cover
Contact Name
Lasman Parulian purba
Contact Email
lasman.parulian@ukdc.ac.id
Phone
+6282337847714
Journal Mail Official
csds@ukdc.ac.id
Editorial Address
Jl. DR. Ir. H. Soekarno No. 201 Surabaya, Ruang VL6B, Kec. Sukolilo - Kota Surabaya - Prov. Jawa Timur 60117 Telepon: (031) 591 4157, 594 6482 | Fax: (031) 593 9625
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
The Center For Sustainable Development Studies Journal
ISSN : -     EISSN : 29641683     DOI : 10.37477/csds
Jurnal CSDS is published twice annually, on June and December. This journal is a media for legal scholars, academicians and legal practitioners to discuss their opinions or publish their research and or community service MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Articles to be published comprises of legal scientific articles or legal research reports written by academicians or legal practitioners. Articles published covers all of HUMANIORA-related aspects in the 4-th Study Programs (Departments) in the Fakultas Teknik, Universitas Katolik Darma Cendika.
Articles 36 Documents
Sanitation in A Changing World – peturasan Penghargaan Jamban Umum Terbaik Eddy Setiadi Soedjono
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 4 No. 2 (2025): Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal CSDS Vol 4, No 2 (2025) ISSN 2964-1683 (media onlin
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v4i2.956

Abstract

Pembahasan dalam hal ini Sanitation in A Changing World termasuk bagian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, 5, 6, 8, 9, 11, 12, 13, 14, 16, dan 17. SDG nomor 4 yaitu: Quality Education, SDG nomor 5 Gender Equality, SDG nomor 6 Clean Water and Sanitation, SDG nomor 8 Decent work and Economic Growth, SDG nomor 9 Industry, Innovation and Infrastructure, SDG nomor 11 Sustainable Cities and Communities, SGD nomor 12 Responsible Consumption and Production, SDG nomor 13 Climate Action, SDG nomor 14 Life Below Water, SDG nomor 16 Peace and Justice Strong Institutions, dan SDG nomor 17 Partnerships for the Goals.
Ruang Komunal Berbasis Kearifan Lokal WargaGereja Katolik St. YusufStasi Kampungangyar Blitar Widriyakara Setiadi; Lucia Ina Trisyanti; Albertus Daru Dewantoro; Stefanus Prabani Setio Hastorahmanto; Heristama Anugerah Putra; Yohanes Kristianus Harianto; Valerio Sultan Agni Setyawan
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.955

Abstract

Latar belakang kegiatan masyarakat Prodi Arsitektur Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) di Gereja Katolik St. Yusuf stasi Kampunganyar Blitar ini didasarkan atas kebutuhan akan ruang komunal. Ruang komunal dibutuhkan oleh Wargastasi Kampunganyar untuk melakukan berbagai kegiatan rohani maupun sosial. Kondisi saat ini, ruang komunal sudah tidak mampu menampung Warga, kolom maupun atap sudah keropos dan bocor. Oleh karena itu, Wargasetempat bergotong royong membangun ruang komunal yang lebih luas, mengganti material kolom dan atap dari bahan yang lebih kuat serta awet. Mengingat Kampunganyar berada di daerah yang rawan semburan abu vulkanik gunung Kelud. Kearifan lokal mengajarkan kepada warga setempat beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya. Kemiringan atap yang curam membuat timbunan abu vulkanik langsung jatuh ke bawah, sehingga atap tidak mudah rusak dan menimpa penghuninya. Kendala dana membuat atap ruang komunal belum bisa direalisasikan. Ada pun, tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini membantu Wargamenyelesaikan atap ruang komunal. Metoda pelaksanaan meliputi: 1) Diskusi dengan Romo Kepala Paroki dan WargaGereja Katolik St. Yusup stasi Kampunganyar, 2) Survei lapangan ke Dusun Kampunganyar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, 3) Tahap pelaksanaan melibatkan Wargasetempat, LPPM, Prodi Arsitektur, PT Kencana Maju Bersama, dan paroki Gereja Katolik St. Yusuf Blitar. Harapan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, ruang komunal Gereja Katolik St. Yusuf stasi Kampunganyar menjadi ruang yangnyaman dan aman ketika melaksanakan kegiatan-kegiatan rohani maupun sosial.
TUINA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI KESEHATAN MASYARAKAT DI UNIVERSITAS KATOLIK DARMA CENDIKA Lily Sulistyowati; Onny Priskila
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.970

