cover
Contact Name
Sahrul Hidayat
Contact Email
sahrul@unpad.ac.id
Phone
+6222-7796014
Journal Mail Official
jiif@phys.unpad.ac.id
Editorial Address
Department of Physics Universitas Padjadjaran Jl Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika
ISSN : 25490516     EISSN : 25497014     DOI : http://dx.doi.org/10.24198/jiif
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) is a scientific journal that contains research results covering theoretical, simulation and modeling studies, experiments, engineering and exploration in the field of Physics and its Applications.
Articles 181 Documents
Uji Kualitas Briket dari Tongkol Jagung dengan Perekat Kanji/PET dan Komposisi Gas Buang Pembakarannya Haryono Haryono; Evy Ernawati; Solihudin Solihudin; Diah Ayu Susilowati
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.895 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i2.28606

Abstract

Limbah tongkol jagung merupakah salah satu limbah biomassa potensial di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan briket. Briket termasuk bahan bakar terbarukan yang relatif lebih ramah ligkungan. Kualitas briket sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah jenis biomassa sebagai sumber karbon, jenis bahan pengikat, dan komposisi antara biomassa terhadap bahan pengikat. Polimer sintetik polietilen tereptalat memiliki sifat sebagai bahan pengikat pada pembuatan briket. Polietilen tereptalat banyak dijumpai sebagai limbah plastik. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah berupa tongkol jagung dan plastik polietilen tereptalat sebagai bahan pembuatan briket, dan mempelajari pengaruh komposisi arang tongkol jagung dan plastik polietilen tereptalat terhadap kualitas (sifat psikokimia) dan komposisi gas buang pembakaran briket. Komposisi bahan pembuatan briket divariasikan pada rasio berat arang tongkol jagung terhadap plastik sebesar 95:5, 90:10, dan 85:15. Kualitas briket diuji dan dibandingkan dengan SNI 01-6235-2000 tentang Briket Arang Kayu berdasarkan parameter nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar volatile matter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi campuran bahan pembuat pada rasio berat antara arang tongkol jagung terhadap plastik polietilen tereptalat sebesar 95:5 menghasilkan briket dengan kualitas terbaik. Briket pada komposisi tersebut memenuhi standar kualitas menurut SNI briket arang kayu dan mengemisikan gas buang berupa hidrokarbon, karbon monoksida, dan nitrogen oksida dengan kadar paling rendah.
Simulasi Charge Discharge Model Baterai Lead Acid Rahma Dini Barkah; Sahrul Hidayat
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.873 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v3i2.23257

Abstract

Telah dilakukan simulasi charge-discharge model baterai lead acid dengan bantuan software Comsol. Pada penelitian ini dilakukan beberapa variasi arus pada proses charge dan discharge. Pada proses charge arus yang divariasikan sebesar 1/30C, 1/25C, 1/20C 1/10C, 1/5C, 1/2C dan 1C sedangkan pada proses discharge variasi arus pembebanannya sebesar 1/20C, 1/10C, 1/5C, 1/2C, 1C, 2C, 5C, 10C dan 20C. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh kapasitas maksimum pada proses charge sebesar 897 Amper.secon pada arus pengisian 1/2C. Sedangkan kapasitas maksimum pada proses discharge sebesar 770 Ampere.secon pada arus pembebanan 1/5C. Disipasi daya baterai semakin besar seiring dengan semakin besarnya arus pengisian ataupun arus pembebanan. Berdasarkan hasil simulasi diperoleh efisiensi maksimum model baterai lead acid adalah sebesar 85,84%.
Pengaruh Nilai Wettability pada Pool Boiling Heat Transfer Studi Kasus Hydrophobic, Hydrophilic dan Superhydrophilic Bambang Joko Suroto
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.228 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v1i01.10907

