Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah"
:
11 Documents
clear
Tumbuhan Bidara Dalam Al-Qur’an Dan Manfaatnya Bagi Kehidupan : (Kajian Tahlili QS. Al-Waqi’ah/56: 27-31)
usman, ilham;
Nurliana;
Rahmat Nurdin
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1448
Abstract This article discusses the bidara plant (sidr)listed in QS. Al-Wa>qi’ah/5: 27-31. This research is a qualitative research that is bibliographical. The results of this study show that in . Al- Wa>qi’ah/56: 27-31, describes some of the pleasures obtained by the right, namely being among the bidara plants that are arranged with their beauty and a very wide shade in all places, running water whenever desired, sweet fruits of various kinds that exist, such is the reward for those who have done good while on earth. Bidara plantsare plants that have many benefits among them: as a spiritual medicine, beauty medicine, as afever reliever and can reduce diabetes, can treat wounds and launch the digestive system, not only that the bidara plant in becoming a business opportunity that can improve the economy of the people. Keywords: Al-Qur’an, Bidara, skincare, remaja
Paralelitas Unsur-Unsur Penciptaan Manusia (Analisis Intertekstualitas Antara Al-Qur’an dan Al-Kitab)
Ekatul Hilwatis Sakinah;
Syahidil Mubarik Mh
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1537
Abstract The elements of human creation mentioned by al-Qur'an and al-Kitab have similarities, although it needs to be recognized that al-Qur'an is more explicit in explaining it. This then triggers an expansion of meaning carried out by the Qur'an against al-Kitab. This research focuses on the elements of human creation using the theory of intertextuality initiated by Julia Kristeva. There are two main problems that will be answered in the research, namely how the Qur'an and al-Kitab explain the elements of human formation and how the intertextuality approach is able to explain the elements of human formation contained in the Qur'an and al-Kitab. The purpose of this research is to find the relationship between the elements of human creation in al-Qur'an and al-Kitab. The method used in this research is descriptive analytic with library research. The data were collected through books, articles, journals, and writings related to the research theme. The results show that between al-Qur'an and al-Kitab in explaining the elements of human creation has a transposition of textual relationships that are not only included in the parallel category but also in the categories of expansion, existence, and conversion. Expansion occurs when the Qur'an has expanded the meaning of the elements of human creation in al-Kitab, namely soil, water, and spirit. Existence is when the Qur'an raises water terms explicitly as an element of human creation, including semen. Conversion is the contradiction between the texts of al-Qur’an and al-Kitab regarding who was created from soil. Al-Kitab narrates that only Adam was created from soil and Hawa was created from Adam's rib, while the Qur'an narrates that Adam and Eve were created from the same element, namely soil. Keywords: al-Qur'an, al-Kitab, Intertextuality, Human, Creation
Konsep Perdamaian dalam QS. Al-Hujurat Ayat 9-10 (Analisis Tafsir Al-Misbah Karya M. Quraish Shihab)
Rengga Irfan
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1593
Sebagai negara majemuk dengan berbagai latar belakang budaya, bahasa dan agama, Indonesia menjadi salah satu negara yang masyarakatnya rentan terhadap konflik internal. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya konflik yang terjadi sejak terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Islam sendiri yang menjadi agama yang dianut oleh sebagian besar rakyat Indonesia memiliki acuan dalam penyelesaian konflik atau yang lebih dikenal dengan ishlah atau perdamaian melalui QS. Al-Hujurat ayat 9-10 serta merujuk kepada mufasir Indonesia, M. Quraish Shihab dalam kitabnya Tafsir Al-Misbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah tentang ishlah pada ayat tersebut serta bagaimana konsep perdamaian yang disuguhkan didalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research dan menjadikan Tafsir Al-Misbah sebagai sumber utamanya. Pada penelitian ini ditemukan bahwa M. Quraish Shihab menafsirkan QS. Al-Hujurat ayat 9-10 menggunakan pendekatan tafsir bil ra’yi, ia menjelaskan makna setiap ayat melalui arti kata secara tekstual serta memberikan penjelasan yang dalam terkait kontekstualitas ayat melalui penggunaan bahasa dalam ayat tersebut. Dalam tafsirnya ditemukan konsep perdamaian pada ayat ini berupa: pertama, penguatan keimanan merupakan pondasi dalam meredam konflik. Kedua, penyelesaian konflik harus dilakukan segera serta diatas dasar keadilan. Ketiga, tujuan dari perdamaian itu adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menghindari permusuhan antar umat.
