Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN WISATA PASAR PERTANIAN DI KOTA PASURUAN Rezkiyani, Atik; Bintarjo, Benny; Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Inovasi Teknologi dan Edukasi Teknik Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ngeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um068.v4.i2.2024.4

Abstract

Abstrak : Arsitektur Neo-Vernakular merupakan pendekatan yang lahir sebagai kritik terhadap modernisme, menggabungkan elemen tradisional dengan inovasi kontemporer. Arsitektur ini menekankan pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi dalam desain yang relevan dengan zaman modern. Dalam perancangan Wisata Pasar Pertanian di Kota Pasuruan, konsep ini diwujudkan dengan memadukan bentuk tradisional, seperti atap Rumah Adat Suku Tengger, dengan material modern seperti baja ringan. Desain bangunan ini juga mengintegrasikan ornamen batik khas Kota Pasuruan, Batik Harmonie, yang menggambarkan tugu dililit daun sirih, simbol kesuburan dan kemakmuran, mencerminkan kekayaan pertanian dan ekonomi lokal. Selain itu, konsep pasar tradisional dihadirkan dengan memperbolehkan aksi tawar-menawar antara penjual dan pembeli, menghidupkan kembali nuansa interaksi sosial yang khas. Proyek ini sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2023 yang bertujuan mengembangkan kemandirian dan daya saing ekonomi berbasis potensi lokal. Diharapkan, Wisata Pasar Pertanian ini menjadi ikon wisata belanja di Kota Pasuruan, menawarkan pasar kebutuhan pokok, pasar oleh-oleh khas, dan pasar kuliner yang mencerminkan kekayaan alam dan budaya kota.
IMPLEMENTASI RENCANA PEMBANGUNAN PERGURUAN TINGGI DALAM PERATURAN DAERAH RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN GRESIK Haura, Regina Hafidhah; Kusumaningayu, Intan; Soemarwanto, Dadoes
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56042

Abstract

ABSTRAK Rencana pemerintah dalam peraturan daerah rencana tata ruang dan wilayah (rtrw) mengenai program rencana pembangunan perguruan tinggi sesuai dengan sektor unggulan yang ada dikawasan tersebut. Rencana ini juga di dukung dengan adanya Renja Dinas Perikanan yang membutuhkan calon – calon SDM profesional di bidang kelautan dan perikanan. Penelitian ini mengenalisa rencana program perguruan tinggi yang tepat untuk dibangunan di Kab. Gresik dengan memfokuskan bidang studi kelautan dan perikanan. Metode pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan sebagai pelengkapan data penelitian ini. Kabupaten Gresik terkenal dengan sektor unggulan industri salah satunya di bidang perikanan dan lokasinya yang strategis maka dari itu didapat bahwa perguruan tinggi politeknik kelautan dan perikanan menjadi implementasi yang tepat berdasarkan isu tersebut. Kata Kunci: Politeknik, Kelautan, Perikanan, Gresik ABSTRACT The government plan in the regional regulation of the spatial and regional plan regarding the college development plan program is in accordance with the leading sector in the area. This plan is also supported by the Renja of the Fisheries Service which requires prospective professional human resources in the field of marine and fisheries. This research recognizes the right college program plan to be built in Gresik Regency by focusing on the field of marine and fisheries studies. Primary and secondary data collection methods are used to complete this research data. Gresik Regency is famous for its superior industrial sector, one of which is in the field of fisheries and its strategic location, therefore it is found that the marine and fisheries polytechnic college is the right implementation based on these issues. Keywords: Polytechnic, Marine, Fisheries, Gresik, Indonesia
IMPLEMENTASI RENCANA PEMBANGUNAN PERGURUAN TINGGI DALAM PERATURAN DAERAH RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN GRESIK Haura, Regina Hafidhah; Kusumaningayu, Intan; Soemarwanto, Dadoes
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56042