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang  efek dari berbagai nilai wettability dari permukaan pada pool boiling heat transfer. Percobaan dilakukan dengan menggunakan air murni sebagai fluida kerja dan subcooling 0K. Heat transfer block yang digunakan adalah mirror surafce (dipoles tembaga) / hidrofilik, superhydrophilic / copper berlapis TiO2 and permukaan hidrofobik / PTFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja perpindahan panas dari permukaan dengan lapisan PTFE lebih baik di fluks panas rendah. Sedangkan untuk fluks panas menengah, permukaan superhydrophilic (TiO2) lebih unggul dibandingkan dengan permukaan hidrofilik dan hidrofobik
Sintesis Bahan La2-xYxCuO4 pada Suhu Rendah dengan Metode Presipitasi Risdi Risdiana
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.397 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v4i1.26366

Abstract

Telah dilakukan sintesis bahan La2-xYxCuO4 dengan x = 0; 0,1; 0,2; 0,3; 0,4 menggunakan metode presipitasi langsung pada suhu 350 – 400 oC selama 24 – 300 jam pada kondisi udara biasa dan Ar dengan bantuan KOH/NaOH untuk mendapatkan bahan superkonduktor doping elektron dengan struktur T’. Puncak-puncak XRD untuk bahan dengan x = 0 yang disintesis pada suhu 350 oC selama 300 jam didalam aliran gas argon dan seluruh bahan dengan x antara 0,1 dan 0,4 yang disintesis pada udara biasa pada suhu 400 oC selama 24 jam didominasi oleh puncak-puncak struktur T yang biasanya ditemui untuk bahan superkonduktor doping hole. Bahan superkonduktor doping elektron yang biasanya berstruktur T’ tidak dapat diperoleh pada penelitian ini.
Analisis Kejadian Hujan Es Berdasarkan Kondisi Atmosfer dan Citra Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Magelang, 24 Januari 2018) Anendha Destantyo Nugroho; Ahmad Fadlan
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.553 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i2.19711

Abstract

Fenomena hujan es termasuk fenomena ekstrem yang jarang  terjadi  di  Indonesia  karena  wilayah  Indonesia  memiliki lapisan beku yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Wujudnya yang seperti butiran es menjadi daya pikat tersendiri bagi masyarakat sehingga kadang disambut dengan antusias, padahal jika hujan es  terjadi dalam ukuran yang cukup  besar dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. Proses terjadinya hujan es memiliki kaitan yang erat dengan perubahan lingkungan seperti perubahan suhu, kelembaban dan tekanan udara yang dapat menjadi tolak ukur dalam menyaksikan tanda-tanda terjadinya hujan es. Pada tanggal 24 Januari 2018 sekitar pukul 13.20 WIB hingga 13.30 WIB telah terjadi kejadian cuaca ekstrem yang berupa hujan es di Magelang tepatnya daerah Mertoyudan. Dengan mengacu pada data AWS (Automatic Weather Station) yang dipasang di kawasan Candi Borobudur yang diolah secara statistik serta data citra satelit himawari-8 dianalisis menggunakan aplikasi SATAID. Hasil penelitian  dan  analisis  menunjukan bahwa  telah  terjadi  kejadian hujan es yang di buktikan dengan data AWS yang mengalami perbedaan suhu yang cukup signifikan pada selang jam 12.00 WIB hingga 16.00 WIB sebesar 7.8 °C. Berdasarkan pemantauan    citra satelit    himawari-8    menunjukkan    bahwa    pada   saat kejadian terdapat   gumpalan   awan   berwarna   putih   di   atas   Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Suhu puncak awan rendah saat itu sebesar -77.5°C yang diindikasikan sebagai awan Cumulonimbus
Characteristics of Graphene Like Material Synthesized from Commercial Activated Carbon of Coconut Shell Using a Modified Hummers Methods Dewi Asaningsih Affandi; Norman Syakir, Fitrilawati
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.792 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v7i1.43488

