cover
Contact Name
Rahmat Pannyiwi
Contact Email
rahmatpannyiwi79@gmail.com
Phone
+6285298456666
Journal Mail Official
agdosiagdosi@gmail.com
Editorial Address
Komp. Nusa Harapan Permai Blok B.6 No.7 Kecamatan biringkanaya
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29649196     DOI : https://doi.org/10.59585/sosisabdimas
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, tidak memiliki ruang lingkup yang spesifik, Jurnal ini merupakan jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 356 Documents
Sosialisasi Perawatan Luka Diabetes pada Masyarakat Berisiko Tinggi di Daerah Perkotaan Yanti Mustarin; Rezqiqah Aulia Rahmat
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Diabetic wounds are a serious complication in people with diabetes mellitus, which can lead to infection and even amputation if not properly managed. Lack of public knowledge regarding diabetic wound care is a major factor in the increased risk of complications. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of high-risk communities in diabetic wound care. Implementation methods included health education, wound care demonstrations, and community mentoring. Results showed an increase in participants' knowledge and skills in independently caring for diabetic wounds. This program is effective in supporting the prevention of diabetic wound complications in the community. Keywords: Diabetic Wounds, Wound Care, Health Promotion, Community Abstrak Luka diabetes merupakan salah satu komplikasi serius pada penderita diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi hingga amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat berisiko tinggi dalam perawatan luka diabetes. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi perawatan luka, serta pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan luka diabetes secara mandiri. Program ini efektif dalam mendukung pencegahan komplikasi luka diabetes di masyarakat. Kata Kunci: Luka Diabetes, Perawatan Luka, Promosi Kesehatan, Masyarakat
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Tenaga Kesehatan Ali Imran; Muslimin B; Rivayanti Nawawi; Nurhayati; Rifai
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Effective communication is a crucial competency for healthcare workers in providing patient care. A lack of communication skills can impact the quality of care and patient satisfaction. This activity aims to improve healthcare workers' communication skills through structured training. Quality healthcare services are not only determined by the clinical competence of healthcare workers, but also significantly influenced by their communication skills in providing care to patients. Therapeutic communication plays a crucial role in building interpersonal relationships, enhancing trust, and supporting patient satisfaction. This community service activity aims to improve healthcare workers' competency in implementing therapeutic communication through an educational and practical approach. Implementation methods include educational activities, effective communication training (verbal and nonverbal), and role-play simulations, supported by mentoring in service practice. The targeted outcomes of this activity are increased knowledge and skills of healthcare workers in therapeutic communication and the realization of more empathetic, effective, and consistent service communication. Therefore, this activity is expected to improve patient comfort and satisfaction, as well as the quality of healthcare services on an ongoing basis at the Pertiwi Mother and Child Hospital in Makassar. The results showed an increase in the average score from 62.3 to 85.7, a 23.4-point increase. Furthermore, participants' communication skills improved during the simulation practice. The conclusion is that effective communication training can improve healthcare workers' knowledge and skills in communicating with patients.   Keywords: Health Communication, Healthcare Workers, Training, Healthcare Services ABSTRAK Komunikasi efektif merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kurangnya kemampuan komunikasi dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tenaga kesehatan melalui pelatihan terstruktur. Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi klinis tenaga kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Komunikasi terapeutik memiliki peran penting dalam membangun hubungan interpersonal, meningkatkan kepercayaan, serta mendukung kepuasan pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam menerapkan komunikasi terapeutik melalui pendekatan edukatif dan aplikatif. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan edukasi, pelatihan komunikasi efektif (verbal dan nonverbal), serta simulasi (role play) yang didukung dengan pendampingan dalam praktik pelayanan. Target luaran dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam komunikasi terapeutik serta terwujudnya komunikasi pelayanan yang lebih empatik, efektif, dan konsisten. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien serta mutu pelayanan kesehatan secara berkelanjutan di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 62,3 menjadi 85,7 dengan peningkatan sebesar 23,4 poin. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan komunikasi peserta dalam praktik simulasi. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi efektif mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam berkomunikasi dengan pasien. Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Pelatihan, Pelayanan Kesehatan
Pendampingan Bantuan Hidup Dasar Bagi Nelayan Dan Masyarakat Pesisir Hatty Suat; Rais Rahman Haulussy; Sarmalina Rieuwoassa; Atikah Khairunnisa; Muhammad Borut
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Coastal communities, especially fishermen, are at high risk of emergency conditions such as drowning, respiratory arrest, and cardiac arrest. Lack of knowledge and skills in providing first aid can worsen the victim's condition. This community service program aims to improve the knowledge and skills of fishermen and coastal communities in performing Basic Life Support (BLS). The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved coastal community members with a practice-based training approach. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation. The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 52.3 to 85.7. In addition, participants’ skills in performing Basic Life Support improved significantly after the training. In conclusion, Basic Life Support training is effective in improving the capacity of coastal communities in handling emergency situations. Keywords: Basic Life Support, fishermen, coastal community, emergency, community service ABSTRAK Masyarakat pesisir, khususnya nelayan, memiliki risiko tinggi terhadap kejadian kegawatdaruratan seperti tenggelam, henti napas, dan henti jantung. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi korban. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan serta masyarakat pesisir dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode yang digunakan adalah edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan ini melibatkan masyarakat pesisir sebagai peserta dengan pendekatan pelatihan berbasis praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 52,3 menjadi 85,7. Selain itu, keterampilan peserta dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar meningkat secara signifikan setelah pelatihan. Kesimpulan menunjukkan bahwa pendampingan Bantuan Hidup Dasar efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat pesisir dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, nelayan, masyarakat pesisir, kegawatdaruratan, pengabdian masyarakat
