cover
Contact Name
Putu Mega Putra
Contact Email
megabizland@gmail.com
Phone
+6285227679500
Journal Mail Official
megabizland@gmail.com
Editorial Address
Jl Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur, Denpasar, Bali, Indonesia 80239.
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Bhakti Community Journal
ISSN : -     EISSN : 29649021     DOI : https://doi.org/10.36376/bcj
Core Subject : Health, Science,
BJC (Bhakti Community Journal) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIKes Wira Medika Bali. BCJ merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada hasil diseminasi kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis research multidisiplin seperti berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. BCJ memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di ranah pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup ranah pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi; tetapi tidak hanya terbatas pada: 1. Pelatihan, 2. Pemasaran, 3. Teknologi Tepat Guna (TTG), 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, 5. Desain, 6. Pemberdayaan masyarakat, 7. dan Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal" : 5 Documents clear
Edukasi pencegahan penyakit infeksi saluran kencing pada pedagang pasar agung peninjoan denpasar : Education for the prevention of urinary tract infections in traders of market agung, peninjoan denpasar Didik Prasetya; Ni Luh Nova Dilisca Dwi Putri; A.A. Istri Dalem Hana Yundari; Ni Luh Putu Dewi Puspawati; I Nyoman Asdiwinata
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.058 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.10

Abstract

Indonesia sedang menggalakkan program   peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat. Kesuksesan suatu pembangunan yang dijalankan bergantung dari kualitas sumber daya manusia. Kesehatan merupakan unsur penting dalam menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif. Depkes RI (2019) menyebutkan bahwa prevalensi Infeksi saluran kemih (ISK) di Indonesia masih cukup tinggi dan diperkirankan jumlah penderita ISK di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk pertahunnya atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun. Pedagang pasar termasuk kategori rawan terkena infeksi saluran kemih dikarenakan banyak pedagang cenderung menahan ketika terasa buang air kecil (BAK) dikarenakan lapak masih ramai oleh pembeli, disamping itu juga kebersihan toilet pasar yang kurang terjaga dan penggunaannya secara bergantian oleh para warga pasar. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan ceramah, diskusi, pengisisan kuisioner, serta pembagian paket hygiene. Melalui kegiatan ini terlihat bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader pedagang pasar terhadap penyakit ISK setelah dilakukannya edukasi, hasil kuesioner menunjukkan pada kategori baik sebanyak 80%, cukup 15% dan kurang 5%. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan kader pedagang tentang penyakit ISK, cara pencegahan, dan pemeriksaan secara medis. Harapannya informasi yang didapat bisa diteruskan kepada para pedagang pasar dan keluarga.   Indonesia is promoting a program to improve the quality of human resources (HR) and increasing public awareness about the importance of healthy living. The success of a development that is carried out depends on the quality of human resources. Health is an important element in making quality and productive human resources. The Indonesian Ministry of Health (2019) states that the prevalence of Urinary Tract Infections (UTI) in Indonesia is still quite high and it is estimated that the number of UTI sufferers in Indonesia is 90-100 cases per 100,000 population per year or around 180,000 new cases per year. Market traders are categorized as prone to urinary tract infections because many traders tend to hold back when they feel they urinate, because the stalls are still crowded by buyers, besides that the cleanliness of market toilets is not maintained and they are used alternately by market residents. This community service method is carried out through lectures, discussions, filling out questionnaires, and distributing hygiene packages. Through this activity, it was seen that there was an increase in the knowledge of market traders cadres about UTI disease after education, the results of the questionnaire showed that in the good category as much as 80%, 15% enough and 5% less. The purpose of the activity is to increase the knowledge of merchant cadres about UTIs, prevention methods, and medical examinations. It is hoped that the information obtained can be passed on to market traders and their families.
Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pengolahan menu mpasi: Effort to incrase the knowledge and skills of cadres in processing the mpasi menu Farida Wahyu Ningtyias; Maudy Chintania Ekyta Putri; Rahayu Titis Indrawati; Maudy Adinda Revinadewi; Ivana Ika Cahya Putri; Dhuha Itsnanisa Adi
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.295 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.11