Abstract

Commercial activated carbon of coconut shell (CS) was used as the raw material for synthesis of graphene like material using modified Hummers method. The structure of carbon CS is amorphous and contains natural minerals such silica, potassium, magnesium and calcium as impurities. Prior to use, we carried out a thermal pre-treatment process (heating) on CS in order to remove the impurities. Pieces of CS were grounded to the size of 200 mesh (CS1), then heated at a temperature of 850°C with heating rate 5°C/min for 2 hours in a furnace. The obtained material was referred as CS2. A precursor of CS1 or CS2 were mixed with sulfuric acid solution until homogen in a glass beaker that placed in an ice bath. Then, potassium permanganate powder was slowly added into the solution while stirring. After that, distilled water and H2O2 were added into the solution to stop the oxidation process. The produced precipitate was passed through purification, ultrasonication and drying processes. The obtained material synthesized from CS1 is referred as H-CS1 and the one synthesized from CS2 is referred as H-CS2. The characterization results using FTIR, Raman, XRD and Uv-Vis show the obtained materials have charachteristic as reduced graphene oxide (rGO) with ID/IG = 1.0056 in H-CS1 and ID/IG ratio = 0.9476 in H-CS2. This result indicates that thermal pre-treatment process has lower impurity and defect on H-CS2
Karakterisasi Sifat Fisis dan Mikrostruktur Papan Gipsum dengan Variasi Komposisi Lateks Ety Jumiati; Abdul Halim Daulay; Nur'aini Fadillah
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.667 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i2.34493

Abstract

Abstrak. Papan gipsum merupakan salah satu produk lanjutan dari material gipsum dengan campuran serat/fiber  atau bahan lainnya. Papan Gipsum memiliki kelemahan pada sifat fisisnya yang mudah menyerap air. Maka dari itu, perlu adanya inovasi dalam pembuatan papan gipsum yang akan menghasilkan mutu yang lebih baik lagi. Pembuatan papan gipsum dapat memanfaatkan bahan limbah seperti tempurug kelapa dan sekam padi serta lateks sebagai perekatnya. Pencampuran bahan papan gipsum meliputi: gipsum, tempurung kelapa, dan sekam padi yang digunakan yaitu 70%, 15%, 15% dengan variasi lateks 10%, 12%, 14%, 16%, 18% dengan FAS 0,5 serta pengeringan selama 28 hari. Dengan parameter uji sifat fisis meliputi: kerapatan dan pengembangan tebal, serta dilakukan pengujian mikrostruktur untuk mengetahui morfologi sampel papan gipsum. Analisis sifat fisis papan gipsum diperoleh hasil yang optimal yaitu pada sampel A dengan variasi komposisi lateks 10% didapatkan nilai kerapatan sebesar 1,35 g/cm3, dan pengembangan tebal sebesar 5,03% yang memenuhi Standar SNI 01-4449-2006. Sedangkan mikrostruktur menghasilkan gambar morfologi yang menunjukkan homogenitas, terbentuk aglomerasi partikel, dan zat pengotor. Kata Kunci: lateks, papan gipsum, sekam padi, sifat fisis dan tempurung kelapa Abstract. Gypsum board is one of the advanced products of gypsum material with a mixture of fiber/fiber or other materials. Gypsum board has a weakness in its physical properties that easily absorb water. Therefore, there is a need for innovation in the manufacture of gypsum boards that will produce even better quality. The manufacture of gypsum board can utilize waste materials such as coconut shells and rice husks and latex as adhesives. The mixture of gypsum board materials including: gypsum, coconut shell, and rice husk used was 70%, 15%, 15% with latex variation 10%, 12%, 14%, 16%, 18% with FAS 0.5 and drying for 28 days. The parameters of the physical properties test include: density and thickness expansion, as well as microstructural testing to determine the morphology of the gypsum board sample. Analysis of the physical properties of gypsum board obtained optimal results, namely in sample A with a variation of 10% latex composition, the density value was 1.35 g/cm3, and the thickness expansion was 5.03% which met the SNI Standard 01-4449-2006. While the microstructure produces morphological images that show homogeneity, particle agglomeration forms, and impurities.Keywords: latex, gypsum board, rice husk, physical properties and coconut shell
Pengaruh Komposisi Campuran Sabut dan Tempurung Kelapa terhadap Nilai Kalor Biobriket dengan Perekat Molase Otong Nurhilal; Sri Suryaningsih
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.4 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15606