Abstract

ABSTRAK Rencana pemerintah dalam peraturan daerah rencana tata ruang dan wilayah (rtrw) mengenai program rencana pembangunan perguruan tinggi sesuai dengan sektor unggulan yang ada dikawasan tersebut. Rencana ini juga di dukung dengan adanya Renja Dinas Perikanan yang membutuhkan calon – calon SDM profesional di bidang kelautan dan perikanan. Penelitian ini mengenalisa rencana program perguruan tinggi yang tepat untuk dibangunan di Kab. Gresik dengan memfokuskan bidang studi kelautan dan perikanan. Metode pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan sebagai pelengkapan data penelitian ini. Kabupaten Gresik terkenal dengan sektor unggulan industri salah satunya di bidang perikanan dan lokasinya yang strategis maka dari itu didapat bahwa perguruan tinggi politeknik kelautan dan perikanan menjadi implementasi yang tepat berdasarkan isu tersebut. Kata Kunci: Politeknik, Kelautan, Perikanan, Gresik ABSTRACT The government plan in the regional regulation of the spatial and regional plan regarding the college development plan program is in accordance with the leading sector in the area. This plan is also supported by the Renja of the Fisheries Service which requires prospective professional human resources in the field of marine and fisheries. This research recognizes the right college program plan to be built in Gresik Regency by focusing on the field of marine and fisheries studies. Primary and secondary data collection methods are used to complete this research data. Gresik Regency is famous for its superior industrial sector, one of which is in the field of fisheries and its strategic location, therefore it is found that the marine and fisheries polytechnic college is the right implementation based on these issues. Keywords: Polytechnic, Marine, Fisheries, Gresik, Indonesia
STUDI KOMPARASI AKTIVITAS PENATAAN MASSA DAN RUANG DALAM OPTIMALISASI PERENCANAAN REST AREA STUDI KASUS: REST AREA KM 429 A DAN REST AREA PENDOPO 456 SALATIGA Saifullah, Ahmad; Soaduon Panjaitan, Tigor Wilfritz; Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.84

Abstract

Rest area adalah salah satu bagian dari prasarana pendukung dalam infrastruktur jalan tol yang berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat bagi pengendara selama perjalanan panjang. Selain itu, fasilitas yang tersedia diharapkan juga dimanfaatkan untuk memperoleh informasi kondisi jalan, cuaca, kegiatan keagamaan, dan mengecek kondisi kendaraannya.Untuk memberikan layanan terbaik bagi pengguna jalan tol, penting untuk melakukan penataan massa dan ruang yang optimal dalam perencanaan sebuah rest area. Penelitian ini berfokus pada penemuan kriteria elemen ruang luar pada penataan massa yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan efisiensi operasional pada optimalisasi perencanaan rest area. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, melalui analisis studi literatur serta studi kasus Rest Area KM 429A, Rest Area Pendopo 456 Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rest Area Pendopo 456 Salatiga memiliki kriteria penataaan massa dan pengelompokan fasilitas yang lebih efisien, serta penataan hubungan spasial yang paling banyak digunakan adalah model penataan ruang dalam ruang yang memberikan fleksibilitas yang tinggi di kedua rest area. Dengan adanya studi komparasi aktivitas penataan massa dan ruang dalam optimalisasi perencanaan rest area pada kedua studi kasus ini, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, fleksibilitas dalam hubungan ruang yang lebih terintegrasi. Diharapkan hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti lain di masa mendatang.
IMPLEMENTASI ELEMEN OLAHRAGA VOLI DAN BASKET PADA BENTUK GOR DI KABUPATEN LAMONGAN DENGAN PENDEKATAN ANALOGI ramadhan, putra ahmad; Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i1.90

