cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik SMK Kelas X dalam Menghadapi Permasalahan Kontekstual Harsasi M; Sukestiyarno Y L; Junaedi I
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa kelas X dalam menghadapi soal kontekstual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari 70 siswa kelas X SMK Negeri 1 Tengaran yang terdiri dari 36 siswa jurusan Jasa Boga dan 34 siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Data diperoleh dari hasil kerja siswa dalam menyelesaikan masalah kontekstual pada materi sistem persamaan linier. Hasil kerja siswa tersebut dinilai dengan indikator kemampuan komunikasi matematis menurut NCTM kemudian dikelompokkan dalam 6 kategori yang merujuk pada Qualitative Analytic Scoring Procedure Procedure. Jika ditemukan data yang unik, dilakukan wawancara tidak terstruktur untuk menggali lebih dalam mengapa data tersebut berbeda/ menyimpang dari hasil pada umumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa menunjukkan secara keseluruhan hanya 62,3% yang memberi respon terhadap permasalahan yang disajikan dengan rincian berada dalam kategori benar dan lengkap (7,7%), hampir (18,9%), sebagian (15,7%), kabur (3,1%), procedural (3,7%), dan tidak cukup informasi (13,1%).
Strategi Peningkatan Produktivitas Guru SMAN di Kabupaten Flores Timur Melalui Organization Citizenship Behavior (OCB) Hermania Bhoki; Totok S Florentinus; Y L Sukestiyarno; Tri Suminar
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru produktif menjadikan produktivitas sebagai filosofi hidupnya. Bagi guru produktif, pekerjaan merupakan hal sentral yang harus dilakukan secara efektif dan efisien untuk menjangkau prestasi yang tinggi. Guru produktif akan menggunakan segala kemampuannya untuk mengelola pekerjaan demi mencapai produktivitas kerja yang tinggi yakni lulusan berkualitas tinggi. Fakta menunjukkan bahwa produktivitas guru rendah karena OCB guru masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap pengaruh OCB terhadap peningkatan produktivitas guru. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah guru SMAN di Kabupaten Flores Timur berjumlah 223 orang, dengan teknik sampling acak sederhana terpilih 143 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknis analisis data menggunakan uji pengaruh dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas guru SMAN dipengaruhi oleh OCB guru.Direkomendasikan, guru sebagai aktor utama pendidikan perlu memiliki OCB yakni perilaku ekstra peran; dengan hati ikhlas mau melakukan pekerjaan melebihi tugas formal yang ada dalam deskripsi tugas pokok dan fungsi.
Pengaruh Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik pada pencapaian Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Berdasarkan Self-Efficacy Siswa H. R. Fatmasari; S. B. Waluya; Sugianto Sugianto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan matematis yang harus dikuasai oleh siswa. Hasil studi PISA 2015, Indonesia menduduki peringkat 62 dari 70 negara dalam bidang matematika dengan skor dibawah rata-rata OECD. Soal-soal yang termuat dalam PISA merupakan soal pemecahan masalah, sehingga hasil studi ini menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa masih rendah. Pemilihan model pembelajaran harus dilakukan secara tepat dalam rangka mengembangkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dan relevan dengan siswa adalah LAPS-Heuristik. LAPS-Heuristik merupakan model pembelajaran yang menunutun siswa dalam pemecahan masalah. Pembelajaran dengan menggunakan model LAPS-Heuristik memberikan kemudahan bagi siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan, sehingga kemampuan pemecahan masalah siswa bisa lebih baik. Siswa memiliki sikap dan kemampuan yang beragam ketika dihadapkan pada soal pemecahan masalah. Hal ini berkaitan dengan sikap keyakinan diri (self-efficacy). Selfefficacy merupakan keyakinan yang harus dimiliki siswa dan harus diperhatikan dalam kurikulum 2013 sehingga siswa lebih percaya diri dalam menyelesaikan masalah atau soal-soal matematika. Oleh karena itu, uraian kajian artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran LAPS-Heuristik pada pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan self-efficacy siswa. Berdasarkan uraian di atas,maka model pembelajaran LAPS-Heuristik memiliki pengaruh positif terhadap pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan self-efficacy siswa.