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang menjadi salah satu penghasil kelapa terbesar di dunia. Dalam satu kelapa  menghasilkan daging kelapa sebesar 28%, sisanya adalah sabut kelapa sebesar 35% dan tempurung kelapa sebesar 12% yang sering dianggap sebagai limbah sisa. Salah satu bentuk pemanfaatan dari limbah sabut dan  tempurung kelapa yaitu dengan dibuat menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi yang optimal pada pembuatan briket campuran sabut dan tempurung kelapa dengan menggunakan perekat tetes tebu (molase). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode ekperimen dengan tahapan persiapan bahan, karbonisasi bahan, pembuatan briket, dan pengujian briket. Pada pembuatan briket, bahan perekat yang digunakan adalah perekat molase dengan konsentrasi 10%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji proksimat, uji nilai kalor, dan uji pembakaran dengan metode WBT (Water Boiling Test)  untuk mengetahui efisiensi pembakaran. Dari hasil penelitian menunjukan peningkatan nilai kalor seiring dengan penambahan konsentrasi tempurung kelapa. Sehingga komposisi yang optimal pada pembuatan briket campuran sabut dan tempurung kelapa adalah 50% : 50% dengan nilai kalor sebesar 6211 kal/g dan telah memenuhi Standar Briket Nasional. Dan dari hasil uji pembakaran didapatkan efisiensi pembakaran sebesar 9,861%. 
Studi Adsorpsi Methylene Blue oleh Graphene Oxide Dengan dan Tanpa Penyinaran Menggunakan Sinar UV-A Istiqamah Nurul Hikmah; Jedija Monandang Aurellia; Ayi Bahtiar; Norman Syakir; Fitrilawati -
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.576 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v6i2.39945

Abstract

Graphene oxides (GO) yang memiliki band gap sekitar 3,2 eV banyak diaplikasikan untuk menghilangkan polutan warna dalam air melalui metode adsorpsi. Pada penelitian ini dilakukan studi adsorpsi methylene blue (MB) oleh GO dengan menggunakan rasio MB:GO= 1:2 pada kondisi gelap dan pada kondisi terang melalui penyinaran menggunakan sinarUV-A. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa hasil adsorpsi MB oleh GO menjadi lebih efisien dengan adanya penyinaran. Telah terjadi perbaikan penurunan konsentrasi larutan MB dari 73,7 % menjadi 92,4% dan kenaikan efisiensi sebesar 11% pada proses adsorpsi yang disertai dengan penyinaran . menggunakan sinar UV-A.
The Effect of TiO2 in Ceramic Product Glaze on the Photodegradation of Methylene Blue eneng maryani
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.48 KB) | DOI: 10.24198/jiif.v5i1.31358

Abstract

Glaze is a coating on the surface of ceramic products such as tiles, sanitary ware and tableware. One of the functions of the glaze is to protect ceramic products from harmful chemicals such as dyes. For this purpose, the glaze material is added with other additives such as TiO2 which is a photocatalyst. n this study, silica sand and commercial glaze 107 with a ratio of 1: 1 were used as the main raw material for glaze with the addition of 0-5% titanium dioxide powder. The raw material for the glaze is wet ground in an alumina potmill for 24 hours. The results of these mills, dried in an oven at a temperature of 100 oC. The dried glaze contains silica as a-quartz and anatase TiO2. The percentage of decolorization (photodegradation) of the glaze to the methylene blue dye after 4 hours of UV exposure was carried out by measuring the absorption of non-degraded methylene blue using a UV-Vis spectrophotometer at a wavelength of 664 nm. Glaze without the addition of TiO2 showed a percent decolorization (photodegradation) of methylene blue of 71.55% which occurred mainly through the adsorption reaction of methylene blue by silica which is mostly contained in the glaze. The optimum value of percent decolorization is 88.49% obtained for glaze materials with the addition of 2% TiO2. The addition of TiO2 which exceeds the optimum value, causes a decrease in the percentage of decolorization (photodegradation) due to TiO22 aggregation on the surface of the silica adsorbent.

Page 11 of 19 | Total Record : 181