Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram (JPKIK) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Politeknik Medica Farma Husada Mataram sejak tahun 2015 dengan pISSN 2407-8603 dan tahun 2016 memiliki eISSN 2541-1128. JPKIK menerima karya tulis ilmiah berupa laporan penelitian (original research paper) dengan fokus pada perkembangan permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk perkembangan dan permasalahan pokok di bidang epidemiologi; Promosi kesehatan; Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan Reproduksi, Manajemen Rumah Sakit, Ilmu Gizi, Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia. Meski fokus di wilayah Indonesia, JPKIK tidak menutup kemungkinan naskah di luar wilayah yang memiliki isu korelatif dan/atau sebanding dalam lingkup geografis tersebut.
Articles
155 Documents
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD KOTA MATARAM TAHUN 2020
Fitri Wulandari
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (481.874 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v6i2.159
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2014 dari 17 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke 7 yang memiliki persentase tertinggi kematian akibat berat badan lahir rendah kejadian berat badan lahir rendah adalah 15,5% yang berkisar 20,6 juta bayi tersebut lahir setiap tahun, 96,5% di antaranya di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Kota Mataram. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dan pendekatan retrospektif. Untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir yang mengunakan data sekunder dari buku register di ruang bersalin RSUD Kota Mataram. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2020 di ruang bersalin RSUD Kota Mataram. Teknik pengambilan sampel penelitian diambil dengan tehnik simpel random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 194 kasus. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 194 kasus diperoleh data berat badan lahir normal dengan asfiksia sebesar 23,3% dan berat badan lahir rendah dengan asfiksia sebesar 76,7%. Kejadian asfiksia sebesar 22,2% dan tidak asfiksia sebesar 77,8%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD Kota Mataram (p = 0,001).
PENGARUH KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) TERHADAP SIKAP IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DALAM PERSIAPAN PERENCANAAN PERSALINAN
Ni Nyoman Tri Ayu Yulianingsih
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (571.994 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v6i2.160
Pemeriksaan kehamilan Antenatal Care (ANC) adalah salah satu program yang terencana berupa observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil, untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman. Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi merupakan salah satu upaya peningkatan mutu pelayanan antenatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC) terhadap sikap ibu hamil primigravida trimester III dalam persiapan perencanaan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini diambil dengan tehnik purposive sampling sebanyak 38 sampel dan populasi dalam penelitia ini adalah ibu hamil trimester III. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel adalah kuesioner dan ceklis pada bulan Juli 2020. Analisa data menggunakan Uji Chi Square dengan taraf signifikan 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh ibu hamil primigravida trimester III memiliki kepatuhan kunjungan ANC (76,3%). Dari seluruh ibu hamil primigravida trimester III telah melakukan persiapan perencanaan persalinan (100%). Ada pengaruh kepatuhan kunjungan antenatal care dengan persiapan perencanaan persalinan di wilayah kerja Puskesmas Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram dengan (P=0,001). Semakin patuh kunjungan Antenatal Care (ANC) semakin meningkatkan upaya persiapan perencanaan persalinan ibu hamil primigravida trimester III. Ibu hamil diharapkan lebih aktif dalam melakukan kunjungan kehamilan agar siap melakukan persiapan perencanaan persalinan. Kesimpulan: ibu hamil primigravida trimester III yang patuh dalam kunjungan kehamilan meliputi minimal kunjungan kehamilan pada trimester pertama 1 kali, trimester kedua 1 kali, dan trimester ketiga 2 kali. Ibu hamil primigravida trimester III dikatakan siap melakukan persiapan perencanaan persalinan meliputi: persiapan biaya dan tempat persalinan, penolong persalinan, pendamping persalinan, transportasi, perlengkapan pakaian ibu dan bayi dan donor darah.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN MINAT IBU DALAM MEMILIH KONTRASEPSI KB SUNTIK DI KELURAHAN KEKALIK JAYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAJUNG KARANG
Soviana Zamroni
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (612.622 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v6i2.161
Sasaran pokok pengembangan KB di dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2015-2019 yaitu menurukan angka kelahiran sehingga pemerintah menggalangkan penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), setelah dilakukan study pendahuluan oleh penulis di Polindes Kekalik Jaya dan Puskesmas Tanjung Karang bahwa masih banyak akseptor yang menggunakan alat kontrasepsi suntik, pada tahun 2018 ada 100 akseptor KB suntik dan pada tahun 2019 ada 109 akseptor KB suntik, hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah akseptor KB suntik dalam setiap tahun nya. Berdasarkan study pendahuluan yang dilakukan ditemukan beberapa faktor penunjang pemilihan kontrasepsi suntik diantaranya adalah dukungan suami, berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hubungan dukungan suami dengan minat ibu dalam memilih kontrasepsi KB suntik. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dangan instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner. Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah akseptor KB suntik, dengan sampel 85 akseptor KB suntik yang di peroleh menggunakan rumus slovin. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dukungan suami dengan minat ibu dalam memilih kontrasepsi KB suntik. Dibuktikan dengan hasil uji Chi-square. Nilai p value penelitian ini menunjukkan nilai p value < ? (0,05) yang berarti H0 di tolak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dukungan suami menjadi salah satu faktor pendukung dari minat ibu untuk menggunakan kontraepsi KB suntik di kelurahan Kekalik Jaya wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang.