Evaluasi Program Pelatihan Permainan Bola Voli Siswa Putra Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Talang Padang, Kabupaten Empat Lawang. I Bagus Endrawan; Martinus Martinus; Dedi Apriyansyah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melakukan sebuah penelitian mengenai program pelatihan denganmenggunakan metode evaluasi Context, Input, Proses, Produk (CIPP) dengan pendekatan kualitatif. Pemgumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan yang meliputi pembina, pelatih, dan pemain. Berdasarkan hasil pengumpulan data bahwa proses pelaksanaan program latihan sudah berjalan dengan baik, terorganisir, objektif, dan profesional. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontek meliputi latar belakang, tujuan program latihan berjalan dengan baik, input meliputi penerimaan pemain dan pelatih, sarana dan prasarana, dan sumber dana terlaksana dengan baik, proses meliputi aspek pelaksanaan program latihan, kesejahteraan, dan transportasi sudah berjalan sesuai dengan prosedur yang baik, produk meliputi aspekkemampuan bermain, dan prestasi tim yang sudah sesuai dari prosedur yang diharapkan dan terlaksana dengan baik. Hasil data yang diperoleh berdasarkan data dan temuan dan fakta secara nyata dilapangan.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah untuk Mempersiapkan Generasi Unggul Menghadapi Tantangan abad 21 Ike Kurniawati; Tri Joko Raharjo; Khumaedi Khumaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam perkembangan abad 21. Pembelajaran matematika dapat membekali dan melatih siswa dalam pemecahan masalah yang dibutuhkan dalam mempersiapkan generasi unggul dimasa mendatang. Melatih siswa dengan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika bukan hanya sekedar mengharapkan siswa dapat menyelesaikan soal atau masalah yang diberikan, namun diharapkan kebiasaaan dalam melakukan proses pemecahan masalah membuatnya mampu menjalani hidup yang banyak mengalami permasalahan kompleks. Pembelajaran matematika pada kurikulum 2013, mengisyaratkan sebuah perubahan mendasar pada proses belajar yang semula bersifat teacher center beralih menjadi student center. Model pembelajaran yang bersifat student center dan berbasis masalah dan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis adalah model pembelajaran problem based learning (PBL). PBL mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam menyelesikan masalah matematika berkaitan dengan kehidupan nyata yang menantang, rumit, tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu langkah dan bersifat open ended. Tujuan penelitian ini untuk menguraikan pentingnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah dalam mempersiapkan generasi unggul yang siap bersaing dan mampu memecahkan masalah dalam menghadapi tantangan abad 21. Penggabungan masalah ke kehidupan nyata dalam proses pembelajaran diharapkan mampu membekali siswa menyelesaikan masalah terutama masalah matematika yang ada di kehidupan sehari-hari dengan mudah.
Analisis Self-Efficacy dalam Mata Pelajaran Matematika sebagai Upaya Pemetaan Kemampuan Non-Kognitif di Siswa Kelas 8 MTS N 2 Pemalang Imam Sayekti; Hardi Suyitno; Wardono Wardono; Dwijanto Dwijanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolahmenengah pertama. Self-efficacy pada siswa merupakan sebuah keyakinan yang menggambarkan kemampuan siswauntuk mengatur dan menggunakan potensi diri dalam menghadapi situasi yang akan dating. Siswa seringkalimengalami kesulitan dalam mengaplikasikan kemampuan self-efficacy untuk mengelola potensi dalam rangkamenyelesaikan permasalahan dalam menghadapi kesulitan selama proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, penelitianini mencoba menganalisis kemampuan self-efficacy siswa usia sekolah menengah pertama sebagai dasar masukanpengelolaan kemampuan non-kognitif siswa. Penelitian dilakukan di MTS N 2 Pemalang dengan melibatkan 174siswa kelas delapan sebagai responden. Data dikoleksi menggunakan instrument angket online skala Likert yangmenggambarkan sikap inisiasi, persistensi dan aksi dalam menghadapi pembelajaran mata pelajaran matematika.Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara structural equation modeling (SEM) menggunakan SmartPLS3.0. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan inisiasi siswa mencapai 68.44±10,98%, sedangkansikap persistensi mencapai 69,14±10,23%, dan aksi dalam memanfaatkan potensi diri sebesar 72,50±12,07%.Adapun kontribusi masing-maing aspek terhadap self-efficacy adalah aspek inisiasi sebesar 34,1%, persistensisebesar 19,8% dan aksi sebesar 56,9%. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa masih memiliki tindakan inisiasiyang rendah dan mudah mengalami penurunan minat dalam belajar matematika, namun dalam segi eksekusi tindakanmenyelesaikan tugas lebih tinggi dibanding aspek lain. Self-efficacy kemungkinan berpengaruh terhadap motivasisiswa dalam menghadapi permasalahan pada mata pelajaran matematika, serta keinginan mengejar prestasi di bidangtersebut. Selain itu, masalah lingkungan pergaulan atau teman sebaya juga memiliki peran dalam peningkatan selfefficacy.Secara rata-rata self-efficacy siswa kelas delapan MTS N2 Pemalang memiliki self-efficacy yang masihtergolong dalam kategori rendah.