Abstract

Tuina merupakan salah satu terapi dalam pengobatan tradisional Tiongkok yang menggunakan teknik manipulasi tangan untuk membantu meningkatkan sirkulasi Qi dan darah, mengurangi ketegangan otot, serta memperbaiki fungsi tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam melakukan terapi tuina melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik langsung, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan komplementer kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Universitas Katolik Darma Cendika pada tanggal 6–8 Februari 2026 melalui tiga tahapan, yaitu pemberian materi teori, demonstrasi dan praktik bersama, serta bakti sosial pelayanan terapi tuina kepada masyarakat. Peserta kegiatan berjumlah lebih dari 40 orang yang terdiri dari praktisi kesehatan tradisional dan mahasiswa dari berbagai daerah seperti Surabaya, Solo, Malang, dan Cikarang. Kegiatan bakti sosial melibatkan 53 terapis dan melayani 61 pasien dengan berbagai keluhan muskuloskeletal, seperti nyeri leher, nyeri bahu, nyeri pinggang, nyeri lutut, serta keterbatasan gerak anggota tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terapi tuina membantu mengurangi keluhan pasien dan meningkatkan kenyamanan tubuh. Beberapa pasien melaporkan adanya perbaikan kondisi setelah terapi, seperti berkurangnya nyeri saat berjalan, peningkatan range of motion, serta tubuh terasa lebih ringan. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan praktik, komunikasi terapeutik, dan pengalaman pelayanan kesehatan berbasis masyarakat bagi peserta. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berbasis terapi tuina melalui pendekatan teori, demonstrasi, dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan keterampilan peserta sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif, preventif, dan rehabilitatif dalam pelayanan kesehatan masyarakat.).
Pelantihan Desain Produk Furnitur dengan Penerapan Teknik Bending Triplek Prabani Setio Hastorahmanto; June Ekawati; Lucia Ina Trisyanti; Yosafat Danang Kukuh Bismoko; Andreas Andika Putra Subhagia; Patrisius Patrisius; Imelda Setiadi; Ferdinand Fernaldi Feby Boli
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.981

Abstract

Kursi merupakan tempat duduk yang pada umumnya dibuat dengan rangka yang keras, bisa berupa material kayu, besi, karet atau bahan lain. Dalam pelatihan yang dilakukan kepada mahasiswa tentang desain produk. Mahasiswa diminta membentuk kelompok untuk mendiskusikan desain kursi yang akan mereka buat. Mahasiswa bukan hanya mendesain namun memikirkan pula material, proses pembuatan, teknik sambungan, serta fungsinya.  Metode pelatihan yang dilakukan menggunakan tiga tahapan yaitu: 1) Diskusi; 2) Desain; Proses produksi.  Ketiga tahap ini dilakukan dalam konsep pelatihan yang menerapkan kemampuan tim dalam menghasilkan produk. Instruktur menjadi anggota tim yang bertujuan untuk memberikan masukan atau usulan pada saat tim mahasiswa mengalami kebuntuan dalam diskusi. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah sebuah kursi tanpa sandaran dengan lengan tangan pada sisi kanan dan kiri. Kursi tersebut menggunakan material triplek yang dilengkungkan melalui teknik laminasi dan bending triplek.  Kesimpulan dari pelatihan ini menunjukan bahwa metode pelatihan yang diterapkan mampu memberikan stimulus pada tim mahasiswa untuk melanjutkan pemikiran yang buntu atau tanpa solusi. Kebuntuan pada tim mahasiswa diakibatkan kurang pengetahuan, pengalaman serta literasi pada proses pembuatan kursi.
Peningkatan Awareness Keamanan Pangan Melalui Sosialisasi HACCP pada Industri Kecil dan Menengah Makanan Tolu Tamalika; Deri Maryadi; Azhari; Abdul Rochim
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.1019

Abstract

Industri Kecil dan Menengah (IKM) makanan memiliki peran penting dalam penyediaan produk pangan dan penguatan ekonomi lokal, namun masih menghadapi tantangan dalam menerapkan aspek keamanan pangan secara terstruktur. Salah satu kendala yang umum dijumpai adalah terbatasnya pemahaman pelaku usaha mengenai identifikasi potensi bahaya dan pengendalian proses produksi yang dapat memengaruhi keamanan produk. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan mengenai Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada IKM pengolahan makanan berbahan dasar ikan, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui observasi awal, penyampaian materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta menggunakan pre-test dan post-test sederhana. Materi yang disampaikan meliputi konsep keamanan pangan, jenis bahaya pangan, serta pengenalan prinsip dasar HACCP yang relevan dengan proses produksi makanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman peserta dari rata-rata 43,2% sebelum penyuluhan menjadi 87,6% setelah kegiatan dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran awal mengenai keamanan pangan dan menjadi langkah pendukung menuju penguatan praktik produksi yang lebih terstruktur pada IKM makanan.
Analisis Peran Edukasi Hukum Dalam Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Perlindungan Privasi Di SMA Katolik St.Louis 2 Surabaya Priyanka Sianressy; Retno Dewi Pulung Sari
The Center for Sustainable Development Studies Journal (Jurnal CSDS) Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal CSDS Vol 5, No 1 (2026) ISSN 2964-1683 (media online)
Publisher : Darma Cendika Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37477/csds.v5i1.1041

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah meningkatkan risiko terjadinya pelecehan privasi di kalangan remaja. Rendahnya pemahaman mengenai hak atas privasi, etika digital, dan konsekuensi hukum menyebabkan remaja rentan menjadi pelaku maupun korban pelanggaran privasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif melalui edukasi hukum untuk meningkatkan kesadaran hukum sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk-bentuk pelecehan privasi, pentingnya perlindungan data pribadi, serta pengaturan hukum yang berlaku di Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya pada tanggal 9 Juni 2026 dengan peserta siswa kelas X dan XII. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi secara interaktif, permainan edukatif, diskusi, studi kasus, sesi tanya jawab, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak atas privasi, pentingnya persetujuan (consent), serta konsekuensi hukum dari penyalahgunaan media digital. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi dan kemampuan menganalisis berbagai permasalahan hukum yang berkaitan dengan pelecehan privasi, baik dalam perspektif hukum nasional maupun hukum internasional. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan hukum ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi hukum dan kesadaran peserta untuk menggunakan media digital secara bijaksana, bertanggung jawab, serta menghormati hak privasi orang lain.

Page 4 of 4 | Total Record : 36