cover
Contact Name
Siti Nadhir Ollin Norlinta
Contact Email
sitinadhirollin@unisayogya.ac.id
Phone
+6287871955230
Journal Mail Official
jitu@unisayogya.ac.id
Editorial Address
Kampus Terpadu: Jalan Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292, Indonesia Phone: (+62274) 4469199; Fax.: (+62274) 4469204; Email: jitu@unisayogya.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal Physical Therapy UNISA
ISSN : 27766969     EISSN : 27976246     DOI : 10.31101/jitu
Core Subject : Health,
Journal of Physical Therapy UNISA publishes scientific articles as a tool for fellow academics and professional practitioners in exploring and developing knowledge, skills, and attitudes in various efforts to provide services in the broader health sector build uponscientific data and evidence based. These efforts are expected to increase knowledge in the field of Physical therapy and other professional health professions. Journal of Physical Therapy UNISA publishes scientific articles from research which contain primary or secondary data, literature reviews and systematic reviews, quantitative, qualitative and integrated methods research. The scope of Journal Physical Therapy UNISA is a research related to Physical therapy field, following these aspects: Musculoskeletal Cardiorespiratory Women’s Health Paediatric Geriatric Sport Neuromuscular Electrophysical Agents Occupational Health and Ergonomic
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): November" : 7 Documents clear
Efektivitas latihan aerobik pada metabolisme glukosa darah remaja dengan obesitas: meta-analisis Fadli, Arif; Noerdjanah, Noerdjanah; Rustanti, Marti
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4345

Abstract

Remaja dengan kelebihan berat badan dan obesitas akan mengalami resistensi insulin yang berkaitan dengan kurangnya aktivitas fisik. Resistensi insulin pada remaja dapat menyebabkan sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular di masa dewasa. Aktivitas fisik pada remaja dengan obesitas belum banyak dikaji efek terapeutiknya pada gangguan metabolisme glukosa darah akibat resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan aerobik dalam meningkatkan sensitivitas insulin dalam metabolisme glukosa darah pada remaja obesitas. Penelitian ini merupakan meta-analisis dari artikel Randomized Controlled Trials pada basis data elektronik DOAJ, PEDro, PubMed, OVID, dan ScienceDirect. Pencarian artikel menggunakan kata kunci "glucose metabolism" OR "insulin resistance" AND "obese adolescents" OR "adolescents with obesity" OR "adolescents with overweight" AND exercise. Analisis data dilakukan menggunakan program RevMan 5.3 dengan ukuran efek menggunakan Cohen's d. Terdapat 6 artikel yang diikutsertakan dalam meta-analisis. Hasil analisis artikel menunjukkan bahwa latihan aerobik efektif dalam memperbaiki skor Homeostasis Model Assessment of Insulin Resistance (HOMA-IR) dengan ukuran efek yang besar (d = -0,69; CI = -1,38 hingga -0,00; P <0,001) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Latihan aerobik efektif memperbaiki skor HOMA-IR. Perbaikan skor HOMA-IR menjadi indikator pemulihan resistensi insulin pada remaja obesitas.
What Effect does FIFA11+ for kids have on the fundamental motor skills of elementary school soccer players? Nakagawa, Kazumasa; Suto, Yuta; Saito, Ryuta; Iwasaki, Kazuki; Kubo, Kazuki
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4444

