cover
Contact Name
Fayakun Nur Rohmah
Contact Email
fayakun.nurrohmah@unisayogya.ac.id
Phone
+6287871955230
Journal Mail Official
hayina@unisayogya.ac.id
Editorial Address
Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Jl. Siliwangi Ring Road Barat 63 Mlangi Nogotirto Gamping Sleman 55292 Gedung A Lantai 3 Ruang LPPM Phone: (0274) 4469199 Fax.: (0274) 4469204 Email: hayina@unisayogya.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Hasil Karya Aisyiyah Untuk Indonesia
ISSN : -     EISSN : 28097300     DOI : 10.31101/hayina
Focus and Scope of the articles published in the Hayina (Hasil Karya Aisyiyah untuk indonesia) Jurnal such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning, Community Development and Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2023): April" : 8 Documents clear
Program edukatif pencegahan sprain ankle pada pemain sepak bola di PSS Development Center Wardhani, Riska Risty; Wulandari, Rizky
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2750

Abstract

Sprain ankle merupakan cidera yang paling banyak dialami oleh pemain sepak bola dan biasanya dikarenakan oleh kurangnya pemanasan, beban olahraga yang berlebih atau tidak melakukan gerakan dengan benar atau karena adanya kelemahan otot, tendon dan ligament. Upaya preventif menjadi kunci penting dalam upaya pecegahan cidera, sehingga perlu adanya program edukatif pencegahan sprain ankle pada pemain sepak bola. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi pemain sepak bola tentang program edukatif pencegahan sprain ankle. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan dan pendampingan. Melakukan penyuluhan dan pelatihan bagi pemain sepak bola untuk meningkatkan pengetahuan pemain sepak bola tentang pencegahan sprain ankle dengan metode promotif, preventif dan edukasi latihan. Hasil yang di dapatkan dalam kegiatan ini adalah pemberian penyuluhan dan pelatihan pemain sepak bola dapat mengurangi potensi cidera sprain ankle pada pemain sepak bola. 
Kelas ibu hamil dapat mewujudkan kehamilan sehat untuk mencegah stunting Setiawati, Iin; Firdaus, Nailufar
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2968

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi stunting yaitu upaya pencegahan dan mengurangi gangguan secara langsung (intervensi gizi spesifik) dengan upaya fokus pada kelompok 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) antara lain ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan. Kejadian stunting di Polindes Berbeluk telah mengalami penurunan dari 38,9 % menjadi 28,2 % salah satu penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya kesadaran ibu hamil untuk datang ketenaga kesehatan (bidan/Posyandu) untuk memeriksakan kehamilannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan keikutsertaan ibu hamil dalam kegiatan kelas ibu hamil dalam mencegah stunting. Metode yang digunakan untuk pemanfaatan kelas ibu hamil dalam mewujudkan kehamilan sehat demi mencegah stunting yaitu merencanakan kegiatan selama kelas ibu hamil, yang terdiri dari penyuluhan tentang kehamilan dan imunisasi ibu hamil, penyuluhan tentang persalinan, nifas dan ASI ekslusif untuk mencegah stunting dan senam hamil serta pembagian kuesioner evaluasi kegiatan kelas ibu hamil. Kegiatan kelas ibu hamil dari pertemuan 1 hingga ke 3 berjalan dengan lancar, semua peserta yang terdiri dari ibu hamil sebanyak 20 orang berkomitmen hadir dalam kegiatan kelas ibu hamil, hal ini dibuktikan bahwa ibu hamil merasa penting untuk menjaga kesehatannya sehingga jika kehamilannnya sehat secara otomatis perkembangan janinnya akan sehat dan secara tidak langsung bisa mencegah terjadinya stunting pada balita.
Inisiasi pembentukan kader posyandu remaja "POKIZMA" (POjok gIZi dan kesehatan reMAja) 'Aisyiyah Cabang Gamping Yogyakarta Fauzia, Faurina Risca; Wahyuntari, Evi; Shafriani, Nazula Rahma; Retnaningdiah, Dian
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2895