Abstract

Berpartisipasi dalam olahraga adalah sebuah bagian dari aktivitas sehari-hari dan sangat membantu manusia untuk membangun tubuh dan pikiran yang sehat. Semakin banyaknya atlet dan jumlah klub olahraga dalam berbagai cabor yang mengharuskan pemerintah membuat fasilitas olahraga berstandar, agar dapat menunjang para atlet muda untuk mengembangkan atau meningkatkan kualitasnya ke rana nasional maupun internasional. Gedung olahraga adalah fasilitas atau lokasi yang dirancang khusus untuk mendukung satu atau beberapa kegiatan olahraga, bersama dengan berbagai macam peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebutPenelitian ini bertujuan untuk me-Redesain Sport Centre Lamongan yaitu kebutuhan para atlet dengan menjadikan bentuk bangunan yang menyimbolkan suatu tempat olahraga dan dapat memenuhi standar nasional GOR tipe B. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan cara pengumpulan data melalui studi literatur tentang olahraga bola voli, olahraga bola basket, serta pengumpulan data tentang analogi melalui studi banding. Dengan membawakan konsep “Sportif ber-Ekspresif” terdapat pengimplementasian bentuk bangunan dengan meng-analogikan suatu bentuk. Hasil penelitian membentuk sebuah desain GOR dengan meng-analogikan elemen-elemen olahraga voli dan basket sehingga pengguna dapat memahami fungsi GOR hanya dari kontak visual saja. Implementasi dalam GOR dipilih pada bentuk bangunannya. Pemilihan warna yang sesuai dengan sesuatu yang di analogikan pada GOR, agar saat kontak mata akan terbayang langsung bahwa GOR tersebut membawakan macam olahraga voli dan basket. Pemilihan putih di simbolkan pada ring basket dan kuning, biru di simbolkan pada bola voli. Menerapkan bentuk tali basket pada struktur utama bangunan sesuai dengan konsep dasar yang di ambil yaitu sportif kata lain dari jujur. Menerapkan bentuk bola voli pada atap bangunan dengan 3 elevasi sebagai fungsi cahaya tidak langsung dapat masuk sebagai penerangan alami dan pemberian warna sesuai dengan bola voli.
Analisis Jembatan Merah Plaza Sebagai Refleksi Perkembangan Kota Surabaya Pertiwi, Manda; Soemarwanto, Dadoes; Istijanto, Suko
Jurnal Latar Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v3i1.96

Abstract

Jembatan Merah Plaza merupakan salah satu ikon penting dalam perkembangan kota Surabaya yang mencerminkan dinamika sosial, ekonomi, dan budaya masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Jembatan Merah Plaza dalam konteks transformasi urban di Surabaya serta dampaknya terhadap interaksi sosial dan aktivitas ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jembatan Merah Plaza tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan, tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung interaksi masyarakat. Transformasi fungsi bangunan ini mencerminkan perubahan kebutuhan dan preferensi warga Surabaya. Selain itu, Jembatan Merah Plaza berkontribusi dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar wilayah, menjadikannya sebagai simbol perkembangan kota yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi perencanaan kota yang lebih berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan Masyarakat.
Identifikasi Karakteristik Penghuni dan Unit Hunian Pada Rusunawa Bulusidokare di Kabupaten Sidoarjo Putri, Hilda Fachriza; Soemarwanto, Dadoes; Istijanto, Suko
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): SADE April 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i1.54

Abstract

Population growth is increasing every year, which can lead to an increase in demand for housing needs. Therefore, efficiency in the utilization and use of land in urban areas can be done vertical housing development, as an option to solve the problem of housing needs on limited land, easily accessible to people in Sidoarjo Regency who have lower middle income (MBR). In collecting data in this research on the object of Rusunawa Bulusidokare, namely the observation method (observation) and the review method (survey), namely by interview. To obtain data related to residential units, using the observation method. As for the review method (object survey) carried out by means of face-to-face interviews, in order to obtain data related to the characteristics of rusunawa residents when using residential units based on occupant behavior. The characteristics of the residential unit in the Bulusidokare Simple Rental Flat (Rusunawa) Sidoarjo Regency are residential units by utilizing space based on an understanding of the needs of each occupant of one residential unit of the flat.
Implementasi Bentuk Wakul Dengan Pendekatan Analogi Pada Perancangan Fasilitas Pertunjukan Tari Boran Syafi'uddin, Muhammad Rizqi; Soemarwanto, Dadoes
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2024): SADE April 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v3i1.58