Abstract

The FIFA 11+ is an established injury prevention warm-up program for players aged 14 years and older, and the FIFA 11+ for Kids (FIFA 11+K) was later developed to support younger players with playful exercises targeting balance, coordination, and strength. While its injury-preventive and performance benefits have been reported, little is known about its effects on fundamental motor skills, which have been declining among Japanese children. This study examined the effects of FIFA 11+K on fundamental motor skills in elementary school boys belonging to a local soccer club. Sixty-six children (8.2 ± 1.5 years) performed FIFA 11+K twice weekly for three months as a warm-up (intervention group), while 28 children (7.2 ± 1.6 years) continued their usual warm-up (control group). Performance in the 50-m sprint, standing long jump, and ball throw, as well as movement quality (5-point observational scale), were assessed before and after the intervention. The intervention group showed significant improvement in standing long jump form, while the control group improved only in jump distance. No significant improvements in running or throwing performance were observed in the intervention group; however, their form scores tended to improve compared with the control group. FIFA 11+K may help enhance movement quality, particularly in jumping tasks, in elementary school boys. These findings suggest its potential as a practical program not only for injury prevention but also for supporting the development of fundamental motor skills in children.
Hambatan yang mempengaruhi partisipasi aktivitas fisik lansia di Yogyakarta: sebuah penelitian cross-sectional Indriani, Indriani; Nabilah Gusman, Nurul; Wulandari, Rizky
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4300

Abstract

Fenomena meningkatnya populasi lansia diseluruh dunia berkontribusi pada tingginya kasus penyakit kronis, yang salah satunya terkait dengan rendahnya tingkat aktivitas fisik. Informasi mengenai hambatan dan motivasi lansia untuk beraktivitas fisik masih terbatas, Misalnya karena penyakit tertentu, kelemahan fisik, rendahnya dukungan sosial atau lingkungan, dan motivasi sehingga diperlukan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis perilaku dan kendala aktivitas fisik lansia di Yogyakarta. Penelitian Cross-sectional dilakukan di wilayah Puskesmas Sleman, Yogyakarta dari bulan Februari-Juni 2024 yang melibatkan 102 lansia berusia 60-85 tahun dengan teknik purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner sosiodemografi informasi mengenai (usia, jenis kelamin, Riwayat pendidikan, kategori domisili dan riwayat penyakit), kuisioner aktivitas fisik; IPAQ-SF (International Physical Activity short form) dan kuisioner BPAQ (Barrier to Physical Activity Quistionare) untuk informasi hambatan aktivitas fisik,). Analisis statistik dengan Chi-square menggunakan SPSS versi 24.00. Dari 102 responden, 57 responden (57%) dalam kategori kurang aktif, 60 lansia (61%) memiliki hambatan untuk aktivitas fisik dan lima hambatan yang paling banyak adalah; kurangnya dukungan social yaitu 28 lansia (27%), takut cedera 18 lansia (18%), kurangnya pengetahuan dan keterampilan 16 lansia (16%), kurangnya minat 14 lansia (14%), dan kurangnya waktu sebanyak 13 lansia (13%). Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan hambatan aktivitas fisik (P≤0.005). Aktivitas fisik pada lansia di Yogyakarta masih rendah dan hambatan tertinggi adalah kurangnya dukungan sosial dan takut cedera. Agar kerjasama lintas sektor ditingkatkan untuk strategi promosi aktivitas fisik lansia dengan kebijakan, peningkatan kapasitas kader, pengetahuan lansia dan meningkatkan fasilitas umum ramah lansia, kampanye aktivitas fisik dengan pendekatan budaya dan agama.
Pengaruh Ankle Strengthening Exercise Terhadap Aktivitas Fungsional Tungkai Bawah Pada Komunitas Barber Kabupaten Pekalongan Septi Amanah; Nooryana, Syavira
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4374