HUBUNGAN KELENGKAPAN STATUS IMUNISASI DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS TANJUNG KARANG KOTA MATARAM
Hartina Toje
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (575.391 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v6i2.163
Organisasi Kesehatan Dunia/WHO menyebutkan bahwa Indonesia tergolong negara dengan status kurang gizi yang tinggi karena masih tingginya angka wasting dan stunting pada tahun 2017 yaitu 13,5% untuk wasting dan 36,4% untuk stunting (WHO,2018). Anak yang tidak mendapatkan imunisasi tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit infeksi, sehingga anak akan jatuh sakit, dan dapat menyebabkan turunnya status gizi anak. Hal ini karena penyakit infeksi dan fungsi kekebalan saling berhubungan erat satu sama lain (Wilhendra, 2016). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan status imunisasi dengan status gizi pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram. Pengambilan sampel secara total sampling yaitu sebanyak 71 balita, Penelitian ini merupakan penelitian dengan analitik retrospektif dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian sebagian besar responden dengan kategori imunisasi tidak lengkap sebanyak 52 balita (78,2), dan responden dengan kategori imunisasi lengkap sebanyak 19 balita (26,8%). Serta sebagian besar responden dengan status gizi baik yaitu sebanyak 44 balita (61,9%), responden dengan dengan status gizi buruk sebanyak 7 balita (9,9%). Hasil uji Chi-square diperoleh nilai p = 0,497 yang berarti Ho ditolak/tidak diterima jika ? (0.05) sehingga disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kelengkapan imunisasi dengan status gizi balita. Disarankan dari pemerintah khususnya pihak puskesmas agar lebih menggalakkan lagi sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan gizi seimbang bagi balita
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG MANFAAT PENGGUNAAN KARTU BPJS KESEHATAN DI DESA TANGGA KECAMATAN MONTA
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 6 No. 2 (2020): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (803.521 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v6i2.164
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan adalah usaha milik negara yang ditugaskan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan adanya BPJS untuk menciptakan sebuahkesejahteraan kepada seluruh rakyat dengan memberikanjaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan anggota keluarganya.Serta agar semua penduduk Indonesia terlindungi dalam sistem asuransi, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan dasar kesehatanmasyarakat yang layak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang manfaat penggunaan BPJS di Desa Tangga Kacamatan Monta Kabupaten Bima.Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif.Sampel yang ada dalam penelitian ini adalah sebanyak 93 responden yaitu kepala keluarga yang ada di Desa Tangga Kacamatan Monta Kabupaten Bima. Teknik pengambilan sampel dengan metode pengambilan sampel secara sistematis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan mengola data dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan dari 93 responden, pengetahuan masyarakat tentang penggunaan kartu BPJS di Desa Tangga Kacamatan Monta Kabupaten Bima adalah mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebesar 46 orang (49,5%) dan latar belakang reseponden yang pengetahuan yang baik berpendididkan SMA 24 (52,2%), bekerja sebagai petani 26 (56,5%) dan 29 orang (31,2%) dari 93 responden tersebut memiliki kartu BPJS yang PBI. Kesimpulan pengetahuan masyarakat Desa Tangga Kecamatan Monta Kabupaten Bima mayoritas baik.