Abstract

Various traditional arts are truly national cultural assets, one of which is Lamongan Regency, one of which is Boranan culture in Lamongan Regency. In 2023, the Boran dance won a MURI record. The dance performance was attended by 1,569 students and 4,540 portions of Boran rice were based on the philosophy of the anniversary year. Lamongan, namely in 1,569 AD, which is currently 454 years old. Apart from that, the Boran dance was also able to win awards at the provincial and national levels. The art of boran dance cannot be separated from the culinary boran rice, culinary rice boran is a typical food of Lamongan Regency which has been around for a long time in Lamongan Regency. Then what is the solution so that Boranan culture becomes more widely known and can become a tourist destination in Lamongan district by creating or designing facilities that are able to facilitate and present Boranan culture. This research uses descriptive methodology which is carried out by collecting data. Design of Boranan cultural facilities, using the concept of local wisdom with a direct analogy approach to elevate local culture, especially Boranan culture, in an architectural form that is able to represent Boranan culture and is able to make Boranan culture a tourist destination in Lamongan district.
Implementasi Elemen Olahraga pada Struktur dan Bentuk Bangunan dalam Perancangan Gelanggang Olahraga Indoor Yuwono, Natanael Dirgantara Putra; Soemarwanto, Dadoes; Faisal, Muhammad
Jurnal Etnik: Ekonomi-Teknik Vol 2 No 12 (2023): ETNIK : Jurnal Ekonomi dan Teknik
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/etnik.v2i12.286

Abstract

Sports activities have become the most popular activities among people after Covid-19. The place that is often used by people to exercise is the sportshall. When designing a sportshall, it is necessary to add sports elements to the sportshall so that the public can understand its function just by making visual contact. In designing this sportshall, futsal and basketball were used as examples of the application of elements in this sportshall. The sports element taken is the ball, because the ball is an important element in futsal and basketball. As an implementation, the shape and structure of this sportshall was chosen. The structure uses a "Dome" roof type which is half-spherical in shape and has a frame that is almost the same as a basketball motif. To implement the futsal ball, it is placed on a roof motif which is used a hexagon motif arranged repeatedly. Apart from using sports elements, the design of this sportshall brings the concept of "Sportsmanship and History" with a behavioral architecture approach that pays attention to user comfort. History is taken from the Majapahit Kingdom as one of the largest kingdoms in Indonesia at that time with the symbol Surya Majapahit.
Implementasi Bentuk Wakul Boran Dengan Pendekatan Analogi Pada Perancangan Fasilitas Budaya Boranan Kabupaten Lamongan Syafi'uddin, Muhammad Rizqi; Soemarwanto, Dadoes
Jurnal Latar Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal LATAR (Juni)
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/jl.v2i1.45

Abstract

Berbagai kesenian tradisional yang sesungguhnya menjadi aset kekayaan kebudayaan nasional salah satunya kabupaten Lamongan, salah satunya budaya boranan di Kabupaten Lamongan, pada tahun 2023 tari Boran yang berhasil meraih rekor MURI pagelaran  tari yang diikuti 1.569 pelajar dan 4.540 porsi nasi boran didasarkan pada filosofi tahun hari jadi Lamongan yakni di tahun 1.569 M, yang saat ini tepat berusia ke 454. Selain itu tari boran juga mampu meraih penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Kesenian tari boran tidak lepas dari kuliner nasi boran, kuliner nasi boran merupakan makanan khas Kabupaten Lamongan yang sudah ada sejak lama di Kabupaten Lamongan. Kemudian bagaimana solusi agar budaya boranan agar lebih dikenal lebih luas lagi dan mampu menjadi destinasi wisata di kabupaten Lamongan. Tujuannya menciptakan atau merancang fasilitas yang mampu memfasilitasi dan mampu mempresentasikan budaya boranan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan data secara kualitatif. Hasil penelitian perancangan fasilitas budaya boranan, menggunakan konsep feminisme and culture dengan pendekatan analogi langsung untuk mengangkat budaya lokal khususnya budaya boranan dalam bentuk arsitektural yang mampu memrepresentatifkan budaya boranan dan mampu menjadikan budaya boranan sebagai destinasi wisata di kabupaten Lamongan.