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Barber menjadi salah satu profesi yang beresiko mengalami penurunan aktivitas fungsional tungkai bawah yang disebabkan karena posisi kerja berdiri dalam waktu lama. Upaya untuk meningkatkan aktivitas fungsional dapat dilakukan dengan terapi latihan yang berupa ankle strengthening exercise. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ankle strengthening exercise terhadap aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Juli-26 Juli 2024 menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan quasi eksperimental one group pretest dan posttest without control group. Jumlah sampel sebesar 37 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengukuran aktivitas fungsional tungkai bawah menggunakan FAAM dan pemberian intervensi menggunakan ankle strengthening exercise dengan frekuensi 3 kali seminggu selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan uji paired sample t-test. Hasil Penelitian: Rata-rata Nilai FAAM sebelum dilakukan intervensi 68.0832% sedangkan nilai FAAM sesudah dilakukan intervensi 87.8673% Hasil uji pengaruh menggunakan uji paired sample t-test di dapatkan hasil p value 0,000 (<0,005), yang berarti ada pengaruh ankle strengthening exercise terhadap aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan. Simpulan: Ankle strengthening exercise dapat meningkatkan aktivitas fungsional tungkai bawah pada komunitas barber kabupaten pekalongan. Saran: Ankle strengthening exercise dapat menjadi referensi bagi fisioterapis untuk meningkatkan aktivitas fungsional tungkai bawah pada pekerja. Kata kunci: Aktivitas Fungsional, Barber, Ankle Strengthening Exercise Abstract Introduction: Barber is one of the professions that is at risk of experiencing a functional decline in the lower limbs caused by prolonged standing work positions. Efforts to improve functional activity can be made with exercise therapy in the form of ankle-strengthening exercises. Objective: This study aims to determine the effect of ankle-strengthening exercise on lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community. Research Method: This study was conducted on July 1-26, 2024 using an experimental research design with a quasi-experimental approach of one group pretest and posttest without a control group. The sample size was 37 people with the sampling technique using accidental sampling. Functional measurement of the lower limbs using FAAM and providing intervention using ankle strengthening exercise with a frequency of 3 times a week for 4 weeks. This study used a paired sample t-test. Research Results: The average FAAM value before intervention was 68.0832% while the FAAM value after the intervention was 87.8673% The results of the effect test using the paired sample t-test test obtained a p-value of 0.000 (<0.005), which means that there is an effect of Ankle-strengthening exercise on lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community.Conclusion: Ankle-strengthening exercise can increase lower limb functional activity in the Pekalongan Regency barber community. Suggestion: Ankle strengthening exercise can be a reference for physiotherapists to improve lower limb functional activity in workers. Keywords: functional activity, barber, ankle strengthening exercise
Faktor determinan kualitas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kartasura Fatmarizka, Tiara; Firdausi, Tiara Fairuz
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4425

Abstract

Masa kehamilan merupakan periode adaptasi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup ibu. Kualitas hidup menjadi indikator penting karena berdampak pada kesehatan janin, keberhasilan persalinan, serta proses pemulihan ibu pascapersalinan. Kondisi ini dapat bervariasi sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Kartasura yang memiliki keragaman karakteristik masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas hidup ibu hamil serta faktor-faktor yang memengaruhinya dengan menggunakan domain WHOQOL-BREF. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2023 hingga Januari 2024 di wilayah kerja Puskesmas Kartasura dengan menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif pada 149 ibu hamil trimester I hingga III yang dipilih melalui teknik quota sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata tertinggi terdapat pada domain lingkungan (73,87 ± 11,2) sedangkan skor terendah pada domain kesehatan fisik (70,54 ± 11,5). Analisis multivariat mengungkapkan bahwa usia kehamilan berpengaruh signifikan terhadap domain fisik (p = 0,008), psikologis (p = 0,019), dan hubungan sosial (p = 0,026), sementara pendidikan ibu berpengaruh positif terhadap domain lingkungan (p = 0,012). Secara klinis, temuan ini menggambarkan bahwa meningkatnya usia kehamilan dapat menurunkan kapasitas fisik (misalnya mudah lelah, nyeri punggung, gangguan tidur) dan meningkatkan tekanan psikologis menjelang persalinan, yang berdampak pada hubungan sosial. Sebaliknya, pendidikan yang lebih tinggi memperkuat pemanfaatan lingkungan yang mendukung kesehatan. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi edukatif dan dukungan pada trimester akhir guna menjaga kualitas hidup ibu hamil.
Perbedaan pengaruh abdominal stretching dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri haid pada remaja Budianti, Mimik Retno; Khotimah, Siti
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4044

