Paradigma: Junal Kalam dan Filsafat
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat is a journal published by Department Aqidah and Islamic Philosophy in the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta in partnership with Asosiasi Aqidah dan Filsafat Ilsam Indonesia (AAFI). Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat has published at the first time in September 2019 and hereafter the journal was continuing published twice annually (June and December) and consists of articles on Kalam Studies and Philosophy.
Articles
58 Documents
NIETZSHE: KEHENDAK UNTUK BERKUASA
Amin Rois Hidayatullah
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 2, No 01 (2020): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (591.637 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v2i01.26618
Abstrak: Kehendak untuk berkuasa merupakan pemikiran fundamental dari Nietzsche. Bisa juga dikatakan sebagai dasar dari pemikirannya, dan ini akan berpengaruh terhadap pemikiran pemikiran yang lainnya. tulisan ini bertujuan untuk memaparkan pemikiran Nietche mengenai kehendak untuk berkuasa. Kehendak untuk berkuasa ialah salah satu energi atau dasar sebagai pendorong manusia untuk bertindak, semuanya merupakan kehendak berkuasa alam, pengetahuan dan sebagainya. Begitupun dengan kepercayaan yang kita peluk, yang telah sekian lama kita mempercayainyainya. Mengenai kepercayaan ini juga dipengaruhi oleh kehendak. Pengumpulan data dalam tulisan ini menggunakan beberapa karya dari Nietzsche, dan didukung oleh beberapa refrensi buku yang membahas tentang Nietzsche. Dari mengulas buku karyanya tulisan ini berharap agar mempermudah pembaca Nietzsche memahami apa yang dimaksud olehnya.Kata kunci: Kehendak berkuasa.
KONSEP ISLAM DAN DAMAI MENURUT MAULANA WAHIDUDDIN KHAN
Ismi Ngafiyatun Nadifah;
Kusen Kusen
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 4, No 01 (2022): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.156 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v4i01.30401
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data didasarkan pada riset pustaka (library research). Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber literature kepustakaan. Hasil penelitian ini berupa tulisan bahwa metode topical yang digunakan oleh Maulana Wahiduddin Khan dalam membahas Islam dan damai dalam kehidupan bermasyarakat, memberikan semangat bagi diri seseorang untuk mengembangkan dirinya agar mencapai kehidupan dan berperilaku damai. Selain memberikan dorongan untuk berbuat damai yang dimulai dari diri sendiri dan akan berdampak pada kehidupan sosialnya, mencapai perdamaian untuk agama dan negaranya. Kata kunci: Islam, Damai, Maulana Wahaiduddin Khan
TEOLOGI FEMINIS PERSPEKTIF ALI SYARI‘ATI
Citra Eka Pratiwi
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 3, No 01 (2021): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (780.566 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v3i01.27365
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang Teologi Feminis, yaitu salah satu isu wacana feminisme dan gender dalam Islam di Abad Modern yang secara praktis mengedepankan aspek normatifitas Islam sebagai landasan di dalam diskursus wacana feminis dan gender dalam Islam. Peneliti menganggap bahwa adanya dilema dan kekosongan di sebagian perempuan Muslim terjadi karena faktor westernisasi di segala penjuru dunia khususnya di bagian negara-negara Timur, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari berbagai kelompok seperti kelompok konservatif dan tradisionalis masyarakat Timur yang dikonfrontasikan dengan gerakan kebebasan Barat ini. Maka, berbagai upaya dilakukan oleh para Feminis maupun Teolog Islam untuk memberikan jalan tengah dalam mengambil tindakan yang dihadapkan dengan arus Westernisasi. Tokoh yang pemikirannya yang mengarah ke Teologi Feminis adalah Ali Syari„ati, salah satu Revolusioner Islam dari Iran yang membawa semangat Jihad Revolusi dan telah berkontribusi berupa gerakan pembebasan (liberation) di segala aspek kehidupan masyarakat Islam. Ali Syari„ati tidak terpaku pada ajaran agama, tetapi juga memperhatikan sejarah Islam. Sehingga pemikirannya tidak mengalami stagnasi meskipun zaman terus berkembang. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian perpustakaan (library research). Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dan analisis datanya menggunakan metode analisis untuk membuat deskripsi tentang suatu keadaan objektif. Adapun teknis analisisnya menggunakan metode deskripsi, heuristika, dan interpretasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami konsep teologi feminis perspektif Ali Syari„ati.Kata Kunci: Teologi Feminis, Feminisme Islam.