Abstract

Stunting di Indonesia mencapai angka prevalensi sebesar 24,42% dan menjadi perhatian pemerintah untuk penyelesaiannya. Kecamatan Jelbuk, merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Jember dengan prevalensi stunting tertinggi sebesar 27,5% dengan Desa Panduman yang menempati urutan pertama balita stunting sejumlah 118 balita. Stunting memiliki dampak fungsional yang merugikan pada anak-anak utamanya pada 1000 hari pertama sejak pembuahan hingga usia dua tahun.  Kejadian stunting meningkatkan risiko penyakit kronis terkait gizi yang akan di manifestasi di masa dewasa sehingga menjadikan penderitanya menjadi tidak produktif. Penyebab stunting yakni  asupan energi rendah, adanya penyakit infeksi yang menjangkit, dipengaruhi pula oleh  jenis kelamin dengan sebagaian besar balita stunting laki-laki, tingkat pendidikan orang tua rendah dan ibu bekerja sehingga berpengaruh pada pemenuhan asupan gizi dan pola asuh. MPASI menjadi penting karena dapat memenuhi kebutuhan gizi yang baik. Lomba memasak menu sehat yang dilaksanakan di Balai Desa Panduman pukul 09.00-11.00 di awali dengan memberikan booklet 18 resep menu sehat dan materi pengantar tentang menu yang dapat dikonsumsi ibu hamil, balita dan keluarga yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para ibu kader, ibu hamil dan ibu balita di Desa Panduman dalam mengelola MPASI dan menu sehat keluarga. Efektifitas kegiatan sebesar 1,13% dan adequacy of performance > 75% sehingga diharapkan dengan kegiatan yang baik ini dapat menurunkan angka stunting di Desa Panduman.   Stunting in Indonesia reaches a prevalence rate of 24,42% and is the government’s concern for it solution. Jelbuk District, is a sub-district in Jember Regency with the highest stunting prevalence of 27.5% with Panduman Village which ranks first with 118 stunting toddlers. Stunting has a detrimental functional impact on children mainly in the first 1000 days from conception to two years of age. The incidence of stunting increases the risk of chronic diseases related to nutrition which will be manifested in adulthood so that the sufferer becomes unproductive. The causes of stunting are low energy intake, the presence of infectious diseases that are contagious, also influenced by gender with the majority of toddlers being male stunting, low maternal education, low father education and working mothers so that it affects the fulfillment of nutritional intake and parenting patterns. MPASI is important because it can meet the needs of good nutrition. The healthy menu cooking competition which was held at the Panduman Village Hall at 09.00-11.00 was started by giving a booklet of 18 healthy menu recipes and introductory materials about menus that can be consumed by pregnant women, toddlers and families with the aim of increasing the knowledge and skills of cadres, pregnant women and mothers of children under five in Panduman Village in managing MPASI and family healthy menus. The effectiveness of the activity is 1.13% and the adequacy of performance is > 75% so it is hoped that this good activity can reduce the stunting rate in Panduman Village
Peningkatan pengetahuan serta sikap guru dan orang tua siswa: penyuluhan bahaya logam timbal pada anak usia dini paud pelita bunda: Increasing the knowledge and attitude of teachers and parent students: counseling on the danger of lead metal in early childhood of pelita bunda school Nyoman Sudarma; Ni Made Nopita Wati; Ni Kadek Yuni Lestari; Desak Made Ari Dwijayanti; Ni Luh Putu Thrisna Dewi
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.381 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.12

Abstract

Anak usia dini sangat rentan terkontaminasi logam timbal yang berasal dari mainan. Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Pelita Bunda merupakan salah satu sekolah anak usia dini yang menggunakan mainan anak sebagai edukasi. Mainan anak yang di cat warna-warni mengandung timbal yang dapat mempengaruhi kesehatan anak jika terpapar. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru serta orang tua siswa PAUD Pelita Bunda tentang bahaya logam timbal terhadap kesehatan anak. Kegiatan pengadian masyarakat dilakukan dengan memberikan pengetahuan terhadap bahaya timbal pada mainan anak serta pencegahannya sehingga siswa-siswi dapat belajar dengan aman melalui penyuluhan. Hasil kegiatan penyuluhan yang dilakukan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap sampai 97,9% pada guru dan orang tua siswa tentang bahaya timbal. Disamping itu pihak sekolah juga terus melakukan upaya pencegahan terpaparnya timbal yaitu terus melakukan peningkatan kebersihan di lingkungan sekolah, melakukan pengawasan terhadap peralatan maupun mainan yang dapat memberikan kontaminasi timbal terhadap siswa.   Early childhood is very vulnerable to lead metal contamination from toys. Pelita Bunda Early Childhood Education School (PAUD) is one of the early childhood schools that uses children's toys as education. Colorfully painted children's toys contain lead can affect a child's health if exposed. The purpose of this community service is to determine the level of knowledge of teachers and parents of Pelita Bunda PAUD students about the dangers of lead metal to children's health. Community service activities are carried out by providing knowledge about the dangers of lead in children's toys and their prevention so that students can learn safely through counseling. The results of the counseling activities carried out obtained an increase in knowledge and attitudes of up to 97.9% of teachers and parents of students about the dangers of lead. Besides that, the school also continues to make efforts to prevent lead exposure, namely continuing to improve cleanliness in the school environment, monitoring equipment and toys that can provide lead contamination to students.
Penggunaan make a match untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan ispa pada balita : The use of make a match to increase knowledge and attitudes of mothers in the prevention of ARI in toddlers Anis Rosyiatul Husna; Novianty Kusumawardani; Gita Marini; Dede Nasrullah
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.935 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.13