UJI KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI DI DUSUN JERNENG KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (325.978 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v1i1.170
Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air di Indonesia meliputi kuantitas maupun tata letak sumur terhadap sumber pencemar yang dapat menyebabkan tercemarnya air sumur terutama air sumur gali oleh bakteri golongan Coliform yang diakibatkan dari buruknya sistem pembuangan limbah masyarakat, pembuatan WC, Septik Tank dan sumur yang kurang memenuhi persyaratan (jaraknya minimal 10 meter dari septik tank). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur gali yang ada di wilayah dusun Jerneng sehingga aman untuk dikonsumsi. penelitian ini bersifat Observasional Analitik yang mempunyai tujuan untuk mengetahui kontribusi faktor resiko tertentu terhadap adanya suatu kejadian tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur gali yang ada di lingkungan Dusun Jerneng yang mempunyai septik tank dengan jarak < 10 meter dan > 10 meter yang memiliki dinding sumur yang bersemen dan mempunyai lantai kedap. Dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria dalam penelitian berdasarkan survey lapangan adalah 20 sumur yang terdiri dari jaraknya < 10 meter dari septic tank berjumlah 16 sumur gali dan sumur yang jaraknya > 10 meter dari septic tank berjumlah 4 sumur. Tehnik pengambilan sampel penelitian ini adalah dengan cara Non Random Sampling. Data hasil penelitian berupa jarak septic tank terhadap nilai Most Probable Number (MPN) pada air sumur di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat dianalisa secara Deskriptif dengan hasil penelitian pada tabel 1.2 dan tabel 1.3 yang menunjukkan bahwa terdapat nilai indeks MPN Coliform pada air sumur yang berada di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Semakin dekat jarak sumur dengan Septic Tank maka nilai MPN Coliform semakin tinggi, dan sebaliknya jika semakin jauh jarak sumur dengan Septic Tank maka nilai MPN Coliform semakin rendah
IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B PADA CENDOL YANG BEREDAR DI PASAR KEDIRI LOMBOK BARAT DENGAN METODE KROMATOGRAFI KERTAS (KK) PADA TAHUN 2012
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (468.538 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v1i1.171
Zat pewarna sintetik Rhodamin B masih menjadi masalah yang membahayakan kesehatan masyarakat di Indonesia dan beberapa negara di dunia terutama negara berkembang karena biasa di gunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat pewarna sintesis ini sangat membahayakan bagi manusia bila di komsumsi karena dapat menyebapkan iritasi, saluran pernafasan, keracunan, dan gangguan hati dan dalam jangka panjang menyebapkan kanker dan tumor.Dari segi usia dapat mengenai semua golongan umur tetapi prevalensi tinggi terutama pada golongan anak usia sekolah dasar karena umumnya anak-anak lebih suka membeli makanan yang cendrung dengan warna yang lebih mencolok. Rumus Molekul dari Rhodamin B adalah C28H31N2O3Cl dengan berat molekul sebesar 479.000. Zat yang sangat dilarang penggunaannya dalam makanan ini berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu-kemerah – merahan, sangat larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berfluorensi kuat. Rhodamin B juga merupakan zat yang larut dalam alkohol, HCl, dan NaOH, selain dalam air. Di dalam laboratorium, zat tersebut digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th dan titik leburnya pada suhu 165 derajat celcius. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kromatografi kertas salah satu metode pemisahan berdasarkan distribusi suatu senyawa pada dua fasa yaitu fasa diam dan fasa gerak. Pemisahan sederhana suatu campuran senyawa dapat dilakukan dengan kromatografi kertas, prosesnya dikenal sebagai analisis kapiler dimana lembaran kertas berfungsi sebagai pengganti kolom. Kromatografi kertas adalah salah satu pengembangan dari kromatografi partisi yang menggunakan kertas sebagai padatan pendukung fasa diam. Oleh karena itu disebut kromatografi kertas. Sebagai fasa diam adalah air yang teradsorpsi pada kertas dan sebagai larutan pengembang biasanya pelarut organik yang telah dijenuhkan dengan air sampel yang di peroleh dari pasar selanjut nya di bawa ke BB POM, untuk mengetahui kandungan Rhodamin B pada cendol.
IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT BAKSO CILOK DI SDN 1 AMPENAN TAHUN 2012
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.353 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v1i1.172
Zat pewarna sintetik rhodamin B masih menjadi masalah yang membahayakan kesehatan masyarakat di Indonesia dan beberapa negara di dunia terutama negara berkembang karena biasa di gunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat pewarna sintesis ini sangat membahayakan bagi manusia bila di komsumsi karena dapat menyebapkan iritasi, saluran pernafasan, keracunan, dan gangguan hati dan dalam jangka panjang menyebapkan kanker dan tumor.Dari segi usia dapat mengenai semua golongan umur tetapi prevalensi tinggi terutama pada golongan anak usia sekolah dasar karena umumnya anak-anak lebih suka membeli makanan yang cendrung dengan warna yang lebih mencolok. Rumus molekul dari rhodamin B adalah C28H31N2O3Cl dengan berat molekul sebesar 479.000. Zat yang sangat dilarang penggunaannya dalam makanan ini berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu-kemerah – merahan, sangat larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berfluorensi kuat.Rhodamin B juga merupakan zat yang larut dalam alkohol, HCl, dan NaOH, selain dalam air. Di dalam laboratorium, zat tersebut digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th dan titik leburnya pada suhu 165 derajat celcius. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kromatografi kertas yaitu pemisahkan komponen-komponen atas perbedaan adsorpsi atau partisi oleh fasa diam yang berupa kertas dibawah gerakan fasa gerak. Seluruh bentuk kromatografi memiliki fase diam (berupa padatan atau cairan yang didukung pada padatan) dan fase gerak (cairan atau gas). Fase gerak mengalir melalui fase diam dan membawa komponen-komponen dari campuran bersama-sama. Komponen-komponen yang berbeda akan bergerak pada laju yang berbeda. Dalam kromatografi kertas, fase diam adalah kertas serap yang sangat seragam. Fase gerak adalah pelarut atau campuran pelarut yang sesuai. Sampel yang diperoleh dari SD 1 Ampenan selanjutnya di bawa ke Balai POM, untuk mengetahui kandungan rhodamin B pada saus tomat
IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B PADA LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR PAGESANGAN KOTA MATARAM DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT)
Oktarena Widiastuti
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (407.965 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v1i1.173
Zat pewarna sintetik Rhodamin B masih menjadi masalah yang membahayakan kesehatan masyarakat di Indonesia dan beberapa negara di dunia terutama negara berkembang karena biasa di gunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat pewarna sintesis ini sangat membahayakan bagi manusia bila di komsumsi karena dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan, keracunan, dan gangguan hati dan dalam jangka panjang menyebabkan kanker dan tumor. Dari segi usia dapat mengenai semua golongan umur. Rumus Molekul dari Rhodamin B adalah C28H31N2O3Cl dengan berat molekul sebesar 479.000. Zat yang sangat dilarang penggunaannya dalam kosmetik ini berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu kemerah – merahan, sangat larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berfluorensi kuat. Rhodamin B juga merupakan zat yang larut dalam alkohol, HCl, dan NaOH, selain dalam air. Di dalam laboratorium, zat tersebut digunakan sebagai pereaksi untuk identifikasi Pb, Bi, Co, Au, Mg, dan Th dan titik leburnya pada suhu 165 derajat celcius. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kromatografi lapis tipis salah satu metode pemisahan berdasarkan distribusi suatu senyawa pada dua fase yaitu fase diam dan fase gerak. Pemisahan sederhana suatu campuran senyawa dapat dilakukan dengan kromatografi lapis tipis, prosesnya dikenal sebagai analisis kapiler dimana lembaran kertas berfungsi sebagai pengganti kolom. Kromatografi lapis tipis adalah salah satu pengembangan dari kromatografi partisi padatan pendukung fase diam. Oleh karena itu disebut kromatografi lapis tipis. Sebagai fase diam adalah air yang teradsorpsi pada kertas dan sebagai larutan pengembang biasanya pelarut organik yang telah dijenuhkan dengan air sampel yang di peroleh dari pasar selanjutnya di bawa ke BBPOM, untuk mengetahui kandungan Rhodamin B pada lipstik.
STUDI NEMATODA USUS GOLONGAN SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA FECES BALITA DI DUSUN JERNENG KECAMATAN LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Yuliana Astuti
Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Kesehatan Politeknik Medica Farma Husada Mataram Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENELITIAN DAN KAJIAN ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MA
Publisher : Politeknik Medica Farma Husada Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.04 KB)
|
DOI: 10.33651/jpkik.v1i1.174
Penyakit kecacingan merupakan masalah kesehatan, terutama infeksi pada feces balita yang sanggat sering terkontaminasi karena sanitasi lingkungan yang buruk, kebersihan pribadi yang tidak terjaga, mengkonsumsi makanan yang di duga terkontaminasi dengan telur cacing, tingkat pengetahuan dan aspek sosial ekonomi yang masih rendah, serta kontak dengan tanah yang diduga terkontaminasi dengan telur cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya telur Nematoda usus golongan Soil Tranmitted Helminths (STH) pada feses balita di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah feses balita di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara non random accidentally sampling. Besar Sampel dalam penelitian ini sampel jenuh. Data yang dikumpulkan di analisa secara deskriptif. Hasil penelitian identifikasi telur nematoda usus golongan Soil Transmitted Helminths pada feces Balita di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat didapatkan hasil sampel yang positif sebanyak 2 dengan prosentase 7% yang terdiri dari Ascaris lumbricoides sebesar 3,5%, Trichuris trichiura sebesar 3,5% dan cacing tambang sebesar 0% sedangkan sampel yang negatif sebanyak 28 dengan buang air besar di kali dan di kebun. Warga Dusun Jerneng rata – rata memakai lantai mengunakan semen, dan keramik, dari hasil yang telah disurvei (Profile Dususn jerneng, 2010 Gandahusada 1998). Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Studi nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminths (STH) pada feces balita di Dusun Jerneng Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat ”.