KONSEP BAIK DAN BURUK MENURUT MURTADHA MUTHAHHARI
Busriyadi Busriyadi
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 2, No 02 (2020): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.895 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v2i02.26785
Abstrak: Murtadha Muthahhari merupakan filsuf muslim adab ke-20 dengan pemikirannya yang mengkritik pandangan para pemikir barat tentang perbuatan manusia. Cara pandang para pemikir barat dianggap kurang tepat karena tidak menyertakan pengetahuan teologis sebagai dasar perbuatan manusia, sehingga dalam pengaplikasiannya, perbuatan baik tidak akan bisa abadi hingga hari ini. Dalam penulisan ini, penulis ingin mengetahui konsep perbuatan baik dan buruk bagi manusia secara mendalam. Dengan cara melakukan penelitian studi pustaka dengan menguraikan, menganalisa dan mengambil hasil dengan data yang ada baik dari referensi primer maupun referensi sekunder yang dapat menunjang penelitian ini.Maraknya tindakan tidak manusiawi yang sering terjadi menunjukkan bahwa manusia kehilangan eksistensinya sebagai manusia. Murtadha Muthahhari mencoba menguraikan konsep perbuatan baik pada manusia dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta hal-hal yang melatar belakangi munculnya perbuatan buruk pada manusia. Sehingga dengan mengetahui hal tersebut maka manusia mampu memaksimalkan perbuatan baik dan meminimalisir perbuatan buruk. Kata Kunci: Baik, Buruk, Akhlak, Etika
KRITIK IBNU KHALDUN TERHADAP FILSAFAT
M Hafid;
Kusen Kusen
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 4, No 02 (2022): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.301 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v4i02.30407
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang menggunakan metode deskriptif-analitis. Sumber-sumber data diperoleh dari sumber prier maupun sekunder. Dominasi akal dalam diskursus filsafat bukan perkara yang mustahil, akal selalu mendominasi hingga ranah terdalam seperti perkara megetahui soal hakikat Tuhan. Kekuatan akal oleh para filsuf dinilai dapat melampaui ketidakmungkinan untuk diketahui, bahkan akal seakan tidak memiliki keterbatasan. Oleh sebab itu, kritik Ibnu Khaldun mengarah pada para filsuf yang tidak mengakui bahwa akal memiliki batas pengetahuan yang didapatkan. Ibnu Khaldun menyampaikan bahwa hakikat Tuhan merupakan perkara yang tidak bisa diketahui melalui pengamatan indra termasuk juga penalaran akal. Terdapat jalan lain selain akal dalam upaya mengetahui perkara ilahiyat, jalan itu menurut Ibnu Khaldun adalah melalui wahyu. Tuhan dan perkara-perkara non-indrawi dapat diketahui melalui wahyu yang diturunkan oleh Allah swt kepada para nabi. Kata Kunci: Dominasi akal, Kritik, Wahyu, Ibnu Khaldun
KONSEP ETIKA DAN KEBAHAGIAAN MENURUT HAMKA
Ahmad Ali Afifudin;
Qusthan Abqory Hisan Firdaus
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 4, No 01 (2022): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (704.679 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v4i01.30397
Penelitian ini menggunakan deskriptif-analisis. Kemudian, jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini menggunakan kajian Pustaka (Library Research) yang menekankan pengumpulan data dengan sumber literatur, baik menggunkan sumber data primer maupun skunder. Penelitian ini berjutuan untuk mengetahui bagaimana pandangan Hamka tentang konsep etika dan kebahagiaan. Etika menjadi kajian atau diskursus dalam filsafat yang tidak kunjung menemukan titik temu, berbagai konsep juga sudah disusun oleh para pemikir dan para filosof baik di Barat maupun di Timur. Dalam penelitihan ini penulis mengkaji bagaimana Hamka menyusun suatu konsep etika. Bagi Hamka etika merupakan suatu kajian yang membahas baik dan buruk perbuatan