Abstract

Dismenore merupakan nyeri haid yang muncul selama menstruasi dan ditandai oleh kram di perut bagian bawah yang dapat mejalar ke punggung atau paha, yang menimbulkan rasa tidak nyaman sehingga memerluan penanganan untuj mengurangi nyeri. Nyeri haid dapat dikurangi dengan metode seperti abdominal stretching dan terapi murottal. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh abdominal stretching dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri haid pada mahasiswi. Penelitian Quasi-Experimental ini menggunakan desain Pre-Post Test Two Group Design dengan purposive sampling. Responden, 17 mahasiswi kebidanan semester 3 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, dibagi dalam dua kelompok: satu menjalani abdominal stretching (10 menit/hari selama 3 hari) dan satu lagi terapi murottal (30 menit/hari selama 2 hari). Nyeri diukur dengan Visual Analogue Scale (VAS) sebelum dan sesudah perlakuan. Hipotesis I menggunakan uji Wilcoxon Rankd Test diperoleh p=0,000<0,05 dan hipotesis II menggunakan uji Wilcxon Rankd Test diperoleh nilai p=0,000<0,05, artinya ada pengaruh abdominal stretching dan terapi murottal terhadap penurunan nyeri haid. Hasil hipotesis III menggunakan uji Mann Whitney U Test dengan nilai p=0,000<0,05, artinya ada perbedaan pengaruh antara abdominal stretching dan terapi murottal. Ada perbedaan pengaruh antara abdominal stretching dan terapi murottal. Penelitian selanjutnya diharapkan mengembangkan metode ini dengan menambah responden dan mempertimbangkan faktor keturunan, hormonal, serta stres.
Efektivitas chest physiotherapy pada pasien ventilasi invasif dan NIV terhadap outcome klinis serta durasi rawat Setiawan, Galih Adhi Isak; Rahayu, Umi Budi; Herawati, Isnaini
Journal Physical Therapy UNISA Vol. 5 No. 2 (2025): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jitu.4610

Abstract

Pasien di Unit Perawatan Intensif (ICU) dengan ventilasi mekanik sering mengalami kegagalan pembersihan jalan napas akibat retensi sekret, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti atelektasis dan memperpanjang durasi ventilasi serta lama rawat inap (LOS). Chest Physiotherapy (CPT) atau teknik pembersihan jalan napas (ACT) diperlukan untuk memperbaiki mekanika paru dan memfasilitasi penyapihan (weaning). Penelitian ini merupakan systematic review yang menggunakan metode PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar dengan rentang tahun 2015–2025, kriteria inklusi artikel berbahasa inggris dan merupakan artikel peneltian serta menggunakan salah satu jenis dari CPT dan memiliki outcome klinis. Menghasilkan 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Analisis artikel dilakukan dengan menggunakan pendekatan PICO, yang meliputi populasi pasien dengan ventilasi invasif maupun non-invasif yang menerima intervensi chest physiotherapy serta airway clearance technique. Pada pasien ventilasi invasif, CPT multimodal yang dikombinasikan dengan rehabilitasi dini terbukti meningkatkan keberhasilan ekstubasi dan menurunkan durasi penggunaan ventilator. Pada pasien Non-Invasif (NIV), CPT lebih berdampak pada perbaikan luaran fungsional dan kelelahan dibandingkan mortalitas. Teknik berbasis alat seperti Mechanical Insufflation-Exsufflation (MI-E) efektif dalam mobilisasi sekret, namun dampaknya terhadap LOS bersifat heterogen. Penurunan LOS yang signifikan lebih terlihat ketika intervensi dilakukan secara komprehensif dan intensif. CPT dan ACT memberikan kontribusi kuat terhadap perbaikan outcome klinis respirasi, khususnya oksigenasi dan mobilisasi sekret. Meskipun efek terhadap durasi rawat bervariasi, pemilihan teknik yang tepat berdasarkan kondisi fisiologis pasien dapat mendukung percepatan penyapihan ventilator.

Page 1 of 1 | Total Record : 7