Abstract

Kapanewon Gamping merupakan lokasi fokus penanganan stunting dengan faktor resiko kasus anemia defisiensi besi remaja yang masih tinggi (12,8%). Dinas Kesehatan Sleman berupaya mengatasi stunting dengan meningkatkan jumlah kader posyandu remaja dengan menginisiasi pembentukan kader posyandu remaja "POKIZMA" (POjok gIZi dan kesehatan reMAja) pertama di PCA Gamping. Metode pemberdayaan masyarakat yang digunakan yaitu model Participatory Rural Appraisal yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan monev. Pada tahap persiapan dilakukan koordinasi dengan ketua PCA Gamping kemudian dilanjutkan sosialisasi untuk meningkatkan komitmen remaja. Tahap pelaksanaan berupa penyuluhan, pelatihan, dan simulasi penyelenggaraan posyandu. Kader posyandu yang terpilih merupakan wakil dari enam ranting 'Aisyiyah (Nogotirto, Balecatur, Banyuraden, Ambarketawang, Trihanggo Utara dan Trihanggo Selatan). Luaran dari kegiatan PKM ini terbentuk kader posyandu remaja yang pertama kali di PCA Gamping, terbentuk kader yang terlatih dan terampil, serta tersedia leaflet dan modul pedoman konseling. Adanya posyandu remaja POKIZMA mampu mengoptimalkan deteksi anemia defisiensi besi sejak dini, khususnya di Kapanewon Gamping.
Promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada pasangan calon pengantin Wulandari, Ratna
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3035

Abstract

Pemeriksaan kesehatan belum terlaksana kepada seluruh calon pengantin di wilayah kota Depok. Hal ini disebabkan salah satunya karena calon pengantin belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan pra nikah dalam kesehatan reproduksi. Beberapa kendala dalam kegiatan pemeriksaan skrining pra nikah di Puskesmas Kecamatan Cilodong Kota Depok diantaranya adalah masih rendahnya kesadaran dari pasangan calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan pra nikah. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi kepada calon pengantin tentang kesehatan reproduksi, dengan tujuan untuk meningkatkan minat dalam melakukan pemeriksaan pra nikah. Edukasi kepada pasangan calon pengantin di wilayah Cilodong dengan juga bertujuan agar pasangan calon pengantin memiliki pengetahuan lebih baik akan pentingnya pemeriksaan pra nikah dalam mempersiapkan utamanya masa kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan secara online pada 21 Wanita Usia Subur yang merupakan Calon Pengantin Wanita di Wilayah Kota Depok. Sebelum dan setelah kegiatan edukasi dilakukan pretest dan posttest. Hasilnya terdapat peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 3 peningkatan poin jawaban benar pasca pemberian edukasi. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi Kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pengetahuan khususnya calon pengantin sehingga meningkatkan kesadaran diri untuk menjaga kesehatan dan keluarga terutama dalam mempersiapkan kehamilan. Pengabdian masyarakat dengan pemberian edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan pemeriksaan pra nikah di wilayah Kota Depok.
Manajemen pelayanan ambulans Muhammadiyah di tim pelayanan ambulans Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta Setiawan, Iwan Setiawan; Utsany, Royan
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3058

Abstract

COVID-19 yang terjadi diseluruh dunia menjadi gambaran, bagaimana manusia mengelola bencana. Salah satunya adalah organisasi Muhammadiyah. Muhammadiyah mendirikan Muhammadiyah COVID Command Center (MCCC) sebagai wadah mengatasi COVID di Indonesia. Salah satu layanan MCCC adalah pemakaman jenazah COVID-19. Ribuan jenazah COVID dimakamkan oleh MCCC. Salah satu komponen dari pemakaman adalah Ambulan, sebagai kendaraan untuk membawa jenazah COVID. Ambulans Muhammadiyah adalah layanan yang sudah ada sebelum COVID-19 muncul. Sebelum COVID-19, Ambulans Muhammadiyah adalah layanan antar jemput pasien dan jenazah.  Pengabdian Masyarakat ini membahas berkaitan dengan Manajemen Pelayanan Ambulans Muhammadiyah, berkaitan dengan struktur pengurus hingga standarisasi pelayanan Ambulans Muhammadiyah. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat agar Ambulans Muhammadiyah lebih tertata dalam pengelolaannya. Metode kegiatan ini adalah observasi dan identifikasi masalah mitra, memberikan solusi kepada mitra, pembuatan Buku Panduan Manajemen Ambulans, workshop dan sosialisasi. Hasil dari pengabdian ini adalah terbitnya Buku Panduan Manajemen Ambulans Muhammadiyah yang dipakai di DIY.
Pemberdayaan remaja dalam peningkatan kesehatan melalui program posyandu remaja di Harjobinangun Pakem Sleman Utami, Asih Puji; Nailufar, Yuyun; Faesol, Ahmad; Dewi, Sofie Nornalita; Rohmah, Alfisna Fajru
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2754