manusia. Hamka menekankan kepada setiap individu agar bertindak atau berperilaku baik yang memiliki dampak atas dirinya sendiri, namun Hamka juga menyertakan faktor akal dan agama yang harus dipertimbangkan dalam setiap tindakan atau perbuatan karena menurut Hamka perbuatan yang didasari atau dilandasi perintah akal itulah yang baik. Sementara dari sisi agama perbuatan baik adalah suatu perbuatan yang mengadopsi tingkah laku atau perbuatan Rasulullah dan orang-orang yang terhormat. Ajakan untuk berbuat baik oleh setiap individu dan tindakan itu atas dirinya sendiri penulis menyimpulkan bahwa Hamka menganut etika keutamaanKata Kunci: Etika, Kebahagiaan, Hamka
KARL MAX DAN PANDANGAN MATERIALISME SEJARAH
Firdatul Husniah
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 1, No 01 (2019): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.366 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v1i01.27292
Abstrak: Konsep sosialisme Marx berasal dari konsepnya tentang manusia. Menurut konsep tentang manusia ini, sosialisme bukan sebuah masyarakat yang tersusun atas individu- individu yang diatur dan otomatis yang mengabaikan apakah mereka memiliki pendapatanyangcukup atau tidak, dan yangmengabaikanapakah pangan dan sandang mereka tercukupi dengan baik atau tidak. Tujuan sosialisme adalah manusia. Sosialisme harus menciptakan sebuah bentuk produksi dan organisasi masyarakat dimana manusia dapat menganasi alienasi dari produknya, dari kerjanya, dari sesamanya, dari dirinya sendiri dandari alam. Bagi Marx, sosialisme adalah sebuah gerakan resistensi yang menentang penghancuran cinta yang terdapat dalam realitas sosial. Sosialisme tidak akan terwujud hanya karena didirikan. Karena, hak milik pribadi tidak mungkin begitu saja dihapus hanya karena orang ingin membebaskan kelas- kelas bawah. Kata Kunci: kebebasan, alienasi, humanisme, produksi, sosialisme.
EKSISTENSI IDEOLOGI MUHAMMADIYAH KEPEMIMPINAN
Rusli Latif
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 2, No 01 (2020): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (655.151 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v2i01.26630
Abstrak: Eksistensi merupakan bagian dari disiplin ilmu filsafat yang menjelaskan bahwa manusia berdiri atas kuasanya sendiri, hal tersebut juga diamini oleh para tokoh eksistensialisme seperti Soren Abey Kierkergaad, Heideger, Gabriel Marcel, Jean Paul dan lainnya. Ideologi juga merupakan bagian dari eksistensi yang lahir dari proses pemikiran manusia. Muhammadiyah adalah organisasi yang bereksistensi lahir dari ideologi Islam.Sebagai organisasi yang mempunyai peran besar bangsa ini, Muhammadiyah selalu merumuskan gerakannya dengan menyesuaikan perkembangan zaman. Sosoknya yang selalu menyinari bumi pertiwi dalam hembusan nafas dan doa untuk pendirinya K.H Ahmad Dahlan yang juga sekaligus pahlawan nasional melawam para kolonial untuk merampas bumi Indonesia. Ideologi gerakan serta pikiran-pikiran inklusif membuat Muhammadiyah menjadi ladang dakwah amar ma’ruf nahi munkar di tengah kering dan sempitnya pemahaman keberagaman beberapa masyarakat Indonesia. Ideologi Muhammadiyah menjadi unsur penting sebagai core gerakan pembaharuan ini, empat rumusan ideologi Muhammadiyah telah tertuang dalam: pertama, Muqaddimah Anggaran Dasar (AD) pada 1945-1951 Muhammadiyah; kedua, kepribadian Muhammadiyah pada 1962, ketiga, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) pada 1969, keempat, Khittah Perjuangan Muhammadiyah pada 1956, 1971, 1972 dan 2002.Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Muhammadiyah selalu mengikuti arus perubahan zaman dan merancang agenda kedepan untuk menjawab problem solving yang muncul di masyarakat. Hal yang menarik di masa kepemimpinan Muhammad Din Syamsuddin (2005-2015) adalah muncul berbagai gaya kepemimpinan serta strategi perjuangan hingga slogan “Islam Berkemajuan”. Dari tahun 2005-2015 sedikitnya ada tiga agenda besar Muhammadiyah; (1) Pernyataan Pikiran Muhammadiyah Abad Ke-2 (Zhawahir al-Afkar Al-Muhammadiyah Li Al-Qarni Al-Tsani), (2) Profil “Islam Berkemajuan” dan (3) Negara Pancasila Sebagai (Darul Ahdi Wa Syahadah).Kata Kunci: Eksistensi, Ideologi dan Muhammadiyah