Hikmah dari Pelarangan Khamr Secara Bertahap dalam al-Qur'an
Aulya Adhli
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1619
Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan penulis terhadap tahapan pelarangan Khamr dalam al-Qur’an, pelarangan Khamr dalam al-Qur’an tidak secara langsung tetapi melalui beberapa tahapan. Khamr merupakan minuman yang diharamkan dalam islam karena dinilai dapat merusak kesehatan manusia. Minuman Khamr ini merupakan adat kebiasaan masyarakat arab yang sudah melekat begitu kental sejak ratusan tahun lamanya, Kemudian Khamr ini bisa membuat ketergantungan bagi pemakainya, tentunya hal itu merupakan sesuatu yang sulit untuk di robah, tetapi al-Qur’an mempunyai strategi sehingga berhasil mengharamkan Khamr dengan baik, strategi ini membuat umat pada saat itu tidak shock dan siap dalam menerima hukum baru yang terkandung dalam sebuah ayat. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan hikmah dari pelarangan Khamr secara bertahap dalam al-qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang teknik pengumpulan data di ambil dari sumber-sumber terpercaya seperti kitab, jurnal, makalah, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan pembahasan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi al-Qur’an berhasil mengharamkan Khamr dengan baik meskipun Khamr mempunyai candu dan merupakan adat kebiasaan yang sudah melekat ketika itu, dengan berhasilnya al-Qur’an mengharamkan Khamr maka banyak mudorat yang dapat dihindari, Dapat mengambil pelajaran dari strategi pelarangan Khamr tersebut untuk diaplikasikan ditengah-ditengah masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi al-Qur’an berhasil mengharamkan Khamr dengan baik meskipun Khamr mempunyai candu dan merupakan adat kebiasaan yang sudah melekat ketika itu, dengan berhasilnya al-Qur’an mengharamkan Khamr maka banyak mudorat yang dapat dihindari, Dapat mengambil pelajaran dari strategi pelarangan Khamr tersebut untuk diaplikasikan ditengah-ditengah masyarakat
Ragam Syirik Modern Dalam Pandangan Al-Qur’an
Amiruddin
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1653
Syirik adalah konsep dalam Islam yang merujuk kepada perbuatan menyekutukan Allah atau memberikan ketaatan dan ibadah kepada selain-Nya. Syirik dianggap sebagai dosa yang paling besar dalam Islam, karena menodai konsep tauhid atau keesaan Allah. Dampak dari syirik dalam kehidupan seorang Muslim sangat besar. Selain menjadi dosa yang paling besar, syirik juga dapat mengakibatkan kehancuran spiritual dan moral. Islam mengajarkan bahwa keimanan seseorang tidak akan diterima jika ada unsur syirik dalam hatinya. Oleh karena itu, pemahaman yang benar tentang tauhid dan upaya untuk menjauhi segala bentuk syirik menjadi penting dalam praktek keagamaan seorang Muslim. Kesyirikan dalam Islam, telah mengalami evolusi seiring perkembangan zaman. Artikel ini mengulas fenomena syirik modern, yaitu bentuk kesyirikan yang muncul dalam konteks kehidupan kontemporer. Melalui pendekatan analisis budaya dan agama, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai materialisme, konsumerisme, dan teknologi dapat menjadi bentuk syirik baru yang muncul di tengah masyarakat modern. Selain itu, artikel ini juga membahas dampak syirik modern terhadap kehidupan spiritual dan moral masyarakat, serta upaya-upaya untuk mengatasi dan menghindari penyebarannya. Dengan memahami syirik modern, diharapkan dapat tercipta kesadaran yang lebih baik tentang ancaman kesyirikan dalam konteks zaman sekarang dan memberikan landasan bagi upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan.
The Effect Of Reading The Quran On Health
Aini, Syaripah
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1654
This study reveals how the effects of reading the Koran on health, both physical health and mental health. Because when we read the Koran, it can have a positive effect on him, we will feel there is a feeling of satisfaction and peace of mind about the life we live. Likewise, it will have an effect on the health of the body, because it can improve blood circulation and can stabilize blood sugar levels in the body. That is how it is felt by everyone who reads the Koran correctly. Reading the Qur'an filled with a sense of belief in Allah will lead to a process of self-surrender to the Creator which will bring about a passive state for the reader's body. In addition, reading the Koran like this will also cause a healthy placebo effect and reading the Koran itself can be a form of relaxation, which is called the transcendence meditation method. This relaxation does not focus on the process of relaxing muscles or other processes of physical relaxation, but on phrases that are repeated in a regular rhythm accompanied by self-surrender to God.
Memahami Esensi Tauhid Melalui Al-Qur’an
Tanjung, Alwin Tanjung
Al-Kauniyah Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1669
This journal aims to explore and understand the essence of monotheism, a basic concept in the Islamic religion, through the guidance of the Koran. Tawhid refers to the monotheistic belief that underlies Islamic teachings, namely belief in the oneness of Allah. The Koran, as the holy book in Islam, is the main source for understanding the concept of monotheism. This journal explores various verses of the Koran that discuss monotheism, providing a deep understanding of the oneness of Allah and its implications in everyday life. In the theological dimension, tawhid emphasizes the recognition of the existence of Allah as the creator of the universe and the regulator of all affairs. This understanding encourages Muslims to worship and submit completely to His will. Ethically, monotheism motivates individuals to live in accordance with Islamic moral and ethical values, due to awareness of the omniscient and just supervision of Allah. The meaning of monotheism as an integral concept in Islam provides a foundation for a strong religious and moral life. Understanding monotheism not only creates a close relationship between humans and Allah, but also encourages Muslims to become agents of positive change in society. Therefore, understanding and implementing monotheism is the key to forming strong character and morality for Muslims.