Keseuaian Alat Evaluasi dengan Aspek Kognitif pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan Yrama Widya (Analasis Isi) Indah Rahmayanti; Andi Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui kognitif dan keragaman alat evaluasi Buku Teks Bahasa Indonesia kelas XI SMAKurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan Yrama Widya yang disesuaikan dengan aspek kognitif TaksonomiBloom dari C1 (Mengingat), C2 (Memahami), C3 (Mengaplikasikan), C4 (Menganalisis) , C5 (Mengevaluasi), C6(Mencipta). Metode analisis digunakan melalui deskriptif kualitaif. Hasil analisis mengungkapkan, bahwa analisissoal alat evaluasi buku teks Bahasa Indonesia kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan YramaWidya, maka dapat peneliti uraikan di dalam penelitian ini yaitu soal alat evaluasi yang terdapat pada buku teksBahasa Indonesia kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan Yrama Widya terdapat 200 soal didalamnya,peneliti menemukan hasil soal alat evaluasi pada kategori C1 (Mengingat) sebanyak 64 soal denganpersentase 32%, soal alat evaluasi pada kategori C2 (Memahami) sebanyak 89 soal dengan persentase 44,5%, soalalat evaluasi pada kategori C3 (Mengaplikasikan) sebanyak 1 soal dengan persentase 0,5%, soal alat evaluasi padakategori C4 (Menganalisis) sebanyak 39% dengan persentase 19,5%, soal alat evaluasi pada kategori C5(Mengevaluasi) sebanyak 3 soal dengan persentase 1,5%, dan soal alat evaluasi pada kategori C6 (Mencipta)sebanyak 4 soal dengan persentase 2%
Peran Pendidikan Seni dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir kritis, Konstruktif dan Inovatif pada Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0 Indar Sabri; Muhammad Jazuli; Totok Sumaryanto F; Autar Abdillah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran pendidikan seni dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, konstruktif dan inovatif pada era society 5.0 untuk revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya. Peran pendidikan seni tidak hanya dalam konteks mikro (sekolah dan pergruan tinggi), tetapi juga dalam konteks makro, yakni masyarakat yang merupakan luaran dari lembaga-lembaga pendidikan. Oleh karena itu pendidikan seni harus bisa menjawab berbagai macam persoalan yang berhubungan dengan masyarakat. Belum selesai dengan isu Revolusi Industri 4.0, kini masyarakat dihadapkan kembali dengan isu society 5.0 (masyarakat 5.0) yaitu masyarakat, benda dan segala tatanan sosial yang ada terintegrasi dengan dunia maya. Pendidikan seni menjadi salah satu elemen yang sangat penting bagi masyarakat dalam menghadapi era yang terus berubah. Melalui pendidikan seni ini peserta didik diberikan layanan secara optimal dalam hal meningkatkan keterampilan berpikir kritis, konstruktif dan inovatif.
Pengaruh Metode Latihan Agility V terhadap Ketepatan Smash pada Atlet Bulutangkis Club Mahantara Bima Irfan Irfan; Esa Mahardhika
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan Agility V terhadap ketepatan smash pada atletbulutangkis klub Mahantara Bima. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “one grouppretest-posttest desaign”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Klub Mahantara Bima yang berjumlah 18 orang.Teknik sampling menggunakan total sampling. Atlet diberikan perlakuan selama 16 kali pertemuan. Analisis datamenggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh metode latihan V terhadap ketepatansmash pada atlet bulutangkis klub Mahantara Bima, dengan t hitung 10,66 > t tabel 2,12, dan nilai signifikansi 0,000< 0,05, dengan peningkatan persentase sebesar 53,59%.
Pentingnya Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar di Era 4.0 Irma Sofiasyari; HT Atmaja; Purwadi Suhandini
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga semua orang dapat dengan mudah mengakses apapun, dimana pun dan kapan pun. Fenomena yang terjadi saat ini yaitu siswa menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi, sehingga berdampak pada perilaku siswa yang ikut meniru perbuatan kurang baik. Oleh karena itu pendidikan pada era 4.0 di Sekolah Dasar perlu diimbangi dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan proses penanaman moral dan agama yang diberikan kepada siswa dengan cara pembiasaan sejak dini, penguatan dan pengembangan perilaku. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pendidikan era revolusi 4.0, mendeskripsikan pentingnya pendidikan karakter pada siswa Sekolah Dasar di era 4.0 dan mendeskripsikan cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa Sekolah Dasar untuk menghadapi era 4.0. Hasil studi menunjukkan bahwa pendidikan karakter begitu penting untuk menghadapi degradasi akhlak, moral dan budi pekerti di era 4.0, sehingga pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini.

Page 11 of 18 | Total Record : 171