KONSEP MORAL MENURUT MURTADHA MUTHAHHARI
Diana Rusliawati;
Kholid Al Walid
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 4, No 02 (2022): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (688.138 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v4i02.30402
Penelitian ini membahas tentang konsep moral yang disandarkan kepada Murtadha Muthahhari, salah seorang failasuf muslim klasik. Pemikiran dari Murtadha Muthahhari sendiri tentang Moral, menurutnya moral berkitan dengan jiwa manusia yang berhubungan dengan cara atau sistem manusia mengatur dirinya, pembinaan atau pembentukan dirinya agar dapat memilih cara atau sistem hidup yang baik. Baik mengenai hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitis-deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Karya-karya Murtadha Muthahhari dikumpulkan sebagai sumber utama ditambah sumber lainnya yang terkait, khususnya yang membahas terkait Moral . Hasilnya adalah Tuhan adalah pondasi pertama dalam filsafat etika Islam. Pondasi kedua adalah mengenal diri secara substansial, karenanya fokus akhlak Islami atau etika Islam adalah “kemuliaan diri”. Kemuliaan diri banyak menekankan pada manusia untuk menghidupkan akhlak insani dan mendorongnya agar berlaku etis. Mengenal diri juga merupakan sumber perasaan akhlaki dan pintu menuju jalan spiritual. Mengenal diri itu penting dalam etika Islam karena mengenal diri merupakan pengantar untuk mengenal etika, lebih jauh lagi dalam mengenal Tuhan.. Kata Kunci: Konsep, Jiwa, Moral, Murtadha Muthahhari
ESTETIKA ISLAM “TINJAUAN TERHADAP SYAIR WASIAT RENUNGAN MASA KARYA TUAN GURU KYAI HAJI MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID”
Mir'atul Izzatillah
Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat Vol 3, No 01 (2021): Paradigma: Jurnal Kalam dan Filsafat
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.917 KB)
|
DOI: 10.15408/paradigma.v3i01.27367
Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan salah satu diskursus dari filsafat al-Qur’an, yaitu eskatologi yang dilihat berdasarkan pemikiran keislaman Fazlur Rahman (1919-1988). Khususnya mengenai hari kebangkitan, surga dan neraka. Menurutnya, gagasan pokok al-Qur’an mengenai eskatologi adalah moment kesadaran diri (moment of truth) atas amal perbuatan yang telah dikerjakan. Moment of truth ini terjadi setelah fenomena kehancuran bumi, meskipun menurut Rahman, pernyataan filosofis al-Qur’an tidak lah membicarakan kehancuran bumi secara total, melainkan membicarakan transformasinya kepada wujud baru yang secara wajar dan otomatis meniscayakan kehancuran wujud lama. Dan secara otomatis, bagi Rahman, tidak lah dibenarkan jika surga bagi para muttaqin, dan neraka bagi para orang jahat itu sudah ada sejak sekarang, melainkan keduanya masih sedang menunggu adanya proses perubahan transformasi sampai tiba saatnya. Yang oleh al-Qur’an disebut dengan hari kebangkitan. Pada moment hari kebangkitan ini, Rahman juga meyakini bahwa jiwa dan raga merupakan satu paket sebagai diri seseorang yang akan tersusun dan wujud kembali. Tentu saja hal ini berbeda dengan pernyataan para filosof dan teolog Muslim lainnya yang masih mempersepsi dualisme antara jiwa dan raga, yang sejatinya menurut Rahman satu paket menjadi identitas diri manusia.Kata Kunci: Fazlur Rahman, Hari Kebangkitan, Surga-Neraka.