cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019)" : 171 Documents clear
Kemampuan Berpikir Aljabar Siswa Menggunakan Model Creative Problem Solving Muhammad Riskon; Rochmad Rochmad; Nuriana Rachmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel Konseptual ini bertujuan untuk mendeskirpsikan kemampuan berpikir aljabar siswa dengan menggunakanmodel creative problem solving. Terdapat beberapa tingkatan dalam berpikir aljabar. Kemampuan berpikir aljabarsiswa dapat dilatih dan dikembangkan melalui model pembelajaran. creative problem solving. Siswa diminta untukberpikir secara kreatif dalam memecahkan masalah yang terkait kemampuan aljabar, mulai dari merepresentasikanbentuk permasalahan kedalam bentuk aljabar sampai menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kemampuanaljabar. Hal ini dapat melatih kemampuan berpikir aljabar siswa, karena siswa berlatih secara mandirimengkonstruksikan pemikirannya untuk memecahkan sebuah masalah yang berkaitan dengan simbol dan angka.Hal tersebut sejalan dengan era 4.0 yang mengedepankan berpikir kreatif dalam menyelesaikan suatupermasalahan
Penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbasis Weblog Pada Kelas Content And Language Integrated Learning (CLIL) Ima Isnaini Taufiqur Rohmah; Mursid Saleh; Abdurrachman Faridi; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah banyak penelitian dilakukan dalam upaya pengembangan model pembelajaran flipped classroom untukmeningkatkan kualitas pembelajaran, namun penelitian yang menggabungkan model pembelajaran flippedclassroom dengan weblog belum banyak mendapatkan perhatian. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk:1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pembelajaran flipped classroom berbasis weblog pada kelasContent and Language Integrated Learning (CLIL); 2) mengidentifikasi efek dari penerapan modelpembelaarn ini terhadap minat belajar dan kualitas pembelajaran. Design penelitian yang digunakan adalahpenelitian tindakan kelas yang melibatkan 32 IKIP PGRI Bojonegoro. Teknik pengumpulan data yangdigunakan antara lain observasi, interview, pre- dan post-test, serta kuesioner. Analisis data yang digunakanadalah theme-analysis. Hasil penelitiian ini menunjukkan bahwa: 1) terdapat beberapa langkah dalammenerapkan model pembelajaran flipped classroom berbasis weblog, antara lain pre-action, action, dan tahappost-action; 2) terdapat beberapa efek positif yang dihasilkan setelah penerapan model pembelajaran ini antaralain meningkatkan motivasi, minat belajar dan hasil belajar mahamahamahasiswa. Penelitian lanjutan tentangbagaimana respon mahamahasiswa terhadap penerapan flipped classroom berbasis weblog direkomendasikanuntuk dilakukan demi perbaikan penerapan model pembelajaran ini.
Efektifitas Metode Problem Based Learning terhadap Tingkat Berpikir Kritis dalam Pengajaran Listening di Universitas PGRI Semarang Sukma Nur Ardini; Dwi Rukmini; Warsono Warsono; Dwi Anggani Linggar Bharati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan abad ke-21 yang mengacu pada kolaborasi, melek digital, berpikir kritis, dan pemecahanmasalah sangat perlu diintegrasikan dengan empat keterampilan bahasa Inggris termasuk keterampilanlistening supaya mahasiswa mampu berkompetisi di era globalisasi. Di sisi lain, keterampilan listeningcenderung diacuhkan oleh dosen bahasa Inggris dan lebih fokus pada kemampuan reading dan writing. Oleh karena permasalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas metode Problem Based Learning (PBL) dalam pengajaran listening untuk tingkat berpikir kritis mahasiswa tinggi dan rendah yang melibatkan 30 siswa semester dua Universitas PGRI Semarang. Oleh karena itu, penelitian eksperimental telah dilakukan dengan menggunakan tes, treatment dan wawancara guna mengumpulkan data yang kemudian dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian ditemukan bahwa mean dari pre-test sebesar 57,9. Setelah treatment selama 7 kali, ditemukan hasil post-test berjumlah 71,52. Dari kenaikan yang siginifikan tersebut, terbukti bahwa metode PBL efektif dalam mengembangkan tingkat berpikir kritis. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa lebih tertarik belajar listening menggunakan metode PBL sehingga disarankan untuk dosen pengampu mengaplikasikan metode kreatif dan inovatif seperti PBL, DL, bahkan PjBL dalam mata kuliah listening.