Hikmah dari Pelarangan Khamr Secara Bertahap dalam al-Qur'an
Aulya Adhli
Al-Kauniyah : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1619
Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan penulis terhadap tahapan pelarangan Khamr dalam al-Qur’an, pelarangan Khamr dalam al-Qur’an tidak secara langsung tetapi melalui beberapa tahapan. Khamr merupakan minuman yang diharamkan dalam islam karena dinilai dapat merusak kesehatan manusia. Minuman Khamr ini merupakan adat kebiasaan masyarakat arab yang sudah melekat begitu kental sejak ratusan tahun lamanya, Kemudian Khamr ini bisa membuat ketergantungan bagi pemakainya, tentunya hal itu merupakan sesuatu yang sulit untuk di robah, tetapi al-Qur’an mempunyai strategi sehingga berhasil mengharamkan Khamr dengan baik, strategi ini membuat umat pada saat itu tidak shock dan siap dalam menerima hukum baru yang terkandung dalam sebuah ayat. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan hikmah dari pelarangan Khamr secara bertahap dalam al-qur'an. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang teknik pengumpulan data di ambil dari sumber-sumber terpercaya seperti kitab, jurnal, makalah, dan artikel lainnya yang berkaitan dengan pembahasan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi al-Qur’an berhasil mengharamkan Khamr dengan baik meskipun Khamr mempunyai candu dan merupakan adat kebiasaan yang sudah melekat ketika itu, dengan berhasilnya al-Qur’an mengharamkan Khamr maka banyak mudorat yang dapat dihindari, Dapat mengambil pelajaran dari strategi pelarangan Khamr tersebut untuk diaplikasikan ditengah-ditengah masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi al-Qur’an berhasil mengharamkan Khamr dengan baik meskipun Khamr mempunyai candu dan merupakan adat kebiasaan yang sudah melekat ketika itu, dengan berhasilnya al-Qur’an mengharamkan Khamr maka banyak mudorat yang dapat dihindari, Dapat mengambil pelajaran dari strategi pelarangan Khamr tersebut untuk diaplikasikan ditengah-ditengah masyarakat
Ragam Syirik Modern Dalam Pandangan Al-Qur’an
Amiruddin
Al-Kauniyah : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1653
Shirk is a concept in Islam that refers to the act of associating partners with Allah or giving obedience and worship to someone other than Him. Shirk is considered the greatest sin in Islam, because it tarnishes the concept of monotheism or the oneness of Allah. The impact of shirk in the life of a Muslim is very large. Apart from being the biggest sin, shirk can also result in spiritual and moral destruction. Islam teaches that a person's faith will not be accepted if there are elements of shirk in his heart. Therefore, a correct understanding of monotheism and efforts to avoid all forms of shirk are important in a Muslim's religious practice. Shirk in Islam has evolved over time. This article examines the phenomenon of modern shirk, namely the form of shirk that appears in the context of contemporary life. Through a cultural and religious analysis approach, this research explores how the values of materialism, consumerism and technology can become a new form of shirk that emerges in modern society. Apart from that, this article also discusses the impact of modern shirk on the spiritual and moral life of society, as well as efforts to overcome and avoid its spread. By understanding modern shirk, it is hoped that better awareness can be created about the threat of shirk in the current context and provide a basis for prevention and control efforts.
The Effect Of Reading The Quran On Health
Aini, Syaripah
Al-Kauniyah : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2023): Al-Kauniyah
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874/alkauniyah.v4i2.1654
This study reveals how the effects of reading the Koran on health, both physical health and mental health. Because when we read the Koran, it can have a positive effect on him, we will feel there is a feeling of satisfaction and peace of mind about the life we ??live. Likewise, it will have an effect on the health of the body, because it can improve blood circulation and can stabilize blood sugar levels in the body. That is how it is felt by everyone who reads the Koran correctly. Reading the Qur'an filled with a sense of belief in Allah will lead to a process of self-surrender to the Creator which will bring about a passive state for the reader's body. In addition, reading the Koran like this will also cause a healthy placebo effect and reading the Koran itself can be a form of relaxation, which is called the transcendence meditation method. This relaxation does not focus on the process of relaxing muscles or other processes of physical relaxation, but on phrases that are repeated in a regular rhythm accompanied by self-surrender to God.