Abstract

Dusun Sempol terletak 12 km dari gunung merapi, telah terbentuk organisasi remaja bernama PERSIDAS, yaitu Persatuan Muda Mudi Sempol. Anggota PERSIDAS berkisar antara 30-40 remaja berusia 12-18 tahun. Kegiatan yang telah dilaksanakan, diantaranya adalah menyelenggarakan perayaan hari besar nasional seperti hari kemerdekaan, hari besar islam, dan hari sumpah pemuda. Beberapa permasalahan yang ada dikelompok remaja PERSIDAS adalah merokok dikalangan remaja, tidak ada pemantauan kesehatan secara berkala, adanya beberapa gadis yang mengalami anemia, minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pencegahan kekerasan pada remaja, serta belum adanya kegiatan remaja yang bergerak di bidang Komunikasi Interaktif dan Edukatif (KIE).  Tujuan pengabdian ini adalah pembentukan posyandu remaja, dan memberikan pelatihan pada kader remaja untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang peduli remaja. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu melakukan pendampingan pada pembentukan posyandu dengan sasaran remaja dengan memberdayakan kelompok remaja PERSIDAS. Program pendampingan tersebut adalah memberikan pelatihan pada kader remaja agar dapat memberikan pelayanan kesehatan peduli remaja, mencakup upaya promotif dan preventif, meningkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja, kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan NAPZA, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pencegahan kekerasan pada remaja, serta menggerakan kegiatan remaja di bidang Komunikasi Interaktif dan Edukatif (KIE). Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut memberikan kontribusi kepada kelompok remaja PERSIDAS, yaitu telah terbentuknya Posyandu Remaja untuk mengontrol kesehatan remaja setiap bulan dan berjalannya kegiatan KIE guna meningkatkan edukasi remaja.
Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan tambahan pangan alami pada nugget ayam Ansokowati, Astari Puruhita; Suyatno, Suyatno
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2795

Abstract

Tanaman kelor adalah salah satu bahan pangan lokal yang banyak dijumpai serta dimanfaatkan untuk sayur pelengkap makanan sehari-hari. Pengetahuan masyarakat yang kurang tentang pemanfaatan daun kelor untuk beberapa olahan makanan menjadi salah satu faktor kurang menariknya mengkonsumsi kelor. Kelor menjadi salah satu jenis sayuran yang menjadi potensi inovasi makanan cepat saji seperti nugget, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein dan komponen gizi lain. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan motivasi kewirausahaan pada Kelompok ‘Aisyiyah Cabang Gamping dengan produk unggulan berbahan dasar pangan lokal (daun kelor) seperti cita-cita Ketua PCA Kapanewon Gamping. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan metode pelatihan yang diawali dengan edukasi dan peningkatan motivasi kewirausahaan, dilanjutkan pembuatan nugget kelor bersama peserta. Hasil yang diperoleh hingga akhir kegiatan adalah adanya peningkatan motivasi mitra untuk berwirausaha yang ditunjukkan dengan adanya diskusi yang aktif dan antusiasme peserta selama proses kegiatan berlangsung. Sebanyak 63% dari peserta menyatakan ingin belajar lebih jauh lagi mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai modal berwirausaha ditunjukkan dari hasil pengisian kuesioner.
Pengembangan pemasaran digital pada badan usaha milik desa (BUMDES) Sri Taman Rejeki Anggarini, Yunita; Amir, Diah Astrini
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.2982

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki fungsi strategis dalam mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat Kalurahan Donoharjo. Pendirian BUMDes dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi Kalurahan Donoharjo. BUMDes Sri Taman Rejeki merupakan inisiasi dari Kalurahan Donoharjo bersama masyarakat, untuk mengembangkan produksi olahan buah pepaya, seperti abon, manisan, dan stik pepaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan UMKM dalam penggunaan media digital untuk memasarkan produk. Untuk mengembangkan produksi, pihak pengelola mengalami masalah utama terkait produksi dan pemasaran. Permasalahan utama meliputi produk belum terstandar, kemasan produk yang belum terstandar dan menarik, materi promosi masih tradisional, dan metode pemasaran yang masih konvensional. Melalui pelaksanaan pelatihan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta pelatihan dalam menjalankan proses produksi dan pemasaran yang efektif. Kegiatan pelaksanaan melalui enam tahap, yaitu pelaksanaan FGD dengan mitra, pembuatan modul pelatihan, pelatihan kontrol kualitas dalam proses produksi, pelatihan pengemasan produk, pelatihan perancangan materi promosi, dan pelatihan pemasaran produk. Hasilnya adalah meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan para peserta mengenai SOP proses produksi, menciptakan produk dan kemasan yang menarik, merancang materi promosi yang efektif, dan menjalankan digital marketing untuk memasarkan produk. Pendampingan lanjutan dari kegiatan pengabdian ini sangat direkomendasikan untuk kegiatan pengabdian selanjutnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8