Kemampuan Komunikasi Matematis pada Pembelajaran Treffinger Berdasarkan Self Efficacy Hendra Yulianto; Siti Suprihatiningsih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dikembangkan pada topik-topikmatematika, karena komunikasi matematis dapat membantu siswa mengembangkan pengetahuan matematika. Namun, permasalahan yang sering terjadi adalah kemampuan komunikasi matematis siswa yang masih kurang, sehingga perlu ditinjau lebih lanjut berdasarkan self efficacy. Hal ini dikarenakan self efficacy dapat mendorong kemampuan komunikasi matematis siswa. Self efficacy adalah konsep diri terkait kepercayaan individu pada kemampuannya untuk melakukan atau menyelesaikan suatu tugas atau masalah. Kemudian untuk mencapai kemampuan komunikasi matematis yang baik diterapkanlah pembelajaran treffinger.
Karaterisasi Morfologi Subfamilia Bambusoideae Di Kebun Raya Purwodadiuntuk Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web N Hayati; P Wigunanto; M Chodzirin; Solikin Solikin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bambu memiliki tingkat keanekaragaman yang tinggi di dunia. Tanaman Bambu terdiri dari 1439 spesies dan sekitar 11,5% berada di Indonesia. Keanekaragaman spesies bambu merupakan kekayaan biodiversitas yang perlu dilestarikan. Salah satu upaya pelestarian bambu di Indonesia antara lain dengan memanfaatkan berbagai karakteristik bamboo dalam pembelajaran di bidang botani. Pelestarian bamboo secara ex situ yang dilakukan di Indonesia telah dilakukan di Kebun Raya Purwodadi. Koleksi bambu di Kebun Raya Purwodadi sebanyak 11 genus dengan 35 spesies. Media pembelajaran karakterisasi dan identifikasi tumbuhan berbasis web dengan mengeksplorasi karakteristik bamboo pada Subfamilia Bambusoideae diharapkan dapat menjadi pelengkap pembelajaran Taksonomi Tumbuhan atau Sistematika Tumbuhan sehingga lebih menarik dan lebih mudah dipahami oleh peserta didik. Menu aplikasi website didesain secara interaktif dengan menggunakan karakter morfologi dari spesies bambu yang menjadi koleksi Kebun Raya Purwodadi dengan dilengkapi gambar, foto dan video. Pengembangan media pembelajaran ini menggunakan software PHP, Notepad dan Xampp. Penilaian kelayakan media ini diperoleh dari ahli materi sistematika tumbuhan, ahli media web, dan tanggapan mahasiswa biologi. Data berupa skor angketmenggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut berdasarkan pada penilaian ahli materi sebesar 93%, ahli media sebesar 91%, dan tanggapan responden uji operasional sebesar 89%. Persentase tanggapan responden pada uji lapangan terbatas sebesar 92%.
Kemampuan Literasi Matematika Pada Pembelajaran Problem Based Learning Kelas X SMK Munir M; M Asikin; I Junaedi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika pada pembelajaran Problem Based Learning kelas X SMK. Metode yang digunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) 1 SMK Swadaya Semarang yang berjumlah 34 siswa tahun pelajaran 2019/2020. Data dianalisis secara deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui metode tes dan non tes. Metode tes berupa soal kemampuan literasi matematika, sedangkan metode non tes berupa wawancara kepada siswa. Hasil penelitian ditemukan komponen kemampuan literasi matematika untuk komponen matematisasi 86,27%, representasi 88,24%, merencanakan strategi 80,39%, menggunakan alat matematika 28,43%, dan komunikasi 14,71%.
Literasi Digital: Dampak dan Tantangan dalam Pembelajaran Bahasa Yentri Anggeraini; Abdurrachman Faridi; Januarius Mujiyanto; Dwi Anggani Linggar Bharati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi secara pesat menuntut kita untuk memiliki kemampuan dasar berkaitandengan konsep digital itu sendiri. Kemampuan mencari sumber informasi yang bisa dipertanggungjawabkanmenjadi sangat penting ditengah percepatan teknologi digital saat ini. Dalam kontek literasi digital, setiaporang memerlukan kemampuan untuk bisa mengakses, menganalis, mencipta, melakukan refleksi, danbertindak menggunakan beraneka ragam perangkat digital, berbagai bentuk ekspresi , dan strategi dalamkomunikasi. Artikel ini menyajikan gagasan awal dampak literasi digital dan tantangan dalam pembelajaranbahasa terkait dengan penerapan literasi digital. Adapun dampak positif literasi digital dalam pembelajaranbahasa yaitu 1) untuk membantu proses pembelajaran, 2) untuk dapat membedakan sumber-sumber belajaryang benar, signifikan dan dapat memberikan manfaat, dan 3) untuk membuka peluang bagi guru agar lebih produktif dalam menciptakan media ajar digital. Selain itu, dalam penerapan digital literasi dalampembelajaran bahasa yaitu guru tidak sekedar memerlukan penguasaan kemampuan mengoperasikanperangkat digital dan lunak saja tetapi juga memerlukan keterampilan kompleks seperti keterampilanmemproduksi, keterampilan photovisul, keterampilan hipertekstualitas, keterampilan mengevaluasi informasi, dan keterampilan socio-emosional.