Abstract

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh anak balita. Orang tua menganggap hal ini biasa terjadi pada usia tersebut. Kurangnya pengetahuan ibu dalam mengenali dan memberikan perawatan menyebabkan anak terlambat dalam mendapatkan pengobatan, sehingga berlanjut pada kondisi yang lebih parah yaitu pneumonia. Banyak metode yang digunakan perawat untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang ISPA. Pendekatan edukasi dengan Make a Match diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu dalam mencegah ISPA pada balita. Pengabdian ini dilaksanakan di posyandu panggul, Sidoarjo dengan jumlah peserta 20 ibu yang memiliki anak balita dan dilaksanakan selama 2 minggu. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kelompok. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Make a Match. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan baik dari 5 orang menjadi 18 orang.  Kesimpulan, pendidikan kesehatan dengan metode Make a Match dapat digunakan sebagai salah satu metode edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pencegahan ISPA pada balita.   Acute Respiratory Infectionis (ARI) is a disease that is often experienced by children under five. Parents think this is common at that age. The lack of knowledge of mothers in recognizing and providing care causes children to be late in getting treatment, so that it continues in a more severe condition, namely pneumonia. Many methods are used by nurses to provide information and understanding to the public about the disease. The educational approach with Make a Match is expected to increase mother's knowledge in preventing ARI in toddlers. This service was carried out at the Pelvic Posyandu, Sidoarjo with 20 participants, mothers with toddlers and carried out for 2 weeks. The implementation of this service activity uses a group approach. The method used in this service is Make a Match. The results of the service showed an increase in good knowledge from 5 people to 18 people. In conclusion, health education using the Make a Match method can be used as an educational method to increase mothers' knowledge in preventing ARI in toddlers.
Pendampingan desa penambangan menuju desa inklusi ramah perempuan, anak, dan budaya: Penambangan village assistance towards women, children and cultural friendly inclusion villages Irma Prasetyowati; Agustina Dewi Setyari; Linda Dwi Eriyanti; Hermanto Rohman
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.347 KB) | DOI: 10.36376/bcj.v1i2.14

Abstract

Desa penambangan dinilai memiliki banyak inovasi terutama berkenaan dengan pengembangan literasi dan digitalisasi. Namun, berdasarkan hasil evaluasi serta diskusi yang telah dilakukan bersama Pemerintah desa capaian tersebut masih belum berjalan optimal pasca pendampingan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi Desa Penambangan Kecamatan Curahdami kabupaten Bondowoso guna mewujudkan desa inklusif yang ramah anak, perempuan, dan budaya melalui program inovasi desa dengan mengoptimalkan potensi desa yang sudah ada. Metode pengabdian masyarakat ini terdiri dari tahap persiapan dan tahap pendampingan. Observasi awal dilakukan menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan partisipatoris, serta wawancara (diskusi). Sedangkan tahap pendampingan dilakukan dengan Focus Group Discuss( FGD) penyusunan partisipatif desain kebijakan yang inovatif dan terintegratif. Hasil pengabdian masyarakat ini diperoleh pelaksanaan pendampingan Desa Penambangan telah memenuhi target yang sesuai dengan strategi dalam upaya mewujudkan Desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA). Luaran pelaksanaan pendampingan ini adalah terbentuknya regulasi Perdes/peraturan kepala Desa terkait rencana aksi Desa Penambangan menuju Desa ramah anak, perempuan dan budaya.   Penambangan villages are considered to have many innovations, especially with regard to the development of literacy and digitalization. However, based on the evaluation results and discussions that have been carried out with the village government, the results have not run optimally after the assistance. This community service activity aims to assist Penambangan Village, Curahdami District, Bondowoso Regency to create an inclusive village that is child-, women- and cultural-friendly through a village innovation program by optimizing the potential of existing villages. This community service method consists of a preparatory stage and a mentoring stage. Initial observations were made using two approaches, namely the participatory approach, as well as interviews (discussion). While the mentoring phase is carried out by means of a Focus Group Discussion (FGD) for participatory preparation of innovative and integrated policy designs. The results of this community service were obtained by the implementation of the Penambangan Village assistance that had met the targets according to the strategy in an effort to create a women-friendly and child-caring village (DRPPA). The output of this mentoring implementation is the formation of Perdes regulations/Village head regulations related to the Penambangan Village action plan towards a child, women and cultural friendly village.

Page 1 of 1 | Total Record : 5