Pelatihan Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja Muslimin B; Ali Imran; Haryani; Nurzaidah Syifah; Alvira Damayanti Saputri
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Workplace accidents in healthcare settings remain a significant concern. Lack of understanding and implementation of Occupational Health and Safety Management Systems (OHSMS) can increase the risk of workplace accidents among healthcare workers. This community service program aims to improve knowledge, attitudes, and skills of healthcare workers in implementing OHSMS to reduce workplace accidents. The method used was participatory training and practice-based approach through education, interactive discussions, simulations, and evaluation. The activity was conducted on January 23–25, 2026, at RSUD Haji Makassar, involving 25 healthcare workers. Evaluation was carried out using pre-test, post-test, and skill observation. The results showed an increase in participants’ knowledge from an average score of 60.5 to 86.3. Participants also demonstrated improved understanding and skills in implementing OHSMS principles in the workplace. In conclusion, OHSMS implementation training is effective in improving healthcare workers’ competencies and has the potential to reduce workplace accident risks. Keywords: OHSMS, Occupational Safety, Healthcare Workers, Workplace Accidents, Training ABSTRAK Kecelakaan kerja di fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian serius. Kurangnya pemahaman dan implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) dapat meningkatkan risiko kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan SMK3 guna menurunkan risiko kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui edukasi, diskusi interaktif, simulasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23–25 Januari 2026 di RSUD Haji Makassar dengan jumlah peserta sebanyak 25 tenaga kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 60,5 menjadi 86,3. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam penerapan prinsip SMK3 di lingkungan kerja. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelatihan implementasi SMK3 efektif dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan serta berpotensi menurunkan risiko kecelakaan kerja. Kata Kunci: SMK 3, Keselamatan Kerja, Tenaga Kesehatan, Kecelakaan Kerja, Pelatihan
Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Komunitas Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar Ruqaiyah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Reproductive health is an important aspect in improving the quality of life of couples of reproductive age. Lack of knowledge related to reproductive health can increase the risk of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and low utilization of health services. This community service program aims to improve the knowledge of reproductive-age couples through community-based reproductive health education. The method used was a participatory educational approach through counseling, interactive discussions, and distribution of educational media. The activity was conducted on February 11, 2026, involving 150 participants in the working area of Polongbangkeng Timur Public Health Center, Takalar Regency. Evaluation was conducted using pre-test and post-test. The results showed an increase in participants' knowledge with the average score rising from 55.2 to 82.6. There was also an improvement in understanding contraceptive use, reproductive health, and prevention of sexually transmitted infections. In conclusion, community-based reproductive health education is effective in improving the knowledge of reproductive-age couples. Keywords: Reproductive Health, Couples Of Reproductive Age, Health Education, Community Service ABSTRAK Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasangan usia subur (PUS). Kurangnya pengetahuan terkait kesehatan reproduksi dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, serta rendahnya pemanfaatan layanan kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur melalui edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pembagian media edukasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Februari 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 150 pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Polongbangkeng Timur Kabupaten Takalar. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata dari 55,2 menjadi 82,6. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman terkait penggunaan kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan pencegahan penyakit menular seksual. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi, Pasangan Usia Subur, Edukasi Kesehatan, Pengabdian Masyarakat
Edukasi Pertolongan Pertama Luka Bakar Untuk Meningkatkan Keselamatan Masyarakat Reghula Maryeti Sandra; Angriawan; Zaenal
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Burn injuries are common incidents in the community and can lead to serious consequences if not properly managed. Lack of knowledge regarding first aid for burns may increase the risk of complications and worsen the condition. This community service program aims to improve public knowledge and skills in providing first aid for burn injuries. The method used was a participatory educational approach through counseling, demonstrations, and hands-on practice. The activity involved 50 community participants. Evaluation was conducted using pre-test and post-test as well as skill observation. The results showed an increase in knowledge from an average score of 54.6 to 83.8. Participants also demonstrated improved skills in proper burn first aid management. In conclusion, burn first aid education is effective in improving community safety. Keywords: Burn Injury, First Aid, Health Education, Community Safety, Community Service ABSTRAK Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di masyarakat dan dapat menyebabkan dampak serius jika tidak ditangani dengan tepat. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pertolongan pertama luka bakar dapat meningkatkan risiko komplikasi dan memperparah kondisi luka. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan melibatkan 50 peserta dari masyarakat umum. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata 54,6 menjadi 83,8. Selain itu, terjadi peningkatan keterampilan peserta dalam melakukan penanganan luka bakar secara tepat. Kesimpulan menunjukkan bahwa edukasi pertolongan pertama luka bakar efektif dalam meningkatkan keselamatan masyarakat. Kata Kunci: Luka Bakar, Pertolongan Pertama, Edukasi Kesehatan, Keselamatan Masyarakat, Pengabdian Masyarakat