Analisis Peran Guru dalam Pengajaran Membaca Melalui Strategi Readers Theatre Nopa Yusnilita; Januarius Mujiyanto; Mursid Saleh; Dwi Anggani Linggar Bharati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengajaran dikelas, seorang guru dituntut untuk dapat memainkan berbagai perannya. Selain itu, guru harus dapat memilih strategi yang tepat untuk mendukung keefektifan dan keefisienan dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa peran yang dilakukan oleh guru dalam mengajar membaca dengan menggunakan strategi Readers Theater. Strategi Readers Theater ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam meningkatkan pemahaman tentang teks. Hal ini telah direkomendasikan dan dibuktikan dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh beberapa peneliti dan para ahli. Strategi ini merupakan salah satu strategi yang mampu mengubah siswa yang pasif menjadi aktif dan pembelajaran menjadi menyenangkan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptive kualitative. Kuesioner dan wawancara digunakan sebagai alat dalam mengumpulkan data yang diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilhat dari sumber data yang terkumpul, menunjukkan bahwa dalam pengajaran membaca dengan menggunakan strategi Readers Theater 80% guru memainkan peran sebagai model, 75% sebagai fasilitator, 60% sebagai penyedia informasi, 65% sebagai asesor, 70% sebagai perencana, dan 72% sebagai pengembang bahan ajar. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap guru harus dapat memainkan berbagai peran dalam pelaksanaan pengajaran dikelas. Guru juga harus dapat selalu kreatif, inovatif, dan peka terhadap perubahan zaman serta memahami karakter siswa yang diajar.
Hubungan antara Kefasihan Bahasa Formula dan Kecakapan Siswa Indonesia dalam Ujian Lisan Berbahasa Inggris Radeni Sukma Indra Dewi; Januarius Mujiyanto; Dwi Rukmini; Mursid Saleh
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini menyelidiki dengan cara apa siswa menggunakan bahasa formula yang diajarkan dalam kurikulummereka melalui buku pelajaran ketika mengambil ujian kecakapan lisan dengan multi-tugas dan apakah adahubungan antara penggunaan bahasa formula mereka dengan skor kelancaran dan kecakapan keseluruhanmereka. Studi dilakukan dengan 80 siswa Indonesia dengan tingkat kemampuan yang berbeda padaUniversitas Muhammadiyah Semarang. Untuk menemukan cara-cara penggunaan bahasa formula oleh siswa, suatu analisis isi buku pelajaran dilakukan untuk menentukan target daftar bahasa formula dengan frekuensi kemunculan setiap ekspresi dalam buku. Setelah itu, analisis konten dari rekaman video ujian kecakapan lisan dilakukan untuk mengungkapkan penggunaan bahasa formulaik siswa dan hasil dari dua analisis konten dibandingkan untuk menarik kesimpulan. Untuk menghubungkan penggunaan bahasa formulaik siswa dengan kefasihan dan kemahiran mereka secara keseluruhan, skor yang telah diterima siswa untuk kelancaran dan skor kemahiran mereka pada akhir tahun akademik dipertimbangkan.
Kajian Hubungan Terapeutik dalam E-Counseling di Era Distrupsi Thrisia Febrianti; Dwi Endrasto Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji secara teoritik hubungan terapeutik dalam e-counseling di era distrupsi. Ecounseling merupakan layanan bimbingan dan konseling yang memanfaatkan teknologi informasi khususnya internet. Manifestasi perpaduan antara kemajuan ilmu pengetahuan tentang layanan bimbingan konseling dan penguasaan ilmu teknologi. E-counseling menyediakan layanan melalui email, konferensi video, teknologi virtual, teknologi obrolan, atau kombinasi dari semuanya. Penggunaan e-counseling telah berkembang pesat, hal ini menunjukkan bahwa penyediaan layanan konseling melalui Internet baik secara klinis efektif dan hemat biaya. Namun masih ada kekhawatiran yang belum terjawab tentang e-counseling, termasuk apakah efektif mengembangkan hubungan terapeutik melalui internet tanpa adanya isyarat non-verbal.

Page 7 of 18 | Total Record : 171