUCA.